Cybernetic Solusi Pembelajaran Siswa Sebagai Individu

2 83

Pertama kali Cybernetic diperkenalkan oleh Norbert Wiener sebagai judul buku pada tahun 1948. Cybernetic yang bahasanya berasal dari negeri para Dewa, Yunani, ia definiskan sebagai “Study of Control and communication in the animal and the machine” atau dalam bahasa lain adalah ilmu yang mempelajari sistem dalam mengatur dirinya sendiri. Dalam cybernetic, dikenal adanya umpan balik atau feedback, karena sebagai suatu sistem, akan menghasilkan output yang akan dijadikan kembali sebagai input pada sistem tersebut. Feedback dapat berupa positif ketika mampu meningkatkan proses dan hasil, sedangkan negatif ketika mengurangi proses dan hasil. Ilmu cybernetic juga menghargai sebuah perbedaan yang didasarkan pada nilai yang diatur sebagai sebuah acuan. Sejauh mana perbedaan dinilai relatif terhadap nilai acuan, dan nilai acuan tersebut akan menjadi goal –target- mengapa sebuah sistem berjalan. Dari konsep ini melahirkan keseimbangan sistem. Sistem memiliki aturan mandiri dan mampu mengendalikan diri mengatur keseimbangan dan keteraturan, yang dikenal dengan isitlah “Self-Regulation”. Sebagai contoh, tubuh kita punya nilai standar berapa derajat suhu ideal yang harus dipertahankan dan sistem tubuh akan mengatur keseimbangan nilai tersebut melalui serangkaian proses apabila terjadi sebuah “perbedaan” suhu. Teori diatas merupakan first generation cybernetic. “Cybernetic Solusi Pembelajaran Siswa sebagai Individu”

Second generation cybernetic dikenalkan oleh Heinz von Foerster, jika pada generasi pertama “Cybernetic of observerd system”, yaitu pasif bertindak terhadap sistem, sedangkan pada generasi kedua “Cybernetic of observing system”, yaitu aktif bertindak terhadap sistem. Sebelum dicetuskannya cybernetic, Jean Piaget sebagai pakar psikologi menyatakan “The mind organizes the world by organizing itself” tahun 1937 dalam bukunya yang menjadi teori baru dalam kognisi manusia. Generasi kedua cybernetic menghasilkan teori bahwa manusia, pengetahuannya dibangun melalui serangkaian pengalaman yang ia peroleh. Pengalaman tersebut disebut sebagai sebuah “perbedaan” karena pengalaman tersebut belum ada dalam pengetahuannya sehingga penyesuaian akan terjadi dengan memasukan pengalaman tersebut menjadi sebuah feedback. Cybernetic dapat diaplikasikan dalam banyak berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti psikologi, sosiologi, biologi, teknik, pendidikan, komputer, dll.

Cybernetic Solusi Pembelajaran Siswa sebagai Individu

Cybernetic dan Kaitannya dalam Pendidikan

Manusia merupakan mahluk sosial, tetapi juga mahluk individu, termasuk seorang siswa dalam belajar. Siswa sebagai seorang individu artinya seorang siswa memiliki karakter dan kemampuan yang unik, berbeda dengan siswa lainnya. Dalam pembelajaran di kelas, dengan adanya pengelompokan siswa hanya berdasar jenis kelamin dan berdasar kutoa kelas, memungkinkan adanya perlakuan yang sama oleh guru terhadap siswa. Apabila ada 25 siswa dalam satu kelas, maka guru akan memperlakukan siswa secara general alih-alih memperlakukan siswa sebagai seorang individu unique yang mempunyai interest yang tinggi, cara belajar dan kemampuan yang berbeda. Tentu hal ini akan menyebabkan tidakadilan dalam pembelajaran, dan seperti perkataan Albert Einstein, adalah hal bodoh apabila monyet, ikan dan gajah diberi materi ujian untuk memanjat pohon.

Solusi Penanganan Pembelajaran Siswa sebagai Individu

Dengan teori cybernetic, masalah di atas dapat dipecahkan, karena teori cybernetic menyatakan bahwa nilai sistem manusia berbeda-beda dan tidak ada satupun metode ideal yang dapat digunakan untuk semua orang. Perbedaan tersebut mengacu kepada nilai standar yang menjadi acuan sistem otak manusia. Proses belajar juga lebih diutamakan daripada hasil belajar serta pembelajaran lebih ditekankan kepada pemberian stimulus sehingga menghasilkan respon. Teori cybernetic dalam pembelajaran dapat diterapkan melalui pembelajaran mandiri, secara elektronik dan jarak jaug atau disebut e-learning dan akan membuat:

  • Siswa bisa memilih model dan materi belajar yang disesuaikan dengan keinginannya dengan mengakses pembelajaran melalui internet, dengan berbagai macam perangkat
  • Pembelajaran disajikan dengan interaktif, komunikatif dan menarik, melalui multimedia
  • Siswa dapat menyesuaikan tempat dan waktu belajar dimana saja dan kapan saja

Dengan penetrasi teknologi informasi dan komunikasi yang sudah menyentuh kelompok usia remaja dan lokasi-lokasi pedesaan, bukan tidak mungkin penerapan cybernetic pendidikan dalam bentuk e-learning akan menjadi tren utama pendidikan dewasa ini, dan menurut Renald Kasali dalam bukunya self driving, bahwa menyampaikan cara mendapatkan pengetahuan lebih penting daripada pengetahuannya itu sendiri. Dengan skill gathering knowledge-nya itu, siswa dapat memanfaatkannya untuk mempelajari apapun.

Tulisan berikutnya akan saya sampaikan tentang bagaimana memanfaatkan sistem e-learning yang sudah tersedia dan sudah mapan untuk digunakan dalam pembelajaran, seperti Clasroom, Edmodo, Quipper, dll.


sofhian-nm

Oleh : Sofhian Fazrin

Penulis sedang menempuh magister teknologi informasi di Universitas Gadjah Mada dan bekerja sebagai tenaga kependidikan di STKIP Muhammadiyah Kuningan.
Beredar di dunia maya dengan akun twitter @sofhianfn

  1. Dwi Arti Citra Sari berkata

    Nama : Dwi Arti Citra Sari
    Nim : 1415104030
    Kelas : T.ips A/3

    Dengan adanya teori cybernetic akan sangat bermanfaat bagi siswa jika teori tersebut diterapkan didalam pendidikan karena diteori tersebut peserta didik dapat belajar secara mandiri mereka akan mendapatkan ilmu bukan dari pendidik saja melainkan dari internet atau dari media masa lainnya. Sistem dan tempat pembelajarannya pun mereka bisa memilih sendiri semua itu bisa memudahkan proses pembelajaran dan membuat peserta didik lebih santai namun ilmu tetap didapat..

  2. cardimi berkata

    nama: cardimi
    1415104021
    T. IPS A/3
    IAIN SYEKH NURJATY CIREBON
    Dengan adanya sistem cybernet ini siswa belajar secara individu, dan siswa dapat memperoleh informasi dan pengetahuan secara mudah dan dapat mempelajari semua pengetahuan dimana saja dan kapan saja, tapi siswa juga harus bisa memanfaatka dan menggunakan sistem cybernet ini secara benar. sistem cybernet ini bisa berdampak positif jika siswa senggunakan sistem ini dengan baik dan sesuai, dan jga berdampak negatif jika siswa tidak menggunakan sistem ini secara baik

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.