Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan di Sekolah

1 5.836

Sebelum penulis membahas tentang faktor- faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa di sekolah, terlebih dulu akan dijelaskan pengertian disiplin. Kata disiplin secara etimologis, berasal dari bahasa Latin, desclipina. Kata ini menunjukkan kepada kegiatan belajar mengajar. Istilah ini sangat dekat dengan istilah dalam bahasa Inggris, disciple yang memiliki arti mengikuti orang untuk belajar di bawah pengawasan seorang pemimpin. Istilah lainnya adalah discipline, yang bermakna taat, tertib, atau mengendalikan tingkah laku, kendali diri dan penguasaan diri.

Secara terminologi, beberapa pakar yang mendefinisikan disiplin diantaranya adalah Soegarda Poerbakawatja yang mendefinisikan disiplin sebagai suatu tingkat tata tertib tertentu untuk mencapai kondisi yang baik. Hal ini berguna dalam rangka memenuhi fungsi pendidikan. Sedangkan Tulus Tu’u mendefinisikan kedisiplinan sebagai sebuah kesadaran diri yang muncul dari batin terdalam seseorang untuk mengikuti sekaligus mentaati nilai- nilai, peraturan-peraturan, dan hokum- hukum yang berlaku dalam suatu lingkungan. Kesadaran dimaksud antara lain, bahwa jika dirinya berdisiplin, maka hal itu akan memberi dampak yang baik pula bagi keberhasilan dirinya di masa mendatang.

Dari kedua definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa disiplin merupakan suatu sikap yang menunjukkan kesediaan seseorang untuk mematuhi dan menepati sekaligus mendukung ketentuan, tata tertib, nilai, peraturan, serta kaidah- kaidah yang berlaku.

Sikap disiplin akan terwujud jika hal itu ditanamkan secara serentak di semua lapisan kehidupan masyarakat. Dalam hal ini, termasuk didalamnya lingkungan pendidikan, maupun lingkungan pekerjaan. Penanaman sikap disiplin harus terus dilakukan dengan cara melakukan pemeliharaan dan pembinaan terus menerus. Hal ini menjadi penting karena disiplin merupakan sebuah sikap mental yang tentunya dapat berubah dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Adapun faktor- faktor yang dapat mempengaruhi terciptanya kedisiplinan di lingkungan sekoah adalah:

Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang berada dalam diri setiap warga sekolah, baik kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa. Oleh karenanya, faktor internal ini meliputi:

  1. Minat

Minat ialah kesediaan dari dalam jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu dari luar. Seorang pendidik atau siswa yang memiliki perhatian yang cukup serta kesadaran yang baik terhadap segala aturan-aturan yang ditetapkan oleh sekolah, sedikit banyak akan berpengaruh pula terhadap kesadaran mereka untuk melakukan perilaku disiplin di lingkungan sekolah.

  1. Emosi

Emosi merupakan suatu keadaan dalam diri seseorang yang mempengaruhi dan menyertai penyesuaian di dalam diri secara umum, Keadaan ini merupakan penggerak mental dan fisik bagi setiap individu dan dapat diobservasi melalui tingkah laku. Emosi merupakan warna afektif yang selalu menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Warna afektif dimaksud adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami oleh seseorang pada saat menghadapi situasi tertentu. Contoh: bahagia, gembira, terkejut, benci, putus asa, dan sebagainya. Zakiah Darajat menjelaskan bahwa emosi memegang peranan penting dalam setiap sikap dan tindak agama. Tidak ada satupun sikap atau tindak agama seseorang yang dapat dipahami, tanpa mengindahkan emosinya.

Emosi akan sangat menentukan terhadap kedisiplinan di lingkungan sekolah. Mengapa? karena emosi mampu menggerakkan rasa kepedulian para guru dan siswa ataupun segala komponen sekolah lainnya dalam menaati peraturan yang telah ditetapkan di lingkungan sekolah.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor luas yang akan sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan di lingkungan sekolah. Faktor ini meliputi hal- hal sebagai berikut:

  1. Sanksi dan Hukuman

Kartini Kartono menyatakan bahwa hukuman merupakan perbuatan yang secara intensional diberikan kepada seseorang sehingga akan menyebabkan penderitaan lahir batin. Sekalipun hal ini dilakukan untuk membuka hati nurani dan penyadaran seseorang akan kesalahannya”.

Fungsi hukuman dalam konteks pendidikan adalah sebagai alat untuk memberikan sanksi kepada para guru, siswa dan komponen- komponen launnya yang ada di sekolah terhadap pelanggaran yang telah dilakukan. Sanksi atau hukuman ini dilakukan sebagai bentuk penyadaran. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto dalam teori sistem motivasinya. Ia menyatakan bahwa jika seorang individu mendapat hukuman, maka akan terjadi perubahan dalam sistem motivasi diri individu yang bersangkutan. Perubahan motivasi dimaksud akan mengakibatkan penurunan pada setiap individu dalam mengulangi perilaku dan tindakan yang berhubungan dengan timbulnya suatu hukuman kepada yang bersangkutan.

  1. Situasi dan Kondisi Sekolah

Jalaluddin Rakhmat menyatakan bahwa faktor situasional akan sangat berpengaruh pada pembentukan perilaku setiap manusia. Seperti faktor ekologis, faktor rancangan dan arsitektural, faktor temporal, suasana perilaku dan faktor sosial. Tetapi manusia akan mampu memberikan reaksi yang berbeda- beda terhadap situasi yang dihadapinya. Hal ini sesuai dengan karakteristik personal yang dimilikinya. Perilaku manusia merupakan hasil interaksi yang tentu sangat menarik berkaitan dengan keunikan individu dan keunikan situasional. ***Sudiarsih

Bahan Bacaan

Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan. PT. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Hamdani. 2011. Dasar- Dasar Kependidikan. CV Pustaka Setia. Bandung.

Hidayat, Ara dan Imam Machali, 2010, Pengelolaan Pendidikan, Bandung: Pustaka Educa

Irean Susanto. 2006, Model Penjaminan Mutu dalam Pembelajaran. Modul Pelatihan Surakarta

Jalaluddin Rakhmat, 2004, Psikologi Agama Suatu Pengantar, Bandung: Mizan

Muhibbin Syah, 2004 Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Remaja Rosdakarya, Bandung

  1. Cahyaning istiqomah berkata

    Kedisiplinan adalah kunci kesuksesaan seseorang disiplin di sekolah merupakan hal penting menuju suksenya seseorang bila kita disiplin tidak akan tertinggal informasi yang guru berikan dan menjadikan kita manusia yang unggul

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.