Inspirasi Tanpa Batas

Belief Adalah Dasar Keberhasilan Diri

ilustrasi
0 21

Mereka yang tidak meragukan dan berakibat untuk tidak diragukan pihak lain, akan lahir bersamanya, sikap kompetitif untuk siap dipertandingkan. Mengapa? Karena secara natural ia memiliki kehebatan dan kemampuan lebih dibandingkan dengan manusia yang lain. Sikap manusia yang demikian, tumbuh karena didorong oleh suatu keyakinan (imanitas) yang mendalam dalam hidupnya yang menisbatkan bahwa tidak mungkin manusia berhasil tanpa dorongan keyakinan. Jadi, keyakinan atau imanitas akan tumbuh dengan sendirinya sebagai sesuatu yang fundamental dalam hidup mereka.

Mereka akan sadar bahwa keidupan harus dan akan selalu diawali oleh dasar-dasar keyakinan yang tepat dan pas menurut habitnya sebagai manusia. Tanpa keyakinan yang kukuh dan kokoh akan sesuatu, secara praktis hanya akan mendorong dirinya untuk terjerumus ke dalam lubang kesesatan yang penuh kehinaan.

Masalahnya kepada apa keyakinan itu harus dilakukan dan diberikan? Keyakinan itu ternyata harus bergerak dalam dua wilayah yang tampak diametral dan tampak berbeda, namun secara faktual ternyata memiliki fungsi yang tidak mungkin dipisahkan. Keyakinan dimaksud berkisah soal pengakuan manusia akan adanya dua yakni alam empiris dan alam meta empiris atau metafisik. Sesuatu yang meta empiris atau metafisik ini, dalam bahasa agama sering diperkenalkan dengan kepercayaan akan sesuatu yang ghaib.

Kembali ke soal manusia yang kompetitif, secara empiris ia akan selalu sadar bahwa dirinya bukan saja hadir dalam dua realitas yang saling membantu (empiris dan meta empiris), tetapi juga sekaligus pengakuan bahwa tidak mungkin ada yang empiris tanpa ada eksistensi yang metafisik, meki tidak setiap ketiadaan yang empiris selalu bermakna ketiadaan yang metafisik. Setelah kesadaran ini terbentuk, ia baru akan mengerjakan shalat dalam setiap titah dan lakon hidupnya, kemudian ia memiliki kemampuan dan kesadaran untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk kemaslahatan umat manusia yang banyak. Di sinilah wujud eksistensial manusia kompetetif akan tumbuh menjadi energi kehidupan bagi umat yang kompleks.

Manusia kompetetif karena itu, ujungnya ia akan tampil yang dalam bahasa saya sering disebut sebagai manusia yang hidup dengan kesadaran biologis, kemudian tumbuh menjadi manusia yang sadar akan realitas. Dua kesadaran ini, akan mendorong dirinya untuk sadar secara sosial.  Nah, masalahnya bagaimana mungkin kita tumbuh sebagai agen sosial yang baik, tanpa didahului oleh sikap kita yang sebelumnya berjiwa kompetetif.

Komentar
Memuat...