Desain Pendidikan ala Che Guevara dan Paulo Freire

0 248

Che Guevara dan Paulo Freire dua tokoh kemanusian, sama-sama memperjuangkan kebebasan. Satu bergerak di bidang pendidikan dan satu fokus pada gerakan gerilya. Che guevara tokoh revolis Kuba, dan Freire tokoh pendidikan latin (Brazilian).

“Manusia memiliki hak untuk merdeka, bebas, dan hidup dalam kesejahteraan”

Kebebasan dan kehidupan yang sejahtera, merupakan hak setiap manusia. Ketika ini tidak terasa dalam kehidupan maka perjuangkan. Perjuangan yang siap dengan resiko, siap dengan segala situasi dan kondisi. Berjuang dengan perang dan nyawa taruhannya.

Ketika mereka berdua memilih jalan yang berbeda namun melangkah dari dasar yang sama. Langkah awal Che dan Freire dimulai dengan menyerang mental dan rasa setiap orang. Diberi stimulan untuk menyadari, betapa penting dan berharganya kemerdekaan setiap manusia.

Paulo Freire adalah teman yang menyenangkan dan mentor yang pengasih. Dia orang sederhana yang selalu mendahulukan proyek tentang kebebasan manusia, daripada keuntungan pribadinya.

Paulo Freire

Che adalah orang yang mengaku bahwa tidak pernah menghasud orang, untuk berjuang dengan iming-iming materi. Che selalu berbicara ai???Aku akan memperkenalkan kepada orang tentang kebebasan dan berjuang dengan Cintaai???.

ai???Aku akan memperkenalkan kepada orang tentang kebebasan dan berjuang dengan Cintaai???.

Che Guevara

Freire yang memperjuangkan hakikat kebebasan manusia seluruhnya, dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, juga politik. Che yang juga memperjuangkan kebebasan manusia melalui jalan perang.

Dalam perjuangan mereka berdua terdapat dua pandangan yang menarik, yaitu mengenai konsep pergerakan mereka berdua. Pergerakan dimaksud adalah paham tentang pedagogik kritis, dan pedagogiAi?? revolusioner.

Pedagogi kritis: Proses Dialektis Dan Dialogis

Pedagogi kritis, merupakan proses dialektis dan dialogis yang mempercepat pertukaran antara timbal balik guru dan siswa. Pertukaran yangAi?? yang terlibat dalam tugas menyusun kembali, memfungsikan kembali, dan menggugat kembali, masalah pemahaman dirinya sendiri. Menjadikan dimensi-dimensi struktural dan rasional pengetahuan, dan dimensi-dimensi kekuasaan/pengetahuan sebagai induksi.

Pedagogi Revolusioner

Pedagogi revolusioner melangkah lebih jauh lagi, ia menempatkan relasi-relasi kuasa/pengetahuan dalam suatu benturan dengan kontradiksi-kontradiksi internalnya sendiri.

Benturan dahsyat itu tidak melahirkan resolusi epistemologis pada level yang lebih tinggi tapi melahirkan masyarakat baru yang sekaligus bebas dari perbudakan masa lalu. Sebuah visi dimana masa lalu bergaung dimasa kini, berdiri diluar dunia dan sekaligus disamping dunia.

Disebuah rumah pengetahuan dimana subjek mengakui dia berada didalam sebuah dunia dan tunduk padanya, namun bergerak melaluinya dengan kekuasaan untuk menyebut topik-topiknya, sehingga makna-makna tersembunyi dapat disingkap dalam kemungkinan aksidental kehidupan sehari-hari.

Pedagogi revolusioner menciptakan ruang naratif yang di adu domba dengan aliran alami kehidupan sehari-hari, dengan puitika sehari-hari agensi, perjumpaan, dan konflik. Dimana subjektifitas selalu lebur dan di dekontruksi.

Yakni, dimana subjektifitas berpaling dari dirinya sendiri, sehingga melahirkan afirmasi dunia dengan menyebutkannya, dan penentangan terhadap dunia dengan membongkar praktik-praktik penyembunyian yang selalu ada dalam proses penamaan dirinya sendiri.

Pandangan mengenai pendidikan yang mengarah pada penyadaran manusia tentang hakikat pribadi (dirinya sendiri). Pendidikan yang menggiring pemahaman manusia akan siapa sebenarnya manusia, dan bagaimana sebenarnya Manusia.

Pendidikan semacam itu di harafkan mampu menggali bibit-bibit manusia yang tergugah menperjuangkan harkat dan martabat manusia seluruhnya. Peduli terhadap masalah, peka terhadap situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan sunatullah.

Kesadaran yang di maksud, bukan kesadaran yang timbul dari doktrin, dan pemaksaan pemahaman guna menunjang kepentingan yang meng-atasnamakan revolusi.

Simpulan

Che dan Freire menggagas rasa, berusaha memancing sadar manusia, agar tau sebenarnya manusia itu berhak hidup dengan kesejahteraan, namun kesejahteraan yang tidak membuat orang sengsara. Kesadaran dan perjuangan kolektif menentang kapitalisme, imperialisme, dan penindasan terhadap hak manusia.


Sumber: CHE GUEVARA, PAULO FREIRE dan POLITIK HARAPAN: TINJAUAN KRITIS PENDIDIKAN diterjemahkan dari CHE GUEVARA, PAULO FREIRE AND THE POLITICS HOPE: RECLAIMING CRITICAL PEDAGOGY karya PETER MC LAREN Penerbit Indopublika, dengan sedikit penambahan.

Komentar
Memuat...