Dunia selalu Mencari titik Keseimbangan

0 70

Hampir dapat dipastikan jika semua manusia pasti memiliki mimpi. Mimpi untuk mencari hasyrat akan sesuatu yang belum menjadi kenyataan hidup. Bukan mimpi namanya, jika apa yang ingin kita cari, ternyata ada dalam diri kita atau serendahnya dekat dengan kehidupan kita. Cita-cita untuk menggapai sesuatu yang jauh dari realitas kita, itulah mimpi. Dan mimpi bukanlah realitas.

Ketika kita bermimpi tentang dunia yang damai, maka, sesungguhnya kedamaian itu sedang jauh dari diri dan negara kita. Kedamaian menjadi kata yang sulit untuk diimplementasikan. Kita sesungguhynya sedang berada dalam angkara murka dan jauh dari kata damai itu. Entah di mana kata kedamaian itu berada. Apalagi jika pertanyaannya diteruskan dengan bagaimana kedamaian itu harus diraih. Hal itu akan sangat terasa jauh.

Dalam bahasa agama, mimpi yang seperti ini disebut dengan tamanni.Ai??Ia adalah gagasan uthopis yang bukan saja jauh dari harapan, tetapi, juga akan mustahil untuk diimpelementasikan.

Mimpi-mimpi tentang Negara

Begitupun ketika banyak orang sedang bermimpi misalnya ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Maka, Indonesia yang berbasis Muslim dengan seluruh perangkatnya berdasarkan al Qur’an dan sunnah, sesungguhnya sedang berada dalam tataran yang sangat jauh sekali untuk dapat diimplementasikan. Mereka yang tidak menghendaki Indonesia sebagai negara Islam, jangan terlalu khawatir, karena negara Islam baru ada dalam mimpi mereka yang sedang mengidamkannya.

Begitupun jika ada orang Nasrani melalui khutbah-khutbah di geraja, sedang memimpikan Indonesia dibentuk menjadi negara Kristen. Maka, sesungguhnya Indonesia sedang sangat jauh untuk menjadi negara Kristen. Yang Muslim atau mereka yang menolak gagasan ini, jangan terlalu risau atas gagasan ini. Mengapa? Karena pembentukan Negara Indonesia untuk menjadi Negeri Kristiani itu, sesungguhnya sedang sangat jauh sekali dari kenyataan.

Hal yang sama terjadi jika juga ada orang yang berhasyrat ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Komunis. Maka sesungguhnya komunisme sedang jauh dari jangkauan bumi pertiwi. Karena itu, mereka yang phobia terhadap apa yang disebut dengan komunisme, jangan terlalu khawatir. Sebab negara Indonesia yang berbasis Komunis itu sesungguhnya sedang jauh dari bumi pertiwi.

Lalu apa yang menyebabkan Negara Islam, negara Kristen atau Negara Komunis itu, benar-benar menjadi kenyataan? Nah semua itu akan menjadi kenyataan, jika mereka yang tidak sepaham dengannya, melakukan perlawanan berlebihan terhadap apa yang dimimpikan orang lain.

Sebut misalnya, jika ada orang yang demikian keras menolak kehadiran HTI di Indonesia. Organisasi yang beberapa bulan lalu dibubarkan pemerintah. Maka, jangan heran jika gagasan HTI, misalnya soal pembentukan khilafah Islamiyah, malah akan semakin tumbuh subur. Berterima kasihlah HTI kepada pemerintahan sekarang ini, yang telah berhasil menyemai ideologi mereka ke dalam lubuk hati banyak pemeluk Muslim Indonesia.

Mengapa hari ini PKI dianggap kembali massif bertumbuh di Indonesia? Menurut saya, karena mereka yang berseberangan dengannya, terlampau keras cara menghadangnya. Akhirnya mereka terkesankan besar dan memiliki kemampuan yang juga dianggap besar.

Dunia dan Keseimbangan

Filosofi dunia karena itu, selalu mencari titik keseimbangan.Ai?? Hegemoni anti pluralisme dan berbagai istilah yang semakna dengan itu, akan selalu menjadi antitetik bagi munculnya kekuatan lain yang berseberangan. Karena itu, belajarlah tetap dalam titik tumpu keseimbangan yang mensimetrikan dunia dalam segenap keseimbangan juga. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.