“Diamku di Puri itu” Gusar Meruah Dalam Kebisingan

0 43

Banyak cara untuk mentransformasikan kegundahan dalam hidup kita ini, salah satunya dengan mengiramakan puisi dalam kehidupan kita. Perlu diingat “bagaimana kedauhan dapat mencair sementara jiwa seni tak pernah kita pancarkan”. Untuk menyemai jiwa-jiwa yang selau memancarkan jiwa seninya kami Lyceum Indonesia kembali menghadirkan Puisi Edisi 22 Oktober 2016. Puisi yang hadir dengan judul Diamku Di Puri Itu merupakan ungkapan yang tidak sederhana, penuh teka-teki dan perlu terjemah yang khusus. Hal inilah yang membuat kami tertarik untuk menerbitkanya.

Salah satu puisi terbaik yang masuk dalam dapur redaksi ini, merupakan terjemahan dari kegundahan penulisnya. ini dapat kita lihat dari cara penulis memoles karyanya denga sajak yang cukup dalam. Namun jika kita meresapi setiap bait puisi  tersebut, kita dapat memaknai sebuah kekecewaan atas apa yang diharapkan penulis pada saat itu. Dari beberapa email yang masuk tentang puisi, ada satu puisi yang ingin kami sandingkan dengan renungan kecil tersebut. Apresiasi yang sangat besar kami sampaikan Pada  Intan Usawatun Hasanah Gadis cantik kelahiran Kuningan ini dengan bakat meracik kata dalam puisi yang ia suguhkan. selamat membaca….

Diamku Di Puri Itu

Karya : Intan Usawatun Hasanah 

Anehnya kepandang tak terlihat
Uniknya gusar meruah dalam kebisingan
Lihatnya ingin bertanya mengapa?
Kutanya mengapa tapi bukan
Lubangnya besar
Tapi nafasnya sesak akan namaku
Terkadang diam
Seperti mengencani lingua di gedung itu
Terkorak-korak pikiran
Dimana?
Kenapa?
Lama!
Sudahlah
Karena aku sudah akan pergi
Terseret-seret pada sukmanya

[22-10-2016]


Gusar Meruah Dalam Kebisingan, Puisi Lyceum Edisi 22 Oktober 2016  Tentang Penulis : 

Intan Usawatun Hasanah Gadis kelarian Kuningan 4 April 1998 ini sedang melajutkan Study  di Universitas Negri Jakarta. Kecintaannya pada sastra membuat ia melajutkan  Kuliah dengan mengambil Jurusan Sastra.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.