Entrepreneur Harus Mempunyai Sosok Pemimpin Dari Hati

0 48

Entrepreneur Harus Mempunyai Sosok Pemimpin Dari Hati – Dalam suatu organisasi apapun, kepemimpinan memegang peran yang sangat penting. Hal ini disebabkan kemajuan atau bahkan kemunduran suatu organisasi sangat bergantung dari kemampuan dan juga kecakapan dari pemimpin organisasi tersebut.

Hal serupa juga berlaku untuk entrepreneur, dimana segala perkembangan dari usaha yang dirintisnya akan bergantung dari kemampuannya dalam memimpin. Karena tanggung jawab yang besar tersebut, banyak orang yang menyamakan kemampuan guna memimpin seperti kemampuan seorang jenderal perang dalam memenangi pertarungan dalam medan laga.

Raymond Cattel, seorang pionir dalam bidang penilaian kepribadian, bahkan mengembangkan Leadership Potential Equation saat tahun 1954 berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap karakter yang dimiliki banyak pemimpin militer. Hasil penelitian tersebut digunakan sampai hari ini sebagai acuan karakter pemimpin yang efektif. Dimana berbagai karakter tersebut adalah kestabilan emosi, mendominasi, antusias, sadar akan tugas, berani mengambil resiko, berpikir logis, percaya diri dan juga mampu menjaga integritas diri.

Namun, saat ini, ada sebuah pemikiran baru tentang kepemimpinan efektif. Seorang pemimpin yang baik jugalah seorang pemimpin yang melakukan kepemimpinan dengan hati. Gede Prama, seorang kolumnis, penulis buku, konsultan manajemen, publik speaker yang pernah menjadi CEO perusahaan jamu papan atas, mengungkapkan hal tersebut dalam salah satu buku karyanya: Percaya Cinta, Percaya Keajaiban.

Gede mencontohkan kasus kepemimpinan dengan hati melalui kasus studi terhadap perusahaan sepeda motor asal Amerika Serikat, Harley Davidson. Saat awal delapan puluhan, Honda dan juga merk sepeda motor Jepang lainnya merajai pasar Amerika Serikat, sehingga merk lokal Harley Davidson terpuruk.

Namun, keterpurukan tersebut ternyata bukanlah suatu hal yang tak bisa diatasi. Sepuluh tahun kemudian, Harley Davidson berhasil bangkit dan juga sampai saat ini menjadi satu merk yang populer di dunia. Dalam buku berjudul More Than A Motorcycle: The Leadership Journey at Harley Davidson, dari mantan CEO Harley Davidson. Rich Teerlink bersama konsultan pengembangan organisasi Lee Ozley menulis apa saja yang dilakukan. Sehingga pada akhirnya keluar sebagai pemenang yang juga membanggakan.

Membenahi Sumber Daya Manusia dan Organisasi

Ternyata, pembenahan yang dilakukan hampir seluruhnya difokuskan untuk membenahi sumber daya manusia serta organisasi. Misalnya dalam sektor kepemimpinan: When the crisis goes, leaders have to stop taking answers to their people instead take questions to their people. Pemimpin tak hanya menuntut kepada para bawahannya, namun juga harus mau bertanya apa yang diinginkan dan yang dibutuhkan mereka.

Banyak sekali energi yang dihabiskan guna memperbaiki hubungan dengan pekerja pabrik Harley Davidson. Tapi, bermodalkan sarana kepemimpinan dengan hati, semuanya berhasil dilalui dengan memuaskan.

Bentuk kepemimpinan Teerlink, yang bersedia berbesar hati mendengarkan para bawahannya daripada memilih untuk ‘menendang’ mereka yang dianggap membangkang. Ternyata berasal dari ajaran ibunya ketika ia masih kecil. “She taught me that there is good in every person and everyone is worthy of respect, and it just takes longer to find the good in some.” Ada kebaikan pada diri setiap orang dan setiap orang wajib untuk dihargai, dan juga terkadang hanya membutuhkan tambahan waktu sedikit untuk menemukan kebaikan dalam diri beberapa orang.

Dari kasus tersebut, Gede menarik kesimpulan bahwa kebencian orang memang mudah sekali dipancing keluar. Guna membuat kebaikan orang keluar diperlukan kesabaran dan waktu yang lebih jauh dan panjang. Tapi, kepemimpinan dengan hati terbukti dapat membuat Harley Davidson menemukan jalan meraih kesuksesan, bahkan kesuksesan tersebut dapat bertahan sampai sekarang ini. Tentu dapat diharapkan, sukses serupa bisa diraih para entrepreneur yang melakukan kepemimpinan dengan hati.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.