Home » Sastra Budaya » Novel » Novel Remaja » Darah Perawan Gadis Muda | Candu Asmara Remaja Part – 2

Share This Post

Novel Remaja

Darah Perawan Gadis Muda | Candu Asmara Remaja Part – 2

Darah Perawan Gadis Muda dalam Candu Asmara Remaja Part-2

Darah Perawan. Test Pack dan hasil pemeriksaan bidan terhadap air seni Kayla itulah, yang menyebabkan Indra pingsan. Hasil test itu, menunjukkan bahwa Kayla ternyata positif hamil. Semula Indra masih tidak yakin akan hasil test pack yang digunakan kepada air seni Kayla. Keraguan itu menyebabkan Indra harus memanggil seorang bidan dan ternyata hasilnya sama. Bidan menyatakan kalau Kayla memang benar-benar hamil. Bahkan usia kandungannya telah berlangsung selama tiga bulan. Betapa hal ini sangat mengguncangkan dan mengejutkan Indra. Kayla adalah anak yang sangat diidamkannya. Dia akhirnya hanya mampu menangis. Ya terus menerus menangis yang pada akhirnya pingsa.

Saat diketahui Kayla hamil, keluarga Indra terpukul hebat. Indra sadar bahwa Kakek Kayla adalah seorang tersohor dalam bidang agama dan tokoh masyarakat. Di kampung di mana dia hidup, mertuanya adalah tokoh yang cukup disegani. Ia dikenal begitu kuat mempertahankan nilai-nilai Islami dan demikian ekstrem jika ada tetangganya jika ketahuan melakukan hal-hal seperti itu.

Indra selalu berpikir, bagaimana anaknya atau cucu dari tokoh itu, ternyata tidak mampu menjaga wibawa keluarga besarnya. Tentu apalagi tak mampu menjaga nilai agama yang dianut kuat keluarga yang memang dikenal sangat taat. Tidak terbayang oleh Indra dan Shofia, bagaimana masyarakat mencibir jika situasi itu diketahui secara luas oleh masyarakat setempat.

Pertemuan dengan Kekasih Kayla

Setelah pencarian yang melelahkan, suatu siang, Indra yang diminta Shofia untuk datang ke rumah pacar Kayla itu akhirnya berkumpul. Shofia yang diantar supir dan Indra yang diantar anak laki-lakinya, akhirnya berkumpul di rumah kekasih Kayla. Tentu didalamnya ada pacarnya, Fredy. Dialah laki-laki yang diduga telah menghamili anak kesayangannya Kayla. Dalam pertemuan di rumah Fredy itu, orang tua Fredy tidak ada. Keluarga kaya ini rupanya berada di luar Kota. Ia termasuk pengusaha pakaian di Tanah Abang yang jarang pulang. Meski dengan sangat lemah, Indra dan Shofia berusaha mencari tahu, bagaimana cerita ini bermula. Mengapa semua itu harus dilakukan. Keduanya diam dan tak ada satupun yang buka mulut. Setelah tidak ada jawaban dan jalan keluar, mereka akhirnya pulang dengan membawa Kayla ke rumahnya.

Indra, Shofia dan supir serta adik Kayla pulang. Kayla yang sedang hamil muda tak menunjukkan gejala aneh selain terlihat sangat polos dan menununjukkan gelaja defresi. Di jalan mereka bersepakat untuk tidak memberitahu siapapun akan apa yang menimpa Kayla. Mereka mencari jalan ke luar agar situasi ini tertutup rapat. Mereka berupaya untuk tetap biasa dan situasi ini berjalan apa adanya. Tidak terkesan ada sesuatu yang membahayakan secara sosial terhadap keluarga besarnya.

Kemarahan Indra dan Shofia terhadap Kayla, mampu dijaga begitu mereka masuk ke rumahnya. Kayla disuruh tidur di kamarnya. Kayla yang tidak menunjukkan rasa sesal hanya terlihat defresi itu, berebah di kamarnya. Ia didampingi Shofia, ibunya. Saat mereka berada di kamar Kayla itu, tanpa diduga, Shofia menemukan buku harian Kayla. Di buku itu dijelaskan bagaimana perjalanan dan situasi yang menyebabkan Kayla hamil

Rekomendasi untuk anda !!   Mendaki Ke Puncak Asmara | Candu Asmara Remaja Part - 3

X File Menjelaskan Segala Peristiwa

.Dalam X File itu, terkisah semua pertiswa yang menimpa Kayla. Dengan sangat hati-hati, Shofia membaca satu kata dengan kata lain, yang mencatatkan bagaimana peristiwa yang menimpa Kayla bermula. Inilah petikan cerita itu.

“Hari ini, Januari 2005, aku pulang sekolah. Supir keluarga tidak menjemputku ke sekolah entah mengapa. Siang itu, akhirnya aku berjalan ke luar sekolah pula dengan mengendarai angkot. Saat berada di jalan sambil menunggu angkot itu, tiba-tiba aku digoda tiga orang pemuda. Parasku memang sering disebut sangat cantik dan lembut. Seksfil-ku juga katanya banyak menarik laki-laki siapapun yang melihatnya. Termasuk banyak guru laki-laki yang menggodaku. Tiga laki-laki itu tampak seperti sedang mabuk. Godaan ketiganya, sudah sangat keterlaluan dan membuat aku sangat ketakutan.

Dalam suasana yang kalut dan ketakutan itulah, tiba-tiba tanpa diduga, muncul sosok laki-laki pendek, tidak ganteng dan terkesan kumuh membantuku. Tiga laki-laki itu dipukul dengan keras dan ketiganya tumbang. Mereka lari tunggang langgang. Akhirnya, aku selamat. Setelah reda, laki-laki itu memperkenalkan diri dengan menyebut namanya Fredy. Entah mengapa, aku merasa aman dan nyaman. Aku merasa terlindungi oleh laki-laki pendek itu.

Inilah awal ceritanya. Setelah kejadian itu, aku memberi nomor Hand Phon dan Fredy juga memberi nomor HP-nya kepadaku. Akhirnya kami sering saling ngontak, saling kirim sms dan saling janjian. Termasuk ketika Kayla akan pulang sekolah. Singkatnya, Aku sering diajak pulang bareng bersama Fredy.

Cintapun Akhirnya Bersemi

Berbagai pertemuanku dengan Fredy, membuat aku yang baru berumur 17 tahun ini, akhirnya luruh dalam hati Fredy. Umurnya dua tahun lebih tua dariku. Sampai suatu waktu, aku diajak main ke rumah Fredy. Aku sedikitpun tidak pernah merasa takut dan dalam kasus tertentu aku senang. Entah mengapa, sejak kejadian itu, aku merasa nyaman dan tenang, bareng berjalan bersamanya. Pun ketika aku diajak ke rumahnya, sejujurnya aku sangat bahagia.

Di rumah Fredy suasana rumah sangat sepi. Orang tua Fredy adalah pebisnis di Tanah Abang yang jarang pulang. Suhu udara tak biasanya sangat dingin. Fredy yang sudah terbiasa memegang tangan Kayla saat boncengan naik motor atau naik mobil, tidak sedikitpun menggangguku. Malah sejujurnya aku bahagia dibuatnya. Namun saat berada di rumah Fredy, kebiasaan itu bertambah agresif. Mungkin karena didukung suasana romantisme alam yang melingkupi kami semua.

Baca Juga : Novel Candu Asmara Remaja Part-1

Di rumah itulah, aku untuk pertama kalinya dipeluk dan dicium Fredy dengan hangat. Inilah ciuman pertamaku dalam hidup. Aku mengatakan ke Fredy: Ka … Inilah ciuman pertamaku. Jujur aku hampir pingsan dibuatnya saking sangat romantisnya.” Keningku dicium dengan manja. Lalu lama kelamaan, ia mencium pipi dan terakhir bibirku.

Sampai pelukan dan ciuman seperti ini, aku ikut merasakan bagaimana bahagianya dia menikmati suasana romantis yang baru pertama kali aku peroleh dari laki-laki yang merasa telah menjadi pahlawanku. Namun ketika ciuman itu, memasuki unsur-unsur tertentu yang sangat sensitif dalam tubuhku,  aku berontak dan menolak dengan sangat kasar.

Rekomendasi untuk anda !!   Kayla Kembali Jatuh Cinta | Candu Asmara Remaja Part - 9

Ssst … Fredy. Jangan … ini bahaya. Aku tidak suka. Fredy dengan santun mengatakan, mohon maaf. Kayla aku lupa diri. Akhirnya mereka berdua tersenyum dan menghentikan aktivitas ciumannya. Mereka, kembali duduk di balai rumah sambil menyaksikan bagaimana burung-burung bersiul, bernyanyi satu sama lain yang dimiliki orang tua Fredy.

Saat-saat Kayla Terangsang Asmara

Lama mereka tinggal di teras rumah itu. Sampai aku kata Kayla tampak haus dan minta idzin untuk mengambil air. Tetapi Fredy buru-buru mengambilnya dan mohon maaf dia lupa tidak memberinya air sejak kedatangannya di rumah itu. Saat sampai di dapur itulah, Fredy justru berulah. Dia memasukkan obat perangsang –yang sebenarnya mungkin sudah dia rencanakan– ke dalam air putih yang dicampur es dan dikuceknya dengan kuat. Air di gelas itu tidak menunjukkan warna apapun kecuali air bening itu sendiri yang bercampur es.

“Tanpa berpikir panjang, aku meneguk air minum itu dengan kuat. Semula aku seperti segar. Namun 10 menit kemudian, pandangan mataku menjadi aneh. Jika tadi saat aku berciuman pertama, aku yang meminta menghentikan ciuman itu. Tetapi, sesaat itu, justru akulah yang agresif. Akulah yang pertama kali memegang tangan Fredy dengan lembut dan hangat. Aku ingin memeluk dan ingin dipeluk Fredy dengan kuat. Kepalaku disandarkan kepada bahu Fredy. Fredy kemudian beraksi dengan mencium pipi dan bibirku dengan hangat juga. Dipeluknya aku dengan erat dan aku begitu bersemangat melakukan hal yang sama.

Saat itu, Fredy yang justru berkata: “Kayla jangan”. Kata kamu ini bahaya. Tetapi, aku demikian agresif dan membuka satu persatu pakaiannya. Ia juga membuka satu persatu pakaian yang digunakannya. Akhirnya, kami berdua menjadi telanjang dan bergumul di sebuah kasur empuk layaknya suami istri. Aksi itu, baru berakhir, ketika aku dan Fredy sama-sama puas. Kebahagian itu tak pernah aku miliki. Aku juga berkata: “Terima kasih Ka Fredy. Aku sangat bahagia”. Sambil mencium bibir Kayla dengan lembut, Fredy-pun mengatakan hal yang sama, terima kasih kepadaku .”

Bercak Darah Keprawanan

Ketika mereka bangun, di Sprey putih terdapat beberapa bercak darah merah. Itulah darah keperawanan Kayla. Kayla berkata: Lihatlah kesucian cintaku. Itulah darah keperawananku yang kuberikan hanya untuk kamu. Dan kamulah yang mengambilnya. Mereka tersenyum bahagia. Aku meminta idzin untuk mandi. Akhirnya, kami berdua mandi bersama. Kami saling membersihkan tubuh masing-masing. Lalu aku pamit minta pulang dan dianter Fredy dengan penuh semangat. By. Charly Siera — Bersambung.

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>