Inspirasi Tanpa Batas

Definisi Pendidikan

definisi pendidikan
0 992

Definisi Pendidikan. Pendidikan dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata education. Ia berbeda dengan pembelajaran. Dalam bahasa Arab, pendidikan disejajarkan dengan kata ta’dib atau tarbiyah. Tetapi mengecualikan makna dengan kata ta’lim. Mengapa? Karena  taklim lebih mengedepankan proses transformasi pengetahuan.

Pendidikan karena itu bukan hanya sekedar mengajarkan sesuatu kepada orang lain tentang sesuatu yang belum diketahui atau patut diduga tidak diketahui pihak lain. Pendidikan justru meletakkan diri pada makna yang lebih filosofis dan lebih substantif. Pendidikan lebih menitikberatkan pada perilaku yang bernilai. Inilah yang dalam bahasa Prof. Cecep Sumarna disebut dengan pembentukkan watak dan perilaku.

Cecep Sumarna dalam disertasinya menyebutkan bahwa pendidikan adalah suatu proses menjaga manusia agar tetap menjadi manusia. Sepintas mengesankan bahwa tulisan Cecep Sumarna menyebut bahwa banyak manusia yang tidak mengambil posisinya sebagai manusia. Ternyata setelah didalami lebih jauh, tulisan dimaksud menyodok prinsip filosofi, yang mengasumsikan bahwa manusia lahir dalam kesucian. Tidak ada manusia yang lahir dengan keburukan.

Pendidikan Fitrah Manusia

Fitrah yang dibawa manusia sejak dikandung, selalu berada dalam kesucian. Ia selalu condong pada kebenaran dan menolak segala bentuk kebathilan. Ia menyebut pikiran Langeveld sebagai sesuatu yang kongkret dan sangat tepat, terlebih ketika dihubungkan dengan hadits Nabi yang menyatakan bahwa manusia dilahirkan dalam kesucian. Hanya lingkungan di mana manusia bergaulah, yang akan mendorong dirinya untuk menjadi apapun; tentu dalam konteks kebaikan atau keburukan.

Kalau manusia lahir dengan sejumlah kebaikan dan jauh dari segenap keburukan. Maka, pendidikan memiliki asas yang sesungguhnya sebagai institusi yang seharusnya mampu menjaga kesucian manusia.

Jadi, jika ada lembaga pendidikan yang tidak mampu menjadikan peserta didik tetap berada dalam posisinya sebagai manusia yang suci, maka, pendidikan dimaksud patut dianggap gagal. Itulah mengapa UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Iman dan takwa bukan hanya menjadi core pendidikan nasional, tetapi, sesungguhnya menjadi core mengapa manusia harus dididik secara Islami.***Admin Lyceum Indonesia

Komentar
Memuat...