Definisi Pendidikan Dan Pemahaman Pendidikan

10 532

Perubahan perilaku bagi manusia adalah tujuan akhir dari segala yang diupayakan dalam proses pendidikan. Untuk menuju kepada perubahan tersebut, setidaknya terlebih dahulu harus membahas wacana makna pendidika, manusia dengan berbagai wacana yang melingkupinya dan pendekatan terhadap perubahan perilaku manusia. Setelah itu baru merenungkan beberapa statemen tentang hubungan logis antara  urgensi pendidikan dan perubahan perilaku (moral). Tulisan ini tidak memfokuskan pada justifikasi ilmiah tentang urgensi moral dalam pendidikan, tetapi akan melihat bagaimana signifikansi pendidikan terhadap perubahan perilaku (moral).

Definisi Pendidikan Dan Pemahaman Pendidikan

Banyak ahli telah membahas definisi “pendidikan”, tetapi  mengalami kesulitan dalam mencari keselarasan  yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti; banyaknya jenis kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai kegiatan pendidikan, luasnya aspek jangkauan pendidikan serta   pendidikan terkait erat dengan aspek psikologis. Akhirnya perumusan definisi pendidikan berpengaruh dengan subyektifitas masing-masing. Di antara difinisi-difinisi tersebut adalah:

Pendidikan adalah bimbingan atau pemimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan anak didik, jasmani maupun ruhani, menuju terbentuknya kepribadian yang utama (Ahmad Marimba: 1998: 19).

Menurut definisi ini pendidikan hanya terbatas pada pengembangan pribadi anak didik yang dilakukan oleh pendidik. Sementara interaksi alam dan lingkungan kurang diperhitungkan. Dalam hal ini pendidikan menjadi sempit, hanya dilakukan di sekolah, lembaga formal dan hanya untuk usia anak.

Pendidikan adalah pengembangan pribadi dalam semua aspeknya,  baik oleh diri sendiri, lingkungan dan orang lain, baik  aspek jasmani, akal, dan hati (Ahmad Tafsir: 1999: 27).

Dalam konteks ini,  tugas pendidikan bukan sekadar meningkatkan  kecerdasan intelektual,  tetapi juga mengembangkan seluruh aspek kepribadian anak didik. Definisi inilah yang dikenal dengan istilah tarbiyah, di mana peserta didik bukan hanya sekedar orang yang mampu berfikir, tetapi juga orang yang belum mencapai kedewasaan. Dalam hal ini, pendidikan  tidak dapat diidentikkan dengan pengajaran.

Pendidikan adalah tuntunan segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka kelak menjadi manusia dan  anggota masyarakat yang dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. (Abu Ahmadi: 1991: 99)   

Definisi-definisi di atas, ada yang mengkhususkan pendidikan hanya untuk anak yang hanya dilakukan oleh lembaga/institusi khusus dalam rangka mengantarkan kepada masa kedewasaan. Tetapi ada juga yang menjadikan  pendidikan berlaku untuk semua orang yang dapat dilakukan oleh semua orang bahkan lingkungan. Keduanya memiliki kesamaan tujuan yaitu untuk mencapai kebahagiaan dan nilai kemanusiaan yang tinggi.

Simpulan

Definisi-definisi tersebut dapat disederhanakan bahwa pendidikan adalah;  seluruh aktivitas atau upaya secara sadar yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik terhadap semua aspek perkembangan kepribadian, baik jasmani maupun ruhani, secara formal, informal maupun non formal yang berjalan terus menerus untuk mencapai kebahagiaan dan nilai yang tinggi, baik nilai insaniyah maupun ilahiyah pada diri manusia.

Dalam hal ini, kegiatan pendidikan dapat dilakukan oleh tiga kelompok yaitu; diri sendiri, lingkungan (alam) dan orang lain.  Jangkauannya mencakup tiga wilayah; yaitu jasmani, akal dan hati. Sementara  tempatnya juga mencakup tiga wilayah yaitu; rumah, sekolah dan lingkungan.

Dalam konteks di atas, pendidikan berarti upaya menumbuhkan kepribadian serta menanamkan rasa tanggung jawab. Fungsi pendidikan terhadap diri manusia laksana makanan yang berfungsi memberi kekuatan, kesehatan dan pertumbuhan, sebagai persiapan untuk mencapai tujuan hidup secara efektif dan efesien” (Azyumardi: 199: 4). Oleh karenanya, sistem dan tujuan pendidikan bagi suatu masyarakat tidak dapat diimpor atau diekspor dari atau ke suatu masyarakat.

Pendidikan harus timbul dari dalam masyarakat itu sendiri, ia seperti halnya pakaian yang harus diukur dan dijahit sesuai dengan bentuk dan ukuran pemakainya. Ia berdasarkan identitas, pandangan hidup, serta nilai-nilai yang ada pada masyarakat itu sendiri (M.Quraish Shihab: 1999: 173). Dr. Ahmad Munir, M.Ag. Dosen STAIN Ponorogo

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. ABDURRAHMAN HASYIM ( MPI-4 ) berkata

    saya sangat setuju bahwa pendidikan untuk memanusiakan manusia. dengan pembelajaran manusia dapat mentransformasikan ilmu pengetahuan kpd orang lain, karena dengan pendidikan bisa membuat manusia berfikir dengan baik

  2. Sri hardianti_MPI_4 berkata

    saya sangat setuju bahwa pendidikan untuk memanusiakan manusia. dengan pembelajaran manusia dapat mentransformasikan ilmu pengetahuan kpd orang lain

  3. Mohamad Ayip Anwar berkata

    Menurut Abu Ahmad : Pendidikan adalah tuntunan segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka kelak menjadi manusia dan  anggota masyarakat yang dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. (Abu Ahmadi: 1991: 99)   

  4. Nurfika berkata

    pada dasarnya pendidikan itu sangat penting bagi kelangsungan kehidupan, dengan pendidikan melahirkan generasi-generasi yang berkualitas untuk kemajuan bangsa dan negara. oleh karena itu pendidikan bagi siswa tidak hanya penguasaan bahan (materi) saja, namun harus dibarengi dengan pendidikan psikomotorik, afektif & kognitif agar menjadi siswa yg kreatif dan inovatif, tidak lupa juga pendidikan terhadap siswa harus disertai dengan pendidikan agamis agar siswa memiliki akhlak, moral yg baik.

  5. ROYAN berkata

    Pendidikan itu suatu usaha sadar yang di lakukan manusia untuk mencapai tingkat kesempurnaan dalam hidupnya. Karena dalam pendidikan itu Perubahan perilaku manusia itu adalah tujuanya,dalm dunia pendidikan manusia itu akan lebih cenderung peka dalam kondisi yang di hadapinya dalam hal ini manusia sebagai perilaku dan target dalam pendidikan di wajibkan untuk bisa merasakan pendidikan yang ada.karena konci sebuah bangsa yang ingin maju itu harus mengutamakan pendidikan rakyatnya. Karena dalam pendidikan akan terciptanya kesempuranan dan kesejahtra’an dalam hidup

  6. BETTY NOVITA SARI berkata

    Pendidikan dengan prespektif pain upaya memanusiakan manusia. Dengan adanya pendidikan kita menjadi lebih tau. Peka terhadap lingkungan sekitar kita. Baik dalam lingkungan keluarga sampai dengan masyarakat kita harus mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Kita khususnya sebagai orang yang berpendidikan harus berbeda dengan orang yang tidak berpendidikan.harus bisa membawa perubahan. Agen pendidikan utama adalah keluarga (Sopan santun dan norma norma yang tidak tertulis tentunya) sampai dengan pendidikan perguruan tinggi. Yang dapat kita dapatkan dari seorang pendidik kepada pesrta didik untuk menyampaikan ilmu kepada kita. Pendidikan adalah Hak setiap warga negara.

  7. Neng Syifa Nur berkata

    Menurut pendapat saya pribadi tentang definisi pendidikan adalah pendidikan merupakan suatu lembaga yang penting yang harus kita pelajari. Kenapa penting? Karena jika lau manusia tidak memahami dan mengetahui tentang pendidikan maka yang akan terjadi mungkin manusia akan menjadi manusia yang bisa di katakan bodoh. Karena pendidikan itu tidak lepas dari yang nama nya pengetahuan. Dan menurut dosen saya yaitu Prof. Dr. Cecep bahwa pendidikan itu adalan mentransformasikan nilai nilai dan tujuan dari pendidikan itu jga adalah menjaga manusia agar tetap menjadi manusia yang seutuh nya, maksudnya itu menjadikan manusia menjadi manusia yang lebih baik menjadikan manusia yang berpindikan, menjadikan manusia supaya memiliki pandangan yang luas. Sedangkan pengertian pendidikan berdasarkan apa yang di sampaikan oleh bapak pendidikan Nasional IndonesiaKi Hajar Dewantara, beliau telah menjelaskan tentang pengertian pendidikan sebagai berikut :“Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.” Ki Hajar Dewantara.

  8. ayu heti nursifa berkata

    Menurut UU No 20 tahun 2003 pasal satu bahwa pendidikan adalah usaha dan dasar terencana untuk menciptakan suasana proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dan memiliki pengendalian diri, kekuatan spiritual keagaman, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” pendidikan adalah proses belajar dan mengajar pola – pola kelakuan manusia menurut apa yang di harapkan oleh masyarakat, oleh karena itu pendidikan bisa di katakan interaksi pendidik dan peserta didik. Melalui pendidikan bisa mempengaruhi kepribadian seseorang menjadi lebih baik.

    Dalam UU No.20 tahun 2003 pasal 3 “Tujuan pendidikan Nasional berfungsi mengembangakan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban Bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik, agar mencapai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis.

  9. Anan Abdul Hanan berkata

    Dari definisi- definisi di atas memunculkan kesimpulan bahwa pendidikan itu adalah hak seluruh umat manusia..
    semua manusia diperbolehkan mendapatkan apa yang nama nya pendidikan …

    1. Lanlan Muhria berkata

      Dalam konteks Indonesia, sudah diamanatkan dalam undang- undang

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.