Home » Sosial » Hikmah Hidup » Kisah Inspiratif: Dewasa karena Terpaksa

Share This Post

Hikmah Hidup

Kisah Inspiratif: Dewasa karena Terpaksa

Dewasa karena Terpaksa. Kita sering menganggap bahwa kedewasaan muncul karena faktor usia, bagi sebagian orang hal tersebut memang sudah menjadi mindset yang pada akhirnya memunculkan anggapan bahwa dewasa itu ditandai dengan bertambahnya usia. Kedewasaan seseorang bisa ditandai dengan berbagai hal, diantaranya adalah kematangan  emosional, spiritual, perubahan karakter yang menjadi kunci terbentuknya kedewasaan.

Kedewasaan itu sendiri bisa muncul karena faktor lingkungan dan keadaan. Lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap berbagai hal tak terkecuali kedewasaan. Begitu pula dengan keadaan yang juga akan sangat berpengaruh terhadap kedewasaan, meskipun terkadang kedewasaan itu datang atas dasar paksaan dari keadaan itu sendiri. Seperti apa yang saya rasakan saat ini bahwa kedewasaan itu muncul karena “dipaksa keadaan”.

Seperti anak-anak pada umumnya yang mempunyai kegemaran atau hobi,  sejak kecil saya menyukai olahraga yaitu Sepakbola. Begitu senang dengan permainan ini, ketika kecil sampai-sampai sering dimarahi orang tua jika pulang menjelang maghrib atau tidak mengaji karena bermain bola. Betika beranjak remaja semakin menggilai olahraga ini, sampai pada akhirnya kehidupan ini dirusak oleh pergaulan. Dari mulai nongkrong, begadang sampai merokok yang membuat kegemaran pada olahragapun berkurang.

Seperti yang pernah diceritakan pada artikel sebelumnya yang berjudul Kekuatan Hati dalam Penderitaan, ketika kesehatan ayah terganggu dan mengalami penurunan kondisi semua keadaan berubah, yang pada awalnya hidup berkecukupan kamipun harus berjuang untuk setiap kali biaya pengobatan, belum lagi ketika uang jajan yang dulunya sangat bisa diandalkan untuk memenuhi kegemaran begadang, nongkrong, merokok perlahan berkurang membuat kondisi psikologis jadi terganggu. Pada akhirnya saya sering berdiam diri dan lebih suka melamun dari pada berinteraksi dengan orang-orang sekitar.

Rekomendasi untuk anda !!   Realitas Keghaiban Surga dan Neraka

Apalagi ketika lulus sekolah dan tak kunjung mendapatkan pekerjaan selama setahun, keadaan-pun semakin membuat terpuruk. Pada awal tahun 2009 akhirnya bisa juga bekerja, yah,, walaupun sebagai buruh harian lepas di pabrik pamannya orang tua. Tetapi di tempat kerja ini tidak pernah merasa mendapat perlakuan istimewa, tidak ada perlakuan khusus dari pemilik pabrik ataupun karyawan-karyawannya,  bekerja seperti karyawan pada umumnya dengan bayaran 17.500 perhari. Pekerjaan ini dijalani sampai pertengahan tahun 2010. Disamping itu juga nyambi jadi supir tidak tetap atau biasa dibilang supir “tembak” di tempat usaha paman yang menjajakan sandal ke warung-warung di daerah terpencil dengan bayaran 25 ribu sampai 35 ribu rupiah setiap kali menjadi supir.

Berangkat dari kondisi seperti inilah saya mulai berfikir tentang arti kehidupan, secara perlahan mulai menemukan jati diri. Dulu yang memang hanya memikirkan diri sendiri, tidak pernah mau peduli dengan keadaan orang tua, doyan keluyuran, begadang tetapi lama kelamaan hal itu tidak lagi tertarik dengan itu semua.

Kecintaan terhadap orang tua dan kedua adik juga semakin besar dengan adanya kondisi seperti ini. Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan studi dengan modal kepercayaan bahwa pendidikan itu penting, meskipun tidak pernah tahu bagaimana nanti untuk biaya kuliah dan berbagai keperluan lainnya, tetapi selalu mempunyai keyakinan bahwa ketika kita ada niat yang baik pasti Allah akan memberikan jalan.

Empat tahun menjalani masa-masa kuliah dengan kesederhanaan dan keprihatinan, bagaimana teringat dulu sering menahan keinginan seperti anak-anak kuliah pada umumnya dan juga bagaimana seringnya merengek diberikan keringanan biaya kuliah dan perpanjangan waktu pembayaran ketika Ujian tiba. Keadaan seperti inilah semakin membuat kedewasaan saya tumbuh, namun selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang tua minimal untuk tidak meminta ongkos dan jajan. untuk mengatasi semua itu lalu ada ide mencari kerja sambilan dari mulai melatih ekstrakurikuler di Sekolah-sekolah sampai menjadi supir dan juga sales.

Rekomendasi untuk anda !!   Yakin pada Kebenaran Kitab Suci Pintu Menuju Kebahagiaan | Takwa Part_5

Salah satu faktor kunci terbentuknya kedewasaan ini adalah keadaan, saya berusaha untuk tidak pernah mengecewakan keluarga karena menurut saya inilah salah satu cara untuk berterima kasih terhadap apa yang saya dapatkan selama ini. Dari sini pula awalnya saya bertekad untuk dapat memenuhi segenap kebutuhan keluarga yang memang menjadi kewajiban sebagai seorang kakak tertua dan anak pertama dikeluarga selepas meninggalnya Ayah. Lalu berjanji kepada diri sendiri bahwa singin membahagiakan dan membuat bangga ibu dan adik-adik.

Seperti apa yang dulu pernah dipatkan dari Ayah. Mungkin ini pula yang membuat diri ini merasa bahwa kedewasaan saat ini adalah buah dari “paksaan keadaan”. Apa yang di ceritakan ini adalah sekelumit perjalanan kehidupan, banyak hal yang bisa jadi faktor utama dalam terbentuknya kedewasaan tetapi hal-hal tersebut bisa menjadi sia-sia bila kita tidak bisa memaknai setiap apa yang kita alami dalam kehidupan kita. Jadi, maknailah apa yang pernah kita alami dalam kehidupan ini.

Penulis: Beni Kuntoro

Share This Post

4 Comments

  1. Dewasa karena tuntutan keadaan? Ya memang benar adanya seperti apa yang kita rasakan sekarang ini. Contoh hal terkecil adalah disiplin ketika masuk kuliah jam 7 pagi . So itu bagi saya sudah tuntutan keadaan yang perlu kita patuhi. Mau tidak mau suka tidak suka harus dipatuhi. Contoh lain dewasa cara berpikir agar tidak menuntut uang jajan selalu dari orang tua dan selalu manja dengan orang tua kita. Ah bagi saya itu tidak perlu, dewasa karena tuntutan keadaan ini sangat sangat memotivasi saya dalam menjalani hidup jauh dari orang tua. Berpikir kedepan ya jangan berpikir mundur. Apa yang bisa kita kerjakan, kerjakanlah. Selagi itu baik bagi kita dan tidak merugikan orang banyak. | 1415104018
    Nuhun

    Reply
  2. Yang perlu di ingat kedewasaan tidak di lihat dari usia, kedewasaan bisa terjadi karena faktor keluarga dan lingkungan. Contohnya remaja yang ditinggalkan oleh kedua orangtuanya kemudian dia harus memenuhi kehidupannya sendiri dengan bekerja keras.

    Reply
  3. Tidak heran jika sosok remaja dalam kutipan novel DEWASA KARENA TEEPAKSA diatas menjadi pribadi yang dewasa,kkedewasaannya dituntut karena meninggalnya ayahnya, dia dituntut menjadi sosok yang bertanggung jawab untuk ibu dan kedua adiknya, dan pekerja keras untuk kesuksesannya, apalagi dizaman sekarng ini sudah jarang anak muda yang mau bekerja keras untuk masa depannya apalagi dengan dia yang tergolong dari keluarga yang dulu bisa terbilang dari keluarga yang ada, dalam hal ini kedewasaan bukan dilihat dari usia saja, ta+i keluarga juga menjadi salah satu faktor dari kedewasaan seseorang.

    (1415104033 Tadris Ilmu pengetahuan Sosial A semester 3 IAIN SYEKH NURJATI CIREBON)

    Reply
  4. Diaz Ayu Sudwiarrum
    1415104029
    Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial A/3
    IAIN Syekh Nurjati Cirebon

    Kadang kita tidak pernah tau akan seperti apa hidup kita nantinya, roda kehidupan akan terus dan selalu berputar, bisa diatas bisa juga dibawah. Kalimat yang menyentuh hati saya “saya berusaha untuk tidak pernah mengecewakan keluarga karena menurut saya inilah salah satu cara untuk berterima kasih terhadap apa yang saya dapatkan selama ini. Dari sini pula awalnya saya bertekad untuk dapat memenuhi segenap kebutuhan keluarga yang memang menjadi kewajiban sebagai seorang anak tertua dan anak pertama dikeluarga selepas meninggalnya Ayah. Lalu berjanji kepada diri sendiri bahwa ingin membahagiakan ibu dan adik-adik. Seperti apa yang dulu pernah didapatkan dari Ayah.” Karena salah satu faktor kedewasaan adalah keadaan, dan bagaimana cara kita untuk bisa memaknai setiap keadaan yang kita alami dalam kehidupan kita.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>