Estetika dalam Makna Fisik dan Akal Budi

0 193

Saya hendak menunjukkan perbedaan pemahaman terhadap makna estetik dalam pemaknaan lebih jauh dalam kerangka sensual fisik dengan cantik dalam pngertian akal budi. Perbedaan itu akan diawali dari cerita yang tertuang dalam sebuah film tentang Nabi Musa. Cerita tentang Nabi Musa ini diputar dalam acara film-film pilihan yang khusus ditayangkan Metro TV pertengahan bulan April 2004 di mana tanpa sengaja saya menontonnya. Hanya sayang saya lupa judul film dimaksud.

Film dimaksud, pernah ditonton saya. Film ini, menurut saya dapat menjadi contoh lain bagaimana penilaian terhadap sesuatu yang dianggap cantik, indah dan menarik itu berbeda. Dalam film itu, diceritakan bahwa Musa menikahi seorang gadis pengembala yang dalam literatur Islam disebut sebagai anaknya Nabi Syuaeb setelah ia kabur dari Mesir akibat membunuh seorang pemuda “dhalim” yang menjadi anak buah Fira’un dan melakukan perbuata nestafa kepada sesama manusia. Musa tidak menerima dan memukulnya, hingga pemuda dimaksud tewas.

Sebelum Musa kabur dari Mesir ke Palestina untuk menghindari pembalasan berupa “pembunuhan” yang akan diiakukan pengikut Fira’un, sebagai manusia biasa tentu ia memiliki seorang kekasih yang dianggapnya sangat cantik. Hanya demi mempertahankan hak hidupnya, Musa pada akhirnya mengasingkan ciiri dan meninggalkan kekasihnya.

Di pengasingan, Musa menjadi pembantu seorang keluarga kaya dan terhormat, yakni keluarga Nabi Syuaeb. Nabi Syuaeb memiliki seorang anak gadis yang pekerjaannya menjadi pengembala kambing dan Musa diminta untuk membantunya. Keluhuran akal budi yang ditampilkan wanita -anak Syuaeb tadi dengan keluarganya— telah mendorongnya untuk meminang dan menikahinya, tentu atas perse tujuan Syuaeb sendiri.

Pilihan Musa untuk meminang dan menikahi gadis tersebut dianggap aneh oleh banyak pihak, termasuk oleh mantan pacarnya yang dinikahi secara paksa oleh Fir’aun. Protes itu diberikan mantan pacarnya, sesaat setelah Musa kembali ke Mesir untuk menyebarkan ajaran agamanya setalah memperoleh wahyu di Gunung Turisina. Pilihan Musa dimaksud, menjadi pertanyaan dasar bekas atau mantan pacarnya. Musa dipaksa mantan pacar yang dinikahi Fir’aun itu agar memberikan jawaban kenapa ia memilih seseorang wanita yang bekerja sebagai pengembala – suatu pekerjaan yang cukup Irina untuk seorang wanita — kenapa tidak berusaha untuk menemui dia dan menikahinya.

Mantan pacarnya yang menjadi dayang is tana itu, kemudian bertanya kepada Musa: apakalr kulit wanita pengembala itu halus seperti halusnya kulit wanita yang terbiasa tinggal di istana? Apakah matanya berbinar seperti berbinarnya mata seorang wanita yang terbiasa memakai celupan mata wanita istana? Apakah bibimya basah seperti basahnya bibir seorairg wanita yang tinggal di istana? Aku percaya wanita pengembala itu, jaulr lebilr tidak mempesona dibanding saya yang tinggal di Istana. Lalu apa yang menyebabkan anda demikian tertarik pada wairita sejenis itu? Apa kelebihair sesungghnya yang dia nriliki sehingga nrembuat anda demikian yakin, bahwa dirinya adalah bagian davi kehidupan anda dan menjanjikan kebahagiaan serta kenikmatan hidup bagi anda.

Musa kemudian menjawab bahwa istrinya berkulit kasar karena sering terkena sengatan matahari. Matanya sayu karena sering menahan air mata iba akibat jarang memperoleh kebahagiaan dinuawi. Bibirnya kering karena jarang memperoleh minuman segar dari buah anggur matang seperti dinginnya minuman dan segamya anggur istana. Tetapi ketauhilah! Bahwa aku mencintai dia melebihi segala sesuatu yang tampak dipermukaannya. Dirinya adalah bayangan keindahan yang pernah kumiliki dan justru tidak pernah kuperoleh dari anda. Ia adalah impian dan khalayan yang tumbuh dalam kenyataan hidup yang kujalani.

Cerita film ini juga mengingatkan saya pada kisah hidup seorang eksekutif muda. Kawannya sering menyebut dirinya cakep, supel dan genius dalam beberapa hal. Sejak masih muda, ia sukses dalam studi dan tampak berhasil dalam menggayung bahtera hidup. Tetapi, eksekutif yang sukses itu, ternyata menyimpan perasaan estetikanya pada seorang wanita yang dianggapnya cantik dan selalu hadir dalam mimpi-mimpi indahnya. Pun ketika ia sendiri telah memiliki istri yang tingkat kecantikan fisiknya melebihi kecantikan girl idol-nya ditambah dengan anak-anak yang menjadi tanggungjawabnya.

Menarik untuk disebut, karena tenyata dia masih memuja wanita dimaksud meski usia merayap menyantapnya. Waktu telah belasan tahun dilewatinya. la mencari sosok gadis dimaksud dalam labirin kehidupan yang hampir tidak bertepi. Teman-teman sejawatnya sering mengejeknya sebagai sosok yang cengeng, imajiner dan pengkhayal berat.

Eksekutif muda itu sering membayangkan mata sayunya sebagai mata bermasalah yang sangat indah. Kelopak matanya menyimpan sesuatu yang ia kenalinya. la merindukan idolanya itu bercerita dan mendengarnya dalam pelukannya. Ia sama seperti Musa yang menganggap kecantikan sebagai impreshing (kesan) dan rasa serta cenderung tidak nyata. Cantik tidak simbolik sekaligus tidak biologis. Mata sayu bermasalah, justru akan dianggapnya sebagai mata indah yang penuh makna dan ia penasaran akan berbagai sapaan dan cerita manisnya.

Dalam dunia seni suara juga sama. Andaikan anda pernah mendengar musik dan lagu di ujunng kerinduan milik Hervey Malaihalo, menyenandungkan lagu Kerinduan milik Broery Pesolima, atau misalnya mendengarkan musik akhirnya kutemukan milik Naff, penilaian terhadap musik dimaksud tentu akan sangat berbeda satu sama lain. Tergantxmg pada suasana kebathinan saat anda mendegarkan musik itu.

Anda yang kebetulan memiliki pengalaman dengan seni suara tadi, misalnya saat anda mendengarkan lagu tersebut, sama dengan kondisi di mana anda tempo dulu mendengarkan lagu tersebut dengan sejumlah kebahagiaan yang melingkupi anda. Atau suasana masa lalu teringatkan kembali melalui Iagu-lagu dimaksud kepada anda, maka kesan anda dengan mereka yang tidak memiliki pengalaman yang sama, akan berbeda penilaiannya dengan anda.

Sekali lagi, anda pasti berbeda dalam menilai lagu dimaksud dengan penilaian orang lain yang tidak memiliki pengalaman yang sama. Anda mungkin akan mengatakan betapa indahnya lagu dimaksud. Sedangkan orang lain yang tidak memiliki pengalaman sama, akan mengatakan bahwa lagu tersebut sebagai lagu cengeng. Perbedaan penilaian itu terjadi karena anda dan orang yang memiliki penilaian berbeda dengan anda itu, memiliki pengalaman pribadi yang berbeda satu sama lain.

Karena anda memiliki pengalaman yang berbeda dengan orang lain, maka penghayatan anda tentu akan berbeda dengan penghayatan orang lain yang tidak pengalaman manis terhadap lagu dimaksud seperti anda mengalaminya. Anda mungkin akan mendesah dan berkata, “Karya musik yang indah”, atau bahkan mungkin anda akan mencucurkan air mata sambil bertanya, betapa indahnya hidu ini.

Apa sesungguhnya yang menyebabkan anda menjadi cengeng dengan lirik dan sya’ir lagu dimaksud. Selain tentu anda merasa seolah lirik laguitu menjadi lebih terasa indah. Sementara orang lain yang tidak memiliki pengalaman yang sama, mungkin tidak akan pernah dan tidak akan merasakan keindahan lagu tersebut. Jangankan menangis, mendengarnya pun bahkan mungkin menjengkelkan.

Dalam kondisi demikian, Ialu anda menerawang terhadap pengalaman pribadi anda saat mendengar musik dimaksud. Pada waktu tertentu dengan seorang wanita yang menurut anda juga indah. Wajahnya manis, kulitnya kuning langsat, badannya ceking dan penampilannya sederhana. Baju hitam yang ia pakaikan saat ngintip tidur anda di waktu fajar tiba, atau jaket merah yang ia pakaikan saat hujan turun secara ritrnik dan ia berjalan melintasi wajah anda. Atau ketika ia memakai baju krem saat mampir ke kelas anda untuk sama-sama bolos dari kelas. Saat itu anda mendengarkan lagu-lagu di atas dalam batas kerinduan yang mendalam. Anda kembali terindukan sapaan hangatnya, sapaan manjanya dan sapaan ketidakpercayaan dirinya. Anda pasti akan berkata untuk yang ketiga kalinya, “Alangkah indahnya hidup ini”. Anda terus membayangkan perjalanan anda yang indah dengan wanita yang juga menurut anda sangat indah.

Hari-hari yang anda anggap indah itu sebenarnya tidak indah. Hari itu sebenarnya sama dengan hari-hari lainnya. Tetapi sikap anda, kesan anda dan perasaan anda terhadap suasana yang melingkupi diri anda pada saat itu, terasa menjadi indah dengan suasana kebatinan anda. Indah dan tidak indah, dengan demikian, bukan pada sesuatu yang sebenarnya, tetapi ada pada kedudukan dan psikologi anda.

Kesan anda ini, menjadi aneh jika harus dipaksakan pada orang lain. Sebab pengalaman, kesan dan sikap anda terhadap lagu-lagu dimaksud mungkin hanya dimiliki anda dan sama sekali tidak dimiliki orang lain. Kesan anda hanya milik anda dan hanya hidup dalam diri anda. Jadi jika anda menyenangi baju hitam, merah atau krem, jangan pernah menganggap bahwa orang lain memiliki kesukaan yang sama dengan anda. Orang lain mungkin malah akan mengatakan Iagti dimaksud sebagai lagu yang cengeng dan tidak produktif. Atau menganggap warna-warna baju tadi sebagai warna norak dan kampungan seperti anda juga akan mengatakan bahwa berbagai soal tadi, jauh dari kesan keindahan. Itu tidak mengapa, sebab itulah penilaian kita terhadap sesuatu yang estetik atau terhadap sesuatu yang kita anggap estetik.

Prolog di atas dapat menggambarkan bahwa estetika sering terkait dengan persoalan seni dan rasa keindahan. Warna atau lagu yang indah sebagaimana dimaksud dalam cerita Nabi Musa dan cerita seorang eksekutif muda di atas, tentu saja bukan hanya wanita yang dapat menyenangkan mata, melainkan seorang wanita, yang katakanlah mengungkapkan makna terdalam dari realitas hidup yang tampak dinamis. Makna yang mungkin tidak cukup ditulis dalam celah-celah kertas yang sangat terbatas.

Dalam bahasa lain, makna terdalam dimaksud tidak mungkin disusun dalam kata-kata untuk mengungkap isi yang dikandungnya. Dalam kehidupan sehari-hari, sering juga ditemukan bahwa ada wanita yang meskipun tidak secantik wanita lain, namun terasa dan terkesan lebih indah, lebih manarik dan lebih mungkin untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Cantik mungkin hanya dapat menyenangkan mata, tetapi ia bersifat provan. Sedangkan indah meliputi banyak hal tidak seperti cantik. Meski haras juga diakui bahwa dunia sekarang ini, pasti akan lebih banyak diisi wanita cantik dibandingkan dengan wanita indah. Padahal keindahan adalah sesuatu yang eternal tidak parsial sekaligus tidak provan.

Estetika merapakanbagian dari tri tunggal, yakni teori ten tang kebenaran (epistemologi), kebaikan dan keburukan (etika) dan keindahan itu sendiri (estetika). Estetika misalnya berbicara mengenai hakikat keindahan. Selain itu, estetika juga berbicara tentang teori mengenai seni. Seni yang melukiskan bahasa perasaan.

Dengan demikian, estetika berati suatu teori yang meliputi: 1) Penyelidikan mengenai yang indah atau sesuatu yang patut dianggap indah; 2) Penyelidikan mengenai prinsip-prinsip yang mendasari seni atau sesuatu yang dianggap seni; dan 3) Pengalaman yang bertalian dengan seni, penciptaan seni, penilaian terhadap seni dan atau perenungan terhadap seni. Prof. Dr. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...