Ternyata Entrepreneur Itu Berbeda Dari Manajer Atau Teknisi

0 40

Michael E. Gerber penulis sebuah buku yang berjudul “The E-Myth: Why Most Businesses Don’t Work and What to Do About It”. Yang di dalamnya Michael E. Gerber dengan jelas dan detail menerangkan perbedaan antara 3 jenis orang dalam sebuah usaha yang baru merintis atau usaha berskala kecil sampai menengah:

Sang entrepreneur

Jenis pertama ini mendirikan sebuah bisnis yang dapat berjalan dengan atau tanpa kehadiran sebuah fisiknya. Orang seperti ini memiliki berbagai pandangan dan visi-visi cemerlang yang membuat sebuah bisnis menjadi kian unik dengan menambahkan tujuan dan arah ke dalam bisnisnya. Perspektif yang menjangkau jauh ke depan dari sang entrepreneur memungkinkannya untuk mengantisipasi segala perubahan dan kebutuhan di pasar dan untuk menggerakkan macam aktivitas untuk memanfaatkan perubahan dan kebutuhan yang telah ada tersebut.

Sang manajer

Seorang manajer menghasilkan dengan para pegawainya yang mengembangkan dan mengimplementasikan sistem yang efektif dan selalu dengan berinteraksi dengan pegawai. Meningkatkan rasa kepercayaan dirinya dan kemampuannya demi menghasilkan prestasi yang baik. Manajer dapat mengaktualisasikan visi seorang entrepreneur dengan menggunakan perencanaan, impelementasi dan daya analisisnya.

Sang teknisi

Seorang teknisi mengerjakan berbagai tugas tertentu sesuai sistem dan manajemen standar yang telah dikembangkan. Teknisi seperti itu dalam kondisi terbaik perusahaan tak hanya menyelesaikan tugasnya namun juga memberikan masukan kepada pengawasnya mengenai perbaikan sistem dan standar itu sendiri.

Memahami berbagai definisi di atas tersebut sangatlah penting, apalagi jika Anda adalah seorang entrepreneur. Michael E. Gerber menyatakan bahwa sebenarnya banyak bisnis kecil menengah yang tak bekerja, tetapi justru si pemiliklah yang bekerja. Dengan kata lain, ia yakin bahwa pemilik usaha kecil menengah sekarang ini banyak yang bekerja terlalu keras pada satu pekerjaan yang telah ia ciptakan untuk dirinya sendiri daripada bekerja untuk menciptakan bisnis. Maka dari itu, sebagian besar UKM gagal karena si pemilik memiliki karakter yang lebih mendekati sang teknisi, bukanlah entrepreneur. Dengan bekerja sebagai teknisi, pemilik UKM menyadari dirinya hanya akan mendapatkan sedikit imbalan untuk usaha yang begitu banyak dan pada akhirnya menurut Michael E. Gerber, bisnis pun akan gagal total.

Ada opini yang berkembang luas bahwa para pemilik UKM kini mayoritas tidak bisa disebut sebagai entrepreneur karena mereka tak menciptakan bisnis. Mereka hanya teknisi yang menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri.

Solusinya? Solusi masalah ini terletak pada tekad si pemilik UKM untuk memulai berpikir dan bertindak seperti sang entrepreneur sejati. Mereka harus membayangkan bagaimana bisnis akan berjalan tanpa kehadiran mereka setiap hari di kantor atau pabrik. Dengan kata lain, si pemilik UKM harus mulai mengerjakan bisnisnya tersebut di samping bekerja di dalamnya. Ia harus mengoptimalkan kapasitas perusahaan melalui pengembangan sistem dan implementasinya. Kuncinya ialah bahwa seseorang harus mengembangkan potensi “perspektif entrepreneurial”.

*diadaptasi dari Michael E. Gerber, “The E-Myth Revisited: Why Most Business Don’t Work and What to Do About It”

(dhirga)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.