Inspirasi Tanpa Batas

Filosofi Internalisasi Nilai | Interactive Learning Part – 1

1 13

Konten Sponsor

Internalisasi (internalization) adalah suatu proses memasukkan nilai atau memasukkan sikap ideal yang sebelumnya dianggap berada di luar, agar tergabung dalam pemikiran seseorang dalam pemikiran, keterampilan dan sikap pandang hidup seseorang. Internalisasi dalam pengertian dimaksud, dapat pula diterjemahkan dengan pengumpulan nilai atau pengumpulan sikap tertentu agar terbentuk menjadi kepribadian yang utuh.

Internalisasi pada hakikatnya adalah upaya berbagi pengetahuan (knowledge sharing). Internalisasi dengan demikian, dapat pula diterjemahkan sebagai salah satu metode, prosedur dan teknik dalam siklus manajemen pengetahuan yang digunakan para pendidik untuk memberikan kesempatan kepada anggota suatu kelompok, organisasi, instansi, perusahaan atau anak didik agar berbagi pengetahuan, yang mereka miliki kepada anggota lainnya atau kepada orang lain.[1]

Momen Penting Penggunaan Internalisasi Nilai

Berger dan Luckmann (1966) menyebut tiga momen dalam proses membangun pengetahuan dalam organisasi, termasuk dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Ketiga momen dimaksud adalah: Eksternalisasi, Obyektifikasi dan Internalisasi. Atas asumsi seperti itu pula, penulis memandang bahwa internalisasi adalah suatu model, suatu cara, suatu metode bahkan secara teknis, internalisasi adalah bagian dari upaya berbagi pengetahuan.

Secara konseptual, eksternalisasi pengetahuan adalah proses di mana terjadi pertukaran pengetahuan personal, sehingga pengetahuan dikomunikasikan di antara anggota yang ada. Obyektifikasi pengetahuan adalah proses di mana pengetahuan menjadi realitas obyektif, sehingga pengetahuan tersebut diakui organisasi (komunitas).

Sedangkan internalisasi pengetahuan adalah proses di mana pengetahuan yang terobyektifikasi tersebut digunakan personal tertentu dalam mensosialisasikan sikap tertentu atau dari apa yang disebutnya dengan nilai. Internalisasi pengetahuan dilakukan melalui kegiatan pencarian dan menemukan kembali pengetahuan yang tersimpan.[2]

Ada dua kerangka teori yang dapat dijadikan alat analisis dalam mengkaji teori internalisasi. Kedua teori dimaksud adalah psikoanalisis dan psikologi. Kajian psikologi, menyebut bahwa internalisasi, tidak lebih dari sebuah cara membangun dan mengembangkan dimensi-dimensi kejiwaan. Dengan bahasa lain, psikologi mendorong kesadaran kebathinan terhadap nilai-nilai tertentu agar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.[3]

Dalam bahasa Achmad Sanusi, internalisasi tidak lain merupakan pengejawantahan perilaku (overt behaviour)  dari pengetahuan yang dimiliki atau harus dimiliki seseorang (covert behaviour).[4] Kajian psikologi melihat internalisasi sebagai aspek-aspek dunia (khususnya aspek orang) di dalam diri rupa agar terjadi internalized yang diambil dari fungsi-fungsi eksternal.

Psikoanalisis,[5]  melihat bahwa internalisasi adalah transformasi nilai yang dimiliki kelompok tertentu misalnya dari orang tua kepada generasi sesudahnya. Internalisasi model demikian, akan mendorong pembentukan superego seseorang. Dr. H. Djono

  1. Fariz Aldi Dwi Rahmawan berkata

    Learning adalah proses pengaturan seseorang ke arah yg baik,menjadi lebih baik,adapun karena adanya sebuah interaksi antara guru dengan murid.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar