Cerita Cinta dua Generasi | Misteri Sang Ksatria Cinta Part – 16

0 221

Cerita Cinta dua Generasi: Nomor HP-ku, itu soal gampang dan cenderung tidak penting. Kamu ada acara lain? Tanya Mell kepada Allent. Iya aku sedang meeting dengan teman-teman lamaku sewaktu kuliah di Jerman dan di Jepang. Tetapi itu bukan persoalan, biarkan saja. Mereka sedang bekerja atau sedang mainpun hari ini, tetap aku bayar. Yang kupikirkan justru kamu. Itu tadi kamu kan bawa teman. Dia lama menunggu kamu lho.

Hai Lent, selain kamu, tampaknya tidak ada lagi yang penting untuk hari ini. Tetapi itulah kamu. Kamu cenderung wise. Biarlah dia sendiri di bawah. Sudah biasa dan dia sudah mengerti. Dia paling nyari HP baru untuk dijual di kampung halamannya. Jadi bagaimana, kata Allent. Kita lanjutkan pembicaraan atau … kita cari suasana lain. Aku pikir, lebih baik aku duduk di sini. Soal kamu mau berlalu, nggak apa-apa, berlalu saja.

Ah jangan begitulah. Itu tidak baik. Sebenarnya, kata Allent, aku ingin lama bersama kamu. Bahagia rasanya menyaksikan sipitnya mata kamu dan bagaimana kamu memainkan bola matamu itu, saat memandang aku. Nah itu Geer kata Allent. Aku tidak fokus memandang kamu ko. Aku hanya ingin memastikan chemistri-chemistri hidup yang belum mampu aku jawab tentang kamu.

Tapi begini Mell. Orang tuaku kan sebenarnya perfeksionis, kata Allent. Ia memiliki watak dan tabi’at yang kadang posesif terhadap rasa yang dimilikinya. Saat masih muda, bapakku idola remaja lho Mell. Aku mengetahuinya dari cerita mamihku, bukan dari papihku. Kalau lagi cerita, soal begitu, mamih ketawa, apalagi papah. Kerenlah pokoknya mereka itu.

Kamu ingin tahu nggak nama mamahku. Namanya Hypatia. Dia sejak kami masih kecil sampai usia dewasa selalu bercerita bagaimana suaminya atau bapakku itu, menjadi idola para gadis.Tampaknya itu juga, yang kadang menjadi beban bagi perjalanan mamihku. Mamahku lama memiliki penyakit jantung. Tetapi, hebatnya papahku, dan aku ingin mencontohnya adalah, dia begitu tulus menyayangi ibuku. Itulah kata mamih.

Bahkan sampai usia yang setua itu, dia masih menjadi incaran beberapa wanita. Saya tidak tahu, apakah papahku itu casanova atau bukan. Tetapi, yang pasti, dia demikian tulus menyayangi kami dan tentu terhadap mamih. Selama kami hidup bareng, sedikitpun belum pernah terjadi percekcokan, kecil sekalipun. Mereka begitu pandai memanjakan kami.

Tetapi terhadap satu soal, khususnya tentang kamu, aku tidak tahu. Kadang aku berpikir konyol, siapa kamu sesungguhnya dan apa relasinya dengan papahku. Misalnya, saat aku terlambat datang di forum aku sendiri sebenarnya, kalau mamih tidak sempat nanya dulu siapa nama gadis itu, yakni nama kamu, tak terbayang oleh aku bagaimana dia marahnya sama aku. Saat menyebut nama kamu, dia langsung terhenti. Muka merahnya berubah menjadi muka ceria. Terus ya itu tadi, setiap minggu, dia pasti bertanya sudah ketemu Melissa belum?

Sejujurnya, yang menyebabkan aku menahan diri untuk tidak mencari kamu, lebih karena aku sedang mempertimbangkan hubungan kamu dengan papahku, kata Allent. Namun kemudian Mell memotong kalimat, maksud kamu, aku dianggap ada hubungan dengan bapakmu. Oooh bukan begitu, maksudnya.

Yang kumaksud begini. Papahku kan punya ruang kantor tersendiri. Di ruangannya itu, kadang-kadang layar komputer tetap menyala. Aku masuk saat dipanggilnya dan kadang terlihat olehku, dia sedang membuka suatu akun yang namanya justru Santi. Bukan akun bapakku. Sewaktu-waktu, aku tanpa diduga disuruh mengambil sesuatu di meja komputernya. Mungkin dia lupa tidak mematikan komputer. Lalu aku melihat bagaimana di layar itu, bapakku masih membuka akun Santi. Aku lihat dengan seksama, siapa Santi itu. Aku yakin itu, mamah kamu. Ini memang belum pasti, karena aku baru ketemu ibumu satu kali. Terus, di waktu yang lain, tanpa sengaja juga laci mejanya yang besar itu, lupa mungkin tidak dikunci dan masih terbuka setengah. Aku melihat tumpukan photo seperti photo yang wajahnya ada dalam layar komputer itu.

Semula aku terhenyak dan agak sedikit marah. Tetapi aku tak berani bertanya. Hanya entah mengapa, dia seperti tahu kalau aku melihat sesuatu di ruang pribadinya. Ia tiba-tiba berkata begini; “Allent, cinta itu misteri. Letaknya ada di hati. Apa yang kita cintai belum tentu kita miliki. Kita pasrah saja pada takdir ilahi, dan ia maunya ke mana. Tetapi, menjaga cinta yang kita miliki, atau, menjaga cinta mereka yang memiliki kita, adalah rahmat dan pahalanya besar.

Lho pah, cinta bisa dibagi tah kata Allent. Papahku bilang tidak! Manusia bukan amuba. Manusia adalah tipikal khusus yang hanya dapat mencintai sesuatu secara tunggal. Cinta itu tidak mungkin goyah kalau datangnya dari hati. Kalau ada seseorang dapat mencintai sesuatu dengan segenap rasa dalam wujudnya yang tidak tunggal, itu namanya nafsu. Dan itu bukan cinta. Itu namanya asmara, seksualitas dan berbagai kata lain yang pejoratif.

Lalu aku menyelidiki. Papah pernah nggak memiliki cinta pada dua wujud yang berbeda. Papahku menggelengkan kepala. Lho kalau begitu, bagaimana papah menjaga cinta mamih, sementara misalnya papah mencintai wanita lain.Mohon maaf pah, aku tak sengaja lho melihat layar komputer dan berbagai photo di laci papah. Tumpukan catatan juga banyak. Papah kelihatannya begitu dalam mencintai seorang wanita bernama Santi. Photonya banyak banget lho pah di laci papah.

Ya papah menyayangi mamah kamu dengan segenap rasa yang papah miliki. Papah akan selalu menjaga rasa sayang ini, sampai mungkin ajal kami berpisah. Sedikitpun, papah tak pernah ingin menyakiti hati mamih kamu. Papah sudah berjanji dalam berbagai tempat teristimewa dunia sekalipun, untuk menjaga rasa sayang ini. Tetapi cinta papah, mungkin bersama mamihmu atau mungkin bersama yang lain. Di mana letak mamih kamu berada. Biarlah papih dan Tuhan yang tahu. Yang lain, termasuk kamu, tampaknya tak perlu tahu ya…

Kalau Ibu Santi sendiri bagaimana pah? Mengapa papah demikian mengistimewakannya? Soal Santi, biarlah juga itu urusan papih. Kamu tak perlu tahu. Berarti papah memiliki dua wujud yang dicintai? Nggaklah Lent. Kalau papah mencintai dua wujud yang berbeda, maka, berarti papah telah berada dalam posisi sebagai pemilik kebebsan seks. Papah nggak begitu Lent.

Mell, jika benar itu ibu kamu yang dimaksud dalam akun bernama Santi itu, aku bingung. Meski sejujurnya harus aku katakan, saat pertama kali aku bertemu kamu di Seminar Internasional itu, aku bukan hanya tertarik sama kamu. Aku seperti past life. Aku bukan hanya seperti telah pernah bersama kamu, tetapi, aku merasa kamu telah kembali menjadi bagian dari hidupku dan sekaligus menjadi masa depanku.

Saat Allent bercerita yang demikian panjang itu, ternyata, Mell sedang meneteskan air mata yang sangat deras. Allent semakin bingun dan memiliki pikiran yang sangat dramatis. Allent kemudian bertanya, Mell ada yang salah? Mell hanya menggelengka kepala. Kalau begitu, mengapa kamu menangis?

Allent … aku yakin itu mamahku. Mengapa? Karena dulu ketika kamu kuliah di UI, ia selalu bilang, Mell mainlah ke UI. Temui Allenta Akriphos. Aku tak pernah memperdulikannya. Karena dia sering meminta aku menemui orang bernama Allenta Akriphos, akhirnya aku bertanya, mah, siapa sebenarnya Allenta Akriphos. Dia hanya mengatakan, itulah laki-laki yang bakal menjadi pendamping abadi kamu.

Sorry ya… Lent. Dulu aku idola remaja. Rasanya aku gengsi mencari laki-laki, terlebih sosok yang tidak aku kenal. Makanya, ketika aku pertama kali bertemu kamu di Jepang itu, betapa ruginya aku jika yang dimaksud Allenta Akriphos oleh ibuku itu adalah kamu. Lent kita jalan yu untuk mencai angin segar. Ke mana, tanya Allent. Ke Monas aja yu. Okelah siapa takut … Sambil jalan pelan ke eskalator, Allent berkata kepada Mell. Mell aku berharap, aku keprgok bapakku sedang jalan bersama kamu. Bapak kami, memiliki toko di atrium ini. Mudah-mudahan dia sedang ngontrol pegawainya. Jika dia tahu aku jalan sama kamu, wach seru. Bapakku pasti bahagia ….

HP santi bergetar. Sebentar ya… Lent ada telephon. Ia mengangkat telephon, dilihatnya itu nomor ibunya. Lent lihat ini, mamih. Aku terima dengan video calla-ya, biar dia tahu aku jalan sama kamu. Dari jauh terdengar suara: Mell di mana kamu … ketika layar menunjukkan Mell jalan sama Allent, ibunya langsung tersenyum dan mematikan HP. Tak lama, ia mengirim SMS, nggak enak ada papah kamu. Tetapi, aku bahagia melihatnya dan kebahagiaan ini, mengalahkan segenap kebahagiaan yang aku miliki.

Edisi Sebelumnya:

  1. Misteri Sang Ksatria Cinta. Part 1
  2. Dalam Sebuah Mihrab 
  3. Hiburan di Tengah Segenap Rasa Pilu 
  4. Membunuh Rindu 
  5. My Endless Love
  6. Bertemu di Forum Budaya
  7. Kematian Tak Mengakhiri Cinta 
  8. Cinta dalam Dua Keluarga
  9. Selalu Misteri
  10. Love in the Sky 
  11. Diam Seribu Bahasa 
  12. Sosok Mellisa Claudhya
  13. Duka Allent ditinggal Mati Istri 
  14. Atrium Mengawal Cinta
  15. Memadu Kasih di Atrium

 

Komentar
Memuat...