Ciri- Ciri dan Fungsi Pendidikan di Pesantren

0 1.199

Jika berbicara tentang ciri- ciri dan fungsi pendidikan di Pesantren, biasanya ia dicirikan dengan adanya kyai, santri, asrama santri yang sering kali bersatu dengan kediaman kyai dan mesjid atau musholla. Tapi pada perkembangannya, karena banyaknya jumlah santri maka kyai mengangkat para santri senior untuk membantunya dalam mendidik para santri pemula. Bahkan dewasa ini sudah ditemukan adanya pesantren yang dikelola dengan manajemen modern seperti Pondok Pesantren Gontor di Jawa Timur dan Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu.

Nurcholish Madjid, menyatakan: Kendatipun demikian, bila ditilik dari konsep pengembangan, maka sulit untuk menemukan secara jelas dan definisi secara pasti mengenai pesantren. Hal tersebut terjadi karena setiap pondok pesantren memiliki ciri khas dan metode pembelajaran masing-masing, memiliki kurikulum yang boleh jadi berbeda antara satu pesantren dengan pesantren lainnya meskipun menganut aliran modern maupun tradisional. Dalam perkembangannya pesantren memang dikenal adanya model pesantren modern dan salafi, meskipun berbeda dalam metode penyelenggaraan, namun tak dapat disangkal bahwa keduanya menunjang pembangunan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Ciri- Ciri Pendidikan Pondok Pesantren

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai banyak kelebihan yang mampu membedakannya dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Di antara ciri-ciri dimaksud adalah sebagai sebagai berikut:

Kyai

Kyai Menurut asal-usulnnya kata “kyai” mempunyai arti yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang mereka, diantaranya yaitu: Kyai sebagai gelar kehormatan bagi barang-barang yang dianggap keramat, umpamanya “Kyai Garuda Kencana” dipakai untuk sebutan Kereta Emas yang ada di Keraton Yogyakarta. Kyai sebagai gelar untuk orang-orang tua yang mempunyai keutamaan ilmu agama. Kyai sebagai gelar yang diberikan oleh masyarakat kepada seorang ahli agama Islam yang memiliki atau menjadi pimpinan pondok dan mengajar kitab-kitab Islam klasik kepada para santrinya. Yang terakhir inilah yang lebih populer di Indonesia.

Santri

Kata “santri” memiliki dua makna, pertama; santri adalah murid yang belajar ilmu agama Islam di pondok pesantren yang datang dari daerah yang jauh maupun dekat. Kedua; santri adalah gelar bagi orang-orang yang sholeh dalam agama Islam. Santri merupakan elemen yang esensial dari suatu pondok pesantren, baik yang selama 24 jam tinggal di pesantren atau yang hanya beberapa jam saja dalam setiap harinya.

Pondok (Asrama)

Tempat tempat pemukiman para santri di pesantren terkenal dengan sebutan “pondok”. Istilah pondok barangkali berasal dari pengertian asrama para santri, atau tempat tinggal mereka yang dulu terbuat dari bambu. Di pesantren pada awalnya dibuat rumah-rumah kecil atau kamar-kamar dekat mesjid dan di sekeliling kediaman kyai. Rumah-rumah kecil inilah tempat para santri, sehingga memungkinkan diberlakukannya disiplin santri, karena mereka berdiam di dalam pondok (asrama).

Fungsi Pendidikan di Pesantren

Ada beberapa fungsi pendidikan di pesantren. Di antara fungsi dimaksud adalah: 1). Pembina dan pembangun karakter santri (nation character building), 2). Tempat pendidikan kepribadian santri, 3). Tempat pemupukan jiwa gotong royong, 4). Arena pendidikan self help, dan 5). kancah penggemblengan jiwa patriotisme dengan doktrin: “Semangat rela mengabdi, ikhlas berkorban, pondok pesantren adalah mercusuar pancaran nur syi’ar Islam”.

Nurcholish Madjid, menyebutkan bahwa:

“Pondok Pesantren merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan Islam tradisional yang tersebar di pelosok-pelosok; di desa maupun di kota. Pondok Pesantren juga merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang memiliki andil besar terhadap bangsa Indonesia dalam pencerdasan dan pembentukan jiwa manusia yang sempurna”. ***H. Edeng Z.A

Bahan Bacaan

Karl A. Stenbrink. Pesantren, Pesantren dan Sekolah, Cetakan Pertama, Jakarta: Logos, 2004

Martin Van Bruinessen. Kitab Kuning. Bandung: Mizan 1995

Nurcholish Madjid. Bilik-bilik Pesantren. Jakarta: Paramadina, 1997

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.