Inspirasi Tanpa Batas

Djarot Syaeful Hidayat: Isu Ahok Mundur hanya Hoax

0 9

BEREDAR kabar, Ahok mundur dari pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, untuk periode 2017-2021. Seperti ditulis TEMPO.CO, Jakarta  Saat demonstrasi menentang calon Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tengah berlangsung di Ibu Kota, Jumat, 4 November 2016, beredar suatu kabar di kalangan jurnalis lewat pesan berantai yang menyatakan bahwa Ahok akan mengundurkan diri dari pencalonannya sebagai Calon Gubernur. Kabar melalui surel-surel itu, tertulis sebagai berikut:  “BREAKING NEWS. Seluruh awak media diminta stand by: Ahok Akan Mundur Jam 15.00 WIB.”

Masih dalam berita TEMPO.CO, isu itu langsung dijawab  Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Djarot Saiful Hidayat yang juga dipasangkan dengan Ahok. Ia membantah dengan tegas, jika Ahok mengundurkan diri sebagai calon gubernur Ibu Kota RI Jakarta tahun 2017 mendatang. Bahkan, ia sendiri mengaku belum mendengar kabar dimaksud. Dengan tegas Djarot mengatakan bahwa berita “Itu hoax,”. Pernyataan itu, disampaikan Djarot setelah ia menyapa warga di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Jumat, 4 November 2016.

Banyak analis politik yang memperkirakan kalau Ahok, pada akhirnya akan mundur dari pencalonannya sebagai calon Gubernur Jakarta. Melihat jumlah demonstran sebanyak itu, terdapat beberapa pihak yang menyarankan kepada Ahok agar mundur dengan terhormat sebagai calon Gubernur. Namun demikian, ada juga beberapa pihak yang menyampaikan permohonan mundur itu, untuk menunjukkan ke public kalau Ahok memang memiliki jiwa patriotisme dan sikap kenegarawanan yang lebih dibandingkan dengan politikus lainnya.

Namun, berita yang menyebutkan Ahok mundur itu, ternyata berita palsu. Kesimpulan itu, setidaknya dapat dilihat dari pernyataan Djarot dalam berbagai berita di media cetak dan elektronik, yang justru memuji aksi demonstrasi itu dilakukan dalam bentuk damai. Perhelatan demo ini, disebut Djarot bahkan  dapat disebut sebagai suatu moment penting untuk menguji demokrasi di Indonesia. Djarot mengatakan, aksi demonstrasi ini berfungsi untuk menguji apakah masyarakat Indonesia, dapat benar-benar memahami heterogenitas atau tidak. Dalam kalimat akhir, Djarot juga berharap bahwa demonstrasi ini, diharap tidak dikaitkan dengan proses Pilkada DKI Februari 2017. ** (TLY)

Komentar
Memuat...