Jika Cita Cita Mu Arsitek Sebaiknya Pertimbangkan Hal Hal Ini

arsitek, image by freepik.com
0 291

Mungkin menurut anda tulisan ini merupakan suatu keraguan, apalagi untuk yang sudah menjalani profesi arsitek. Sebab, sebagian besar orang butuh waktu yang lama untuk mengetahui pekerjaan apa yang cocok dijalani selama 30 tahun sampai 40 tahun ke depan.

Untuk beberapa orang komitmen dapat menjadi begitu mengerikan, maka anda perlu berlatih , menimbang dan mengetahui seperti apa anda sendiri ketika tiba saatnya untuk memilih profesi atau karir. Terlebih karir yang tidak hanya periodic, tetapi juga yang berkembang dari waktu ke waktu.

Tidak terkecuali, profesi arsitektur. Memerlukan perpaduan kemampuan otak, kreativitas dan dedikasi. Walaupun rasanya menyenangkan ketika membayangkan membangun gedung tinggi, rumah, menata kota dan lainnya. Dan perlu di ingat Arsitek tidak langsung merancang struktur pencakar langit dan terbesar dunia pada hari pertama berkarir.

Namun jika anda mempertimbangkan profesi ini, berikut ulasan yang dapat membantu anda untuk menetapkan diri apakah karir tersebut tepat atau tidak.

Macam-macam arsitek

Arsitektur tak hanya terdiri dari satu bidang studi. Namun, menawarkan beberapa pilihan. Sebagai contoh, apakah Anda lebih suka bekerja di outdoor? atau mencintai alam dan senang merancang daerah alam? Maka bidang arsitektur landscape yang cocok bagi Anda.

Dan satu hal yang penting, seorang arsitek diharuskan memiliki keterampilan yang luas dalam hal kreativitas dan matematika. Kombinasi sulit, yang tidak banyak dari kita memilikinya.

Maka lihatlah keterampilan apa saja yang diperlukan untuk setiap macam studi arsitek dan bandingkan dengan kelebihan juga kelemahan Anda.

Biaya edukasi Arsitek Cukup tinggi

Sama seperti setiap mata kuliah yang profesional lainnya, arsitektur adalah bidang ahli yang membutuhkan pendidikan dan pengalaman jangka panjang dan signifikan. Sebelum Anda merancang sebuah desain untuk bangunan besar, pendidikan profesi arsitektur wajib Anda ikuti.

Memiliki visi desain

Dulu, arsitektur merupakan sebuah karir yang berkesan orang lapangan yang kerjanya membangun gedung megah dan struktur yang memberikan rekam jejak hingga sekarang. Hari ini, arsitektur berubah secara signifikan sebagai bidang ruang perkotaan yang terus berkembang dengan mengandalkan bangunan beton-beton tinggi di sekitar sistem transportasi dan ruang terbuka.

Untuk anda calon arsitek, kenyataan inimerupakan persaingan yang ketat pasca pendidikan. Tapi bukan berarti bahwa seorang arsitek memiliki sedikit kesempatan untuk sukses, tetapi hanya mereka yang sungguh sungguh ingin masuk ke lapangan saat ini, harus memiliki visi misi dan semangat untuk profesinya meski tantangannya besar.

Lebih baik Anda mengetahui apa yang diinginkan dari awal. Contoh, jika Anda ingin merancang ruang tata perkotaan yang fungsional, fokuskan tujuan tersebut sejak awal saat Anda membuat rencana pendidikan.

Keinginan untuk belajar dan membangun jaringan

Pendidikan arsitektur bukan hanya sekedar ijazah. Padahal, banyak perusahaan consultan arsitektur bersikeras seharusnya arsitek perlu mengambil bagian dalam program berkelanjutan atau pelatihan khusus untuk menguasai teknik-teknik baru dan strategi dalam desain.

Demikian juga orang dengan kemampuan sosial akan sukses dalam dunia arsitektur. Jaringan merupakan bagian integral dari bisnis sebagai jembatan untuk proyek-proyek berpotensial berikutnya. Membangun jaringan luas juga menjadi cara yang bagus untuk berhubungan dengan calon klien, terutama jika Anda bekerja secara personal.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.