Erdogan Menuduh Amerika Serikat sebagai Pendukung Teroris

Erdogan Menuduh Amerika sebagai Pendukung Teroris
0 40

Bukan Recep Tayyip Erdogan namanya, Presiden Turki saat ini, jika tidak membuat dunia terusik.  Jagad politik internasional dikejutkan dengan pernyataan Presiden kebanggaan Turki. Tentu, ia juga menjadi contoh bagi negara Muslim atau yang mayoritas penduduknya Muslim. Bagaimana ia menampilkan diri dalam lanskap politik yang menghentak. Kali ini, dia menampilkan diri sebagai kritikus jitu terhadap Amerika.

Presiden yang tampak alim dan akademis ini, sebagaimana disadur dari Tempo.Com (27-12-2016), menuding pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat, sebagai pendukung ISIS. Erdogan menyebut bahwa selama ini, Amerika mendukung penuh kelompok teroris ISIS dan milisi lainnya di Suriah. Erdogan mengklaim dia memiliki bukti, antara lain, foto dan video untuk mendukung tudingannya itu.

Pernyataan Erdogan tadi, jelas menohok pihak Amerika. Mengapa? Sebab, sebelumnya Turki selalu dituduh USA sebagai pendukung Daesh (ISIS). Fakta di lapangan, justru Amerikalah yang mendukung kelompok teroris, termasuk Daesh, YPG dan PYD. Erdogan menyebut, bahwa dirinya memiliki banyak bukti dalam bentuk gambar, foto, dan video. Inilah yang disampaikan Erdogan dalam konferensi pers Selasa, 27 Desember 2016.

Kilas Balik Erdogan

Erdogan menyebut alat bukti itu perlindungan USA terhadap YPG. Ia adalah Unit Perlindungan Rakyat Kurdi yang ada di Turki. Kelompok ini bermarkas Suriah sebelah Utara dan menjadi pendukung Partai Uni Demokrat. Kelompok inilah, menurut Erdogan yang telah melakukan sejumlah aksi kekerasan berdarah di Turki.

Bukti lain menurut Erdogan adalah, sikap dingin yang ditunjukan Amerika atas permohonan Erdogan untuk melakukan ekstradisi kepada Fethullah Gullen. Tokoh ini, disebut Erdogan yang melakukan Kudeta di Turki pada Juli tahun lalu. Meski gerakannya gagal, tetapi, Gullen tetap diminta pulang ke Turki. Tujuannya pasti, yakni diadili di negerinya. Saat ini, sosok dimaksud diamankan pihak USA.

Amerika yang membentuk Pasukan Koalisi guna menghalau gerakan teroris dalam kelas dunia, tentu menolak tudingan Erdogan. Amerika dengan tegas membantah membantu milisi ISIS. Hal ini, sebagaimana disampaikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Mark Toner, yang membantah tudingan Erdogan. Ia menyatakan, “Tidak ada alasan untuk membenarkan pernyataan Erdogan.  Washington, justru 100 persen berada di balik penghancuran Daesh (ISIS) di Suriah dan negara Timur Tengah lainnya. ** (Prof. Cecep Sumarna)

Komentar
Memuat...