Take a fresh look at your lifestyle.

Di Pesawat Spiritualitas Haji telah Bergema| Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 11

47 96

Di Pesawat Spiritualitas Haji telah Bergema – Tepat pukul satu dini hari, pesawat Saudi Arabia Airline (SAA), mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Seluruh Jamaah dengan penerbangan yang menggunakan pesawat, di mana Crhonos dan keluarganya, akan terbang. Inilah Boeing 747 yang memberangkatkan tidak kurang dari 800 jama’ah. Pesawatnya besar sekali.  Crhonos sendiri, rasanya belum pernah naik ke dalam pesawat sebesar ini. SAA direncanakan akan mendarat di Madinah. Setidaknya, itulah yang disampaikan Ketua Rombongan.

Namun pengumuman itu ternyata salah. Rombongan yang diikuti Crhonos, malah naik pesawat Garuda Indonesia Airline (GIA). Pesawat ini, berangkatnya memang hampir bersamaan dengan pesawat SAA. Hanya saja akan mendarat di Bandara King of Abdul Aziz, Jeddah, pada dini hari waktu setempat. Jama’ah tetap naik ke dalam pesawat yang juga besar.

Crhonos mengapit tangan Shofi, yang semakin terlihat sangat lemah. Ia menuntunnya dengan pelan dan dengan berbagai bacaan yang mampu dia lafalkan. Sampailah mereka di kursi sesuai dengan permohonannya, agar mereka ditempatkan dalam kursi yang berjejer. Shofi minta duduk di kursi paling pinggir. Ia ingin menyaksikan bagaimana pesawat terbang. Ia juga ingin menyaksikan bagaimana gulungan awan di langit dapat terlihat dari arah yang berlawanan dari kebiasaan dilihat Shofi. Crhonos mempersilahkannya dan diapit oleh istrinya, Siti. Mereka berbicara dengan sangat pelan dan lembut.

Kepala Shofi kembali diikat dengan kain putih. Ia merasa sangat kedinginan. Jaket tebalpun dipakaikannya dengan rapih. Ia minta diambilkan makanan ringan yang ternyata, lupa dimaksukkan ke dalam tas besar. Sementara tas besar posisinya ada didalam bagage pesawat. Crhonos kemudian menyampaikan, nanti dua jam dalam perjalanan, kita pasti disuguhi makanan. Jangan khawatir. Shofi kemudian diam dan membaca berbagai ayat-ayat suci al Qur’an yang dia hafal.

Pesawatpun mulai bergerak pelan. Beberapa menit kemudian, tiba-tiba suara mesin yang turbulonsis mulai mengeras. Pesawat berjalan dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan terbang dengan aman. Saat turbulonsis itulah, Shofi, Siti dan Vetra tampak sangat gelisah. Crhonos memegang tangan mereka dan berkata: Tenang, insyaallah kita selamat.

Hajj in The Sky

Suasana haji semakin terasa. Banyak Jama’ah haji yang membaca pelan berbagai bacaan spiritual yang diimani masing-masing jama’ah. Meski tidak sedikit, di antara jama’ah yang bolak-balik keluar masuk wc, hanya sekedar untuk kencing dan bahkan buang air besar. Maklum, penumpang kebanyakan sudah pada tua. Jadi, WC menjadi tempat pavorit mereka untuk dikunjungi.

Di pesawat itu, Crhonos menyaksikan bagaimana jama’ah merasa sudah berada di Mekkah. Wajah-wajah jama’ah secara umum tampak penuh harap maghfirah Allah. Berbagai ajaran yang disampaikan para pemateri di KBIH dan Kantor Kementerian Agama, yang kadang terlalu melankolis dan spiritualis itu, sering membuat jama’ah over estimate akan makna haji. Akibatnya, berbagai aspek tentang ibadah yang seharusnya diterjemahkan biasa ini, menjadi sangat tidak biasa. Dalam kasus tertentu, malah terkesan magis dan spiritualis.

Dalam soal ini, di satu sisi, aku, kata Crhonos  bangga akan fenomena spiritual ini. Tetapi, dalam perpektif lain, suasana yang terlampau berlebihan ini, sejatinya akan mengurangi makna spiritual yang sesungguhnya dari pelaksanaan ibadah haji. Aku yakin, bathin Crhonos menghela nafas, “Allah akan memberikan Hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang diberi hikmah oleh Allah, maka, ia telah diberi kebaikan yang banyak”. Hal ini sebagaimana dapat dibaca dalam Al Qur’an Surah Al Baqarah [2]: 269.

Hikmah dalam pengertian ini, dapat diterjemahkan dengan keilmuan. Karena itu, dalam konteks pelaksanaan haji sekalipun, dimensi ilmiah ini, seharusnya tidak boleh ditinggalkan. Mengapa? Sebab melalui proses keilmuan ini, makna dan hikmah haji yang sesungguhnya akan tertangkap dengan baik. Aku jadi khawatir, hikmah ini, akhirnya tidak dapat terpenuhi dalam pelaksanaan ibadah haji.

Di tengah segenap lamunan seperti itu, Crhonos langsung menghentikan diskusi batiniyahnya, dan mengatakan bahwa berhaji adalah kalam. Firman yang sulit dirasionalisasi. Akhirnya, ia diam sendiri tanpa kata sedikitpun.

Bermimpi dalam Segenap Kegelisahan Bathin

Di pesawat, Crhonos tetap agak sulit memejamkan mata, apalagi tertidur dengan pulas. Setelah hampi 42 jam, ia tidak bisa istirahat dengan kaki yang mulai tampak bengkak, tetap saja awalnya sulit untuk tidur. Ia malah gelisah memikirkan anak-anaknya yang masih kecil. Ia berusaha memalingkan rasa gelisahnya kepada anak-anaknya itu, dengan cara melamun. Ia mengingat bagaimana dirinya, mengunjungi beberapa kyai yang pernah mengajarinya agama. Ia juga mendatangi seorang tokoh yang sangat tua sebelum berangkat haji. Mereka mendo’akan keluarganya agar selamat dalam perjalanan, selamat dalam melaksanakan ibadah haji, selamat ketika pulang dari Mekkah dan bertemu orang-orang di kampung halamannya dengan selamat pula.

Ia sendiri merasa sangat tulus mengunjungi mereka. Sikap Crhonos yang demikianm, dilakukan atas dasar hadits Nabi yang menyatakan bahwa beliau ketika akan melakukan safar –tentu didalamnya ibadah hajji– selalu mendatangi shahabat-shabatnya dan selalu mengucapkan salam atas mereka. Dan ketika beliau pulang dari safar, maka para shahabat mendatangi beliau. Para sahabat itu, mengucapkan salam atas beliau. Ia membayangkan bagaimana mereka sangat tulus menyayangi dirinya. Tak sedikit di antara mereka yang mendoakan dengan cara yang sangat panjang. Di tengah lamunan itu, ia tertidur. Dalam tidur itulah, dia bermimpi.

Crhonos melihat anak-anaknya tersenyum dengan hangat bersamanya di rumah. Mereka yang masih sangat kecil-kecil dan belum memiliki kesanggupan untuk hidup dengan sendirinya, itu sedang bermain dengan bahagianya. Entah mengapa, dalam mimpi itu, ia tiba-tiba sangat takut pesawatnya jatuh. Di tengah segenap kegelisahan dalam mimpinya itu, ia lantas tertidur dan merasa bermimpi dengan seseorang yang mengabarkan tentang pentingnya berdo’a saat situasi itu terjadi.

Hai Srhonos … ingatlah hadits Nabi yang menyatakan: “aku titipkan engkau kepada Allah, agama engkau, amanat engkau dan penutup amal engkau. Baca juga hadits lain yang dapat menjadi do’a. Hadits itu menyatakan: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa. Semoga juga Allah mengampuni dosa-dosamu. Semoga Allah memudahkan kebaikan kepadamu. Semoga Allah mengarahkanmu kepada kebaikan dimanapun kamu berada.”

Crhonospun bangun. Kru pramugari datang membawa makanan dan membangunkan dirinya dalam tidur yang sangat singkat itu. Melalui tidur itu pula, ia memperoleh kebahagiaan melalui mimpinya. Ia memuji Allah dan berterima kasih atas segenap kebaikan yang telah membahagiakannya.

Diskusi Singkat dalam Pesawat

Hai anakku, kata Shofi. Mengapa kamu demikian bahagia. Kamu sedang melamunkan atau bermimpi apa? Tanya Shofi dengan sangat pelan. Oh ya pak, saya mimpi menyaksikan anak-anakku sedang dalam kebahagiaan. Lalu saya diberi beberapa penjelasan berupa do’a saat berada dalam kerumitan. Ada seorang laki-laki tua, menyampaikannya kepadaku. Haruskan aku percaya atas mimpi itu.

Shofi kemudian menjawab, makanya, kalau baca al Qur’an harus tartil. Tartil itu, artinya difahami. terhadap mimpi coba kamu misalnya ingat surat al Isra [17]: 60 yang menyatakan:

“Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.

Baca juga surat ash shaffar []: 102 yang artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Atau coba diingat kembali sama kamu surat Yusuf [12]: 6: “Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Kan sudah saya katakan sama kamu sebelum berangkat, sudahkah kamu siap dan ikhlash atas semua sikap yang kamu tempuh dalam pelaksanaan ibadah haji ini. Salah satunya tentu kamu pasrah akan nasib dan masa depan kamu beserta anak kamu. Dengan khidmat, Crhonos menyatakan, iya pak. Terima kasih ya atas ilmunya. By. Charly Siera –bersambung

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. Rina Agustiana A/1 berkata

    Jama’ah mengatakan keindahan, dalam menangisi keadaan spiritualnya mereka,tetati chornos tetap ajeg dalam pendiriannya, ia kadang melakukan diskusi dengan jama’ah bagaimana situasi spiritual mereka, dan mengapa mereka demikian mistis dalam anggapan chornos atas sikap batinnya ketika melihat kahbah.

  2. Rina Agustiana A/1 berkata

    Berisi berbagai perlengkapan hidup jamaah di tanah yang suci. Mereka tampak sedikit repot tentu chornos dan vetra keduanya harus sama sama mengampi kedua orang tua nya yang sudah berusia lanjut
    Begitu sampai di bandara hampir seluruh jama’ah bersujud syukur.

  3. Diah ayu nuratillah berkata

    Dalam part ini mengajarkan kita semua tentang bagaimana berserah diri kepada Allah, bagaimana ikhlas tentang takdir yang sudah ditetapkan-Nya akan masa depan kita. Seperti chronos yang berusaha ikhlas dan menyerahkan takdir anak anaknya dn juga dirinya kepada Allah ketika ia hendak menunaikan ibadah haji ke baitullah. Sangat bermanfaat sekali tulisan ini. Terimakasih

  4. Sukinih berkata

    dalam part 11 ini bahwasanya dalam menjalankan haji harus ihklas ,sehingga danta keraguan yang muncul saat ibadah berlangsung shofi meskipun sedang kurang sehat dia tetap menjalankan kewajiban sebagai jama’ah.

  5. Sukinih berkata

    dalam part 11 ini bahwasannya dalam melaksanakan ibadah haji harus ihklas, sehingga tidak ada keraguan yang mncul saat beribadah shofi meskipun sedang kurang sehat dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai jama’ah haji.

  6. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah..
    Dalam part 11 ini saya dapat mengambil kesimpulan bahwasanya jika allah telah berkehendak sesuatu yang sulit sekalipun, jika kita selalu diringi dengan sabar dan ikhlas insyaallah semuanya akan mudah. Dalam melaksanakan sesuatu kita harus yakin karena kita memiliki Allah SWt, seburuk apapun keadaan kita tempat paling nyaman untuk berlindung adalah semata-mata Allah SWT.

  7. Asri Wulandari berkata

    Part 11 kali ini mengajarkan kita untuk ikhlas da khuyuk dalam menjalankan ibadah, semua pasti memiliki konsekuensi yang harus diterima sebagai feesback atas apa yyang kita lakukan. Beruntungnya cronos memiliki ayah seperti sofi yang senantiasa memberikan arahan dan saran.

  8. Siti Hayyun berkata

    Dalam part 9 ini mengajarkan kita bahwa dalam menempuh pendidikan harus memiliki rasa ikhlas dan percayakan semua masa depan kita kepada Allah. nikmati segala proses dalam belajar, jangan risaukan masa depan yang akan kita dapat, jika dalam masa belajar kita sungguh sungguh maka masa depan yang akan kita dapat akan baik pula. serahkan dan percakan semuanya kepada Allah

  9. Ega Sopana berkata

    Part 11 , crhonos dan keluarga akhirnya berangkat menggunakan pesawat menuju madinah, pesawat pun mulai terbang Di pesawat itu, Crhonos menyaksikan bagaimana jama’ah merasa sudah berada di Mekkah. Wajah-wajah jama’ah secara umum tampak penuh harap maghfirah Allah. “Allah akan memberikan Hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang diberi hikmah oleh Allah, maka, ia telah diberi kebaikan yang banyak” (Q.s albaqarah 249). Crhonos gelisah memikirkan anak-anak nya yang masih kecil, tetapi dia mencoba memalingkan rasa gelisah itu dengan cara melamun dan dia pun tidur dia bermimpi segenap kegelisahan bathin nya. Di dalam tidurnya dia bermimpi anak-anaknya tersyum bahagia. Inilah hikmah yang Allah berikan kepada crhonos

  10. Ega Sopana berkata

    Part 11 , pelajaran yang kita dapat dari novel part 11 ini yaitu kita harus ikhlas dalam beribadah haji agar bisa khusyuk dalam beibadah . Begitupun dalam mendidik anak didik, harus ikhlaas saat mendidik dan harus sabar dalam mendidik.

  11. Ega Sopana berkata

    Part 11 , pelajaran yang kita dapat dari novel part 11 ini yaitu kita harus ikhlas dalam beribadah haji agar bisa khusyuk dalam beibadah. Begitupun dalam mendidik anak didik, harus sikhlaas saat mendidik dan harus sabar dalam mendidik.

  12. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 11
    Dalam cerita novel ini pelajaran yang bisa di ambil kita harus menjalani sesuatu karena Allah,ikhlas,berserah diri,karena sesungguhnya apa yang akan terjadi itu kuasa Allah,jika kita menjalani sesuatu karena Allah,insaallah kita berada dalam lindungannya. Terima kasih
    Wassalamualaikum

  13. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    “Allah akan memberikan Hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang diberi hikmah oleh Allah, maka, ia telah diberi kebaikan yang banyak”
    karena nikmat paling utama adalah nikmat sehat. dimana kita dapat beribadah dengan tenang dan nyaman namun justru kita melalaikan nya sehingga pada saat dimana kita di beri sakit kita baru ingat bahwa sehat itu penting.

  14. Farrin nurul aina berkata

    Dalam part 11 ini menjelaskan bila mengerjakan sesuatu harus ikhlas, dan harus menerima segala konsekuensi nya,terutama dalam menjalankan ibadah haji. di part ini juga terlihat shofi sangat sayang kepada anak2nya mengkhawatirkan anak-anaknya dirumah.

  15. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Pelajaran yang saya dapat di part 11 ini, bahwasannya ketika hendak melaksanakan ibadah haji, kita harus benar-benar ikhlas dan khusu dalam melaksanakan ibadah. Chronos pun masih terus memikirkan anaknya yang masih balita. Tapi, ia merasa yakin, dan terus berdo’a kepada Allah, bahwa Allah SWT akan senantiasa menjaga dan melindungi anaknya, di saat ia jauh dari anaknya…

  16. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    pada part 11 ini chronos ingat akan anaknya yang iya tinggalkan untuk berhaji kekhawatiran dirinya yang tidak dapat bertemu dengan anaknya lagi. Pelajaran yang dapat di ambil ialah kita harus semasrahkan semuanya kepada allah swt umur, nasib kita semuanya harus kita pasrahkan

  17. Dhini apriliani berkata

    Assalamua’laikum wr.wb
    Pada part 11 ini nilai yang terkandung yaitu,kita sebagai manusia bahwa sanya harus mengerjakan sesuatunya dengan ikhlas dan sabar.diceritakan di atas bahwa chornos merasa dirinya ragu dalam menjalankan ibadah haji karena ia selalu memikirkan anak-anaknya dirumah,akan tetapi ia bermimpi dan dimimpinya itu chornos harus benar-benar yakin dalam menjalankan ibadah hajinya itu.karena dalam hadist di terangkan bahwa chornos harus sabar dalam menjalan kan ibadah hajinya.

  18. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Dalam part 11 ini sifat dan karakter charnos patut di tiru dan di jadikan tauladan yang baik.
    Berkat kesabaran dan ketulusan charnos dalam mengurus orang tuanya dan berdoa membuahkan kebaikan yang membahagiakan.
    Bahwasnnya di balik doa yang terusap terselip harapan yang membuatmu pantang putus asa.

  19. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahin
    Asalamualaikum wr wb
    Pada part ini, pelajaran yang dapat saya ambil adalah bahwa kita harus iklas dalam menjalankan sebuah ibadah. Termasuk mengiklaskan untuk jauh dengan anak anak yang titinggalkan. Percayalah dan serahkan kepada Allah. Dan juga iklaskan lah tentang keputusan yang kita ambil.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  20. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 8 ini diceritakan bahwa keluarga Chronos telah berada dalam pesawat menuju kota Mekkah. Di dalam pesawat tersebut, sudah tampak antusias dan rasa bahagia para jamaah haji, sebagian dari mereka ada yang melantunkan doa dan ayat Al-quran serta ada pula yang mengamalkan yang selama ini diajarkan oleh pemateri saat acara manasik haji. Namun, terdapat kekeliruan pemahaman terhadap apa yang diajarkan oleh pemateri tersebut sehingga para jamaah melakukannya secara berlebihan dan terkesan magis. Hal tersebut dikarenakan proses pemahaman mereka yang tidak didasari dengan keilmuan.
    Dalam part ini juga mengajarkan kepada kita bahwa dalam beribadah haji hendaknya kita harus dapat ikhlas atas apa yang telah kita tinggalkan dan melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk. Semuanya kita harus serahkan kepada Allah SWT dan yakin bahwa Allah lebih mampu menjaga apa yang kita tinggalkan untuk beribadah haji, apalagi beribadah haji adalah panggilan khusus dari-Nya.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  21. Muhamad Udin berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    pada part 11 ini bahwasanya ketika mau berngkat menunaikan ibadah haji kita harus ikhlas dalam mengerjakannya dan pasrahkan lah segala urusan kepada Allah yang Maha Pebgasih lagi Maha Penyayang.
    dan pesan yang dapat saya ambil itu ketika kita membaca Al-Quran harus tartil atau di pahami isinya,.

  22. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Dalam part ini kita tahu bahwasannya jika kita sudah menetapkan sesuatu, maka kita harus siap dan ikhlas dengan semua konsekuensi yang akan datang sebagai akibat dari keputusan yang kita ambil. Kita harus pasrah dan berserah diri pada Allah apalagi dalam melaksanakan ibadah haji.

  23. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Keikhlasan merupakan kunci diterimanya amal ibadah, salah satunya yaitu dalam melaksanakan ibadah haji, hal yang demikian harus didasarkan pada keikhlasan. Jika suatu amalan tidak didasarkan pada keikhlasan maka sia-sialah amalan tersebut dan tak bernilai apa-apa disisi Allah SWT. Terdapat dipenghujung Ayat Al-Qur’an Surat Al-‘Asr yang artinya “Saling nasihat-menasihati untuk kebenaran dan saling sasihat-menasihati untuk kesabaran”. Penjelasan diatas sejalan dengan yang diucapkan shofi yaitu berupa nasihat kemaslahatan kepada Crhonos.
    Somoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa diberi petunjuk.

  24. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Dari part 11 ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika berangkat haji hendaknya mengikhlaskan semua yg kita miliki kepada sang pemilik yang hakiki, agar hati menjadi tenang dan terjidar dari kegelisahan. Jadi berhaji harus didasari dengan taqwa karena berhaji itu kalam Allah swt.

  25. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 11 ini menceritakan bahwa menjalankan proses ibadah haji harus lebih mengikhlaskan atas semua sikap yang ditempuhdalam pelaksanaan ibadah hajinya. Karena keikhlasan dalam setiap perjalanan atau dalam setiap melakukan sesuatu merupakan salah satu kunci dari ketenangan dan salah satu kunci kebahagiaab sesungguhnya.

  26. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bissmillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 11 ini yang berjudul “Di Pesawat Spiritualitas Haji Telah Bergema”, tidak sedikit jemaah haji yang dalam perjalannya bergema melantunkan bacaan yang diyakininya. Tidak sedikit pula yang gelisah saat perjalanan spritual tersebut. Termasuk Chronos yang gelisah akan anak-anak yang ditinggalkannya. Shofi yang melihat anaknya dengan kondisi tersebut terus memberikan motivasi agar dalam melaksanakan ibadah apapun harus dengan niat dan hati yang ikhlas.

  27. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 11
    Di Pesawat Spiritualitas Haji Telah Bergema
    Pada part ini Chronos bersama keluarga & rombongannya berada dalam pesawat Garuda Indonesia Airline. Di dalam pesawat tampak bergantian keluar masuk prnumpang yang kebanyakan sudah usia tua ke toilet. Meski awalnya tak bisa tidur, akhirnya Chronos terlelap juga. Ia bermimpi tentang anaknya yg tersenyum bahagia. Sekejap saja ia dibangunkan oleh pramugari yg membawakan makanan. Ditampakkannya muka yg seolah memiliki cerita & benar saja ketika Shofi menanyakan hal itu Crhonos pun menceritakan mimpinya. Shofi pun mengingatkan tentang kesiapan batin Chronos dalam berhaji bahwa harus pasrah dengan masa depan Crhonos & anak-anaknya. Dengan khidmat, Crhonos mengiyakan & berterima kasih atas ilmunya~

  28. Chronos bebeserta keluarga para tamu Allah mulai meninggalkan tanah air, dengan hati berat karena meninggalkan anak2nya, tapi ini sudah menjadi prosedur dalam berhaji untuk meninggalkan keluarganya, untuk memenuhi undangan Allah, melaksanakan rukun Islam yang kelima, ibadah haji. Labbaika Allahumma labbaik

  29. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 11 ini, dapat diambil pelajaran bahwa dalam melaksanakan Haji sebelum keberangkatan atau saat sedang melaksanakan haruslah ada keikhlasan yang tumbuh dalam diri manusia jika sudah berniat untuk menjalankannya. Karena keikhlasan dalam setiap perjalanan atau dalam setiap melakukan sesuatu merupakan salah satu kunci dari ketenangan dan salah satu kunci kebahagiaab sesungguhnya.

  30. Riana Sri Anisah -MPI/4 berkata

    di dalam part 11 ini menceritakan perjalanan seketika di pesawat, banyak pelajaran yang di dapat untuk kehidupan kita bahwa dimanapun kita berada agar kiita selalu melakukan hal hal positiv seperti selalu mengingat allah dengan berzikir,perbanyak membaca al-quran dan lain sebagainya.

  31. dinny alfiana. s MPI4 berkata

    setelah membaca part 11 ini, pelajaran yang say adapat adalah, bahwasanya dalam melalsanakan ibadah haruslah disertai keikhlasan. sehingga tidak akan ada keraguan yang muncul saat ibadah tersebut berlangsung.

  32. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah…….
    Pada part 11 ini banyak pelajaran yang dapat kita ambil ketika akan melaksanakan haji, kita tidak hanya berkorban harta, tenaga bahkan nyawa dan semua itu tanpa keikhlasan maka semua pengorbanan tersebut akan sia-sia, sebagaimana nasihat yang di sampaikan shofi kepada Chronos. Barokallah………..

  33. Fera Agustina/ MPI/4 berkata

    bismillah..
    dalam part 11 ini saya dapat mengambil kesimpulan bahwasanya jika allah telah berkehendak sesuatu yang sulit akan menjadi lebih mudah ketika kita diriingi dengan rasa sabar dan berusaha, dalam melaksanakan sesautau kita harus yakin karena kita punya allah dan doa, seburuk apapun keadaan kita tempat paling nyaman untuk berlindung adalah semata-mata Allah Ta’laaa..

  34. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 11
    Pada bagian ini, shofi seorang ayah dari chronos, meyakinkan kembali shofi mengatakan “Kan sudah saya katakan sama kamu sebelum berangkat, sudahkah kamu siap dan ikhlash atas semua sikap yang kamu tempuh dalam pelaksanaan ibadah haji ini. Salah satunya tentu kamu pasrah akan nasib dan masa depan kamu beserta anak kamu”. Kedian dengan khidmat, Crhonos menyatakan, iya pak. Terima kasih ya atas ilmunya.

  35. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    pada part 11 ini saya mendapatkan pelajaran bahwa jika suatu saat kita beribadah haji harus mengikhlaskan apapun yang kita miliki, seperti anak, orang tua, harta, dan lain-lain. Saya kagum akan semangat yang dimiliki oleh Shofi meskipun sedang dalam kondisi yang kurang sehat dia tetap menjalani kewajibannya sebagai jama’ah haji, sebagai hamba yang ingin bertemu dengan Penciptanya

  36. umar faruq mpi 4 berkata

    Di part ini banyak makna menarik bermotivasi yang terkandung didalamnya, bahkan disetiap kalimatnya terserap hati yang takkuasa tuhan memberikan jalan kemudahan bagi setiap manusia yang senantiasa berlindung kepada allah.

  37. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part ini menceritakan bagaimana kepasrahan dan harapan seorang chronos terhadap masa depan anak-anaknya. Kegundahan dan renungan dalam pesawat, tertuang dalam mimpi. Begitupula dengan amanah yang dikasih shofi sang ayah.

  38. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Dalam part 11 ini shofi mengatakan kepada chronos bahwa kan sudah saya katakan sama kamu sebelum berangkat, sudahkah kamu siap dan ikhlash atas semua sikap yang kamu tempuh dalam pelaksanaan ibadah haji ini. Salah satunya tentu kamu pasrah akan nasib dan masa depan kamu beserta anak kamu. Dengan khidmat, Crhonos menyatakan, iya pak. Terima kasih ya atas ilmunya, jadi dalam melaksanakan haji hendaknta kita harus senantiasa ikhlas , pasrah akan masa depanmu yang sedang mleaksanakan haji, semuanya kembali kita serahkan kepada allah swt

  39. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrohim…
    dalam segenap keikhlasan hati dan kelapangan jiwa untuk berkunjung kerumah Allah segala kesulitan ynag dihadapi untuk kepentingan menunaikan ibadah haji Allah akan memudahkan jalan tersebut dengan mudah. takdir dan nsib kita sebagai manusia sudah ditulis di laukh mahfudz oleh Allah sebelum kita lahir kebumi ini. sebagai umat muslim kita tentunya selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun. karena Dia-lah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang.

  40. Nur Aliffah/ MPI 4 berkata

    Dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT kita harus ikhlas, apapun yang terjadi kita harus menerimanya. seperti halnya yang dilakukan oleh chronos dalam part ini. dalam part ini banyak nasehat-nasehat yang dapat kita ambil untuk kita jadikan pelajaran bagi diri kita sendiri.

  41. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    disepanjang perjalanan menuju rumah Allah, tak henti hentinya para jema’ah haji melantunkan do’a sama halnya sofi dan crhonos. seringkali sofi memberikan wejangan-wejangan kepada crhonos. sungguh perjalanan yang mungkin tidak akan dilupakan oleh crhonos dan keluarganya.

  42. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Banyak pengalaman spiritual yang dialami oleh shofi dan chromos selama dalam pesawat pengalaman-pengalaman yang membuatnya semakin mantap untuk menginjakan kakinya di tanah suci, lantunan-lantunan ayat suci al-quran selalu dikumandangkan membuat suasana dalam pesawat terasa syahdu dan nikmat.

  43. pujiatii/MPI4 berkata

    semua part dalam novel ini menjelaskan berbagai macam hal yang terjadi dalm setiap orang, banyak pelajaran juga yang dapat diambil hikmahnya, banyak wejangan dan teladan yang dapat di contoh dalam kehidupan nantinya, serta beberapa pendapat selalu dilandaskan atas dasar al-qur’an dan hadist, jadi alesannya pun insyaAllah selalu akurat.

  44. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Bismillah,
    Pada part 11 ini, bahwa sahnya kita dalam melakukan segala sesuatu di haruskan untuk ikhlash dalam menjalankannnya, sehingga tidak ada keraguan yang akan muncul dalam diri kita. Seperti dalam HR. Bukhari, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: “sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya. Dan setiap orang akan memperoleh apa yang dia niatkan.” Karena tanpa adanya ke niat yang kuat atau ke ikhlasan dalam diri kita maka apapun yang kita lakukan dan kerjakan akan menjadi sia sia saja di hadapan Allah SWT.

  45. Nailiyatul Farhah MPI/4 (1415109013) berkata

    Bismillahirrohmanirrohim,
    Umat islam dalam menjalankan proses ibadah haji harus lebih mengikhlaskan atas semua sikap yang ditempuhdalam pelaksanaan ibadah hajinya. Shofi selalu memberikan nasehat yang baik terhadap chronos. Ikhlas dan sabar itulah sifat yang harus ditanamkan umat islam dalam melaksanakan ibadah haji

  46. Nailiyatul Farhah MPI/4 (1415109013) berkata

    Bismillahirrohmanirrohim,
    Dalam melaksanakan ibadah haji,umat muslim harus mengikhlaskan atas semua sikap yang ditrmpuh selama pelaksanaan ibadah haji. Shofi selalu memberikan nasehat yang terbaik kepada chronos. Ikhlas dan berlapang dada dalam melaksanakan ibadah haji.

  47. siti halimah smt4 MPI berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, , dalam part 11 ini kita harus senantisa yakin atas apa yang menjadi keputusan kita, nasib dan takdir biar kita serahkan kepada allah swt, kita juga harus senantiasa mengingat allah dimanapun dan kapan pun kita berada, , karna sesungguhnya sebaik baik pelindung hanyalah allah.