Cerdas Memilih Sekolah Untuk Anak Kita

0 9

Di antara tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan adalah menghasilkan manusia yang unggul, cerdas, dan kompetitif. Upaya tersebut terkait dengan tiga pilar utama dalam pembangunan Lembaga pendidikan nasional yaitu: peningkatan pemerataan dan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta manejemen bersih dan transparan sehingga masyarakat memiliki citra yang baik (good governance).

Ketiga pilar tersebut mendasari terciptanya visi pendidikan nasional yaitu membangun insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Insan Indonesia yang cerdas dikehendaki insan yang cerdas secara komprehensif, yang  meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.

Lembaga Pendidikan

Telah menjadi trend lembaga pendidikan berlomba lomba untuk membuat branding dan ikon yang marketable agar menjadi pilihan bagi masyarakat. Branding tersebut bermacam macam, mulai dari yang menawarkan kompetensi skill pekerjaan tertentu dengan menjanjikan bahwa setelah peserta didik lulus akan siap untuk menerima tawaran pekerjaan, hingga ikon dan branding bahwa setelah selesai pendiikan di lembaga tersebut peserta didika akan menjadi manusia super, manusia hebat, dan lain lain.

Untuk melengkapi ikon dan branding lembaga pendidikan tersebut biasanya dibarengi dengan penawaran fasilitas, mulai dari gedung, profesionalitas tenaga dan menejemen sekolah, kurikulum yang canggih  hingga alumni alumni yang telah dihasilkan.

Saat ini tidak sulit untuk menemukan lembaga pendidikan yang secara menejemen memiliki kualitas papan atas. Sudah banya sekolah yang mengembangkan kurikulum dan dan kwalitasnya, selain karena banyaknya persaingan juga disesuaikan dengan kebutuhan anak yang semakin banyak untuk menunjang pengetahuan dan wawasannya, juga karena sekolah juga sebagai simbol status dan prestos bagi orang tuanya.

Faktor – Faktor Pemilihan Sekolah Untuk Anak

Ada beberapa faktor yang merupakan pilihan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya antara lain:

  1. Penyediaan kurikulum. Banyak sekolah yang menambah kurikulum selain yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti pelajaran bahasa asing dan komputer yang sekarang umum terdapat disekolah-sekolah dasar. Hal ini juga menjadi nilai tambah bagi sekolah karena dengan belajar bahasa asing sejak dini (Inggris atau mandarin yang umum dipelajari).
  2. Guru. Kecenderungan wali murid dalam memilih sekolah juga berbasis pada pengetahuan tentang kwalitas para pendidik disekolah itu. Pengalaman guru ditandai dengan kompetensi berkomunikasi dengan anak. Karena di tangan para guru ini, harapan orang tua terhadap kualitas anak tertumpu.
  3. Sarana dan prasarana sekolah. Sarana dan prasarana yang lengkap dan baik disekolah diasumsikan akan memperlancar kegiatan belajar anak, sehingga dapat mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan anak.
  4. Kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler seperti Les sempoa, komputer, melukis, berenang dan lainnya juga menjadi penunjang disamping pelajaran sekolah yang sudah ada.
  5. Lingkungan sekolah. Sekolah yang berada disekitar lingkungan yang baik dan aman yang diasumsikan akan memberikan kenyamanan pada anak dalam kegiatan belajar. Oleh sebab itu faktor lingkungan juga harus menjadi pertimbangan para orang tua dalam memilih sekolah.
  6. Memiliki reputasi dan nama baik. Reputasi dan nama baik sekolah yang terjaga akan menjadikan para calon wali murid akan memilih sekolah itu. Walhasil sekolah ini akan menjadi sekolah faforit dan pilihan bagi para calon wali murid.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.