Cincin Linda dan Perkawinan Yanti | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 2

35 176

Nokhtah Kerinduan Tuhan. Selepas kegagalannya masuk ke STAN karena dijodohkan, Linda selalu mengurung diri di kamar. Ia tidak lagi peduli pada apapun yang dikatakan dan diminta orang tuanya yang dikenal sangat kharismatik di kampung halamannya itu. Ia berontak dan tidak mau menerima pinangan dari seorang santri yang orang tuanya se group dengan bapaknya ketika mereka mengikuti pendidikan di Madura.

Ia ingin mendapati calon suami dari pilihannya sendiri dengan nalarnya sendiri juga. Sosok laki-laki yang bukan hanya shaleh, tetapi, mencintainya dengan tulus dengan wajah yang juga gagah. Ia ingin memiliki laki-laki yang pandai dan memiliki semangat keilmuan. Ketidak inginan Linda atas permohonan bapaknya itu, terlebih ia sadar bahwa ada beberapa tokoh agama di kampungnya itu, sering membuat para istrinya terkesan lemah di mata suaminya. Ia tak berdaya menghadapi situasi yang dialami, jika kelak suaminya memiliki tipikal yang sama dengan kyai-kyai yang dia lihat sendiri.

Cincin Tunangan Linda Dikembalikan

Sudah dua kali kawan bapaknya itu, datang melamar Linda. Tetapi, mereka gagal menyatukan kedua anaknya ke dalam mahligai rumah tangga. Akhirnya, meski dengan sangat berat dan menyesakkan dada, bapaknya Linda mengembalikan cincin tunangan yang pernah diberikan kepadanya untuk diberikan kepada Linda. Linda tetap menolak untuk dipinang oleh anak temannya itu.

Suasana tampak sangat heroik, ketika detik-detik menjelang pengembalian cincin tunangan Linda yang gagal. Bapak Linda dengan sedu sedan dan sedikit meneteskan air mata berkata dengan pelan kepada teman setianya itu:

” … Sobat … aku tak kuasa. Kitab-kitab yang kita baca bahkan dihafal secara persis, yang menjelaskan salah satunya, bahwa penentuan untuk diterima atau ditolaknya suatu pinangan dari keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan, ternyata tak mampu aku tunaikan. Mungkin aku telah menjadi orang tua yang tidak baik. Gadisku, selalu menolaknya dengan alasan dia ingin tetap meneruskan studynya. Aku mohon maaf … cincin ini, terpaksa dikembalikan. Itupun jika anda berkenan! Jika tidak, beri aku kesempatan untuk satu atau dua tahun, barangkali dia akhirnya mau menerima pinangan anakmu.” Lalu dengan sangat tenang, orang tua anak laki-laki itu berkata: Sobat, tak mengapa! Justru mungkin kita yang salah, sebab sekarang dunia sudah berubah. Kau harus yakin sobat, kau tetap menjadi ayah yang baik. Biarlah anak kita menentukan nasibnya sendiri….. “

Betapa Linda sangat bahagia begitu mendengar tunangannya dibatalkan, meski, peluang untuk meneruskan studi ke STAN, sudah tidak mungkin dia ikuti. Teman-temannya yang meneruskan study, kini sudah mengikuti perkuliahan dan sudah lama berlalu dari Ospek. Tetapi, dengan tidak jadinya aku menikah, maka, aku, bathin Linda berkata, memiliki kesempatan untuk meneruskan study lagi, meski entah di mana. Ia mengetahui, karena beberapa hari sebelum kejadian itu, Ghina kembali mengirimkan surat kepada Linda dan Yanti yang isinya:

“Hai sobat … aku sudah Ospek. Kini aku sudah mengikuti kuliah. Aku tak membayangkan duduk di kampus bergengsi ini, jika kalian tidak pernah memberi spirit kepadaku. Terima kasih ya … aku tak mungkin melupakan kalian. Untuk membunuh waktu, kalian harus juga tahu bahwa  … kini aku mengikuti organisasi Intra Kampus dalam satu kegiatan, yang sewaktu kita di SMA dinamakan dengan ROHIS. Kini aku menjadi aktivis di Masjid Salman ITB. Kalian jangan ngetawain aku ya … jika nanti kerudungku berubah, jadi tambah besar, jangan kaget. Salam hangat dari sahabatmu. Ghina”

Linda dan Yanti sama-sama bangga masih diaku sama Ghina sebagai sobat sejatinya. Mereka hanya berucap selamat menempuh karier baru. Aku bangga padamu Ghina. Kalimat itu selalu meluncur dari mulut mereka, meski tidak mereka tumpahkan ke dalam bentuk tulisan sebagai jawaban atas surat yang dikirim Ghina.

Yanti tetap Menikah

Lain Ghina beda dengan Linda. Yanti tetap dinikahkan orang tuanya dalam suatu prosesi pernikahan yang luar biasa ramai, di sebuah Hotel berbintang 4 di Kota Bandung. Berbagai tamu terhormat diundang hadir dalam prosesi pernikahan itu. Tak terkecuali Linda dan Ghina. Keduanya sudah hadir sehari sebelum pernikahan berlangsung.

Linda dan Ghina sengaja datang lebih dulu, agar mereka memiliki kesempatan berbicara secara bebas dengan Yanti. Mereka justru akan absen saat prosesi pernikahan itu berlangsung. Mereka sadar bahwa besok tamu yang hadir sangat luar biasa banyak dengan tipologi tamu birokrat dan aristokrat negara. Menurut berita, Gubernur Jawa Barat juga akan hadir, Maklum calon mertua Yanti adalah purnawirawan Perwira Tinggi di Jawa Barat.

Ghina dan Linda kaget. Sebab saat mereka bertemu, Yanti malah menampakkan diri dengan wujud yang lemah dengan mata yang sembab. Ghinalah yang ekspresif bertanya kepada Yanti, mengapa ia seperti tidak bahagia. Sementara itu, Linda banyak diam dan termangu. Sebab dia merasakan hal yang sama. Menyesali definisi takdir yang sesungguhnya mungkin patut dianggap salah. Linda hanya berkata: “Yanti, kita tidak tahu, Tuhan sedang mengajak kita ke mana. Mungkin Dia memberi sesuatu yang terbaik, meski kita menganggap hal ini, terasa buruk dan menyiksa.

Setelah mereka puas berbagi cerita, akhirnya Linda dan Ghina pulang ke kampung halamannya masing-masing. Ghina yang dulu begitu singset, kini telah berubah dengan cepat. Ia bukan saja tampak Islami, tetapi, mampu menampilkan sosok perempuan muda yang terdidik. Linda makin bingung dan akhirnya mereka kembali berpisah. Linda naik Mobil Patas AC menuju kampung halamannya. Dalam hatinya Linda berdoa, Tuhan berilah aku kekuatan dan berilah aku jalan hidup yang terbaik. Tak terasa air mata Linda mengalir dengan deras. By. Charly Siera –Bersambung

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. muflikha berkata

    Hidup itu tidak luput dari suatu cobaan dan rintangan. Apalagi jika kita ingin menuju langkah yang lebih baik lagi, oleh karena itu apapun yang terjadi hadapilah karena allah tidak akan memberikan hambanya cobaan dibatas kemampuannya.

  2. Janatul Ma'wa berkata

    Allah maha membolak balikan nasib seseorang,meskipun semua sudah berjalan sesuai ke inginan jika yang di inginkan bukan ditakadirkan untuk kita,ada saja jalan untuk menghalangi keinginan itu

  3. Tri Anis berkata

    Hambatan dalam kehidupan pastilah dihadapi oleh setiap manusia, tergantung bagaimana kita mampu menanggapinya dengan baik. Suatu perjodohan tidaklah menjadi suatu penghalang bagi kita untuk terus menuntut ilmu. Adapun perbedaan pendapat antara orang dan kita merupakan suatu pembelajaran untuk pendewasaan diri

  4. eka ali wahab berkata

    nokhtah kerinduan tuhan part-2
    zaman memang sudah berubah tidak sama dengan yg dulu yg pernah orangtua linda dan yanti alami. karena zaman sekarang bukanlah zaman siti nurbaya lagi, seharusnya mereka memilih jalannya sendiri dalam mencari pasangan hidup. tidak harus di jodohkan yg sebenarnya menurut orangtua mereka itu yg terbaik. mereka jg akan siap jika waktu nya telah tiba untuk menikah. selepas mereka memiliki pendidikan yg tinggi dan karir yg mapan.

  5. siti khodijah mpi A-3 berkata

    pendidikan dalam hal perjodohan tidak diperbolehkan karena nanti adanya suatu paksaan dari kita akan tetapi kita juga harus bisa menanggapi bahwa perjodohan juga itu baik karena suatu perjodohan yang awalnya tidak mau nanti bakal kalau udah dijalankan pasti bakal selalu ada kebahagian dan akan selalu dalam kenyamanan dalam perjodohan nya

  6. Febrialdy Imandyanto Kusuma berkata

    dalam novel part 2 ini peran orang tua harus mendukung anaknya dalam hal yang positif, dan seharusnya orang tua tidak usah khawatir karena jodoh, kematian dan rejeki sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT.

  7. Mohamad Adha berkata

    Dalam perjalanan seorang mencapai pendidikan yang lebih baik pasti ada rintangan dan halangan, baik dari diri sendiri maupun lingkungan disekitar. Jadi bagaimana kita menghadapi rintangan (Masalah) tersebut dan tetap teguh pendirian untuk mencapai tujuan yg kita inginkan.

  8. Ikke nurzannah azhari berkata

    Menurut saya Pendidikan lebih penting dari hal apapun dan sebagai orangtua alangkah baiknya agar mendahulukan pendidikan anaknya

  9. siti alifah berkata

    assalamualaikum.wr.wb
    memang menjodohkan itu suatu hal yang mana banyak kalangan yang tidak setuju akan tetapi jika dalam perjodohan satu sama lain saling setuju mungkin itu tidak apa-apa, jika satu samalain tidak setuju seharusnya tidak memaksa karena mungkin perjodohan itu sering dilakukan pada masa dulu yang sering disebut jaman siti nurbaya.
    Haturnuhun. wassalamualaikum.wr.wb

  10. KORIATUNISA berkata

    Memilih pasangan hidup tidaklah mudah karena menikah merupakan ikatan yang akan mengantarkan kita kepada kehidupan yang nyata. kita sebagai wanita mempunyai hak untuk menolak jika kita di jodohkan. karena yang akan menjalani kehidupan itu kita sendiri bukan orang lain.

  11. Zainal Ma'arif berkata

    perjodohan ialah sebuah kesepakatan anatara anak dengan orang tua, hak sepenuhnya hanya dimiliki pada anak. orang tua hanyalah menjadi perantara di dalamnya, memberikan masukan terbaik kepada anaknya.

  12. khofifah berkata

    perjodohan bukanlah menjadi penghambat bagi orang yang ingin tetap melanjutkan pendidikan lebih tinggi atau lebih tepatnya perguruan tinggi. menurut saya cerita diatas oran tua linda ingin mengikatkan tali pernikahan untuk anaknya karena ingin menjaga kehormatan keluarga atau sekirannya linda agar terjaga dari segala fitnah.

  13. Yandhika Chika Pratama berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    dalam part ini jodoh itu jangan dipaksakan karena pada hakekatnya jodoh udah diatur sama Allah.
    sebagi orang tua kita harus selalu mendukung apa yang di cita-cita kan anak bukan melarang nya karna bahwasanya pendidikan itu penting bagi kita baik perempuan maupun laki-laki.

  14. Ainun Wiliyanti berkata

    Perjodohan memang tidak dilarang tetapi orangtua tidak boleh memaksakan anaknya biarkan anak nya memilih pasangan hidup sendiri,zaman yang kini sudah berbeda yang dimana pendidikan itu penting untuk bekal kita dimasa yang akan datang

  15. Fariz Aldi Dwi Rahmawan TipsA/1 berkata

    Cincin Linda Dan Perkawinan Yanti | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 2
    Dengan berawal dari kegagalan kita bisa belajar ,kegagalan merupakan awal dari keberhasilan ,maupun peran orang tua sebagai pion yang mendukung anak-anaknya , agar kelak anak dapat terus berkembang untuk tujuan hidup yang akan dicapai di masa depan.

  16. Mariyo Tadris IPS/A Semester 1 berkata

    Cincin Linda Dan Perkawinan Yanti | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 2

    “SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MENGUBAH NASIB SUATU KAUM KECUALI KAUM ITU SENDIRI YANG MENGUBAH APA APA YANG PADA DIRI MEREKA ” QS 13:11

    itulah yang dilakukan linda untuk mengubah nasibnya, dengan menolak perjodohan yang telah diatur oleh ayahnya. walau terkesan ekstrem tapi linda menganggap jika ia menikah ia takkan mampu melanjutkan pendidikannya. dan terkadang ada beberapa hal yang dapat kita selesai dengan kekerasan setelah jalur diplomasi gagal

  17. Rifa awaliyah nurul islam berkata

    “Kegagalan adalah kunci kesuksesan” Allah tidak akan menguji hambanya melewati batas kemampuan seorang hamba tsb. Dalam cerita diatas bahwa linda dan yanti adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya berkaitan dgn perjodohan itu mereka menuruti saja, meskipun berat untuk menerimanya. Begitupula ghina yang tak pernah patah semangat berjuang dan akhirnya menghasilkan hasil yang sangat memuaskan.

  18. Mariyo Tadris IPS/A Semester 1 berkata

    Cincin Linda Dan Perkawinan Yanti | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 2
    ”Allah Swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha untuk mengubah nasib nasibnya sendiri”. Linda yang ingin tetap melanjutkan pendidikanya menolak perjodohan yang telah diatur oleh kedua orang tuanya. hal ini karena linda menganggap bahwa jika ia menikah, ia tidak akan bisa melanjutkan pendidikannya karena kesibukan sebagai seorang Istri yang mengurusi keperluan rumah.
    hal yang dilakukan linda terbilang cukup ekstrim dengan melawan perintah bapahnya. hal baik menurut kedua orang tuanya memang beralasan tapi sesuatu yang bertema perjodohan memang harus dikaji ulang. kenapa ? karena jika perjodohan yang diterapkan pada Orde lama atau Orde baru memang masih Logis untuk dilakukan tapi kita tidak lagi hidup dizaman itu bukan.

  19. Adelia Pramesetia berkata

    Anak mempunyai hak penuh untuk memilih apakah anak tersebut memilih pendidikan atau berkeluarga. Dan orang tua boleh saja menjodohkan anaknya tetapi anak berhak memilih apakah ia setuju atau tidak, jika anak tersebut tidak setuju maka orang tua tidak mempunyai hak untuk memaksanya.

  20. MUNIRUDIN berkata

    Menuruti kemauan orang tua sangatlah baik dan sangat mulia, namun kemauan yang seperti apa? tentu saaja kemauan yang baik pula, dalam cerita di atasseorang anak yang menuruti kemauan orag tuanya, namun orang tuanya sendiri tidak memandang kedepan untuk anaknya sendiri, seharusnya orang tua lebih bijak dalam memutuskan suatu keputusan.

  21. Iqbal ismail berkata

    Peren orang tua untuk anaknya cuma pengwasi bukan menerkam anaknya jadi Anka juga mempunyai hak anak dan kegagalan berawal dari kesuksesan

  22. Lia Herliana berkata

    Takdir itu memang tidak ada yang tau, rezeki, kematian maupun jodoh. Ya jodoh itu sudah ada yang ngatur, menjodohkan pun memang boleh,tetapi kita tidak boleh memaksanya jika sang anak tidak mau maka orang tua pun harus mengerti keadaan anaknya. Zaman sekarang sudah berbeda, zaman sekarang seorang anak lebih memilih mementingkan pendidikannya terlebih dahulu dibandingkan jodohnya atau pendamping hidupnya. Tetapi pada novel kali ini Yanti lebih memilih pilihan orang tuanya mungkin karena dia ingin berbakti kepada orangtuanya dan tidak mau mengecewakannya. Pada dasarnya semua ini kembali pada diri kita masing-masing. Jalani apa yang sudah ada, dan tetaplah bersyukur.

  23. ifa nurfaizah berkata

    Sesuatu yang menurut kita baik belum tentu menurut allah itu baik, kita hanya bisa berdo’a kepada-Nya agar diberikan yang terbaik bagi kehidupan kita.
    Dan mungkin pendidikan itu penting bagi kita akan tetapi ada yang lebih penting lagi daripada itu, yaaa ridho orang tua lah yang harus kita dapatkan dalam melakukan segala perbuatan.

  24. Aninda fidiya sari berkata

    Assalamualaikum.
    Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, yakinlah bahwa masih ada jalan yang lain, yang mungkin akan jauh lebih baik. Orang tua juga jangan terlalu memaksakan kehendak terhadap anaknya, walaupun mungkin itu yang terbaik.
    Terima kasih.

  25. Ririn Fitriani 3 MPI B berkata

    Menuntut ilmu memang wajib bagi setiap muslim dari lahir sampai kembali ke liang lahat,namun perintah orang tua juga wajib di laksanakan orang tua memerintahkan untuk segera menikah agar kita tidak terjerumus ke dalam jurang perzinahan. Rasulullah saw memerintahkan dalam Firman Allah yg artinya”Taatilah Allah dan Rasul-Nya”. Ridho Allah tergantung Ridho Orang tua,jika Orang tua ridho untuk menikahkan anaknya berarti Allah pun ridho.

  26. uun unesih berkata

    Bismillah.. Sebenarnya takdir kita itu tidak ada yang tahu.. Menjodohkan itu memang boleh, tapi kembalikan lagi ke anak yang akan dijodohkannya, jika dia tidak mau dijodohkan, orang tua tidak boleh menolak permintaan anaknya. Zaman sudah berubah dan zaman sekarang jarang anak yang menerima perjodohan dari orang tuanya, karena zaman sekarang bukan zaman siti nurbaya. Dan tentang yanti yang dipaparkan dalam artikel ini, mungkin dengan diterimanya perjodohan ini merupakan sebagian dari yanti untuk berbakti kepada orang tua. Dan yang dialami oleh linda, keputusan linda memang tepat, karena pernikahan itu sakral dan harus dibarengi dengan cinta, jadi pernikahan itu tidak main-main. Serta yang dialami oleh ghina, saya kagum atas semangatnya linda yang tak pernah putus asa dalam menggapai cita2nya, walaupun dia pernah putus asa, tapi dengan dukungan dari para sahabatnya, akhirnya ghina termotivasi lagi dan semangat untuk menggapai cita-citanya. Karena pada dasarnya pendidikan itu sangat penting bagi setiap manusia, dan manusia pasti membutuhkan pendidikan.

  27. Qorry Yafatihana berkata

    Pendidikan dapat diperoleh dari pengalaman, seperti perubahan tingkah laku yang dapat diamati dari seorang ghina, dalam cerita diatas dijelaskan bahwa dalam pembelajaran bagaimana tingkah laku berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku seseorang.

  28. Qorry Yafatihana berkata

    Pendidikan dapat diperoleh dari pengalaman, seperti perubahan tingkah laku yang dapat diamati dari seorang ghina, dalam cerita diatas dijelaskan bahwa dalan pembelajaran bagaimana lingkungan berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku seseorang.

  29. Siti Mar'atul Hasanah berkata

    Menurut saya seharusnya orang tua mendukung pendidikan anaknya

  30. Siti Mar'atul Hasanah berkata

    Menurut saya orang tua seharusnya mendukung pendidikan anaknya

  31. Peggi Agisna berkata

    Kalau menurut saya, bahwa kegagalan bukanlah hal yang mesti harus di sesali. Justru karena dengan kegagalan lah kita akan menjadi lebih baik

    1. Acep Lutvi berkata

      Ya karena kegagalan akan menjadi awal keberhasilan

  32. Peggi Agisna berkata

    Kalau menurut saya, ilmu pendidikan nya jadi bahwa kegagalan bukanlah hal yang mesti harus di sesali. Justru karena dengan kegagalan lah kita akan menjadi lebih baik

  33. luinah_kb berkata

    Dalam novel kerinduan Tuhan part2 ini, intinya mah orang tua itu jangan memikirkan keinginan nya sendiri, tetapi jg harus memikirkan anak2nya itu karena kehidupan sekarang bukanlah seperti siti nurbaya yg dijodoh2kan😊 melainkan sekarang ini sudah jaman nya dimna anak lebih memilih pendidikan yg tinggi dibanding memikirkan perjodohan atau perkawinan yg ada..

    1. Cecep Sumarna berkata

      Dalam itu sebenarnya tidak diperkenankan dalam teori pendidikan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.