Faktor-Faktor Penyebab Konversi Agama

0 3.165

Faktor-Faktor Penyebab Konversi Agama: Istilah konversi agama merupakan naturalisasi istilah dari suatu bahasa keadaan kepada bahasa lisan. Dalam artian bahwa istilah tersebut menunjuk pada perubahan dari suatu keyakinan kepada keyakinan lain. Baik dalam internal agama maupun eksternal agama. Dalam hal ini, konversi agama (religious conversion) secara umum dapat di artikan dengan berubah dalam berkeyakinan agama atau  masuk ke dalam suatu agama dengan meninggalkan agama dan keyakinan sebelumnya.  Konversi agama merupakan istilah yang pada umumnya diberikan untuk proses yang menjurus kepada penerimaan suatu sikap keagamaan, proses itu bisa terjadi secara berangsur-angsur atau secara tiba-tiba.

Pengertian konversi agama menurut etimologi; konversi berasal dari kata latin “conversio” yang berarti tobat pindah, berubah (agama). Selanjutnya kata tersebut dipakai dalam kata Inggris “conversion” yang mengandung pengertian: berubah dari suatu keadaan, atau dari suatu agama ke agama lain (change from one state, or from one religion, to another). Berdasarkan arti kata-kata tersebut dapat di simpulkan bahwa konversi agama mengandung pengertian: bertobat, berubah agama, berbalik pendirian (berlawanan arah) terhadap ajaran agama atau masuk ke dalam agama.

Dari beberapa definisi di atas dapat disederhanakan dengan merumuskan suatu definisi bahwa yang dimaksud dengan konversi agama ialah: perobahan pandangan seseorang atau sekelompok tentang agama yang dianutnya, atau perpindahan keyakinan dari agama yang dianutnya kepada agama yang lain.

Penyebab Konversi Agama; Internal – Eksternal

Ada dua unsur yang mempengaruhi konversi agama, yaitu unsur internal dan unsur eksternal. Unsur internal dari dalam diri (endogenos origin), yaitu proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang atau kelompok. Konversi yang terjadi dalam batin ini membentuk suatu kesadaran untuk mengadakan suatu transformasi disebabkan oleh krisis yang terjadi dan keputusan yang di ambil seseorang berdasarkan pertimbangan pribadi. Unsur eksternal yang berasal dari luar (exogenous origin), yaitu proses perubahan yang berasal dari luar diri atau kelompok sehingga mampu menguasai kesadaran orang atau kelompok yang bersangkutan. Kekuatan yang berasal dari luar ini kemudian menekan pengaruhnya terhadap kesadaran mungkin berupa tekanan batin, sehingga memerlukan penyelesaian oleh yang bersangkutan.

Penyebab Konversi Agama; Perspektif Keahlian

Di samping faktor di atas, konversi agama juga didorong oleh beberapa faktor sesuai dengan perspektif pandang keahlian masing masing:

  1. Petunjuk ilahi. Dalam konteks ini, pengaruh supernatural berperan secara dominan dalam proses terjadinya konversi agama pada diri seseorang atau kelompok. Factor ini direkomendasikan oleh para ahli agama atau teolog.
  2. Pengaruh sosial. Faktor ini direkomendasikan oleh pasa sosiolog. Pengaruh sosial yang mendorong terjadinya konversi karena berbagai faktor antara lain:
  • Pengaruh hubungan antara pribadi baik pergaulan yang bersifat keagamaan maupun non agama (kesenian, ilmu pengetahuan, ataupun bidang keagamaan yang lain).
  • Pengaruh kebiasaan yang rutin. Pengaruh ini dapat mendorong seseorang atau kelompok untuk berubah kepercayaan jka dilakukan secara rutin hingga terbiasa. Misal, menghadiri upacara keagamaan.
  • Pengaruh anjuran atau propaganda dari orang-orang yang dekat, misalnya: karib, keluarga, famili dan sebagainya.
  • Pengaruh pemimpin keagamaan. Hubungan yang baik dengan pemimpin agama merupakan salah satu pendorong konversi agama.
  • Pengaruh perkumpulan yang berdasarkan hobi. Perkumpulan yang dimaksud seseorang berdasarkan hobinya dapat pula menjadi pendorong terjadinya konversi agama.
  • Pengaruh kekuasaan pemimpin yang berdasarkan kekuatan hukum. Misal, kepala Negara, raja.

Pengaruh- pengaruh tersebut secara garis besarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu pengaruh yang mendorong secara pesuasif (secara halus) dan pengaruh yang bersifat koersif (memaksa).

  1. Faktor psikologis yang ditimbulkan oleh faktor intern maupun faktor ekstern. Faktor ini direkomendasikan oleh para psikolog. Faktor ini apabila mempengaruhi seseorang atau kelompok akan menimbulkan semacam gejala tekanan batin, lalu akan terdorong untuk mencari jalan keluar yaitu ketenangan batin. Dalam kondisi jiwa yang demikian itu secara psikologis kehidupan seseorang itu menjadi kosong dan tak berdaya sehingga ia mencari perlindungan kekuatan lain yang mampu memberikan ketenangan jiwa.

Oleh Ahmad Munir

Bahan Bacaan

Thouless, Pengantar Psikologi Agama, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000)

D. Hendropuspito, Sosiologi Agama, (Yogyakarta: Kanisius, 1983)

Ramayulis, Pengantar Psikologi Agama, Jakarta: Rajagrafindo, 2002

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.