Home » Sastra Budaya » Puisi

Puisi

Mengenangmu di Muzdalifah adalah Keindahan

Puisi Mengenangmu di Muzdalifah adalah keindahan. Tak terasa, berdasar perhitungan waktu, hari ini adalah detik-detik terakhirku bersama bapak kami di bumi. Saat ini, tepat di malam ini, di sembilan t...

Kesepian Di Musim Itu Memberi Cerita Lain Dalam Sajak

Kesepian itu bukannya berarti seorang diri, bukan berati jauh dari hiruk pikuk dan hingar bingar dunia. Kata dia si penyair “berisiknya dunia Malah membuat ruang kesepian “.  Dalam fakta k...

Aku Tetap Gugur Dan Menanti Skenario Takdir

Sesekali kita adalah raja dan ratu yang tidak memiliki singgasana. Ya… memang seperti itu, ketika kita tahu bahwa ada penantian besar yang kita tunggu. “Berusahalah” itu yang acapkal...

“Pelacur ” Ya, Aku Si Pelacur Itu Dalam Sajak

Lagi-lagi kita tidak akan lepas dari kerangka sosial, memang benar baik dan buruk adalah soal persepsi. Maka, Bagaimana persepsi kita jika ada seseorang yang hanya layak disebut buruk? Adakah sisi bai...

Selamat Jalan dan Kumulai Berdiri | Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 10

Selamat Jalan dan Kumulai Berdiri. Puisi terbaru, telah ditulis Prof. Cecep Sumarna. Menurut kami, isi yang di kandung dalam tulisan di puisinya kali ini, menyentuh jiwa terdalam kita sebagai manusia....

“Penakluk Setapak” Sebuah Bahasa Pendaki

Maha suci Tuhan dengan segala cipta-Nya. Ia Tumbuhi bumi ini dengan yang kekar dan tangguh, yang tercipta diam dalam sunyi, dan riuh angin menerpa pepohonan adalah suaranya. Tentunya, suara alam yang ...

“Bagiku Hanya Diorama” Penuangan Kekecewaan Dalam Sajak

“Diam itu emas tapi bicara baik itu berlian“. Begitulah kiranya yang pantas disematkan kala penulis puisi yang satu ini mencoba mengungah perasaanya kedalam sajak. Kecewaan tertuang rapih ...

Simpanlah Aku dalam Hati Cinta-Mu| Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 4

Lyceum Indonesia, kembali menayangkan puisi Prof. Cecep Sumarna. Puisi melankolis yang penuh nuansa kemanusiaan dan ketuhanan. Puisi ini, dibacakan Prof. Cecep Sumarna saat hari ulang tahunnya yang ke...

“Denganmu” Sangat Menakutkan | Kumpulan Puisi Tentang Cinta

Memang hidup itu penuh pilihan, Tidak ada yang namanya kalimat “tidak ada pilihan lagi”. Kita Hidup karena kita  dipilih, termasuk dipilih untuk menikmati indahnya dunia ini, terkadang dal...

“Diamku di Puri itu” Gusar Meruah Dalam Kebisingan

Banyak cara untuk mentransformasikan kegundahan dalam hidup kita ini, salah satunya dengan mengiramakan puisi dalam kehidupan kita. Perlu diingat “bagaimana kedauhan dapat mencair sementara jiwa...

Pesan Untuk Teman Kecil “Aku Rindu Kebebasan Kita Dulu”

Setiap orang pasti memiliki sahabat saat kecil dulu, sahabat yang begitu sering menemani kita bermain, belajar bahkan membuat orang tua kita masing-masing menjadi khawatir. saat menginjak sekolah dasa...

“Anak Kampung” Tercabik Rindu Pudar dan Mengakar

pernahkah merasa ingin diam dan sendiri, di tempat dimana biasa  ramai? lalu meridukan suasana sunyi dimana kita dilahirkan dan dibesarkan. perasaan seperti itu biasa dirasakan bagi mereka yang berpet...