Ciri Guru Ideal Ketika Mengajar

0 412

Ciri Guru Ideal Ketika Mengajar. Terdapat banyak citra guru di mata murid-muridnya. Mungkin tidak ideal memang, jika seorang guru harus dinilai murid-muridnya. Tetapi, di bawah alam sadar seluruh siswa, karena ia memiliki kemampuan merasakan, seorang guru tetap akan dinilai. Penilaian yang langsung dan tidak langsung atau positif dan negatif.

Sebut misalnya, bagaimana seorang guru menyampaikan pelajaran ketika kita duduk di Sekolah Dasar. Meski hari ini kita sudah berada dalam rentang usia yang cukup menua, tetapi, pengalaman kita menyaksikan guru di dalam kelas ketika mengajar, tetaplah akan selalu diingat. Mana guru yang ideal mana yang tidak. Mana guru yang patut dianggap cerdas dan mana guru yang patut dianggap tidak cerdas. Mana guru yang menginspirasi dan mana guru yang tidak menginspirasi.

Karena guru akan dinilai; langsung maupun tidak, termasuk oleh murid-muridnya, maka, memenuhi persyaratan ideal menjadi seorang guru harus dipandang sebagai suatu keharusan. Nah bagaimana kita mengukur diri kita agar memiliki persyaratan untuk disebut sebagai guru ideal. Inilah menurut saya yang penting kita kaji.

Ciri utama guru ideal adalah mereka yang tampil secara prima dan menguasa classroom di mana mereka mengajar. Inilah yang dalam bahasa Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, disebut dengan kompetensi guru. Soal apa saja kompetensi guru akan diulas dalam bagian tersendiri di makalah yang berbeda.

Tiga Ciri Guru

Ketika seseorang menyampaikan pelajaran di dalam kelas, maka, guru akan terbagi ke dalam tiga kategori. Ketiga kategori dimaksud adalah sebagai berikut:

Pertama. Guru yang kalau menyampaikan pelajarannya, tidak nyaman didengar dan sulit dimengerti. Bawaannya, audiens cenderung pusing dan ingin segera mengakhiri pembeajaran bersamanya. Dalam kasus tertentu, murid atau mereka yang mendengarkannya, malah mengalihkan perhatiannya ke bidang lain. Jika anda berada dalam tipologi guru sejenis ini, maka, anda tampaknya penting dengan segera kembali membaca berbagai literatur dan bersegara juga melakukan pendekatan kepada Tuhan. Penting dengan segera melakukan tazkiyatunnafs dan berusaha semaksimal mungkin mendekatkan diri kepada-Nya.

Kedua. Guru yang kalau menyampaikan pelajarannya, bukan saja enak didengar tetapi menarik untuk diperhatikan. Apa yang disampaikannya, masuk juga ke dalam akal pikiran kita. Hanya cukup disayangkan, misalnya ia tidak mampu membuat hati peserta didik menjadi tenang. Posisi guru yang demikian. umumnya dikenal cerdas, hanya patut disayangkan ia kurang banyak mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena itu, jika anda berada dalam posisi seperti ini, anda wajib mempertahankan kebiasaan anda membaca dan mengembangkan ilmu. tetapi, penting mulai mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ketiga. Guru yang kalau menyampaikan pelajarannya, enak didengar teinga, menarik untuk diperhatikan dan menyentuh hati peserta didik. Apa yang disampaikannya, masuk ke dalam akal pikiran dan ke dalam hati peserta didik. Jika anda masuk dalam kategori guru yang ketiga, maka, bersyukurlah anda. Mengapa? Sebab jenis guru seperti ini, bukan hanya sekedar dianggap pintar, tetapi juga patut dianggap shaleh. Guru sejenis ini akan menjadi vibrasi yang bukan saja menggetarkan otak peserta didik, tetapi, juga menggetarkan hati mereka.

Di manakah posisi anda yang menjadi guru. Maka hanya anda yang tahu. Bagaimana cara mengetahuinya? Ya belajarlah peka terhadap segala dinamika yang ada. Insyaallah anda akan tahu jawabannya. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.