Inspirasi Tanpa Batas

Donald Trump dari Isu Politik ke Isu Seks

Amerika Serikat yang terkenal liberal dan sekuler, ternyata untuk urusan pelecehan seksual menjadi demikian sensitive. Dulu Bill Clinton karena diduga mencium Staf Gedung Putih hampir jatuh dari kursi Presiden. Hari ini, Donald Trump diterpa isu yang sama. Dia kemungkinan akan jatuh. Bagaimana dengan diri kita yang katanya agamis …. dalam soal ini, kayaknya kita perlu belajar kepada Amerika Serikat. Ikuti tulisan ini

0 48

Konten Sponsor

Donald Trump dari Isu Politik ke Isu Seks. Bukan Trump kalau tidak kontroversial. Developer yang menjadi miliuner ini, menurut Roger Stone [konsultan politik] Donald Trump saat Kampanye, diramalkan banyak menghadapi tekanan politik yang serius. Stone bahkan baru-baru ini menulis  “obituari politik” Trump. Buku itu bakal diberi judul The Fall of Trump. Ia menyebut bahwa dirinya memiliki  firasat buruk akan keruntuhan Trump.

Angin kejatuhan Trump, menurut Stone tampak semakin dekat. Meski patut disayangkan, bahwa Satu-satunya orang yang tidak mengetahui akan keruntuhan itu adalah Presiden dan para pengacaranya. Indikator kuncinya menurut Stone, sangat mudah dilihat.  Misalnya, negara Bagian Alabama yang ber Ibu Kota Montgomery, selama 25 tahun selalu dimenangkan Senator Republik. Partai asal Trump berkuasa.

Negara bagian itu, hari ini direbut Doug Jones senator Partai Demokrat. Padahal dalam Pemilu Presiden 2016 saja, Trump berhasil mengalahkan Hillary Clinton dengan selisih cukup parah. Yakni, 73 vs 27 persen. Jones-lah yang berhasil meruntuhkan tradisi yang telah bertahan lama sebagai langganan tempat pemenangan pemilu senat untuk Republik.

Lawan Jones, Roy Moore, didukung  penuh Presiden Donald Trump. Tetapi ia tetap kalah. Inilah pergeseran simpati dan dukungan politik warga Alabama dari Republik ke Demokrat. Posisi ini menguntungkan posisi Demokrat di Senat AS. Kemengan Jones, sekaligus menipiskan selisih ketertinggalan Demokrat dari Republik. Selisih jumlah kursi mereka hari ini menjadi semakin tipis, yakni, 51: 49.

Kondisi Senat yang seperti ini, menurut Stone dapat menghambat kebijakan Trump. Berbagai kebijakan Trump yang membutuhkan dukungan dari senat diperkirakan akan menemui hambatan yang cukup berarti. Kantor berita BBC melaporkan hal ini dengan menyebut bahwa di Amerika Serikat, kini telah merebak barisan Anti-Trump seperti terlihat di Alabama”.

Namun demikian, oleh para pendukung Republik dibantah. Kekalahan Douglas bukan lantara menurunnya dukungan atas Trump, apalagi terhadap Republik. Kekalahan Douglas lebih karena menguatnya informasi akan dugaan skandal pelecehan seksual yang dilakukan Douglas terhadap sejumlah perempuan. Beberapa di antaranya bahkan berstatus di bawah umur. Ia juga dikenal sebagai politikus yang belum mumpuni. Banyak orang Repubolik sendiri ragu, meski Trump memberi dukungan penuh atasnya.

Ada apa dengan Trump

Situasi politik Republik di mana Trump bernaung dalam posisi yang demikian, diperparah dengan menguatnya isu pelecehan seksual yang dilakukan Trump sendiri. Isu ini, semakin membuat Trump dan Republik tersudut. Nikki Haley, yang menjadi Duta Besar AS untuk PBB, membela sejumlah wanita yang menuding Trump melakukan pelecehan seksual. Ia tidak membela Trump. Haley bahkan menyebut bahwa para perempuan itu harus didengar keterangannya. Inilah yang disebut Stone sebagai bentuk penusukan pada punggung Trump melalui pisau perempuan itu yang dilakukan Haley.

Dilaporkan BBC [5,12,2017] bahwa banyak wanita Amerika menuding Trump melakukan tindakan tidak senonoh terhadap mereka. Trump telah melakukan sentuhan dan ciuman. Isu ini dimanfaatkan puluhan legislator asalah Demokrat dengan menyerukan dengar pendapat tentang tuduhan tersebut. Politikus Demokrat asal New York, Kirsten Gillibrand, misalnya mengatakan bahwa Trump harus mengundurkan diri. Meski tudingan atasnya dianggap Trump dan Gedung Putih sebagai pendusta.

Di sisi lain, imvestigasi yang dilakukan mantan Direktur FBI, Robert Mueller,  atas Trump terkait dengan dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres AS 2016, terus berlanjut. Trump dan Vladmir Putin sudah berulang kali membantah bahwa timnya tidak bekerja sama dengan Moskow, namun penyelidikan atasnya terus berlangsung.

Penyelidikan ini, semakin tampak seru karena Michael Flynn, mantan penasihat keamanan nasional Trump, mengumumkan bahwa ia akan bekerja sama dengan tim yang dipimpin Mueller. Kemauan untuk bekerjasama ini, dilakukannya untuk mendapat hukuman yang lebih ringan. Ia mendapat pengurangan hukuman selama 6 bulan. Flynn sendiri sebelumnya mengaku bersalah karena membuat pernyataan palsu terhadap FBI terkait pertemuannya dengan Duta Besar Rusia

BBC pada Senin, 4 Desember 2017, menyebut bahwa pengurangan hukuman atas Flynn, mengindikasikan bahwa dirinya telah memberi informasi berharga terkait satu atau lebih anggota senior di pemerintahan Trump. Trump memecat Flynn pada Februari setelah ia salah memberikan penjelasan kepada Wakil Presiden Mike Pence terkait kontaknya dengan Duta Besar Rusia Sergei Kislyak.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar