Cerpen Cinta – Selingkuh Dibalik Ping!! Blackberry Messenger

0 227

Kisah di Balik Ping !!!. Dari luar, terdengar suara klakson mobil di rumah pak Jay. Sementara itu bu Tuti, istri pak Jay, tengah asyik menyaksikan serial Film India yang begitu menjamur di televisi Indonesia bak kacang goreng. Tak lama berselang terdengar suara dari luar rumah, “Maaaahhhh cepet bukain gerbang doong !!”, teriak pak Jay sambil terus memencet klakson.

 “Iyaaa sabar paaaahh !!” sahut bu Tuti dari dalam rumah. Selang beberapa menit keluarlah bu Tuti dengan balutan dasternya membukakan pager rumah. “Lama sekali sih keluarnya mah, lagi nonton film india yaaaa ?”, ujar pak Jay sedikit kesal. “Iya pah biasa hiburan daripada jenuh nungguin papah pulang malam teruuuuuus,” sindir bu Tuti.

“Aaaahh sudah-sudah papah kan sibuk banyak urusan mah… papah mau mandi dulu, gerah nihh !!” Sanggah pak Jay. Malam itu pak jay habis ketemuan dengan WIL (Wanita Idaman Lain) seperti malam-malam sebelumnya.

Pak Jay menjalin asmara dengan karyawati bagian administrasi di kantornya. Fitri namanya, gadis yang baru menginjak usia 23 tahun dengan paras cantik dan kulit hitam manis yang belakangan menjalin asmara dengan pak Jay. Hubungan gelap itu baru berlangsung kurang lebih 1 bulan semenjak fitri bergabung dengan perusahaan di mana pak Jay bekerja.

Setelah mandi, pak Jay beranjak masuk ke kamarnya dan tidak lupa membawa smartphone. Lalu pak Jay merebahkan tubuhnya dan mengambil remot menyalakan televisi.  “Maaahhh bikinin papah teh hangat sama bawa cemilan yaaa !!”, pinta pak Jay pada istrinya. “Iya pah nanti mama ke kamar bawakan teh hangat dan cemilan buat papah yaaa”, jawab bu Tuti.

Kemudian bu Tuti membuatkan teh hangat untuk suaminya.” Kayaknya ada yang aneh dengan papah, belakangan ini sering banget pulang malam”, bisik bu tuti dalam hati. Memang setelah menjalin hubungan asmara dengan Fitri, pak Jay jadi sering pulang malam dengan beribu alasan. Hal ini menimbulkan kecurigaan pada bu Tuti yang polos dan lugu itu.

Tak lama kemudian teh hangat siap disajikan bersama cemilan kesukaan pak Jay. “Ini pah teh hangat dan cemilannya”, ujar bu Tuti sambil menyuguhkan penuh perhatian pada suaminya. Mereka berdua terlibat perbincangan yang serius di dalam kamar.

Berbekal rasa curiga perihal seringnya pak Jay pulang malam, bu Tuti memberanikan diri bertanya pada suaminya. Dengan nada lembut dan penuh mesra bu Tuti berkata, “Paahh.. mama perhatiin belakangan ini papah sering pulang malam tidak seperti biasanya, papah ada urusan apa sih paaah ?”. Mendengar pertanyaan itu, pak Jay mengerutkan dahi terkejut.

“a aa anuu anuuu mah, papah lagi sibuk meeting mempersiapkan cabang baru untuk perusahaan kita  di luar kota sana”. Jawab pak jay dengan sedikit terbata-bata. “gawat nih isitriku curiga !!”, gumamnya dalam hati. Seketika itu pak Jay menarik tubuh bu Tuti dalam dekapannya dan berbisik, “Yuuuuk maaaaahhh papah mau niiihh !!”….

Pak Jay dan bu Tuti sudah berumah tangga selama kurang lebih 30 tahun. Dari pernikahannya mereka dikaruniai 1 putri dan 1 putra. Dina putri cantik berusia 20 tahun tengah menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi favorit di Jakarta. Sementara Aldo putra bungsunya masih duduk di bangku SMA di kota Cirebon. Otomatis dalam rumah mereka hanya tinggal bertiga dengan anak bungsunya. Pak Jay bekerja pada perusahaan nasional, sedangkan bu Tuti hanya ibu rumah tangga biasa. Pak Jay dikenal genit suka menggoda karyawati yang cantik di kantornya. Hal ini sudah diketahui oleh istrinya dan dimakluminya.

Pagi itu, cuaca sedikit mendung, pak Jay hendak pergi ke kantor. “Maaaahh, nanti yang jemput Aldo papah aja ya, nanti sekalian kita makan siang bersama”, ujar pak Jay. “Kebetulan sekali pah, mama juga ada urusan dengan ibu-ibu komplek, nanti mama beli makanan aja ya paaah ??.” ucap bu Tuti. Dan berangkatlah pak Jay ke kantor bersama Aldo. Sekitar 2KM jarak rumah pak Jay dari sekolah Aldo, tak lama kemudian sampailah pada sekolah Aldo. “Belajar yang rajin ya nak, nanti pulang sekolah papah jemput Aldo”,ucap pak Jay.

“Iya pah Aldo tungguin papah, papah hati-hati dijalan ya”, jawab Aldo. Tidak lupa cium tangan bapaknya, Aldo pun turun dari mobil dan masuk ke sekolah. Pak Jay pun melaju dengan mobilnya ditengah padatnya jalanan Cirebon pagi itu. Diputarnya musik kesukaannya, tangan dan kepalanya mengikuti irama musik sambil sesekali ikut bernyanyi. “Hmmm, jemput yayang Fitri dulu aaahh”, gumamnya dalam hati. Semenjak kehadiran Fitri dalam hidup pak Jay, tiap pagi selepas mengantar Aldo, pak Jay selalu jemput Fitri dan berangkat kerja bersama.

Tepat di depan Mini Market, tampak Fitri dengan balutan busana kantor tengah menunggu pak Jay yang datang menjemputnya. Pak Jay pun menepikan mobilnya dan berhenti tepat di samping Fitri. Seketika itu pak Jay turun menyambut Fitri yang tampak fresh dan wangi pagi itu. “Selamat pagi sayang, cantik banget pagi ini !!” goda pak Jay sambil tersenyum membukakan pintu mobilnya.

 “Aaahh ayah bisa aja, bikin Mpit GR”, balas Fitri dengan pukulan manja ke dada pak Jay. Mobil pun melaju pelan diiringi musik dan keromantisan pasangan yang sedang dimabuk kasmaran itu. “Sayang nanti malam kita kemana lagi?  Bilang aja sayang”., ujar pak Jay. “Mmmm kemana yaaaa, terserah ayah aja deh Mpit ikut aja”, balas Fitri penuh manja.

“Ok kita ke atas aja yaaa, ganti suasana yang dingin-dingin empuk”, pinta pak Jay. “Iiihh ayah genit ahh, ayo siapa takut !, bisik Fitri penuh manja. “Siiip dehh kalau gitu !!”, celoteh pak Jay sambil mencolek pipi Fitri. Fitri pun memeluk pak Jay yang tengah menyetir mobil. Tak lama kemudian mereka sampai dikantor dan lekas turun dari mobilnya.

Waktu menunjukkan pukul 12.00, Pak Jay bergegas menjemput Aldo disekolahnya. Di depan sekolah sudah menunggu Aldo sendirian, kemudian Aldo masuk mobil dan duduk di kursi depan. Aldo tampak lelah sehingga dia tertidur di dalam mobil. Selang beberapa menit, mereka sampai kerumah. Pak Jay membangunkan Aldo dan turun bersama.

Di dalam rumah sudah menunggu bu Tuti dan menyambut keduanya dengan senyuman. “Aldo.. kamu ganti baju dulu nak trus makan siang bersama”, perintah bu Tuti ke Aldo. “Iya Maaaaahhh !!”, jawab Aldo. Tampak diatas meja makan tersaji hidangan yang sudah disiapkan bu Tuti. Kemudian keluarga kecil itu menyantap hidangan makan siang dengan lahapnya.

Setelah kenyang menyantap makan siang, pak Jay pun pamit kembali ke kantor. “Maaahh, papah ke kantor lagi ya, oh ya nanti malam ada gathering launching produk baru di kuningan, kemungkinan papa pulang lebih malam,tapi sore papa pulang dulu mah.” ucap pak jay. Tanpa ada rasa curiga, bu tuti mengizinkan suaminya pergi, tak lupa cium tangan dan pak jay mencium keningnya. Berangkatlah pak jay ke kantor dengan hati gembira karena nanti malam akan bermesraan dengan kekasih hatinya.

Bu Tuti merapihkan piring dan bekas makanan di meja makan. Tiba-tiba terdengar nada handphone berbunyi dari atas meja dekat washtafel. “Waahh handphone papah ketinggalan nih !!”, gumam bu Tuti dalam hati. Lalu bergegas mengambil handphone suaminya itu. Betapa terkejut dan teriris hatinya ketika membaca pesan dari seorang wanita yang tak dikenalnya. Seketika emosi dan cemburu yang membara membaca pesan tersebut.

“Ayahku sayang… aku ijin pulang dulu ya, perutku sakit, nanti malam gak usah jemput aku ya, nanti aku ke kuningan dianterin kakakku yang cowok. Habis isya aku berangkat dari rumah. Sampai ketemu di kuningan sayangku mmmmuuuaahhh love u ayah sayang..”

Tanpa sadar air mata menetes deras di pipi wanita lugu itu, hatinya remuk redam hancur berkeping-keping membaca pesan dari wanita itu. Setengah tak percaya akan perbuatan suaminya. Dalam hatinya berkata, “rupanya selama ini papah menyembunyikan rahasia besar dari aku, pantesan sering banget pulang malam alesan ini lah itu lah, ternyata punya pacar baru !!”

Tak lama kemudian terdengar klakson mobil dari luar rumah. Dan bu Tuti pun segera membukakan gerbang pintu. Sambil tergesa-gesa, pak Jay turun dari mobilnya dan berkata,

“Mamah liat hp papah gak mah? kayaknya ketinggalan dirumah !”. “Mamah gak liat handphone papah, coba papah cari di mana ?”, timpal bu Tuti. Dan pak Jay mencari handphonenya yang dia letakkan diatas meja dekat washtafel. Dari luar bu Tuti berkata,

“Ketemu belum pah handphonenya ? mamah gak liat sih pah !” kemudian pak Jay menjawabnya, “Ada mah di dekat washtafel !!” Setelah mengambil handphone, pak Jay pun bergegas kembali kekantor. Di dalam mobil, dibukanya handphone itu sambil berucap,

“Waduuhh mamah udah liat hp aku belum ya ? mana ada sms dari Fitri pula !”. Kemudian dibacanya pesan dari Fitri dan dibalasnya.

Sesuai janjinya pada bu Tuti, pak Jay sore itu pulang kerumah sambil mempersiapkan diri untuk bertemu kekasih hatinya. Rupanya bu Tuti telah merencanakan hal lain untuk menggagalkan rencana suaminya bertemu dengan fitri. “Paaahh… mamah sama aldo mau ikut papah gathering di kuningan dong pah, mamah lagi bete nih pah !”, ujar bu Tuti merajuk. “Waduh gawat nih bakal panjang urusannya kalau mamah tau aku berbohong”, gumam pak Jay dalam hati.

Dengan tegas pak Jay melarang istrnya untuk ikut dalam “ganthering” bohong tersebut. “Jangan mah, kali ini khusus karyawan saja mah, lain kali kalau ada gathering buat keluarga papah ajak mamah dan Aldo.” Ujar pak Jay dengan wajah gugup. Lalu bu Tuti menjawab, “Oohh yaudah kalau gak boleh ikut, mamah sama Aldo mau pergi ke Jawa.” Tambah bingung pak Jay mendengar jawaban istrinya, sementara waktu telah menunjukkan pukul 19.00 WIB.

“Jangan mah, masa papah ditinggal ke Jawa, yaudah papah gak jadi ikut gathering di kuningan deh !!” ucap pak Jay meyakinkan istrinya. Dengan tersenyum simpul, bu Tuti menjawab, “Yaudah kita jalan-jalan ke mall aja yuk pahh, nonton kek apa kek, udah lama gak nonoton bioskop !” Akhirnya mereka bertiga pergi jalan-jalan ke mall nonton bioskop.

Sementara itu Fitri berangkat menuju kuningan di antar kakak laki-lakinya bernama Joni. Dalam hatinya gembira bakal bertemu dengan pak jay dan bersenang-senang dengannya. Memang Fitri memiliki selera menyukai pria dewasa ketimbang yang seumuran. Dipacunya motor itu pelan-pelan menuju kuningan melewati daerah sepi. Tidak lama kemudian begitu sampai daerah sepi, motor Fitri di pepet 3 motor berjumlah 6 orang masing-masing di samping dan belakang motornya.

Rupanya Fitri di pepet sama pembegal motor. “Woooiii berhentiiii loooo anjiiiing !!”, teriak pembegal itu sambil mengeluarkan senjata tajam. Joni pun menepikan motornya diantara para pembegal yang memegang motor Fitri. Dan Fitri menangis meminta agar motornya jangan di ambil. Pembegal menampar wajah Fitri yang kemudian dibalas oleh Joni membela adiknya. Seketika terjadilah perkelahian yang tidak seimbang antara Joni dengan keenam pembegal. Salah seorang pembegal mengeluarkan clurit menyabet tangan Joni dan satu diantara mereka menusukkan badik di perut joni.

“Aaaaaaahhhhhhhhh !!”, teriak Joni kesakitan dan jatuh tersungkur bersimbah darah. Fitri berusaha menolong kakaknya dan menendang salah satu pembegal.

Tapi malang, muka fitri mendapat bogem mentah dan tendangan dari pembegal. Seketika itu tubuh mungilnya menghujam tanah rerumputan dimalam hari.

Melihat korbannya lemah tak berdaya, keenam pembegal itu membawa kabur motor Fitri. Sementara itu dengan sedikit tenaga yang dimilikinya, Fitri berusaha bangun menghampiri Joni yang bersimbah darah akibat sabetan dan tusukan senjata tajam pembegal.

“Kakak bertahan ya, mpit minta bantuan dulu.”ujar fitri tersengal. Lalu diraihnya handphone dari dalam tasnya yang lolos dari incaran pembegal, dan dikirimnya pesan ke pak Jay yang dikiranya sudah berada dikuningan.

“Ayah… aku dibegal didekat plang tempat karaoke, ayah jemput aku sekarang pliiiisss !! kakakku ditusuk”

“PING !”

“PING !”

“PING !”

“PING !”

“PING !”

“PING !”

Karya : Subhan Noor

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.