Emosi adalah Musuh Selimut Berbahaya

0 108

Emosi adalah Musuh Selimut Berbahaya. – Dunia yang semakin modern ditandai dengan pesatnya akses informasi dan komunikasi. Manusia semakin mudah berinteraksi dengan sesamanya baik menggunakan internet atau akses mobile phone. Kita dapat mengirim dan menerima data/informasi lebih cepat hanya dalam hitungan detik saja. Memberi kabar kepada teman kini dapat bertatap muka langsung menggunakan layanan video call. Banyak kemudahan-kemudahan yang kita terima saat ini.

Namun hal tersebut diatas menjadikan manusia serba instan dan konsumtif. Sebagai contoh jika seseorang ingin belanja, bisa langsung klik saja toko online untuk memilih barang yang diinginkan. Dari aktifitas belanja Online, ada efek negatif yang ditimbulkan seperti perlahan membentuk pola malas, tidak banyak bergerak (kurang sosialisai), kurang sehat, jika barang tidak sesuai keinginan maka konsumen dapat kecewa.

Alat komunikasi yang kita gunakan ada kalanya mengalami gangguan seperti loading lama, akses terganggu atau bahkan rusak. Hal inilah yang akan menimbulkan gangguan kejiwaan pada manusia seperti emosi-emos negative berupa stress atau tekanan.

Maka tidak heran, ilmu pengetahuan modern kini semakin konsen memperhatikan dan mengupas aspek kejiwaan manusia. Kenapa? Karena seiring dengan perkembangan zaman ini, manusia mudah mengalami ketegangan, tekanan dan emosi-emosi negatif yang berdampak tidak hanya pada aspek psikis tetapi juga fisik (tubuh).

Tidak heran penyakit-penyakitpun gencar menyerang kepada seseorang tersebut seperti depresi, stress, penyakit jantung dan lainya. Hal tersebut diatas perlahan mulai menyadarkan para dokter tentang pengaruh emosi terhadap kesehatan manusia di era globalisasi.

Lalu apa itu emosi? Emosi merupakan suatu aspek psikis yang berkaitan dengan perasaan dan merasakan. Jadi apa saja yang kita rasasakan baik senang, sedih, kesal, kecewa, marah, tegang dan lainya adalah bentuk dari emosi. Emosi akan menentukan seseorang bagaimana bersikap.

Secara umum emosi terbagi menjadi dua yakni emosi positif dan negative. Pertama, emosi positif adalah perasaan senang dari dalam jiwa seseorang misalnya telah mendapatkan hadiah, maka ia akan bahagia, senyum, tertawa dan lainya. Sedangkan yang kedua adalah emosi negative, artinya perasaan tidak senang akan sesuatu hal misalnya seseorang putus cinta, maka akan marah, murung, kecewa, sakit hati dan lainya. Emosi negative ini lebih jauhnya akan menimbulkan strees yang luar biasa.

Gejolak emosi baik kegembiraan maupun kesedihan dapat berpengaruh terhadap tubuh. Misalnya kegembiraan yang berlebihan akan menyebabkan perubahan fisiologis seperti jantung berdebar kencang, eksresi air mata, atau kekejangan otot-otot dalam batas tertentu.

Sebaliknya jika peristiwa negative misalnya kemarahan, kesedihan maupun kekecewaan yang mendalam, tentu saja mempengaruhi kondisi fisiologis pula. Misalnya berkeringat, otot-otot menegang, denyut nadi tinggi, jantung berdebar, nafas kencang dan lainya sebagainya. Jadi emosi tidak bisa dipisahkan antara kondisi psikis dan organi fisiologis.

Jika emosi negative yang muncul secara terus menerus dalam diri seseorang dapat mengakibatkan organ-organ dalam tubuhnya tidak berfungsi maksimal.

dr. Masaru Emoto Peneliti Hado Institute

Sebagai manusia, kita sudah sepatutnya mengetahui cara atau teknik mengontrol emosi yang ada didalam diri kita khususnya emosi negatif. Menurut buku yang berjudul The true power of water karangan dr. Masaru Emoto  menjelaskan bahwa jika emosi negative yang muncul secara terus menerus dalam diri seseorang dapat mengakibatkan organ-organ dalam tubuhnya tidak berfungsi maksimal.

Emosi negative yang dimaksud seperti depresi, strees, cemas, mudah tersinggung, iri, sedih dan dengki. Jadi sudah semestinya kita dapat mengelola emosi negative berupa stress ini dengan baik.

Seseorang yang memiliki mobilitas tinggi rentan terkena strees, karena ia sering berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda karakter. Akses komunikasi di tuntut serba cepat bahkan harus diimbangin dengan kualitas pekerjaan yang maksimal.

Menurut salah satu situs berita ternama Indonesia ada beberapa pekerjaan yang rentan dengan stress misalnya sales (marketing), pegawai (staff), pengemudi kendaraan umum, perawat, pekerja sosial dan  konsultan keuangan. Stress ini diakibatkan beban pekerjaan dan resiko pekerjaan yang cukup berat.

Penelitian dr. Masaru Emoto mengunkapkan bahwa emosi negative memiliki hubungan yang erat dengan penyakit yang timbul pada diri seseorang. Misalnya :

  • Stress dapat mengakibatkan gangguan pencernaan
  • Rasa khawatir dapat menimbulkan gejala sakit punggung
  • Rasa cemas yang berlebihan dapat berakibat terkena penyakit ginjal atau sulit mencerna
  • Mudah tersinggung (emosional) dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit insomnia, hepatitis, diabetes, jantungan bahkan stroke.
  • Bersedih yang mendalam dapay mengakibatkan penyakit leukemia.
  • Dengki atau iri hati dapat mengakibatkan kulit bernanah atau centengan
Sementara itu, penelitian lain pula mengemukakan bahwa ada penyakit-penyakit tertentu yang diakibatkan oleh emosi negative (stress) antara lain :

1. Asma

Sebagian dari kita mengetahui bahwa penyakit asma merupakan penyakit yang diakibatkan oleh faktor keturuan atau hereditas. Akan tetapi asma ini sering diperparah dengan adanya emosi negative berupa rasa bersalah yang mendalam. Seseorang yang memiliki gejala penyakit asma sebaiknya menghindari perasaan bersalah yang belum terselesaikan.

2. Alergi

Alergi sering diakibatkan oleh faktor polutan (kotoran), namu alergi juga dapat disebabkan oleh penolakan diri sendiri atau perasaan tidak percaya diri.

3. Anemia

Gejala penyakit kurang darah atau anemia adalah kondisi badan yang lemas, lesu dan lebih seperti tidak ada gairah. Sebagian orang menganggap bahwa anemia adalah penyakit kekurangan darah, namun siapa sangka anemia ini diakibatkan oleh emosi negative. Biasanya terjadi pada orang yang perfeksionis. Orang seperti ini selalu banyak pertimbangan dalam hal konsumsim, sehingga mengakibatkan ini tidak memiliki asupan gizi yang baik.

4. Kanker

Kanker adalah penyakit yang termasuk extraordinary atau penyakit dengan skala yang cukup serius. Akan tetapi menurut beberapa sumber faktor yang mendorong seseorang terkena kanker adalah akibat dari luka batin yang teramat mendalam.

5. Diabetes

Penyakit diabetes sekarang telah masuk urutan ketiga penyakit yang mematikan di Dunia. Korban yang banyak terjangkit berada di Amerika Serikat, Sementara Indonesia menduduki oeringkat ketiga menjadi Negara dengan tingkat penderita diabetes terbesar didunia.

Kita mengetahui bersama bahwa diabetes diakibatkan karena tubuh terlalu banyak mengkonsumsi zat gula, sehingga  tubuh tidak bisa mengelola karbohidrat dengan baik. Namun penyakit ini pula disebabkan oleh emosi negative berupa cinta yang bertepuk sebelah tangan atau ditinggalkan kekasih.

6. Penyakit gagal ginjal

Penyakit ini diakibarkan karena seseorang tidak berani/mau menerima kekalahan ataupun kritikan dari orang lain.

7. Mag

Penyakit mag biasanya diakibatkan karena asam lambung yang terlalu tinggi sehingga zat makanan dalam ginjal tidak dapat dicerna dengan baik. Namun penyakit mag sendiri sering dipicu akibat dari rasa kekecewaan yang mendalam ataupun rasa takut yang luar biasa serta berkepanjangan.

8. Sakit Kepala

Sakit kepala diakibarkan karena beban otak yang terlalu overload sehingga tidak bisa diolah dengan baik. Terjadi penumpukan data yang berlebihan. Selain itu sakit kepala sering dipicu oleh rasa takut akan kegagalan.

Itulah hubungan antara emosi negative (stress) dengan penyakit pada manusia. Sekali lagi penulis ingin menekankan bahwa emosi bagaikan musuh dalam selimut bagi kondiri tubuh kita.  Meskipun kasat mata, emosi negative siap menggrogoti tubuh kita dari hari ke hari. Maka kita memerluka upaya khusus untuk mengantisipasi dan mengelola emosi ini.

Tulisan berikutnya akan membahas tentang cara mengendalikan/mengelola/menyalurkan emosi dengan baik. Aldy Nurcahya

[email protected]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.