Ciri Berpikir Filsafat | Filsafat Ilmu Part – 2

Ciri Berpikir Filsafat | Filsafat Ilmu Part - 2
39 11.443

Berfilsafat berarti berpikir. Meski tidak sernua aktivitas berpikir dapat disebut berfilsafat. Oleh karena itu, butuh ciri dan butuh karakter tertentu dalam berpikir filsafat. Dengan demikian, suatu kerangka berpikir tertentu, baru disebut berfilsafat apabila memenuhi tiga ciri ini. Ketiga ciri dimaksud adalah:

Radikal

Radik (radix/Yunani) yang berarti akar/Indonesia. Berpikir radikal artinya berpikir sampai ke akar-akar persoalan. Berpikir terhadap sesuatu dalam bingkai yang tidak tanggung-tanggung, tidak ada sesuatu yang terlarang untuk dipikirkan. Asumsi yang menyebut bahwa, “Pikirkanlah ciptaan Tuhan dan jangan memikirkan Dzat Tuhan”, yang mengandung pembatasan dalam melakukan kerja berpikir, termasuk tidak dalam posisi cara berpikir kefilsafatan.

Ciri berpikir kefilsafatan, segala sesuatu boleh dipikirkan, tentu sepanjang pemikiran itu, masih memungkinkan untuk dipikirkan. Contoh, seorang filosof selalu meragukan dan selalu memberikan pertanyaan terhadap kebenaran atau pengetahuan yang diperolehnya. Misalnya, ia mempertanyakan mengapa ilmu dapat disebut benar? Bagaimana proses penilaian yang menghasilkan simpulan benar-salah itu dilakukan berdasarkan kriteria tersebut? Apakah sesuatu yang dianggap benar menurut kriteria sendiri atau ada orang lain yang memiliki kriteria yang sama? Lalu benar sendiri itu apa? Pertanyaan selalu muncul seperti sebuah lingkaran. Artinya pertanyaan-pertanyaan akan selalu muncul secara berkelindan.

Sistemik

Sistemik adalah berpikir logis, yang bergerak selangkah demi selangkah (step by step), penuh kesadaran, berurutan dan penuh rasa tanggungjawab. Ciri ini penting dilakukan untuk menghindari terjadinya jumping conclusion dalam membuat rumusan suatu kesimpulan. Seorang filosof slalu berpikir setahap demiki setahap. setelah satu tahapan diselesaikan, ia akan menuju ke tahap berikutnya.

Universal

Universal artinya berpikir menyeluruh, tidak terbatas pada bagian-bagian ter ten tip tetapi mencakup keseluruhan aspek, yang konkret dan abstrak atau yang fisik dan metafisik. Misalnya, seorang filosof tidak akan pernah puas mengenal ilmu hanya dari perspektif ilmu itu sendiri. la ingin melihat ilmu dalam perspektif yang lain, la ingin menghubungkan ilmu dengan aspek-aspek lain. Contohnya ia ingin melihat kaitan ilmu dengan moral atau kaitan ilmu dengan agama. la ingin mengetahui apakah ilmu yang diketahuinya itu membawa manfaat atau tidak bagi pemenuhan hajat umat manusia.

Spekulatif

Sifat berpikir spekulatif atau mengandung unsur dugaan atas fakta atau realitas yang dihadapi. Seorang filosof termasuk selalu berspekulasi terhadap kebenaran. Karena filosof memiliki cara berpikir yang spekulatif, maka seorang filosof terus melakukan uji coba dan memberikan pertanyaan terhadap kebenaran yang dianutnya. Dari proses inilah nanti akan lahir berbagai ilmu pengetahuan. ** Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Rudi permana berkata

    Assalamualaikum wr.wb,semua kegiatan berpikir tidak bisa disebut berpikir filsafat, karena berpikir filsafat memiliki beberapa ciri, yaitu
    Radikal: Maksudnya berpikir secara mendalam sampai ke akar, tidak hanya membahas atau memikirkan suatu hal hanya permukaan masalahnya saja tetapi sampai ke akar permasalahan, so think of filsafat is thinking about a trouble with critical thinking and deep thinking.
    Sistematik: Maksudnya berpikir secara bertahap/step by step, dan menurut saya ciri sistematik ini tidak kalah penting dengan ciri yang lain, karena pada ciri ini menjadikan seseorang yang berpikir filsafat selain berpikir kritis ia juga menjadi berpikir secara terurut atau menyelesaikan masalah selangkah demi selangkah sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan sampai detail dan tidak ada yang terlewatkan.
    Universal: Maksudnya berpikir secara bebas tidak terbatas, jadi seseorang yang berpikir filsafat tidak dibatasi atas pemikirannya dan juga ciri inilah yang menjadikan banyaknya buah pemikiran dari para pemikir filsafat yang bertujuan mengupas masalah yang terjadi dan memberikan warna dari kebebasan berpikir.
    Spekulatif: Maksudnya pemikiran filsafat tidak langsung men judge atau menuduh secara to the point, tetapi perlu adanya dugaan-dugaan atas fakta atau realitas yang terjadi, karena seorang yang berpikir filsafat tidak gegabah dalam menentukan inti dari masalah tersebut.Serta perlunya pengumpulan data, kajian berulang-ulang dan juga ketenangan,makdunya ketenangan saat dihadapkan pada masalah harus melihat dari berbagai sudut pandang atau harus melihat bukan dari satu kacamata saja.

  2. Irfan Sahroni berkata

    Berfilsafat berarti berpikir. Meski tidak semua aktivitas berfikir dapat disebut filsafat. Oleh sebab itu butuh ciri dan butuh karakter dalam berfikir filsafat
    1. Radikal berfikir sampai ke akar akar persoalan
    2. Sistematik berfikir logis yang bergerak selangkah demi selangkah penuh kesadaran berururan dan penuh rasa tanggung jawab
    3. Universal berfikir menyeluruh tidak terbatas pada bagian bagian tertentip tetapi mencakup keseluruh aspek
    4. Spekulatif mengandung unsur dugaan atas fakta atau realitas yang dihadapo

  3. Ainun Wiliyanti berkata

    Berpikir filsafat memiliki empat ciri yaitu:
    1. Radikal,berpikir sampai ke akar-akar persoalan
    2. Sistematik,berpikir logis,yang bergerak selangkah demi selangkah (step by step),penuh kesadaran,berurutan dan penuh rasa tanggung jawab
    3. Universal,artinya berpikir menyeluruh,tidak terbatas
    4. Spekulatif mengandung unsur dugaan atas fakta atau realitas yang di hadapi

  4. ifa nurfaizah berkata

    Assalamu’alaikum
    Cara orang berfikir itu beragam- ragam. Orang yang berfikir dengan cara radikal dia akan mencari suatu ilmu sampai ke akar-akar nya, dan mungkin sampai ada perasaan tidak cukup hanya satu kali pasti dia akan mencari kemana-mana sampai ia merasa puas. Orang yang berfikir secara radikal ia akan selalu bertanya-tanya dalam fikirannya ketika ada salah satu ilmu yang tidak dimengerti ia akan terus mencari dan mencari seakan-akan ia separti haus akan ilmu

  5. Lia Herliana berkata

    Berpikir merupakan hal biasa bagi semua orang, tetapi berpikir filsafat tidak semua orang dapat melakukannya karena terdapat cori tertentu, berpikir filsafatpun tidak cukup satu kali melainkan harus berkali kali sampai ke akar akarnya sehingga kita paham apa yang kita pikirkan.

  6. Lia herliana berkata

    Berpikir merupakan hal biasa bagi semua orang,tetapi berpikir filsafat tidak semua orang dapat melakukannya karena terdapat ciri tertentu, berpikir filsafatpun tidak cukup satu kali melainkan harus berkali kali sampai ke akar akarnya sehingga kita paham apa yang kita pikirkan.

  7. Fifit Fitri Nur'aeni berkata

    Assalamu’allaikum
    Berfikir filsafat merupakan berfikir yang sangat luas. Sangat luas di sini maksudnya berfikir tanpa batasan. Misalnya, apabila kita telah mempelajari satu ilmu kita juga harus mempelajari ilmu-ilmu yang lain .
    Bisa di sebut berfikir filsafat harus meliputi 4 komponen diantaranya Radikal (sampai ke akar akarnya),Universal (secara menyeluruh),Spekulatif (yang mengandung dugaan/fakta)dan sistemik (berfikir secara Logis).

  8. Sri haryati berkata

    Assalamualaikum
    Seorang filosof tidak akan pernah puas mengenal ilmu hanya dari perspektif ilmu itu sendiri, melainkan ia akan selalu menghubungkan ilmu tersebut dengan aspek-aspek yang lain nya.

  9. Siti A'isyah berkata

    Bersifat berarti brfikir, tetapi tidak semua aktivitas berfikir dapat di sebut berfilsafat, ciri ciri dan karakter dari ber filsafat yaitu:
    1.radikal yaitu berfikir sampai ke akar akar persoalan.
    2. Sistemik yaitu berfikir logis yang bergerak selangkah demi selangkah penuhvkesadaran, berurutan dan penuh tanggung jawab.
    3. Universal yaitu berfikir menyeluruh, tidak terbatar pada bagian bagian tertenti, tetapi mencakup keseluruhan aspek yang konkrit dan abstrak atau yang fisik dan metafisik.
    4. Spekulatif yaitu unsur dugaan atau fakta atau realitas yang di hadapi.
    Jadi, jika seseorang berfikir dengan tidak dapat terpenuhi ciri ciri tersebut maka itu bukan yang dimaksud berfilsafat.
    Punten saya mau tanya pak :
    Apakah filsafat hanya berkaitan dengan hal hal abstrak yang tidak mengena pada masalah masalah kehidupan konkrit?

  10. Ifa Nurfaizah berkata

    Assalamualaikum
    Cara orang berfikir itu beragam- ragam. Orang yang berfikir dengan cara radikal dia akan mencari suatu ilmu sampai ke akar-akar nya, dan mungkin sampai ada perasaan tidak cukup hanya satu kali pasti dia akan mencari kemana-mana sampai ia merasa puas. Orang yang berfikir secara radikal ia akan selalu bertanya-tanya dalam fikirannya ketika ada salah satu ilmu yang tidak dimengerti ia akan terus mencari dan mencari seakan-akan ia separti haus akan ilmu.

  11. maemunah fadillah berkata

    Assalamu’alaikum

    Berpikir filsafat dapat juga disebut dengan berpikir tanpa batas. Karena, dalam berpikir filsafat seseorang tidak dilarang untuk memikirkan segala sesuatu. Adapun asumsi yang menyebutkan bahwa”pikirkan ciptaan Tuhan dan jangan memikirkan Dzat Tuhan”, dianggap tidak termasuk dalam cara berpikir filsafat karena mengandung pembatasan dalam berpikir, dan hal ini bertentangan dengan filsafat yang memiliki arti berpikir tanpa batas.

  12. Didi berkata

    berfikir filsafat tidak jauh berbeda dengan orang yang bersifat kritis, segala sesuatu selalu di pertanyakan.

  13. Silmy Awwalunnisa TIPS/1 berkata

    Dengan berfikir layaknya cara berfikir filsafat maka kita akan selalu haus ilmu.

  14. aninda fidiya sari berkata

    Assalamualaikum
    berfikir filsafat merupakan berfikir sampai ke akar/radikal. radikal disini bukan radikal paham atau aliran yang menginginkan pembaharuan sosial dengan cara kekerasan(radikalisme). jika dari 4 unsur di atas tidak dapat berfikir filsafat tidak terpenuhi maka bukan berfikir filsafaat.
    Terimakasih.

  15. Elin Yulianingsih berkata

    Assalamu’alaikum..
    Pa saya mau bertanya jika seseorang hanya berfikir satu macam cara saja apakah itu disebut cara berfikir filsafat atau seseorang harus menguasai semua ciri tersebut ?

  16. SRI HARDIANTI-MPI-4 berkata

    Review
    ketika hendak menyampaikan filsafat, alangkah baiknya kita mengetahu ciri-ciri berfikir filsafat. diantaranya ialah RADIKAL, berfikir secara mendalam pada suatu hal. yang kedua SISTEMATIS yang condong ke pemikiran logis. yang ketiga UNIVERSAL bahwa disini kita di haruskan berfikir secara menyeluruh dan yang terakhir ialah SPEKULATIF, berfilsafat itu seringkali kita mendapati hal-hal yang tidak terduga.

  17. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Setelah Mengikuti Perkuliahan kemaren, saya mereview tentang apa itu berfilsafat Berfilsafat artinya berpikir. Tetapi semua aktifitas berpikir tidak disebut berfilsafat. Dikatakan berfilsafat jika mempunyai ciri:
    1) Berpikir Radikal, yaitu berpikir sampai ke akar-akar persoalan.
    Ciri berpikir kepfilsafatan, segala sesuatu boleh dipikirkan, tentu sepanjang pemikiran itu masih memungkinkan untuk dipikirkan.
    2) Berpikir Sistemik, yaitu berpikir secara logis yang bergerak selangkah demi selangkah, penuh kesadaran, berurutan dan penuh rasa tanggung jawab.
    3) Berpikir Universal, yaitu berpikir menyeluruh, tidak terbatas pada bagian-bagian tertentu tetapi mencakup keseluruhan aspek, yang konkret dab abstrak/ yang fisik dan metafisik.
    4) Berpikir Spekulatif, yaitu yang mengandung unsur dugaan atau fakta/ realitas yang dihadapi.

    Seiring berkembangnya waktu filsafat tidak hanya sebagai refleksi berpikir. Tetapi ia kini telah berubah menjadi disiplin ilmu. Yang telah melahirkan 3 kajian cabang, yaitu; Teori Hakikat (Ontology) yang membicarakan hakikat sesuatu/benda, yang memiliki faham-faham seperti aliran Idealisme, Materialisme, dan Dualisme. Kemudian Teori Pengetahuan (Epistemologi) untuk mengkaji tentang cara memperoleh pengetahuan. Dan Teori Niali (Axiologi) yang membicarakan tentang orientasi / nilai suatu pengetahuan.

  18. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Cara berfikir filsafat. Dalam berfikir filsafat seseorang harus memahami bahwa kebenaran yang ada pada filsafat itu bersifat relatif bukan bersifat tentatif. Seseorang yang telah melakukan pemikiran yang filsafat harus memahami mengenai 4 (empat) komponen penting dalam filsafat sendiri yaitu Radikal atau berfikir yang dilakukan hingga pada akar persoalan, Sistemik atau berpikir logis yang bergerak selangkah demi selangkah (step by step) berurutan dan penuh rasa tanggungjawab, Universal atau berfikir yang dilakukan secara menyeluruh, dan Spekulatif atau berfikiran yang mengandung unsur dugaan atas fakta atau realitas yang dihadapi. Agar dalam berfikir filsafat bukan hanya menemukan kebenaran saja tetapi, menemukan kebenaran yang hakiki karena Filsof mencari kebenaran bukan menjudge kebenaran.

  19. Yunita Nur Rahmawati MPI/4 berkata

    berpikir mengenai filsafat itu memiliki 4 ciri-ciri yang terdiri dari : Radikal, universal, sistematik dan spekulatif.
    1. Radikal yaitu cara berpikir mengenai persoalan yang mengupas sampai ke akar-akarnya dalam suatu persoalan tersebut dan tidak ada sesuatu yang terlarang dalam pikiranya
    2. univaersal yaitu berpikir menyeluruh atau luas yang tidak ada batasanya
    3. sitematik yaitu berpikir logis atau step by step dengan penuh kesadaran dan penuh rasa tanggung jawab
    4. spekulatif yaitu unsur meduga atas fakta atau realitas yang di hadapi

  20. Asiro MPI/4 berkata

    Review ciri berpikir filsafat.
    Telah disebutkan bahwasanya ciri berpikir filsafat ada empat, yaitu : radikal, sistemik, universal dan spekulatif. Namun, menurut saya, ciri seseorang telah berpikir filsafat apabila ia mencintai sesuatu/seseorang tanpa adanya keinginan untuk memperoleh keuntungan dari yang telah ia lakukan.
    Terimakasih.

  21. Asyifa Nuraeni Kartika Ali MPI/4 (1415109036) berkata

    Yang saya dapat dari hasil pembelajaran kemarin yaitu mengenai filsafat sebagai reflectif thinking (aktifitas berpikir murni) atau suatu kegiatan akal pikir dalam usaha mengerti secara mendalam atas segala hal apapun itu.
    Seseorang dapat dikatakan berfilsafat jika mempunyai ciri:
    1) Berpikir Radikal, yaitu berpikir sampai ke akar-akar persoalan.
    Ciri berpikir kepfilsafatan, segala sesuatu boleh dipikirkan, tentu sepanjang pemikiran itu masih memungkinkan untuk dipikirkan.
    2) Berpikir Sistemik, yaitu berpikir secara logis yang bergerak selangkah demi selangkah, penuh kesadaran, berurutan dan penuh rasa tanggung jawab.
    3) Berpikir Universal, yaitu berpikir menyeluruh, tidak terbatas pada bagian-bagian tertentu tetapi mencakup keseluruhan aspek, yang konkret dab abstrak/ yang fisik dan metafisik.
    4) Berpikir Spekulatif, yaitu yang mengandung unsur dugaan atau fakta/ realitas yang dihadapi.
    Terimakasih:)

  22. Lu'lu Atul Alawiyah MPI/4 (1415109010) berkata

    Ketika seseorang sudah mulai berfikir filsafat, maka kita juga harus mengetahui apa saja ciri-ciri berpikir filsafat diantaranya: Radikal, Sistemik, Universal, dan Spekulattif. Dengan demikian berpikir Radikal yaitu berfikir sampai pada akar persoalannya, Sistemik yaitu berfikir secara bertahap, Universal yaitu cara berfikir yang menyeluruh/meluas, dan Spekulatif yaitu berfikir dengan cara yg menduga-duga dengan adanya kemungkinan yang ada terhadap suatu kebenaran.
    Sekian dan terima kasih

  23. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Dalam hal berfilsafat tentunya kita harus mengetahui ciri-ciri dari berfikir filsafat. Dalam artikel di atas sudah di bahas dengan jelas ada 4 ciri berfikir filsafat, yaitu : radikal,sistematik, universal, dan spekulatif. Dalam berfikir radikal merupakan cara berfikir yang mendalam. Memikirkan sesuatu sampai pada akar- akarnya. Berfikir sistematik yaitu berfikir secara logis. Universal yaitu berfikir secara menyeluruh, dan spekulatif itu sendiri yaitu pemikiran secara menduga- duga atau adanya kemungkinan-kemungkinan yang ada.

  24. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Ketika seseorang berpikir filsafat, maka dapat dilihat dari 4 ciri, yaitu radikal, sistemik, universal dan spekulatif. Radikal berarti berpikir secara mendalam sampai pada akar-akar persoalan. Sistemik berarti berpikir secara berurutan, bertahap, logis, penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab. Universal berarti berpikir secara menyeluruh, tidak terbatas pada suatu aspek tertentu. Spekulatif berarti berpikir mengenai kemungkinan atau sesuatu yang mengandung unsur dugaan terhadap kebenaran.

  25. Nailiyatul Farhah MPI/4 (1415109013) berkata

    Berfikir filsafat itu harus di pertanggung jawabkan. Seorang filosof harus selalu melakukan uji coba dan memberikan pernyataan yang benar agar sesuai yang dianutnya. Ciri berfikir filsafat ada 4
    1. Radikal, artinya berfikir sampai ke akar-akarnya persoalan. ciri berfikir kefilsafatan, segala sesuatu boleh difikirkan, tentu sepanjang pemikiran itu, masih memungkinkan untuk difikirkan.
    2. Sistemik, artinya berfikir logis, yang bergerak selangkah demi selangkah, step by step, satu persatu tapi terukur, penuh kesadarn, berurutan dan penuh rasa tanggung jawab.
    3. Universal, menyeluruh, berfikirnya tidak sepit dalam artian luas.
    4. Spekulatif, artinya ada unsur menduga-duga, adanya kemungkinan-kemungkinan atas fakata atau realitas yang di hadapi.

  26. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    Ciri berpikir filsafat memiliki 4 ciri yaitu:
    1. Radikal, berasal dari bahasa yunani yaitu Radik yang berarti akar. Berpikir radikal berarti berpikir sampai ke akar-akarnya mengenai suatu persoalan.
    2. Sistemik, yaitu berpikir logis yang bergerak selangkah demi selangkah atau step by step.
    3. Universal, yaitu berpikir secara luas, menyeluruh atau tidak terbatas.
    4. Spekulatif, yaitu berpikir yang mengandung dugaan-dugaan atas fakta atau realitas yg dihadapi. Berpikir spekulatif memiliki unsur kemungkinan-kemungkinan.

  27. PUJIATI MPI/4 (1415109017) berkata

    Ketika berbicara tentang filsafat tidak lain kita juga akan berbicara bagaimana cara berfikir filsafat ada 4 indikator ciri yaitu RADIKAL yaitu berfikir sampai keakar atau berfikir sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan, UNIVERSALfilosof berfikir secara menyeluruh tanpa membedakan satu dengan yang lainnya, dan seorang filosof tidak memandang sesuatu untuk dibedakan walaupun dirinya terikat pada satu golongan karena seorang filosof tidak membatasi dirinya. SISTEMIK seorang filosof berfikir step by step and one by one cara berfikirnya terukur dan setiap perkataanya dia mampu mempertanggung jawabkannya, SPEKULATIF seorang filosof juga berfikir menduga-duga, mempunyai ruang berfikir kemungkinan-kemungkinan dan seorang filosof bukan typical bersifat justifikasi. Terimakasih untuk pembahasa materi kuliah tentang filsafat ini banyak menambah pengetahuan dan ilmu bagi saya sendiri pastinya.

  28. SOPIYAH berkata

    assalamua’laikum wr.wb.

    pak saya izin bertanya, apa manfaat kita belajar berfikir filsafat untuk kehidupan sehari-hari ? dan bagaimana cara penerapan prinsip berfikir filsafat. terimakasih pak
    wassalamualaikum wr.wb

  29. Aslamah Miftahul Jannah (T.IPS A/1) berkata

    Berfilsafat artinya berpikir. Tetapi semua aktifitas berpikir tidak disebut berfilsafat. Dikatakan berfilsafat jika mempunyai ciri:
    1) Berpikir Radikal, yaitu berpikir sampai ke akar-akar persoalan.
    Ciri berpikir kepfilsafatan, segala sesuatu boleh dipikirkan, tentu sepanjang pemikiran itu masih memungkinkan untuk dipikirkan.
    2) Berpikir Sistemik, yaitu berpikir secara logis yang bergerak selangkah demi selangkah, penuh kesadaran, berurutan dan penuh rasa tanggung jawab.
    3) Berpikir Universal, yaitu berpikir menyeluruh, tidak terbatas pada bagian-bagian tertentu tetapi mencakup keseluruhan aspek, yang konkret dab abstrak/ yang fisik dan metafisik.
    4) Berpikir Spekulatif, yaitu yang mengandung unsur dugaan atau fakta/ realitas yang dihadapi.

    Seiring berkembangnya waktu filsafat tidak hanya sebagai refleksi berpikir. Tetapi ia kini telah berubah menjadi disiplin ilmu. Yang telah melahirkan 3 kajian cabang, yaitu; Teori Hakikat (Ontology) yang membicarakan hakikat sesuatu/benda, yang memiliki faham-faham seperti aliran Idealisme, Materialisme, dan Dualisme. Kemudian Teori Pengetahuan (Epistemologi) untuk mengkaji tentang cara memperoleh pengetahuan. Dan Teori Niali (Axiologi) yang membicarakan tentang orientasi / nilai suatu pengetahuan.

    1. Lanlan Muhria berkata

      Good Result

  30. MAYLISA RAMA PUTRI berkata

    Assalamu’alaikum
    Bapak izin bertanya..
    Mengapa sering kali Aliran Dualisme
    tidak dapat saling mengalahkan..

  31. ahmad fadli mubarok berkata

    assalamu’alaikum

    bpk ijin bertanya,salah ciri orang yang berfilsafat adalah radikal,sedangkan dalam konteks islam radikalisme itu di larang,karena kebanyakan faham radikal itu membawa kehancuran untuk umat islam sendiri,nah sekarang apa yang harus kita lakukan apalagi kita ingin berfilsafat dan kita berpikir secara radikal kita mampu menjaga kesejahreaan umat,tanpa adanya kehancuran??

  32. Imam Bukhori (PPI) berkata

    Selamat sejahtera saya sampaikan.
    Pandangan manusia mengenai filsafat tentunya sangat beragam. Sejatinya, apa yang dilalui manusia sebagian besar berfilsafat. Namun, istilah filsafat tidak biasa di dengar apa lagi dibicarakan, dalam sutau kebiasaan. Berangkat dari hal tersebut, seperti contoh pikiran dalam setiap indvidu bertujuan meningkatkan kualitas hidupnya. Artinya, ilmu pengetahuan dalam segi kehidupan manusia mengalami pergolakan pemikiran, untuk menentukan bagaimana ia dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam aspek keilmuan, setiap manusia ialah makhluk yang berpikir, dengan menelusuri pemikirannya atas suatu pengalaman, maupun yang dipahaminya. Hal ini dianggap logis bahwa, ketika manusia beranggapan bagaimana manusia membentuk peradabannya sendiri, atas karyatersebut. Maka distulah manusia dikatakan berfilsafat, atas bentuk-bentuk produk pemikirannya yang keluar dari segi kepentingan.
    Namun dalam hal ini, mengenai filsafat adakah batasan – batasan tertentu yang membedakan antara berfilsafat, dengan pembelaan pragmatis, yang cenderung mengada-ada dalam bentuk keilmuan atau bersifat pasrtikular, dengan mengatasnamakan ilmu pengetahuan?.

    Terima kasih..

  33. HERALIANA berkata

    Assalamuslaikum. Wr. Wb.
    Setelah mengikuti kuliah Profesor ,saya sangat tertarik dan merubah cara pandang dan pola pikir saya terhadap filsafat… Dan setelah saya menyimak tulisan di atas maka menurut hemat saya filsafat bukan seledri merupakan mata kuliah,melainkan merupakan tindakan, suatu aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia, seperti :
    Apa tujuan hidup?
    Apakah tuhan ada?
    Bagaimana menata organisasi dan masyarakat yang baik?
    Maka dengan filsafat mencoba menjawab rasional, kritis, sistematis dan berpikir dewasa. Tapi dari sini muncul pertanyaan dari benak saya.. Apakah ada perbedaan antara berpikir dewasa dengan kedewasaan berpikir?
    Terimakasih. _ Salam Pembelajar_

  34. Alldi Nurcahya / PPI berkata

    Filsafat sebagai seni berfikir manusia memiliki peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, dengan berfilsafat orang akan memiliki atau menimbulkan pertanyaan – pertanyaan baru tentang apa yang dipikirkan, lebih jauhnya keinginan untuk membuktikan hal tersebut secara empiris.
    Menurut pandangan saya, kita selaku manusia sesungguhnya selalu berfilsafat dalam kehidupan sehari – hari, kenapa? Karena setiap problematika dalam kehidupan ini membutuhkan kemampuan berfikir dalam proses pemecahannya. Kekurangannya adalah tentang kualitas berfikir itu sendiri atau solusi yang diberikan saja. Ada yang masih biasa, sedang atau mendalam.
    Thanks

  35. Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami berkata

    Assalamu’alaikum …

    Selamat siang menjelang sore Pak. Saya Kiki Mahasiswi PPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Semester I (Pasca Sarjana). Dalam Artikel ini Bapak menyebutkan bahwa karakter berfikir adalah, Sistemik

    Sistemik adalah berpikir logis, yang bergerak selangkah demi selangkah (step by step), penuh kesadaran, berurutan dan penuh rasa tanggungjawab. Ciri ini penting dilakukan untuk menghindari terjadinya jumping conclusion dalam membuat rumusan suatu kesimpulan. Seorang filosof slalu berpikir setahap demiki setahap. setelah satu tahapan diselesaikan, ia akan menuju ke tahap berikutnya.
    Universal

    Universal artinya berpikir menyeluruh, tidak terbatas pada bagian-bagian ter ten tip tetapi mencakup keseluruhan aspek, yang konkret dan abstrak atau yang fisik dan metafisik. Misalnya, seorang filosof tidak akan pernah puas mengenal ilmu hanya dari perspektif ilmu itu sendiri. la ingin melihat ilmu dalam perspektif yang lain, la ingin menghubungkan ilmu dengan aspek-aspek lain. Contohnya ia ingin melihat kaitan ilmu dengan moral atau kaitan ilmu dengan agama. la ingin mengetahui apakah ilmu yang diketahuinya itu membawa manfaat atau tidak bagi pemenuhan hajat umat manusia.
    Spekulatif

    Sifat berpikir spekulatif atau mengandung unsur dugaan atas fakta atau realitas yang dihadapi. Seorang filosof termasuk selalu berspekulasi terhadap kebenaran. Karena filosof memiliki cara berpikir yang spekulatif, maka seorang filosof terus melakukan uji coba dan memberikan pertanyaan terhadap kebenaran yang dianutnya. Dari proses inilah nanti akan lahir berbagai ilmu pengetahuan.

    Namun, ketika minggu lalu saya sempat mengikuti Perkuliahan Filsafat dengan Dosen dan Jurusan yang berbeda dan dalam sebuah materi mengenai Metode Berfikir yang termasuk ke dalam Karakter Berfikir, adalah sebagai berikut:
    1. Rasional (Masuk Akal)
    2. Sistematis
    3. Obyektif
    4. Integral
    5. Universal
    6. Holistik
    7. Komprehensif, dan
    8. Transformatif

    Pertanyaan saya adalah, apakah karakter berfikir yang Bapak tuangkan dalam Artikel diatas adalah Karakter Berfikir Inti yang benar-benar harus ada atau mencirikan seseorang yang berfilsafat? Terima Kasih banyak sebelumnya Pak 🙂

  36. REGINA AMALIA SALIM berkata

    IPS.A/S.1

    Assalamualaikum bapa,alhamdulillah materi untuk hari ini d kelas saya bisa mengikuti nya,tentang cara berfikir org yg berfilsafat n ilmiah ..nah maaf nih pa regina mau nnya lagi ,tadi pas d baca-baca ad yg masih bingung ….
    Gini pa,misalkan orang itu bisa engga sih di katakan orang yang berfilsafat KALAU hanya memiliki ciri hanya tertentu saja tidak semuanya i’a miliki pa mislny dia baru menerapakan ciri berfikir yg radikal dan sistemmik saja , ia bisa menerapkan yg spekulatif tapi tdk disetiap masalah pa hanya kadang-kadang ,contohnya gitu…nah bisa engga sih dia dikatakan dia termaksud ciri orang yang berfilsafat??
    Mohon jawabannya pa 🙂 terimakasih
    Wassalamualaikum warahmatullah hiwabarakatu

  37. REGINA AMALIA SALIM berkata

    Assalamualaikum bapa,alhamdulillah materi untuk hari ini d kelas saya bisa mengikuti nya,tentang cara berfikir org yg bersafat n ilmiah ..nah maaf nih pa regina mau nnya lagi ,tadi pas d baca-baca ad yg masih bingung ….
    Gini pa,misalkan orang itu bisa engga sih di katakan orang yang berfilsafat KALAU hanya memiliki ciri hanya tertentu saja tidak semuanya iya miliki pa mislny dia baru menerapakan cii berfikir yg radikal dan sistemmik saja , ia bisa menerapkan yg spekulatif tapi tdk disetiap masalah pa hanya kadang-kadang ,contohnya gitu…nah bisa engga sih dia dikatakan dia termaksud ciri orang yang berfilsafat??
    Mohon jawabannya pa 🙂 terimakasih
    Was sam aku alaikum warahmatullah hiwabarakatu

    1. Ainun Wiliyanti berkata

      Berpikir filsafat memiliki empat ciri yaitu:
      1. Radikal,berpikir sampai ke akar-akar persoalan
      2. Sistematik,berpikir logis,yang bergerak selangkah demi selangkah (step by step),penuh kesadaran,berurutan dan penuh rasa tanggung jawab
      3. Universal,artinya berpikir menyeluruh,tidak terbatas
      4. Spekulatif mengandung unsur dugaan atas fakta atau realitas yang di hadapi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.