Inspirasi Tanpa Batas

Eksistensi Umat Terhadap Fenomena Modern

0 26

Eksistensi Umat Terhadap Fenomena Modern:

Islam adalah Agama abadi, tapi kehidupan manusia tidaklah abadi. Jelas kiranya Islam simbol keabadian aqidah yang tidak bisa dibantah dan bisa berlaku kapan saja, zaman apa saja.

Aktivitas dakwah kepada seluruh kalangan manusia, dengan berbagai kalangan, latar belakang kepercayaan, warna kulit, suku ataupun negaranya mengandung kerinduan yang suci dan kreativitas seni yang halus guna membangun peradaba Islam. Telah berkembangnya peradaban modern akan memberikan ekses yang besar bagi umat. Kekuatan kebutuhan hidup mempengaruhi pola pikir dan pola hidup yang bisa menggeser akidah. Umat akan cenderung mengutamakan kebutuhkan dengan mengesampingkan hukum Islam.

Sedikit demi sedikit umat menjauh dari Al-Qur’an menjadi orang yang sesat, diberikan penghidupan yang sempit. Orang yang menjauh dari Al-Qur’an dan Sunnah juga akan mengakibatkan dirinya dilalaikan oleh harta dan kemegahan dunia semata dan budaya matrealisme yang terjadi. Sehingga orang memandang harta dan kedudukan lebih mulia daripada kehidupan yang dilandasi oleh Iman, terlebih lagi kekurangan dari harta. Orang akan lebih dihargai ketika dia ada dalam puncak kekuasaan atau mempunyai jabatan dan harta yang berlimpah. Menyepelekan orang yang rajin ibadah, mempunyai ilmu agama tapi dia tidak punya jabatan dan begitu juga harta. Padahal kalau mereka tahu tentang isi Al-Qur’an, Allah SWT telah memperingatkannya;

أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ ١ حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ ٢

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur”. (Q.S. At-Takatsur:1-2).

Perasaan Rendah Diri

Menurut Budiman Mustofa Lc dalam khutbahnya mengatakan bahwa, faktor yang membebani umat Islam adalah kecenderungan umat Islam mengalami Inferiority Complex atau perasaan rendah diri. Rendah diri dalam bidang pendidikan, karena merasa bahwa segala sesuatu yang berbau Barat dan Eropa adalah hal- hal yang menakjubkan. Termasuk didalamnya, dalam hal penampilan. Mereka akan bangga apabila memakai pakaian yang bermode dari barat. Begitu juga dalam gaya hidup. Mereka mengatakan modern apabila orang mengikuti life style barat dan mengatakan kampungan apabila gaya hidupnya menurut Islam. Padahal semestinya kita bangga dengan budaya kita. Budaya yang kaya dan terkenal keramahan dan kesopanannya.

Kedangkalan Ilmu Agama Menjadi Kelemahan

Kita tidak perlu merasa rendah diri jika kita adalah orang yang beriman. Sebagimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an;

وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١٣٩

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S. Ali-Imran:139).

Kelemahan umat Islam lainnya adalah pengetahuan yang kurang. Kedangkalan akan ilmu agama. Kelemahan ini membuat mereka taklid buta. Mudah untuk menerima pendapat orang lain tanpa berpikir atau mencari referensi maupun mempelajari sumber- sumbernya. Ini lah umat yang mudah tergoda oleh petunjuk- petunjuk yang menyesatkan dan lebih jauh akan mempengaruhi aqidahnya.

Umat ini mulai digrogoti oleh musuh-musuh Islam. Peperangan yang dilakukan secara terang- terangan oleh misionaris yang ingin menghancurkan. Banyak isu-isu yang dapat menyudutkan, mengkambing hitamkan Islam, dan membuat image yang buruk terhadap Islam. Ini semua merupakan upaya pelemahan sistemik terhadap umat Islam. Mereka mengakatakan bahwa Islam itu keras, teroris, yang dapat mengancam siapa saja yang dikehendakinya, serta mengganggu stabilitas pemerintahan. Yang paling disayangkan adalah ada dari dalam umat Islam sendiri yang menjadi bagain dari propaganda ini. Tanpa merasa telah ikut melemahkan umat Islam.

Propaganda Melemahkan Islam

Dengan berbagai cara mereka melemahkan dan memerangi Islam. Perang fisik maupun perang pemikiran (Ghazwu fikri). Yang sangat dikhawatirkan adalah perang pemikiran yang benar- benar dapar merasuk, meracuni kedalam tubuh umat. Banyak media yang mereka gunakan, dalam bentuk penyebaran budaya- budaya barat yang materialis dan hedonis yang merusak generasi muda sehingga kehilangan jati dirinya.

Untuk itu, salah satu jalannya adalah melakukan pembinaan generasi muda melalui proses tarbiyah yang continuitas dan terprogram. Menanamkan panji jihad di dalam dada umat Islam untuk sama- sama menyelamatakan umat dari kehancuran. Ingatlah janji Allah, seandainya jika kita tidak ikut andil, hanya dapat berharap dan berdoa akan keutuhan umat. Dan Allah akan menggantikan kita dengan generasi yang lebih baik.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِمٖۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ٥٤

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (Q.S.  Al-Maidah; 54).

Sangat di idam-idamkan generasi yang tangguh. Yang mampu berdiri tegak dalam aqidah islam. Tidak terpengaruh oleh hiruk- pikuk keramaian dunia yang menggiurkan. Generasi yang mampu membawa masa depan umat ke arah yang lebih baik, bukan generasi yang rapuh. Umat Islam harus memupuk diri dengan keimanan dan ukhuwah, tak mudah goyah oleh godaan yang bisa menghancurkan aqidah. Mulai dari diri sendiri, keluarga, kerabat dan umat. ***Wawan Ahmad Ridwan

Komentar
Memuat...