Dampak ISIS Terhadap Keamanan Nasional

3 1.221

Dampak ISIS Terhadap Keamanan Nasional: Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan beraliran Sunni (ahli sunnah wal-jamaah), merupakan salah satu negara yang menentang keberadaan ISIS. Indonesia memasukan ISIS dalam daftar organisasi teroris pada tahun 1 Agustus 2014. Namun demikian, seperti diketahui bahwa ternyata ISIS telah berkembang di Indonesia.

Dampak ISIS Terhadap Warga Indonesia

Perkembangan ISIS di Indonesia memang tidak terlihat secara masif, seperti perkembangannya di Irak yang begitu pesat. Karena, di Indonesia ISIS mendapat penentangan dari pemerintah dan juga masyarakat pada umumnya, yang tidak sepakat dengan cara ISIS yang sangat ekstrim dan brutal. Oleh karena itu, perkembangan ISIS di Indonesia terjadi melalui perekrutan secara sembunyi-sembunyi.

Pola penyebaran ideologi terorisme dan radikalisme Islam, menggunakan berbagai sarana dan media untuk menyebarluaskan faham mereka, baik dalam rangka pengkaderan internal anggota maupun untuk kepentingan sosialisasi kepada masyarakat luas.

Berikut sarana yang ditempuh untuk menyebarluaskan faham radikalisme:

  • Melalui pengkaderan organisasi. Pengaderan organisasi adalah kegiatan pembinaan terhadap anggota dan atau calon anggota dari organisasi simpatisan atau pengusung radikalisme. Pertama Pengkaderan internal. Kedua, mentoring agama Islam. Pada awalnya, kegiatan mentoring agama Islam dilaksanakan di beberapa kampus Perguruan Tinggi Umum, yang dimaksudkan sebagai kegiatan komplemen atau pelengkap. Ketiga, pembinaan rohis, rohani Islam di SMA/ SMP. Kegiatan siswa yang tergabung dalam kerohanian Islam (rohis) ini juga bisa menjadi sasaran empuk untu mengembangkaln ideologi radikal.
  • Melalui masjid-masjid yang berhasil “dikuasai”. Kelompok Islam radikal juga sangat lihai memanfaatkan masjid yang kurang “diurus” oleh masyarakat sekitar.
  • Melalui majalah, buletin, dan booklet. Penyebaran ideologi radikalisme juga dilakukan melalui majalah, buletin dan booklet.
  • Melalui penerbitan buku-buku. Faham radikalisme juga disebarkan melalui buku-buku, baik terjemahan dari bahasa Arab, yang umumnya ditulis oleh para penulis Timur Tengah, (Baca: Menangkis Proses Radikalisasi ISIS di Indonesia)

Rohan Gunaratna, (Baca: Sejarah ISIS, Siapa Itu Isis, dan Siapa Yang Membawa ISIS Masuk Ke Indonesia) pengamat terorisme asal Universitas Nanyang, menjelaskan, bahwa paham ISIS masuk ke tanah Air Indonesia pertama kali dibawa oleh salah satu anggota Jamaah Islamiyah, Abdullah Sungkar katanya. Profesor Rohan Gunaratna, yang juga kepala Pusat Penelitian Politik dan Terorisme di universitas tersebut, memberikan saran, bahwa pada dasarnya Negara Indonesia mempunyai segala sumber daya untuk dapat mencegah berkembangnya paham radikalisme ISIS.

Menurut sang Profesor, ulama-ulama di Indonesia memiliki peran penting untuk memberikan penyadaran dan sosialisasi terkait bahaya paham radikal ISIS tersebut. “Mengatasi ISIS tidak hanya lewat perang, tapi juga dengan pendekatan pemahaman,” tutur Rohan. Masih menurutnya, bahwa pola pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan dua cara yaitu secara kekerasan dan pendekatan yang lunak yang memang harus terus dilakukan untuk dapat mencegah perluasan penyebaran paham radikal ISIS tersebut. Selama ini yang melakukan metode tersebut adalah BNPT secara lunak dan Densus 88 secara lebih keras.

Berdasar pada kajian tentang perkembangan lingkungan strategis, baik dalam skala global, regional maupun nasional, dapat disimpulkan bahwa kehadiran ISIS telah memberi energi baru pada gerakan radikal Islam di Indonesia, dan telah mendorong mereka untuk mengibarkan benderanya, dan melakukan aksi-aksi terorisme. Mereka berkolaborasi dengan kelompok radikal Islam Indoesia, khususnya kelompok Jamaah Islamiyah (JI), yang hampir melemah, setelah sejumlah aktivisnya tertangkap paca-bom Bali 2002. Mereka berkolaborasi untuk tujuan yang sama, mendirikan pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyah Asia Tenggara dan Negara Islam Indonesia (NII).

Dampak ISIS Terhadap Keamanan Nasional

Terorisme, yang belakangan ini dilakukan ISIS di beberapa negara sasaran, seperti Perancis, German, Belgia, Turki dan Saudi Arabia, termasuk Indonesia, bukan sekedar merupakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lokal semata, tetapi sudah merupakan kejahatan kemanusiaan (crime againt humanity), yang bersifat luar biasa (extra ordinary crime). Dampak isis terhadap tindakan terorisme telah merusak peradaban manusia, merusak tatanan kehidupan yang damai, dan merupakan ancaman serius terhadap kedaulatan setiap negara. Terorisme merupakan kejahatan internasional yang menimbulkan bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia (threat to international peace and security), serta merusak dan merugikan kesejahteraan masyarakat.

Tindakan terorisme dikatakan sebagai “extra ordinary crimes” karena beberapa indikator. Dampak ISIS terhadap indikator-indikator sebagai berikut :

  • Melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan yang membahayakan HAM absolut (nyawa, badan, harta benda),
  • Mendayagunakan sistem jaringan (networking) baik nasional maupun internasional,
  • Menggunakan alat-alat komunikasi modern dan senjata-senjata yang potensial dapat menimbulkan banyak korban,
  • Sangat berbahaya terhadap ”human security”,
  • Didominasi oleh peranan ”non-state actors”,
  • Dilandasi oleh motivasi politik radikal atau atas dasar radikalisme/ ekstremisme agama yang sempit dan disertai militansi yang tinggi,
  • Berkaitan dengan kejahatan lain seperti pencucian uang, perdagangan senjata, narkotika, uang palsu, cyber crime dan lain-lain,
  • Bersifat dynamic, unpredictable, diverse (beraneka ragam), fluid (cair/ berubah-ubah), networked and constantly evolving,
  • Merupakan bahaya terhadap perdamaian dan keamanan internasional (threat to international peace and security). (Baca: Lemhannas RI, Peningkatkan Kewaspadaan Nasional Guna Mengantisipasi Tindak Terorisme Dalam Rangka Stabilitas Politik, Jakarta, 2009, h. 28.)

Berdasarkan pengamatan atas peristiwa terorisme, yang dilakukan oleh kelompok radikal Islam selama ini, baik yang terjadi pada perkembangan strategis lingkungan global, regional maupun nasional, nampak bahwa tindakan terorisme telah memenuhi unsur sebagai “extra ordinary crimes”.

Dengan pemahaman tentang tindakan terorisme seperti tersebut di atas, maka upaya untuk penyebaran organisasi dan ideologi ISIS, serta penanggulangan terorisme yang dilakukannya, harus dilakukan oleh negara dengan paradigma extra ordinary, bersifat luar biasa. Negara harus mengerahkan dan mensinergikan seluruh kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh bangsa dan negara, termasuk TNI – POLRI, dan kekuatan lainnya, dalam suatu sistem yang terpadu dan terkoordinasi dengan mengedepankan penegakan hukum, tanpa harus dianggap melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM).

Untuk itu, diperlukan regulasi perundang-undangan tentang pencegahan dan penanggulangan terorisme (gerakan radikal Islam), yang sesuai dengan dinamika perkembangan strategis nasional, regional, maupun global. Selain itu, perlu  pelibatan segenap kekuatan nasional di dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme dan gerakan radikal Islam.

Kemudian, perlu adanya pendekatan yang lebih persuasif dan edukatif terhadap mereka  dengan memberikan pemahaman tentang ajaran agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin, khususnya terhadap generasi muda, yang berpotensi memiliki pemahaman keagamaan yang radikal. Terkait dengan itu, juga perlu pemberian penguatan tentang wawasan kebangsaan, dalam rangka menyukuri anugerah Tuhan, yang telah menganugerahi bangsa Indonesia, dengan tanah air Indonesia yang indah, luas dan kaya raya.

Perlunya Sinergitas antara TNI dan POLRI

Dengan perundangan yang kondusif, maka aparat POLRI, TNI, dan intelijen juga akan bisa melakukan deteksi dan tangkal dini terhadap gejala yang dapat mengarah pada aksi terorisme dan radikalisme, sebelum hal itu terjadi. Pada saat yang sama, para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga bisa berperan memberikan edukasi tentang faham keagamaan yang konstruktif bagi keamanan dan pembangunan.

Terwujudnya sinergitas TNI, POLRI, aparat intelijen, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam penanggulangan terorisme, akan berkontribusi terhadap stabilitas keamanan. Kegiatan yang akan dilakukan oleh para pelaku teroris akan semakin terdeteksi sedini mungkin oleh stakeholders penanggulangan terorisme di seluruh wilayah NKRI.

Kondisi ini tentu akan mempersempit ruang gerak para pelaku teroris, dan akan mendorong mereka untuk mengurungkan niatnya. Selain itu, penegakan hukum dengan pemberian hukuman yang berat serta tidak memandang siapapun yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya tindak pidana terorisme diprediksikan akan mempengaruhi tingkat kesadaran para pelaku teroris untuk melakukan aksinya, dan akan memberikan efek jera terhadap siapa pun yang berniat ke arah itu.

Perlu juga dipertegas, bahwa terorisme adalah masalah serius, karena berpotensi mengganggu keamanan, bahkan eksistensi negara. Karena terorisme saat ini sudah dipandang sebagai musuh bersama, antar negara dunia, maka kerja sama dengan negara-negara lain, khususnya di ASEAN, merupakan suatu keniscayaan. Memang bukan perkara gampang, apalagi ada masalah sensitif di antara negara ASEAN, seperti soal perbatasan, namun sudah saatnya ASEAN berpikir lebih maju lagi.

Tanpa ada integrasi yang kuat, ancaman regional dan bahkan global tidak akan bisa diatasi dengan maksimal. Kendati demikian, tetap harus disadari, bahwa suatu negara tidak boleh terlalu bergantung kepada negara lainnya untuk melawan terorisme. Karena, untuk mengatasi suatu hal perlu mengetahui apa sebab hal itu muncul.

Apabila terorisme muncul karena kebijakan pemerintah yang tidak adil, maka perlu pembenahan akan hal itu. Selain itu perlu adanya rehabilitasi dan reintegrasi pihak-pihak yang pernah terlibat dalam terorisme, sehingga penanggulangan terorisme tidak dikesani melalui pendekatan senjata semata, melainkan juga disertai pendekatan yang lebih humanis.

Bila hal-hal itu dapat dimaksimalisasi dengan baik, maka kita bisa berharap potensi ancaman terorisme akan dapat dimaksimalisasi, dn stabilitas keamanan nasional akan terwujud. Dengan terwujudnya stabilitas nasional yang kondusif, akan memberi kontribusi terhadap ketahanan nasional bangsa Indonesia. Dengan stabilitas yang mantap, maka daya tangkal bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai gangguan dan tantangan, baik dari dalam maupun dari luar, dalam bidang ideologi, politik, sosial budaya, maupun perhanan keamanan akan semakin tangguh.

** Oleh: Prof. Dr. H. Adang Djumhur Salikin.

Untuk mendapatkan Makalah Perkembangan ISIS di Indonesia: Dampak ISIS Terhadap Keamanan Nasional”  silahkan download dibawah ini..!!

Perkembangan Isis di Indonesia: Dampak ISIS Terhadap Keamanan Nasional

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Nina Marlina Asriani NIM 1414143090 berkata

    ISIS merupakan organisasi yang menamakan atas ISLAM.. Tindakan yang dilakukan oleh anggota-anggota ISIS memang sudah melewati batas hukum maupun batas HAM, tindakan tersebut sudah menjadi kategori teror bagi masyarakat dunia, karena ISIS kina telah menyebar keberbagai negara yanjg salah satunya adalah Indonesia. Untuk itu perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak yang ada untuk menimalisir ideologi ISIS ini menyebar di Indonesia. Kerjasama ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan TNI atau anggota keamanan Negara saja, tapi juga harus adanya keterbukaan pemerintah kepada masyarakat tentang informasi apa saja yang diterima atau dimiliki pemerintah dan instansi keamanan negara kepada masyarakat lokal biasa, sehingga masyarakat mengetahui apa yang dilakukan ISIS dan sebagainya hingga dampak apa saja yang sekiranya akan ditimbulkan sehingga masyarakat mawas diri dan tidak terpengaruh akan ideologi yang diterapkan oleh terorisme ini…

  2. alialamsyah berkata

    Entah Apa Yang Diinginkan ISIS, isunya sih dibelakang ISIS itu Amerika Tapi entahlah Wallahu’alam,, perlu banyak Data dan Referensi Untuk membuktikan Itu,,,

  3. Jaka Radiana berkata

    Mungkin Empat Pilar Kebangsaan perlu benar-benar di sebarluaskan dan pembatasan Organisasi, agar orang Indonesia tidak berkelompok kelompok . Rawan banget tauran

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.