Inspirasi Tanpa Batas

Demo damai: Demi atau Karena Ahok Jakarta Memanas

0 7

DEMO damai: Gas air mata, akhirnya ditembakkan Pihak Kepolisian Republik Indonesia ke arah pendemo. Tetapi, hanya sedikit dari ribuan pendemo itu, yang undur diri dari arena demonstrasi. Nyala api kemudian menyalak, membakar dua buah mobil Brimob. Semburan gas air mata itu, ternyata tidak membuat mereka jera untuk membubarkan demonstrasi.Tembakan semakin sering terdengar, beriringan dengan semakin merayapnya waktu menjadi malam. Pukul 20.10 dan seterusnya, jalakan tembakan gas air mata itu, semakin tampak sementara bubungan api menyala dengan jalakan yang cukup tinggi. Inilah fenomena baru dalam suatu lakon Demi atau Karena Ahok hal ini harus terjadi.

Tembakan gas air mata dan pembakaran dua truck mobil Brimob di bakar di Istana itu, semakin tampak membuat bulu kuduk menjadi merinding, terlebih ketika demonstran mulai melemparkan botol aqua dan batu yang ada di sekitar mereka. Dengan kejadian itu, massa seperti terbakar jiwa dan semangatnya untuk terus berdemo dan tetap bertahan di Jakarta. Psikologi massa malah semakin massif, padahal seharusnya demonstrasi telah berakhir pada pukul 18.00. Para pimpinan demo, tetap yakin tidak akan membubarkan diri, jika, Presdien Jokowi belum juga datang menjumpai mereka, atau menetapkan Ahok sebagai tersangka.

JK Bertemu dengan Pimpinan Pendemo

Hanya JK, Wiranto, Panglima TNI dan Kapolri yang berani bertemu pendemo dalam waktu yang berbeda satu sama lain. JK yang tetap tinggal di Istana negara, memiliki potensi besar untuk melerai demontsrasi dimaksud, karena ia merupakan ketua umum DDI, Penasihat PB NU, Penasihat KAHMI dan Wakil Presiden, ternyata tidak berhasil meyakinkan demonstran meski ia telah mengutif pernyataan Kapolri yang mengatakan bahwa Kepolisian akan menuntaskan kasus Ahok dalam dua minggu ke depan.

Ahok masih asyik blusukan ke beberapa RW di Jakarta. Ia seperti tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar Istana Negara, Bundaran HI, sekitar gedung DPR RI, Masjid Istiqlal dan Monas. Ia seperti tidak peduli dengan sebutan sebagai Sosok Gubernur “Termahal” di Indonesia. Sementara itu, Wakilnya, Djarot meyakinkan konstituennya bahwa Ahok tidak akan mengundurkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur.

Sementara itu, Jokowi tetap melaksanakan tugasnya sebagai Presiden dalam bentuk melakukan kunjungan kerja ke Bandara Soekarno-Hatta. Sampai tulisan ini ditulis, belum ada satu pernyataanpun yang disampaikan Jokowi terkait dengan aksi demontstrasi yang masih berlangsung dimaksud. Apakah demontrasi ini akan terus berlangsung? Entahlah. Yang pasti semuanya tampak semakin bias, dan Ahok benar-benar menjadi sosok “termahal” sebagai salah satu Calon Gubernur di Indonesia.  (ALY)

Komentar
Memuat...