Ternyata Ini Sosok Guru Inspiratif Dr Zakir Naik – Dr Zakir Naik Part-2

0 146

Dalam artikel “Dokter Yang Berhasil Mengislamkan Lebih Dari Jutaan Orang“, penulis telah menjelaskan siapa sosok dokter tersebut dan alasan beliau yang rela banting stir hanya untuk menjadi seorang dai. Dibalik itu semua pasti ada sosok hebat yang menjadi guru inspiratif dr Zakir Naik. Lalu siapa sosok inspiratif tersebut?.

Orang yang telah menjadi inspirasi dr Zakir Naik tersebut adalah Ahmad Deedat, inspirator yang tidak lain juga adalah gurunya. Ahmad Deedat menguasai beberapa Bahasa seprti halnya dr Zakir Naik. Seperti bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Ibrani, Bahasa Melayu dan lainnya. Hal itu menandakan bahwa Ahmad Deedat memang telah menjadi insipirasi seorang Zakir Naik.  ( Yahya : 18)

Ahmad Deebat memiliki pemikiran yang luas, sehingga gaya orasi Ahmad Deebat sangat articulate dalam setiap kata perkata. Hal tersebut menurun kepada Zakir Naik yang tak lain adalah muridnya. Sehingga tidak sedikit orang tertarik oleh gaya dialog Dr Zakir Naik yang dibawakan di atas panggung.

Mengenal lebih dalam sosok Ahmed Deebat

Sebagaimana yang dijelaskan dalam uraian sebelumnya. Bahwa Zakir naik berguru kepada seorang pendakhwah dari India yang menghabiskan waktu di Afrika Selatan bersama ayahnya yaitu Syeikh Ahmed Deedat. Ternyata setelah beberapa bulan Deedat berangkat ke Afrika Selatan, ibunya meninggal dunia. ( Yahya : 19 )

Deedat pernah menunda sekolah, ketika usia enam belas tahun. Karena faktor biaya, ia memilih bekerja menjadi penjual barang-barang eceran. Padahal ia merupakan seorang anak yang cerdas. Dibuktikan ketika usianya menginjak di tahun ke sembilan, Ia mampu menguasai bahasa Inggris serta unggul di sekolah yang merupakan tempat koloni bangsa Inggris. (Yahya : 19)

Ketika besar Ahmad Deedat menjadi pendakwah hebat yang memilik cara komunikasi berirama yang baik. Kadang ia bergolak-membara, kadang ia bertutur pelan hening, dan sesekali kadang secara spontan melemparkan humor yang menyegarkan.  ( Yahya : 18 )

Bahasa tubuh beliau sangat luwes membangun apa yang disampaikan. Dimulai dari cara berdiri, ekspresi wajah, gerakan tangan, cara menyimak sampai dalam kesigapannya memberi jawaban. Hal tersebut membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan penguasaan panggung yang ulung. ( Yahya : 18 )

Ahmad Deedat juga telah mendirikan sebuah lembaga untuk mewadahi para dai Islam yang diberi nama dengan “As-Salaam”. Kemudian pada tahun 1957 Deedat mendirikan Islamic Propagation Centre International (IPCI) dan ia menjadi ketua sampai tahun 1996, yang salah satu muridnya adalah Zakir Naik. (Yahya : 20 )

Karya-karya Deedat yang sekitar 22 karya telah dicetak sampai 20 juta kopi. Menyebar luas, laris, terkenal dan diakui oleh dunia khususnya di Asia, Oceania bahkan ke Amerika Utara dan Amerika Selatan. (Yahya : 20 )

Sumber bacaan : Dr Yahya Nuryadi, Dr ZAkir Naik, Depok:Mentari Media, 2017

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.