Definisi Pembelajaran

definisi Pembelajaran
0 1.025

Definisi Pembelajaran. Pembelajaran terstruktur dari kata ajar. Memperoleh awalan pe dan akhiran an. Banyak masyarakat menganggap bahwa kata pembelajaran sama dengan kata pendidikan. Padahal keduanya berbeda. Pembelajaran lebih mengedepankan prinsip-prinsip transformasi pengetahuan yang bersipat teknis, tidak filosofis sekaligus tidak substantif.

Misalnya, jika ada seorang guru mengajarkan berapa rukun iman. Berapa rukun Islam, atau apa makna iman dan makna Islam, maka, ketika guru menyampaikan definisi iman, Islam dan Ihsan atau jumlah dalam rukun iman dan jumlah dalam rukun Islam, maka, ia sedang menjadi seorang pembelajar. Tetapi, ketika seseorang mengatakan atau mengajarkan kenapa manusia mesti beriman, maka, ia sedang menjadi seorang pendidik.

Karena itu, pembelajaran tentu berbeda maknanya dengan pendidikan. Dalam bahasa Inggris, kata pembelajaran disetarakan dengan kata¬†learning. Bahasa Arab menyebutnya dengan kata ta’lim. Makna yang terkandung dari kata pembelajaran adalah menyampaikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada mereka yang belum mengetahui atau belum mengaksesnya.

Waktu menjadi Terbatas

Waktu yang digunakan untuk pembelajaran relatif lebih terbatas dibandingkan dengan waktu yang harus digunakan seseorang untuk memberlangsungkan pendidikan. Itulah, jika kita mengutif tulisan prof. Syuaeb Kurdie, disebutkan bahwa pembelajaran lebih mengedepankan penguasaan seseorang di dalam kelas atau di tempat-tempat tertentu di mana pelatihan atau kegiatan pembelajaran diberlangsungkan. Dalam tulisannya, Syuaeb Kurdie (2014) lebih jauh menyatakan bahwa  pembelajaran akan mengajarkan seseorang akan sesuatu yang sipatnya sangat partikular.

Lyceum Indonesia menelusuri lebih jauh filosofi pembelajaran ke dalam berbagai sumber terpercaya. Hasilnya, menyimpulkan bahwa pembelajaran memang harus diakui menjadi pintu bagi keberlangsungan pendidikan, meski, pendidikan tidak identik dengan pembelajaran. Proses pendidikan dapat dilangsungkan salah satunya melalui proses pembelajaran hanya setelah proses pembelajaran berlangsung, harus diteruskan dengan membangun jiwa kemanusiaan peserta didik.

Dr. Ety S. Tisnawati (2012) dalam disertasinya menyebutkan bahwa, di sekolah-sekolah Indoesia hari ini, ternyata lebih banyak mengedepankan prinsip pembelajaran dibandingkan dengan pendidikan. Karena itu, banyak sekolah yang berhasil membelajarkan peserta didiknya, tetapi gagal membangun jiwa kemanusiaannya. Mengapa? Karena sekolah masih terjebak dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan proses pendidikan. Team Lyceum.

Komentar
Memuat...