Home » Filsafat » Estetika dalam Makna Fisik dan Akal Budi

Share This Post

Filsafat

Estetika dalam Makna Fisik dan Akal Budi

Saya hendak menunjukkan perbedaan pemahaman terhadap makna estetik dalam pemaknaan lebih jauh dalam kerangka sensual fisik dengan cantik dalam pngertian akal budi. Perbedaan itu akan diawali dari cerita yang tertuang dalam sebuah film tentang Nabi Musa. Cerita tentang Nabi Musa ini diputar dalam acara film-film pilihan yang khusus ditayangkan Metro TV pertengahan bulan April 2004 di mana tanpa sengaja saya menontonnya. Hanya sayang saya lupa judul film dimaksud.

Film dimaksud, pernah ditonton saya. Film ini, menurut saya dapat menjadi contoh lain bagaimana penilaian terhadap sesuatu yang dianggap cantik, indah dan menarik itu berbeda. Dalam film itu, diceritakan bahwa Musa menikahi seorang gadis pengembala yang dalam literatur Islam disebut sebagai anaknya Nabi Syuaeb setelah ia kabur dari Mesir akibat membunuh seorang pemuda “dhalim” yang menjadi anak buah Fira’un dan melakukan perbuata nestafa kepada sesama manusia. Musa tidak menerima dan memukulnya, hingga pemuda dimaksud tewas.

Sebelum Musa kabur dari Mesir ke Palestina untuk menghindari pembalasan berupa “pembunuhan” yang akan diiakukan pengikut Fira’un, sebagai manusia biasa tentu ia memiliki seorang kekasih yang dianggapnya sangat cantik. Hanya demi mempertahankan hak hidupnya, Musa pada akhirnya mengasingkan ciiri dan meninggalkan kekasihnya.

Di pengasingan, Musa menjadi pembantu seorang keluarga kaya dan terhormat, yakni keluarga Nabi Syuaeb. Nabi Syuaeb memiliki seorang anak gadis yang pekerjaannya menjadi pengembala kambing dan Musa diminta untuk membantunya. Keluhuran akal budi yang ditampilkan wanita -anak Syuaeb tadi dengan keluarganya— telah mendorongnya untuk meminang dan menikahinya, tentu atas perse tujuan Syuaeb sendiri.

Pilihan Musa untuk meminang dan menikahi gadis tersebut dianggap aneh oleh banyak pihak, termasuk oleh mantan pacarnya yang dinikahi secara paksa oleh Fir’aun. Protes itu diberikan mantan pacarnya, sesaat setelah Musa kembali ke Mesir untuk menyebarkan ajaran agamanya setalah memperoleh wahyu di Gunung Turisina. Pilihan Musa dimaksud, menjadi pertanyaan dasar bekas atau mantan pacarnya. Musa dipaksa mantan pacar yang dinikahi Fir’aun itu agar memberikan jawaban kenapa ia memilih seseorang wanita yang bekerja sebagai pengembala – suatu pekerjaan yang cukup Irina untuk seorang wanita — kenapa tidak berusaha untuk menemui dia dan menikahinya.

Mantan pacarnya yang menjadi dayang is tana itu, kemudian bertanya kepada Musa: apakalr kulit wanita pengembala itu halus seperti halusnya kulit wanita yang terbiasa tinggal di istana? Apakah matanya berbinar seperti berbinarnya mata seorang wanita yang terbiasa memakai celupan mata wanita istana? Apakah bibimya basah seperti basahnya bibir seorairg wanita yang tinggal di istana? Aku percaya wanita pengembala itu, jaulr lebilr tidak mempesona dibanding saya yang tinggal di Istana. Lalu apa yang menyebabkan anda demikian tertarik pada wairita sejenis itu? Apa kelebihair sesungghnya yang dia nriliki sehingga nrembuat anda demikian yakin, bahwa dirinya adalah bagian davi kehidupan anda dan menjanjikan kebahagiaan serta kenikmatan hidup bagi anda.

Musa kemudian menjawab bahwa istrinya berkulit kasar karena sering terkena sengatan matahari. Matanya sayu karena sering menahan air mata iba akibat jarang memperoleh kebahagiaan dinuawi. Bibirnya kering karena jarang memperoleh minuman segar dari buah anggur matang seperti dinginnya minuman dan segamya anggur istana. Tetapi ketauhilah! Bahwa aku mencintai dia melebihi segala sesuatu yang tampak dipermukaannya. Dirinya adalah bayangan keindahan yang pernah kumiliki dan justru tidak pernah kuperoleh dari anda. Ia adalah impian dan khalayan yang tumbuh dalam kenyataan hidup yang kujalani.

Rekomendasi untuk anda !!   Egaliter Al-Qur’an versus Golongan | Dakwah dan Kecenderungan Masyarakat

Cerita film ini juga mengingatkan saya pada kisah hidup seorang eksekutif muda. Kawannya sering menyebut dirinya cakep, supel dan genius dalam beberapa hal. Sejak masih muda, ia sukses dalam studi dan tampak berhasil dalam menggayung bahtera hidup. Tetapi, eksekutif yang sukses itu, ternyata menyimpan perasaan estetikanya pada seorang wanita yang dianggapnya cantik dan selalu hadir dalam mimpi-mimpi indahnya. Pun ketika ia sendiri telah memiliki istri yang tingkat kecantikan fisiknya melebihi kecantikan girl idol-nya ditambah dengan anak-anak yang menjadi tanggungjawabnya.

Menarik untuk disebut, karena tenyata dia masih memuja wanita dimaksud meski usia merayap menyantapnya. Waktu telah belasan tahun dilewatinya. la mencari sosok gadis dimaksud dalam labirin kehidupan yang hampir tidak bertepi. Teman-teman sejawatnya sering mengejeknya sebagai sosok yang cengeng, imajiner dan pengkhayal berat.

Eksekutif muda itu sering membayangkan mata sayunya sebagai mata bermasalah yang sangat indah. Kelopak matanya menyimpan sesuatu yang ia kenalinya. la merindukan idolanya itu bercerita dan mendengarnya dalam pelukannya. Ia sama seperti Musa yang menganggap kecantikan sebagai impreshing (kesan) dan rasa serta cenderung tidak nyata. Cantik tidak simbolik sekaligus tidak biologis. Mata sayu bermasalah, justru akan dianggapnya sebagai mata indah yang penuh makna dan ia penasaran akan berbagai sapaan dan cerita manisnya.

Dalam dunia seni suara juga sama. Andaikan anda pernah mendengar musik dan lagu di ujunng kerinduan milik Hervey Malaihalo, menyenandungkan lagu Kerinduan milik Broery Pesolima, atau misalnya mendengarkan musik akhirnya kutemukan milik Naff, penilaian terhadap musik dimaksud tentu akan sangat berbeda satu sama lain. Tergantxmg pada suasana kebathinan saat anda mendegarkan musik itu.

Anda yang kebetulan memiliki pengalaman dengan seni suara tadi, misalnya saat anda mendengarkan lagu tersebut, sama dengan kondisi di mana anda tempo dulu mendengarkan lagu tersebut dengan sejumlah kebahagiaan yang melingkupi anda. Atau suasana masa lalu teringatkan kembali melalui Iagu-lagu dimaksud kepada anda, maka kesan anda dengan mereka yang tidak memiliki pengalaman yang sama, akan berbeda penilaiannya dengan anda.

Sekali lagi, anda pasti berbeda dalam menilai lagu dimaksud dengan penilaian orang lain yang tidak memiliki pengalaman yang sama. Anda mungkin akan mengatakan betapa indahnya lagu dimaksud. Sedangkan orang lain yang tidak memiliki pengalaman sama, akan mengatakan bahwa lagu tersebut sebagai lagu cengeng. Perbedaan penilaian itu terjadi karena anda dan orang yang memiliki penilaian berbeda dengan anda itu, memiliki pengalaman pribadi yang berbeda satu sama lain.

Karena anda memiliki pengalaman yang berbeda dengan orang lain, maka penghayatan anda tentu akan berbeda dengan penghayatan orang lain yang tidak pengalaman manis terhadap lagu dimaksud seperti anda mengalaminya. Anda mungkin akan mendesah dan berkata, “Karya musik yang indah”, atau bahkan mungkin anda akan mencucurkan air mata sambil bertanya, betapa indahnya hidu ini.

Apa sesungguhnya yang menyebabkan anda menjadi cengeng dengan lirik dan sya’ir lagu dimaksud. Selain tentu anda merasa seolah lirik laguitu menjadi lebih terasa indah. Sementara orang lain yang tidak memiliki pengalaman yang sama, mungkin tidak akan pernah dan tidak akan merasakan keindahan lagu tersebut. Jangankan menangis, mendengarnya pun bahkan mungkin menjengkelkan.

Dalam kondisi demikian, Ialu anda menerawang terhadap pengalaman pribadi anda saat mendengar musik dimaksud. Pada waktu tertentu dengan seorang wanita yang menurut anda juga indah. Wajahnya manis, kulitnya kuning langsat, badannya ceking dan penampilannya sederhana. Baju hitam yang ia pakaikan saat ngintip tidur anda di waktu fajar tiba, atau jaket merah yang ia pakaikan saat hujan turun secara ritrnik dan ia berjalan melintasi wajah anda. Atau ketika ia memakai baju krem saat mampir ke kelas anda untuk sama-sama bolos dari kelas. Saat itu anda mendengarkan lagu-lagu di atas dalam batas kerinduan yang mendalam. Anda kembali terindukan sapaan hangatnya, sapaan manjanya dan sapaan ketidakpercayaan dirinya. Anda pasti akan berkata untuk yang ketiga kalinya, “Alangkah indahnya hidup ini”. Anda terus membayangkan perjalanan anda yang indah dengan wanita yang juga menurut anda sangat indah.

Rekomendasi untuk anda !!   Implementasi Nilai dalam Ilmu

Hari-hari yang anda anggap indah itu sebenarnya tidak indah. Hari itu sebenarnya sama dengan hari-hari lainnya. Tetapi sikap anda, kesan anda dan perasaan anda terhadap suasana yang melingkupi diri anda pada saat itu, terasa menjadi indah dengan suasana kebatinan anda. Indah dan tidak indah, dengan demikian, bukan pada sesuatu yang sebenarnya, tetapi ada pada kedudukan dan psikologi anda.

Kesan anda ini, menjadi aneh jika harus dipaksakan pada orang lain. Sebab pengalaman, kesan dan sikap anda terhadap lagu-lagu dimaksud mungkin hanya dimiliki anda dan sama sekali tidak dimiliki orang lain. Kesan anda hanya milik anda dan hanya hidup dalam diri anda. Jadi jika anda menyenangi baju hitam, merah atau krem, jangan pernah menganggap bahwa orang lain memiliki kesukaan yang sama dengan anda. Orang lain mungkin malah akan mengatakan Iagti dimaksud sebagai lagu yang cengeng dan tidak produktif. Atau menganggap warna-warna baju tadi sebagai warna norak dan kampungan seperti anda juga akan mengatakan bahwa berbagai soal tadi, jauh dari kesan keindahan. Itu tidak mengapa, sebab itulah penilaian kita terhadap sesuatu yang estetik atau terhadap sesuatu yang kita anggap estetik.

Prolog di atas dapat menggambarkan bahwa estetika sering terkait dengan persoalan seni dan rasa keindahan. Warna atau lagu yang indah sebagaimana dimaksud dalam cerita Nabi Musa dan cerita seorang eksekutif muda di atas, tentu saja bukan hanya wanita yang dapat menyenangkan mata, melainkan seorang wanita, yang katakanlah mengungkapkan makna terdalam dari realitas hidup yang tampak dinamis. Makna yang mungkin tidak cukup ditulis dalam celah-celah kertas yang sangat terbatas.

Dalam bahasa lain, makna terdalam dimaksud tidak mungkin disusun dalam kata-kata untuk mengungkap isi yang dikandungnya. Dalam kehidupan sehari-hari, sering juga ditemukan bahwa ada wanita yang meskipun tidak secantik wanita lain, namun terasa dan terkesan lebih indah, lebih manarik dan lebih mungkin untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Cantik mungkin hanya dapat menyenangkan mata, tetapi ia bersifat provan. Sedangkan indah meliputi banyak hal tidak seperti cantik. Meski haras juga diakui bahwa dunia sekarang ini, pasti akan lebih banyak diisi wanita cantik dibandingkan dengan wanita indah. Padahal keindahan adalah sesuatu yang eternal tidak parsial sekaligus tidak provan.

Estetika merapakanbagian dari tri tunggal, yakni teori ten tang kebenaran (epistemologi), kebaikan dan keburukan (etika) dan keindahan itu sendiri (estetika). Estetika misalnya berbicara mengenai hakikat keindahan. Selain itu, estetika juga berbicara tentang teori mengenai seni. Seni yang melukiskan bahasa perasaan.

Dengan demikian, estetika berati suatu teori yang meliputi: 1) Penyelidikan mengenai yang indah atau sesuatu yang patut dianggap indah; 2) Penyelidikan mengenai prinsip-prinsip yang mendasari seni atau sesuatu yang dianggap seni; dan 3) Pengalaman yang bertalian dengan seni, penciptaan seni, penilaian terhadap seni dan atau perenungan terhadap seni. Prof. Dr. Cecep Sumarna

Share This Post

13 Comments

  1. berarti cantik relatif?

    Reply
  2. Membahas tentang Estetika dalam makna fisik dan akal budi adalah merupakan suatu ilmu yang membahas tentang keindahan,bagaimana ia bisa terbentuk,dan bagaimana seseorang bisa merasakannya.Fisik itu merupakan sesuatu wujud yang dapat terlihat oleh kasat mata manusia.Dan akal budi itu suatu pikiran atau pemikiran manusia yang sehat.Jadi Estetika dalam makna Fisik dan akal budi itu adalah suatu penilaian atau pemikiran sehat dari mata manusia, terhadap sesuatu wujud. Yang sehingga dapat terlihat nilainya dan dapat merasakan bahwa wujud itu indah dan tidak indahnya,pantas dan tidak pantasnya wujud tersebut.
    Dan estetika yang sering terkait dalam pembahasan seni dan suatu rasa keindahan.seperti warna dan lagu-lagu yang sebagaimana dimaksud didalam cerita Nabi Musa dan didalam cerita seorang eksekutif muda diatas tadi,bahwa makna yang dari semua tadi itu mungkin tidak akan cukup untuk ditulis dalam suatu kertas yang sangat terbatas.Karena Estetika tersebut merupakan suatu ilmu yang kajiannya sangat meluas.Sehingga perlu adanya pemahaman yang lebih.

    Reply
  3. Estetika itu mengenai tentang keindahan,kecantikan.
    Dan semua itu tentang bagaimana kita memandangnya. Tidak semua keindahan,disukai oleh semua orang,atau pasti disukai. Adakalanya kita memandang kecantikan,keindahan dari sudut pandang lain.
    Yang contohnya seperti diatas. Bahwa sang mantan itu lebih cantik dari istrinya. Namun nabi melihat dari sudut pandang lain.bahwa nabi menemukan dirinya ada dibagian yang ada diistrinya.

    Reply
  4. Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
    Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
    Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. Bertens terhadap arti kata ‘etika’ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa Indonesia yang baru. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta, sejak 1953 – mengutip dari Bertens,2000), etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”. Sedangkan kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :
    1. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dankewajiban moral (akhlak);
    2. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
    3. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
    Estetika adalah ilmu yang membahas tentang keindahan, estetika disebut juga dengan filsafat keindahan (philosophy of beauty), yang berasal dari kata aisthetika atau aesthesis (Yunani) yang artinya hal-hal yang dapat dicerap denganindera atau cerapan indera. Estetika membahas hal yang berkaitan dengan refleksi
    kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatu yang disebut indah atau tidak indah. Dan keindahan meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dankeindahan intelektual
    Keindahan secara murni, menyangkut pengalaman esotis seseorang dalam kaitannya dengan sesuatu yang dihayatinya. Sedangkan keindahan secara sempit menyangkut benda-benda yang dihayatinya memalui indera. Ciri-ciri umum yangada pada semua benda dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kualitas hakiki itu dengan pengertian keindahan. Ciri umum tersebut adalah sejumlah kwalitas yang secara umum disebut unity, harmony, symmetry, balance,dan contrast. Ciri-ciri tersebut dapat dinyatakan bahwa keindahan merupakan satucermin dari unity, harmony, symmetry, balance, dan contrast dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.
    Namun demikian keindahan tidak hanya terbatas pada seni dan alam tapi juga pada moral dan intelektual. Moral yang indah tentunya moral yang baik dan intelek yang indah adalah intelek yang benar, karena bagus, baik, dan benar merupakan nilai positif yang saling terkait

    Reply
  5. Assalamu’alaikum
    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa estetika merupakan bagian dari tri tunggal, yakni teori tentang kebenaran (epistemologi), kebaikan dan keburukan (etika) dan keindahan itu sendiri (estetika). Estetika misalnya berbicara mengenai hakikat keindahan. Selain itu, estetika juga berbicara tentang teori mengenai seni. Seni yang melukiskan bahasa perasaan.
    Dengan demikian, estetika berati suatu teori yang meliputi: 1) Penyelidikan mengenai yang indah atau sesuatu yang patut dianggap indah; 2) Penyelidikan mengenai prinsip-prinsip yang mendasari seni atau sesuatu yang dianggap seni.
    Wassalamu’alaikum

    Reply
  6. Penialian manusia terhadap sesuatu yang ia lihat dan yang ia rasakan berbeda-beda.ada yang menilai positif dan negatif,ada yang pro dan ada yang kontra.
    Manusiapun mempunyai sisi positif dan negatif.seringkali kita menilai pribadi seseorang,kalau kuta hannya melihat sisikenegatifannya saja maka apabila kita melihat seseorang itu melakukan sesuatu kuta menilai bahwa yang du lakukannya adalah tidak baik.padahal tidak semua orang menilainya itu tidak baik.:)
    Jika melihat seseorang yang kita cintai,sayangi dengan setulus hati,mata kita buta,gelap gulita ketika kita ingin melihat kekurangannya,keburukannya,kenegatifan dalam pribadinya.menghiraukan omongan orang lain yang menilai orang yang kita sayangi tentang keburukannya.:)
    terimakasih pa..penjelasan bapa di atas insya allah saua memahaminya

    Reply
  7. Assalamu’alaiku,, Menurut pemahaman yang telah saya baca mengenai estetika, estetika merupakan bagian dari tri tunggal yakni teori tentang kebenaran (epistimologi) teori keabikan dan keburukan (etika) dan estetika (keindahan itu sendri.
    berarti estetika di sini berbicara tentang kecantikan, keindahan dan kenikmatan. tetapi dalam kehidupan sehati-hari sering jg ditemukan bahwa wanita meskipun tidak secantik wanita lain, namun akan terasa lebih menarik jika dijadikan sebagai pendamping hidup. sesuatu yang dianggap indah itu kan dirasakan jika suasana kebatinan juga indah
    saya mau bertanya jg pak, yg di maksud tri tunggal itu mengenai epistimologi, etika dan estetikanya atau kah yang lain?
    terimakasaih pak

    Reply
  8. Terimakasih pak materi diatas sangat bermanfaat. Saya pernah baca
    Berdasarkan
    pengertiannya estetika
    berasal dari kata aisthetis
    (Yunani) yang berarti
    pencerapan atau cerapan
    indra. Pencerapan atau
    persepsi tidak hanya
    melibatkan indra, tetapi juga
    proses psikhofisik seperti
    asosiasi, pemahaman,
    khayal, kehendak, dan
    emosi. Maksud dari proses psikhofisikpsikhofisik yanh asosiasi itu bagaimana pak? Kemudian saya juga pernah baca pengalaman keindahan pada manusia bukan pengalaman inderawi melainkan transendental dan intelektual. Yang dimaksud transendental itu apa pak?
    Terimakasih sebelumnya pak

    Reply
    • lyceum

      transendental, sesuai dengan pengertian dari kata dimaksud, mengandung arti sesuatu yang agung dan luar biasa. Dalam konteks kehidupan manusia, yang agung dan luar biasa itu adalah Tuhan. maka, pengertiannya adalah memiliki semangat ketuhanan.

      Reply
  9. sebenarnya estetika itu hanya sebuah anggapan semata yang meyakinkan sesuatu menjadi indah dan baik di matanya ?

    tidakah seseorang melihat estetika dari nilai – nilai dan norma – norma yang sudah ada secara keseluruhan. keindahan itu bukan aturan.

    Reply
  10. sebenarnya estetika itu hanya sebuah anggapan semata yang meyakinkan sesuatu menjadi indah dan baik di matanya ?

    tidakah seseorang melihat estetika dari nilai – nilai dan norma – norma yang sudah ada secara keseluruhan. keindahan itu bukan aturan.

    Reply
  11. Uraiannya sangat menarik pa, paparan juga terbingkai kisah yang klasik. Saya menarik kesimpulan dari sini, bahwasannya estetika sesungguhnya itu dapat dinilai dari jiwa atau sukma. Bukan pada fisik adikodrati. Dan dalam penilaian itu pula akan berbeda dari satu pribadi dg yang lainnya, tergantung bagaimana situasi kondisi dan psikologis masing2 pribadi. Saya ingin bertanya pa, seorang wanita bisa dikatakan sebagai simbol keindahan. Lalu apakah wanita yang hanya mementingkan estetika fisik, tanpa memperdulikan keindahan atau keburukan dalam sukmanya, bisa dikatakan indah? Terimakasih pa cecep ?

    Reply
  12. Maaf bapak saya mau bertanya apakah dlm kajian estetika hanya terpaku pada rasa dalm merasakan seni saja bapak?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>