Inspirasi Tanpa Batas

CSI Dibawah Kementerian Koperasi, Bukan Kewenangan OJK

CSI Dibawah Kementerian Koperasi, Bukan Kewenangan OJK
2 91

CIREBON – Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI), berhasil kami dapatkan informasinya, beberapa jam setelah pemberitaan media massa baik cetak maupun elektronik, termasuk dari lyceum Indonesia, pasca penutupan yang dilakukan Otoritas Jasa keungan (OJK) Republik Indonesia, 02/11/2016.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya, Otoritas Jasa Keungan (OJK), dan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi), resmi menutup kegiatan CSI.

Lembaga ini menyatakan bahwa, terdapat tiga perusahaan yang diduga melakukan kegiatan melanggar hukum. Ketiga perusahaan itu tidak memiliki idzin usaha dari OJK, yakni: PT. Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI), PT. Dream for Freedom dan UN Swissindo.

Salah seorang petinggi CSI bernama H. Muhammad Sujud yang memiliki jabatan sebagai: Sekretarius Departemen Haji dan Umrah, Anggota Marketing Research and Development (MRI) dan Sekretaris Virtual office Kedawung, BMT CSI menyatakan bantahan sebagai berikut:

“OJK, lahir dan dibentuk atas Undang-undang (UU) RI Nomor 21 tahun 2011. Lembaga ini berfungsi menyelenggarakan Sistem Pengaturan dan Pengawasan yang terintegrasi dengan seluruh kegiatan usaha, khususnya di sektor jasa keuangan. Tetapi jangan lupa bahwa, OJK –dalam pandangan Sujud– hanya berfungsi dalam layanan non Koperasi. Sementara itu, CSI bergerak di Koperasi Syariah dalam apa yang disebut dengan BMT CSI Syariah”. Kata Muhammad Sujud kepada wartawan Lyceum.id, Cirebon, (02/11/2016)

Karena CSI itu BMT, maka, idzinnya bukan dari OJK, tetapi, dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Kami sendiri, sejak tahun 2014, sudah mendapatkan idzin dari kementerian dimaksud untuk terus beroperasi. Karena itu, meski OJK menutup CSI, ia akan tetap berjalan, karena CSI adalah BMT. Kecuali jika yang menutup dariKementerian Koperasi yang telah memberi idzin kepada kami, ungkapnya.

Sujud mengatakana, kejadian semacam ini, sebenarnya bukan persoalan baru dan pertama. Sebelumnya, pada bulan Nopember tahun 2014, telah pula datang tim ke kantor pusat di Cirebon yang terdiri dari Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi, OJK, Mabes Polri dan Kejaksaaan Agung. Mereka mempertanyakan Idzin. Kesimpulannya, tidak ada masalah dengan idzin yang kami miliki. Jadi, kegiatan BMT syari’ah sejahtera CSI tetap berjalan karena system keuangan CSI adalah Koperasi.

Dana Nasabah CSI Siap Diganti 10 Kali Lipat

Jika ada pertanyaan, kemana dana yang dihimpun BMT CSI Syari’ah. Kami dari pihak CSI menggunakan dana nasabah atau anggota itu, untuk melakukan perdagangan komoditi berjangka melalui kerjasama dengan perusahaan pialang seperti: Premiere, Starpeack, Equity Futures dan Milineum Penata Futures dalam bentuk logam mulia. Ketiga perusahaan pialang dimaksud, telah resmi mendapatkan idzin dari Bapepti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) Kementerian Perdaganan RI.

Oleh Karena itu, kepada seluruh nasabah, dimohon tenang menghadapi situasi ini. Sebab sejauh ini, kami nggak ada masalah apa-apa. Setiap minggu, kami masih tetap melakukan sharing dengan seluruh anggota kami dan kami masih tetap dapat membayar seluruh kewajiban kami kepada anggota. Ujar sujud penuh semangat.

Sujud juga mengakui bahwa selama ini, banyak sekali berita miring yang menyudutkan CSI. Misalnya ada yang menyebut telah terjadi bunuh diri dari salah seorang anggota CSI dari Kedawung Karena uangnya tidak dapat dikembalikan. Menurut Sujud, itu bohong besar.

Komisaris Perusahaan CSI –menurut Sejudu—yakni Haji Iman Santoso, SP menyatakan dengan tegas bahwa jika ada nasabah atau anggota yang merasa dirugikan, datang saja ke kantor dan akan diganti sebanyak 10 kali lipat dari modal yang ditanam. Dengan catatan membawa dokumen aslinya. * (ALY)

Komentar
Memuat...