Dilema Bagi Perempuan Cantik dan Laki-Laki Tampan

0 63

Menjadi seorang idaman adalah keinginan setiap orang. Menjadi Perempuan cantik yang memesona dan laki-laki tampan yang diidolakan merupakan impian setiap orang. Pengakuan publik terhadap diri sebagai seorang yang dikagumi adalah harapan setiap orang pula. Untuk mencapai semua itu, seseorang rela berusaha sekeras mungkin untuk menjadikan dirinya sebagai perempuan atau laki-laki yang disukai banyak orang.

Pada umumnya, seorang laki-laki maupun perempuan yang mendapatkan perhatian lebih berdasarkan pada penampilan fisik; kulit putih, hidung mancung, tinggi dan berat badan seimbang. Penampilan fisik akan menjadi awal yang menarik perhatian publik sebelum kompetensi dan skill yang dimiliki dapat ditunjukkan ke publik. Sehingga wajar, setiap orang selalu berusaha dan siap menghabiskan banyak anggaran hidup demi untuk merapihkan penampilan untuk menjadi pribadi yang menarik di depan orang lain.

Paradoks awal yang sering terjadi adalah ketika seseorang yang dengan penilaian hebat dari publik karena penampilannya, ia mendapatkan kegelisahan dalam dirinya. Kepuasan semu yang diberikan publik terhadap dirinya hanyalah decak kagum dan simpati yang terungkap dalam sanjungan kata-kata, tidak lebih dari itu. Kebanggaan diri dengan penampilannya mudah dibeli oleh pujian-pujian publik saja. Kepuasan dan kebanggaan diri itu tidak lantas dapat menghantarkan kepuasan batin yang sesungguhnya. Kepuasan batin adalah kenyamanan hati yang senantiasa didapat dalam keadaan sendiri maupun dalam keramaian.

Pada umumnya, masalah bagi perempuan cantik dan laki-laki ganteng akan muncul ketika persoalan menentukan pasangan. Menentukan kriteria pasangan adalah perkara yang sulit. Semakin cantik dan ganteng seseorang maka akan semakin banyak pula kriteria yang ditentukan oleh dirinya. Merasa diri lebih dari yang lain akan membawa seseorang mempersepsikan dirinya sebagai pribadi yang super segalanya. Pribadi yang super dipastikan akan menentukan kriteria-kriteria maksimal pula. Kriteria-kriteria maksimal inilah akan berdampak pada kesulitan menemukan pasangan yang pas dan berakhir pada pengabaian orang-orang yang datang menghampiri dalam kehidupannya.

Menemukan Pasangan Ideal

Susahnya menemukan pasangan yang sesuai dengan kriteria mengakibatkan lambatnya menata kehidupan berumahtangga. Mereka yang super perfeksionis akan bertahan dalam posisi menunggu dan menyeleksi orang yang hadir tepat sesuai keinginan. Keadaan ini akan berlangsung hingga akhirnya terlena seiring pergantian waktu tanpa memiliki nilai progres. Semakin lambat memulai rumahtangga maka semakin lambat pula penataan hidup menuju kesuksesan berikutnya. Karena pribadi yang serba visual hanya akan menilai kondisi fisik dalam mengukur kesuksesan hidup. Mereka tidak bisa menembus batas bagaimana perencanaan kehidupan yang matang harus menjadi landasan pokok dalam penciptaan kesejahteraan hidup di masa mendatang, bukan parameter fisik saja yang saat ini dapat dilihat. Semua penilaian dan parameter yang disandarkan pada keadaan fisik akan lenyap termakan waktu. Penilaian baik hari ini tidak selamanya menjamin kebaikan di masa mendatang, karena seorang yang visioner akan senantiasa melakukan perencanaan baik untuk masa depan, melakukan tahapan menuju impian masa depannya dan selalu mengevaluasi kegagalan dalam perjalanan menuju kesuksesan.

Menentukan pasangan hidup adalah perkara bagaimana seseorang mampu menembus batas masa depan yang akan dilalui berdua, tidak sebatas satu dua tahun atau sepuluh dua puluh tahun. Berumahtangga adalah keberanian untuk merancang masa depan bersama dalam satu komitmen. Komitmen yang akan mampu mengikat hubungan suami istri. Kecantikan dan ketampanan hanyalah sebuah performa sesaat yang akan hilang dimakan kesengsaraan dan kemiskinan hidup. Begitupun sebaliknya, kemapanan hidup justru akan menciptakan kecantikan dan ketampanan itu sendiri. Karena semua itu dapat dijaga dengan cost living yang terpenuhi oleh kemapanan hidup. Kecantikan dan ketampanan harus menjadi daya tawar tinggi untuk mendapatkan seseorang yang memiliki potensi lebih. Potensi lebih ini jauh lebih menjanjikan untuk kehidupan yang mapan dimasa mendatang. Orang yang memiliki potensi sukses lebih baik daripada orang yang hari ini kelihatan sukses. Rawatlah kecantikan dan ketampanan itu, jangan dibuat beban dan menghasilkan beban berikutnya dalam konteks karir keluarga.

By. Nanan Abdul Manan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.