Take a fresh look at your lifestyle.

Character Assassination itu Dosa Besar

0 14

Character Assassination itu dosa besar. Kalimat ini, dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan “pembunuhan karakter”. Tema dimaksud, belakangan kembali muncul sebagai trend baru yang menarik karena unik. Dikenal pula dengan perkembangan berita Hoax.

Inilah bentuk perang baru (New War) yang bersipat psikologis [psywar]. Model peperangan yang biasa digunakan para pegulat politik dan pegulat ideologi baik dalam konteks nasional maupun internasional. Character Assassination dalam ruang lingkup kajian ilmiah, sering dimasukkan dalam kajian psikologi. Mengapa? Karena dampaknya berbentuk patologi sosial.

Karena itu, tidak heran jika para psikolog menyebutnya dengan psychological war. Perang ini, selalu membuat musuh menjadi skak mati. Mengapa? Karena  objek dari perang ini adalah membuat orang lain tidak memiliki daya untuk bergerak. Dibikin mati sebelum yang bersangkutan benar-benar mati.

Character Assassination itu Dzajjal

Di tengah segenap kepenatan beraktivitas, saya mencoba mencari relevansi makna Character Assassination dalam literatur agama (Islam). Secara spesifik, Islam melalui kitab sucinya yakni al Qur’an, memang tidak membicarakan langsung perang psikologi dalam bentuk nash yang kongkret.

Tetapi, ada suatu istilah yang menurut saya, patut dianggap berdekatan maknanya dengan kata dimaksud, yakni kata fitnah. Allah mengatakan bahwa: “sesungguhnya fitnah itu lebih keji daripada pembunuhan”. Ketika umat Islam melaksanakan shalat, salah satu do’a yang dilantunkan kepada Allah adalah, meminta-Nya agar dirinya terbebas dari fitnah hidup dan fitnah masyih ad Djazzal.

Dalam berbagai hadits –meski perlu kajian takhrij atas keshahihannya– disebutkan bahwa salah satu ciri masyih ad Dzajjal adalah memiliki mata satu. Mata yang demikian, dapat juga disebut sebagai bentuk ketidakadilan. Jadi, pekerjaan Dzajjal adalah menyebarkan kedlaiman dan tidak menyukai keadilan. Karena itu, dalam bentuk yang agak hakikiyat, bentuk lain dari perbuatan Dzajjal adalah membuat fitnah.

Character Assassination sama dengan Fitnah

Menarik membaca ayat  al Qur’an berkaitan dengan soal fitnah. Sebab kata membunuh, dalam literatur semua agama, akan memasukkan kegiatan pembunuhan sebagai dosa besar. Tetapi, ada satu tindakan yang dosanya jauh lebih besar dibandingkan dengan dosa besar itu sendiri, yakni fitnah.

Dalam tradisi masyarakat biasa, yang disebut dengan fitnah itu adalah menuduh orang lain berbuat sesuatu yang buruk, meski, tidak berbukti atau yang dituduh itu tidak melakukan atas apa yang dituduhkannya.

Persoalannya, mengapa perbuatan penuduhan yang tidak berbukti itu disebut dosa yang  lebih besar dibandingkan dengan dosa besar itu sendiri? Setelah saya hayati, ternyata memfitnah itu, memang kegiatan membunuh juga. Perasaan orang yang dibunuh melalui proses fitnah, jauh terasa menyakitkan dibandingkan secara langsung dibunuh.

Proses pembunuhan yang dilakukan melalui fitnah, dilakukan dengan cara yang pelan, lebih santai, namun menggerogoti jiwa manusia yang dituduh. Ia akan mati sebelum nafasnya meninggalkan tubuh seseorang. Mati dalam “kehidupan” jauh lebih menyiksa daripada kematian itu sendiri.

Karena itu, jauhilah fitnah dan berburuk sangka kepada orang lain. Jika kita menjadi bagian dari manusia yang suka memfitnah, maka, kita sama dengan dajjal.  Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar