Definisi dan Sejarah Manajemen Mutu

0 1.226

Manajemen berasal dari kata management (bahasa Inggris) yang disimplikasi dari kata to manage yang berarti mengatur atau mengelola sesuatu. Kata manage itu sendiri, berasal dari bahasa Italia yaitu meneggio yang diadopsi dari bahasa Latin managiare yang berasal dari kata manus yang artinya tangan.

Dalam bahasa Arab, kata tangan sering diterjemahkan dengan yad yang mengandung arti kekuasaan, kemampuan dan kemampuan memberikan petunjuk untuk menggerakkan pihak lain.

Pengertian  di atas, menunjukkan bahwa kata manajemen, dapat dibuat suatu pembatas atau definisi sebagai berikut: “Bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencana (planing), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controlling)”. Jadi manajemen  pada dasarnya adalah upaya mengatur segala sesuatu (sumber daya) yang ada untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu organisasi yang dalam setiap keputusan dan kebijakan organisasi dimaksud, selalu berorientasi pada perencanaan, pengorganisasian, penyusunan tugas kerja bagi pelaksana, pengarahan dan evaluasi terhadap segala capaian.

Definisi Manajemen

Berikut dijelaskan beberapa definisi tentang manajemen menurut analisa para ahli manajemen yang berhasil peneliti kaji. Rumusan manajemen ini memang masih umum, tetapi, melalui kajian yang sipatnya umum ini, tergambar pula ruang kajian manajemen mutu. Pengertian dimaksud adalah:

  • SP Hasibuan

SP Hasibuan (1989), mengemukakan bahwa, manajemen adalah ilmu seni yang mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

  • Harlod Koonts dan Cyril O’Donnel

Harlod Koonts dan Cyril O’Donnel mengemukakan bahwa manajemen adalah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

  • Gibson

Gibson (1982), mendefinisikan manajemen adalah suatu teknik mengatur sesuatu sehingga maksud dan tujuan dari sekelompok manusia yang terhimpun dalam organisasi tertentu dapat ditetapkan, dijelaskan dan dijalankan.

  • Gregory Mc Laughlin

Gregory Mc Laughlin (1995), menjelaskan makna manajemen sebagai suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber yang lainnya.

  • Peter F. Dracker

Peter F. Dracker (1982) menyebutkan bahwa manajemen harus memberikan arah pada lembaga yang dikelolanya. Ia harus memikirkan misi lembaga itu, menetapkan sasaran-sasaran, dan mengorganisasikan sumber-sumber daya yang ada untuk untuk tujuan-tujuan yang telah di gariskan oleh lembaga tersebut.

Manajemen dalam pengertian di atas dapat diterjemahkan dengan “seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain atau melalui keterlibatan pihak lain”. Definisi manajemen semacam ini, paling tidak dapat dibaca dari tulisan Mary Parker Follett yang menyebut bahwa manajemen sangat erat kaitannya dengan upaya melakukan kerjasama dan atau sama-sama bekerja dalam menyukseskan suatu pekerjaan.

Jika manajemen didefinisikan semacam itu, maka pengertian manajemen mengandung perhatian pada kenyataan ril, yang membutuhkan seorang menajer dan sejumlah orang yang untuk mencapai tujuan suatu organisasi dengan cara mengatur orang lain untuk melaksanakan tugas apa saja yang mungkin diperlukan dalam rangka mencapai tujuan dimaksud. Dengan kata lain,  manajemen adalah upaya atau cara melaksanakan pekerjaan dengan cara melibatkan orang lain atau pihak lain.

Definisi Manajemen Mutu

Istilah mutu pada awalnya digunakan untuk produk suatu perusahaan atau produk suatu industri dalam bidang-bidang yang disebut teknologi. Di lain sisi, istilah mutu juga dapat diterjemahkan kepada produk jasa. Dalam pengertian ini, mutu dapat diterjemahkan dengan kualitas (quality) suatu barang atau suatu pekerjaan yang dihasilkan dari produk jasa tertentu yang diminta user kepada produsen penyedia jasa atau penyedia barang. 

Pendapat ini, diadopsi dari pemikiran Joseph Martinich, yang menyebut quality is fitness for use (mutu produk berkaitan dengan enaknya barang yang digunakan). Artinya, apabila suatu barang layak dan baik digunakan, atau suatu jasa dapat mengenakan pengguna jasa, berarti barang atau jasa tersebut bermutu baik.

Sejarah Manajemen Mutu

Manajemen mutu (management of quality), dapat disebut sebagai istilah baru meski mungkin pada tataran impelementasi telah dilakukan banyak pihak dalam waktu yang cukup lama. Dalam tulisan Armand V. Feigenbaum, secara historis sejak awal abad kedua puluh, upaya melakukan kontrol terhadap kualitas suatu produk telah dilakukan para industriawan dengan harapan setiap pelanggan memiliki ketergantungan dengan produk yang dihasilkan. Hanya saja, sifatnya masih sangat sederhana dan terus bergerak. Manajemen mutu bergerak setahap demi setahap mulai dari prinsip operator (1900 M); foreman (1918 M); inspection (1937 M); statistical (1960 M); dan total quality control (1980 M).

Istilah total quality control secara akademik telah diperkenalkan sejak tahun 1980 Masehi. Rumusan ini muncul untuk mengantisipasi menguatnya peran birokrasi dalam berbagai leading sektor kehidupan masyarakat termasuk melakukan infiltrasi terhadap produk industri. Birokrasi telah berada sebagai mainstrem tunggal sehingga seolah-seolah dapat menjadi penentu segala arah. Padahal di sisi lain, lembaga-lembaga perusahaan dituntut memperkuat basis perusahaan dimaksud ketika berhadapan dengan perusahaan lain yang semakin hari semakin kompetetif. 

Quality of Management

Dengan pengertian semacam itu, maka apa yang disebut dengan quality of management akan menyangkut berbagai segi. Di antara segi-segi dimaksud adalah, to design, to produce, to deliver (menyerahkan kepada konsumen) dan pelayanan pada konsumen (consumers service). Dalam kasus tertentu, layanan pada konsumen ini bahkan dapat dipandang sebagai sesuatu yang sifatnya keharusan mengingat management of quality menuntut orientasi utama kepada konsumen (quality is customer oriented) atau pada kepuasaan pelanggan.

Kompetisi produk perusahaan, tidak lagi dapat dipertahankan melalui mekanisme hasil produksi murni, tetapi, juga mencakup dimensi-dimensi lain. Termasuk layanan dan jasa dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dan keterbukaan dengan semangat untuk memuaskan pelanggan. Hal ini dapat ditelusuri misalnya dari pemikiran Joseph M. Juran yang dikutip dari Jerome S. Arcaro yang menyebut bahwa titik fokus philosofi, manajemen mutu adalah keyakinan organisasi terhadap produktivitas individual.

Mutu dapat dijamin dengan cara memastikan bahwa setiap individu memiliki bidang yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaannya dengan tepat. Tujuan utamanya adalah terpuaskannya setiap pelanggan atau pengguna jasa. Sebagai gambaran definisi, bahwa mutu atau kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang dapat memenuhi atau melebihi harapan. ***H. Edeng Z.A

Bahan Bacaan:

Masyhud Ali. Manajemen Resiko: Strategi Perbankan dan Dunia Usaha Menghadapi Tantangan Globalisasi Bisnis.  Jakarta: Rajawali Press, 2006.

Peter F. Drcker. Management Tasks: Responsibility and Practies. Jakarta: Erlangga, 1982

Peter L. Berger. Humanisme Sociology. Terj. Jakarta: Inti Sarana Aksara, 1985

Armand V. Feigenbaum. Total Quality Control: Third Edition, Revised. Singapore: Library of Congress Catalogging-in-Publication Data, 1991.

S.P Hasibuan.  Manajemen Dasar: Pengertian dan Masalah. Jakarta: Erlangga, 1989

Harlod Koonts dan Cyril O’Donnel.  Management. Eight Edition. Jakarta: Erlangga.

Gibson. Organization. Jakarta: Erlangga, 1982.

Gregory Mc Laughlin, Total Quality Reasearce and Development, Florida, St, Lucie Press, 1995.

Joseph Martinich. Production and Operation Management. USA: Jhon Wiley & Son Inc., 1997

Sallis E. Total Quality Managemen In Education, Managemen series, Philadelphia London, Kogenpage 1993

Jerome S. Arcaro. Pendidikan Berbasis Mutu: Prinsip-Prinsip Perumusan dan Langkah Penerapan. Jakarta:  Pustaka Pelajar, 2005

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.