Filsafat Metafisika Umum| Part – 3

Filsafat Metafisika Umum| Part - 3
39 2.226

Cabang metafisika yang pertama adalah filsafat Metafisika Umum. Metafisika umum sering diistilahkan dengan ontology. Tidak salah jika ada yang menyebut ontology sama dengan metafisika. Atau metafisika sama dengan ontology. Istilah ini sering diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu di balik yang fisik atau sesudah yang fisik.

Istilah metafisika sama maknanya dengan ontology. Dengan latar belakang kesamaan objek, maka antara metafisika dengan ontology sulit sekali dibedakan. Kesamaan itu terlelak pada fokus pengkajian di rnana baik ontology maupun metafisika sama-sama mengkaji tentang eksistensi atau hakikat sesuatu dilihat dari makna substantifnya.

Menurut Stephen Palmquis (2004), antara ontology dan metafisika tetap terdapat perbedaan. Baginya, sulit diterima adanya anggapan yang menyatakan bahwa ontology menjadi dasar metafisika. Menurutnya, akan lebih akurat jika dinyatakan bahwa antara ontology dengan metafisika adalah dua tugas keilmuan yang bertolak belakang, meskipun satu sama lain memiliki ketergantungan.

Palmquis lebih lanjut menyatakan bahwa antara metafisika dan ontologi, keduanya ibarat pohon dan daun. Adanya padangan yang menyatakan bahwa antara ontology dan metafisika itu sama, lebih disipati pada fokus kajian keduanya yang sama-sama membahas tentang hakikat segala sesuatu yang eksistensinya di balik yang fisik atau sesudah yang fisik. Untuk memudahkan pembahasan, di sini, penulis mengambil sisi persamaan antara ontologi dan metafisika.

Metafisika Umum [Ontologi]

Ontologi adalah satu dari tre tunggal lapangan penyelidikan kefilsafatan. Cabang ini sering disebut sebagai cabang paling tua (kuna) dan sekaligus paling utama dalatu kajian Filsafat. Kenapa demikian? Sebab awal mula lahirnya filsafat itu bermula ketika para pemikir Brilyan Yunani Kuna mulai memikirkan hakikat sesuatu seperti yang tampak pada alam ini dilihat dari sisi hakikatnya.

Thales dianggap sebagai orang Yunani Kuna pertama yang memikirkan persoalan ontology. Pokok pangkal kajian Thales terletak diskursus kejadian alam. la adalah seorang filosof bijaksana yang pertama kali merenungkan asal mula penciptaan alam serta faktor apa yang menyebabkan adanya atau terjadinya alam. Atas perenungannya terhadap air yang terdapat di mana-mana, ia sampai pada suatu kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang menjadi asal mula dari segala sesuatu.

Dalam bahasa yang agak halus, ia menyebut bahwa air adalah alas dari segala eksistensi yang tampak. Dari sifat pemikiran Thales yang demikian, pada ujungnya ia berpendapat bahwa segala yang tampak di jagat raya ini mengapung di atas air. Hal terpenting dari pemikiran Thales semacam ini, tentu bukan terletak pada pendapatnya tentang air yang menjadi asal mula terjadinya segala sesuatu, melainkan pada pendiriannya yang menyatakan bahwa mungkin segala sesuatu berasal dari satu substansi yang sama, yang kemudian disebutnya sebagai air (Louis O. Kattsoff, 1986)

Bagi semua orang, tentu di zaman itu, segala sesuatu dipandang apa adanya secara wajar dan sekaligius natural sesuai dengan apa yang dilihatnya. Apa yang dirasanya dan apa yang dirabanya. Apabila mereka menjumpai kayu, daging, besi dan air misalnya, mereka memandangnya sebagai substansi yang berdiri sendiri. Bagi kebanyakan orang, tidak ada pemilahan antara mana yang tampak (appearance) dan apa yang nyata (reality).

Thales tidak demikian. la justru melihat sesuatu itu melebihi pada apa yang nyata. Ia menelusuri berbagai kejadian dalam alam ini sampai pada awal kejadian atau awal penciptaannya dan sumber penciptaan. la tidak melihat realitas benda sebagaimana yang terlihat dan terasa dalam kasat inderawi. Dan menurut saya, itulah letak pengkajian dan penghormatan yang diberikan filosof sejenis Thales.

Analitis Ontologi

Pemikiran awal Thales ini dalam perkembangan selanjutnya, kemudian dikembangkan para penerusnya. Filosof sesudah Thales perlahan-lahan meyakini bahwa di yang tampak, pasti terdapat suatu eksistensi terdalam terjangkau alat inderawi manusia. Setiap suatu benda memiliki sesuatu di baliknya- Kajian terhadap eksiste yang fisik itu kemudian dikembangkan para ahli dan diberi nama ontology.

Gambaran di atas menunjukkan bahwa ontology berdiri menjadi ilmu pengetahuan yang paling universal sekaligus fundamental dalam Filsafat Ilmu. Ilmu ini sangat radikal, sekaligus paling awal. Disebut demikian, karena ilmu ini secara intern membicarakan tentang hakikat sesuatu, baik tentang asal mula penciptaannya, sebagaimana tergambar dalam perspektif pemikiran Thales, dan kajian terhadap sesuatu yang berada di balik performa terwujud sebagaimana tergambar dalam pemikiran Plato, khususnya tentang teori bayang-banyangnya.

Objek penyelidikan ontology meliputi berbagai pernyataan dan penelitian yang lebih dari hanya sekedar “sebagian” (partikuler), tetapi menyeluruh dari berbagai persoalan tentang suatu benda. la merupakan konteks dari semua konteks, cakrawala yang merangkum semua cakrawala, pendirian yang meliputi segala pendirian. Ontology bercorak dan bersifat total. Dan karena itu, ontology memiliki ciri keilmuan yang paling konkret, selain tentu menjadi kajian pertama dan utama tadi.

Ontology bergerak di antara dua kutub, yaitu antara pengalaman akan kenyataan konkret dan pra pengertian “pengada” yang paling umum serta substansi terdalam di balik yang konkret. Dalam pengertian ini, ontology mengkaji kedua kutub sebagai sesuatu yang saling menjelaskan. Antara pengalaman dan Pengada, tanpa mampu menjelaskan mana yang terlebih dahulu ada di antara dua kutub itu. Misalnya, apakah yang pertama kali muncul itu pengalaman yang empiris atau Pengada. Pertarungan terhadap dua kutub ini terus berlanjut dan sulit menemukan sintesis, pun ketika zaman ini sudah beralih ke sebuah era yang kita sebut sebagai era modern. Sebuah era fantastik yang menggiurkan karena sensualitasnya.

Filsafat Metafisika Umum Naturnlisme

Contoh sederhana dari kajian ontologis yang terkesan diametral itu adalah tentang Tuhan. Dalam rumpun ini, Tuhan dianggap sebagai eksistensi terwujud di balik yang wujud, juga eksistensi yang keberadaannya menjadi pemula atas segala realitas. Apakah adanya Tuhan didahului oleh keberadaan makhluk, sehingga secara filosofis makhluk yang menciptakan Tuhan bukan Tuhan yang menciptal<an makhluk. Bagi kaum agama, persoalan ini terus terang sudah tuntas. Wahyu telah menyebutkan bahwa Tuhan ada dan keberadaannya tidak terkait dengan kehadiran makhluk.

Di kalangan ahli filsafat, soal ini justru berkembang menjadi tiga aliran. Ketiga aliran itu adalah: nnturalisme, idealisme dan materialisme. Ketiga aliran akan coba dijelaskan dalam bagian ini. Naturnlisme. Naturalisme adalah suatu faham yang memandang bahwa apa yang dinamakan kenyataan adalah segala sesuatu yang bersifat kealaman.

William K. Dennes beranggapan bahwa kategori pokok untuk memberikan keterangan mengenai kenyataan adalah “kejadian” yang terjadi dan terdapat dalam alam. Kejadian dalam ruang dan waktu merupakan satuan- satuan yang menyusun kenyataan yang ada. Hanya satuan- satuan yang menyusun kenyataan yang ada. Hanya satuan- satuan semacam itulah yang menjadi satu-satunya penyusun dasar bagi segenap atau segala sesuatu yang ada. Jadi pencipta alam ini, bukan Tuhan. Tetapi refleksi aktif dari kenyataan yang sama kongkret material.

Secara histories, faham naturalisme lahir beriringan dengan lahirnya sejumlah ..filosuf awal di Yunani kuna. Tokoh penting yang terlibat dan mengembangkan faham ini adalah filosof yang landasan kajiannya menitikberatkan pada alam sebagai unsur kajian utama. Sebut saja tokoh dimaksud Thales, Anaximenes, Anaximandros, Phytagoras dan Heraclitus.

Bagi kaum naturalis, selalu muncul tiga persoalan penting dalam wacana pemikiran kefilsafatan. Ketiga persoalan itu adalah Proses, kualitas dan relasi. Kaum naturalis berpendirian bahwa: 1) ketiga kategori dasar (proses, kualitas dan relasi) yang inereka gunakan menunjukkan segala hal yang bereksistensi dan terdapat dalam pengalaman; 2) Tidak ada satu kejadian yang didalamnya tidak secara bersama terdapat ketiga kategori tersebut, meskipun segi-segi tadi dapat dipilah berdasarkan satu pemilahan yang beralasan; 3) Mereka dapat menunjukkan kejadian-kejadian yang segi-seginya menggunakan istilah kategori yang disebut di atas.

Karena alasan itu, mereka kemudian mengembangkan tafsiran mengenai pengertian-pengertian, hipotesa-hipotesa, hukum- hukum, dan penilaian yang dikembangkan dalam ilmu alam, penyelidikan sejarah dan dalam tanggapan-tanggapan di bidang seni dan kesusastraan. Semuanya diwujudkan, diilustrasikan dalam nuansa dan suasana meril-fisik.

Filsafat Metafisika Umum Idealisme

Idealisme adalah faham aliran filsafat yang berusaha memahami materi atau tatanan kejadian-kejadian yang terdapat dalam ruang dan waktu sampai pada hakikatnya yang terdalam. Ditinjau dari segi logika, manusia seperti disindir G. Watt Cunningham yang dikutif Kattsoff (1986: 224), harus membayangkan adanya jiwa atau roh yang menyertainya dan yang dalam hubungan tertentu bersifat mendasari hal-hal tersebut. Singkatnya, idealisme adalah sebuah faham yang memandang bahwa sesungguhnya realitas itu bukan pada yang tampak, tetapi justru berada di balik yang tampak. Sesuatu yang menjadi spirit, motif dan nilai segala realitas ada dan bereksistensi di balik yang tampak.

Aliran ini menyatakan bahwa yang sesungguhnya ada dalam dunia, adalah idea (Plato) Tuhan atau Allah (kaum agamawan). Segala sesuatu yang tampak dalam wujud nyata indrawi hanya merupakan gambaran atau bayangan dari yang sesungguhnya. Sebab sejatinya keberadaan adalah sesuatu yang berada dalam dunia idea. Realitas yang sesungguhnya bukan pada sesuatu yang kelihatan, melainkan justru pada sesuatu yang tidak kelihatan dan tidak tampak.

Di India Kuna, faham ini telah lama muncul. Di masyarakat ini telah lama berkembang sebuah pandangan yang memandang bahwa dunia fisik adalah suatu ilusi. Pengalaman juga sebuah ilusi. Bahkan keanekaragaman itu adalah rupa belaka. Kelakuan dan jiwa pribadi dianggap tidak mempunyai kepatutan pribadi yang berdiri sendiri, tanpa campur tangan dunia metafisik non material. (Louis Leahy, 1993: 201).

Secara histories, faham ini sebenarnya telah lama dikembangkan Plato. Plato diakui Maurice Merleau Ponty sebagai tokoh yang mewarisi pemikiran Socrates yang tidak lain merupakan gurunya sendiri. Plato mengakui adanya Tuhan secaraa implisit dalam fenomena universal atas eksistensi kesempurnaan. EksistensiNya berada di balik yang terwujud. la mengakui eksistensi kesempurnaan Tuhan dalam ekspresi kemanusiaan. (Damanhuri Fatah [ed.], 2004: 332).

Metafisika dalam Nalar Plato

Lebih lanjut, Maurice Merleau Ponty menyebut bahwa Plato yang terinspirasi pemikirannya oleh Socrates, menganggap bahwa kelaparan metafisik yang eksis secara dinamis pada inti’Ada seluruhnya, la menyimpulkan adanya kesaksian implisit dalam fenomena universal atas eksistensi kesempurnaan Ada.

la meyimpulkan bahwa di atas refleks pengalaman kekaguman universal konkret, manusia harus menyimpulkan eksistensi Tuhan sebagai kesempurnaan Ada. Kebenaran sejati adalah bahwa Tuhan merupakan pondasi tersembunyi bagi semua kekaguman yang tidak tampak tetapi menjadi batu beban yang selalu ada, yang menarik kembali pada diri-Nya sendiri semua kreasi yang la panggil dari ketiadaan dan la kirimkan pada missi pematangan dirinya.

Plato merumuskan pemikirannya dalam dongeng (fiksi) bayang-bayang dalam gua. Cerita ini tampaknya disusun oleh dirinya sendiri untuk mengilustrasi pemikirannya yang di awal disebut sebagai pendiri metafisik berfaham idealistik. la menyebu t bahwa manusia dapat diibaratkan seperti orang-orang tahanan yang sejak lahirnya duduk terbelenggu dalam sebuah gua.

Kepalanya tidak dapat bergerak dan selalu terarah kepada dinding gua. Di belakang mereka ada api yang menyala. Beberapa budak belian berjalan di depan api sambil memikul bermacam-macam benda. Kejadian model ini akan melahirkan beraneka macam bayang-bayang yang dipantulkan pada dinding gua. Orang tahanan menyangka bahwa bayang- bayang itu adalah realitas yang sebenarnya dan tidak ada realitas lain selain bayang-bayang. Ia melihat sebelah belakang gua dan api yang berada di situ, la mulai memperkirakan bahwa bayang-bayang tadi tidak merupakan realitas yang sebenarnya. Lalu ia diantar keluar dan melihat matahari yang menyilaukan matanya.

Semula ia memandang bahwa dirinya sudah meninggalkan realitas. Tetapi berangsur-angsur ia menyadari bahwa itulah realitas yang sebenarnya. Setelah itu, iapun kembali ke gua dan memberitahukan kepada teman-temannya bahwa apa yang mereka lihat bukan realitas yang sebenarnya. Apa yang sebelumnya dianggap sebagai realitas tidak lebih dari sebuah bayang-bayang. Tetapi mereka tidak mempercayai pendapat- nya. Bahkan andaikan ia tidak terbelenggu. Maka niscaya orang yang menyampaikan informasi itu, maka pasti akan dibunuhnya (K. Bertens, 1998: 12-13).

Mitos Plato tentang Metafisika

Mitos Plato yang masyhur tadi, dapat diibaratkan seperti perilaku manusia awam (seperti terlihat dari kumpulan manusia yang terbelenggu) dan perilaku filosof (seperti terlihat dari orang yang keluar dan memperoleh realitas objektif), Orang awam dianggap Plato akan berpikir bahwa realitas objektif adalah sesuatu yang diperoleh melalui pengenalan inderawi.

Sementara itu, filosof memandang bahwa pengalaman indera hanya akan memberikan bayang-bayang dan tidak dapat menyodorkan kebenaran (realitas) sesungguhnya. Atas pemikirannya ini, Plato kemudian membagi kebenaran menjadi dua bagian besar. Kedua bagian itu adalah dunia yang terbuka bagi rasio (ide) dan dunia yang terbuka bagi pengalaman panca indera (jasmani). Manusia dianggap Plato memiliki dua dunia (ide dan jasmani). Plato sering disebut sebagai pemikir sintesis (yang dualistis/dualisme) antara pemikiran Socrates yang idealistik dengan pemikiran para sofoi yang sangat subjektif.

Pemikiran Plato tadi kemudian dikembangkan filosof abad pertengahan. Tokoh penting dalam aliran ini di abad pertengahan, menurut Lorens Bagus (1996: 71) adalah George Berkeley (1685-1753). Menurut George Berkeley, tidak ada substansi material dalam dunia ini. Segala substansi terletak bukan pada aspek fisik melainkan justru berada pada substansi idea. Penyebutan kursi atau meja misalnya, ia hanya merupakan koleksi idea yang ada dalam alam pikiran sejauh yang dapat diserap. Pendapatnya semacam ini dikembangkan Fichte (1762-1831) yang menyatakan bahwa: “yang mengada ialah “Aku”. Aku sendiri menghasilkan sesuatu yang bukan “Aku”. Dalam lawanan dialekstis dengan bukan “Aku” itu, “Aku” menjelmakan dirinya sendiri.

Idealisme Plato dan Para Penerusnya

Pemikiran idealisme ini terus dikembangkan para filosof abad modern. Sebut saja filosof dimaksud adalah Hegel (1770­1831) yang menyatakan bahwa kenyataan adalah roh mutlak, yang menjelma sebagai sintesis dialektika mendasar antara logika dan alam. Manusia dan substansi duniawi lainnya dalah fase dan bagian proses pejelmaan roh itu, namun ia tidak berdiri sebagai sesuatu yang eksis.

Pemikiran Hegel yang demikian, di abad modern kemudian dimatangkan Immanuel Kant (1972-1904), sosok populer dan paling monumental dalam sejarah ilmuan Barat-modern. la digolongkan sebagai filosof idealisme transcendental. Kant berpendapat, bahwa objek pengalaman yang ada dalam ruang dan waktu, tidak lain kecuali penampilan dari yang tidak rnemiliki eksistensi dan independen di luar pemikiran manusia. Segala sesuatu yang ada adalah suatu bentuk dari satu pemikiran (Bakry Hasbullah, 1971: 29).

Pemikiran Kant ini, telah mengingatkan saya akan konsep filsafat mistik Islam yang dibangun filosof Muslim abad ke emasan, seperti digagas Ibnu Sina yang menyebutkan bahwa alam tercipta karena proses emanasi dari cahaya dan cermin Tuhan. Faham ini kemudian diadopsi al-Jilli dalam faham tasawuf falsafinya yang menyebut bahwa manusia sebagai cermin Tuhan yang­paling mampu menunjukkan jati diri-Nya. Manusia dianggap sebagai perwujudan Tuhan yang paling sempurna, dibandingkan dengan makhluk lain Tuhan yang lain.

Filsafat Metafisika Umum Materialisme

Materialisme adalah sebuah faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi. Faham ini menolak segala sesuatu yang tidak kelihatan. Menurut aliran ini, yang sesungguhnya ada adalah keberadaannya yang bersifat material atau tergantung sarna sekali terhadap materi. Secara histories, pelopor yang melahirkan faham ini tampaknya dapat disandingkan kepada tokoh semacam Leukippos dan Democritos (460-370 SM). Kedua filosof awal

ini dapat disebut sebagai cermin filosof awal yang membangun teori materialisme. Leukippos dan Democritos berpendapat bahwa: “realitas yang sesungguhnya bukan cuma satu, melainkan terdiri dari banyak unsur. Unsur-unsur itu sendiri tidak terbagi yang kemudian disebutnya sebagai “atom” (terambil dari bahasa Yunani) yang berarti “tidak dapat dibagi” (Hanafi, 1973: 86),    pelanjut pemikiran Leukippos dan Democritos adalah Thomas Hubbes (1588-1679). Tokoh abad skolastik akhirini berpendapat bahwa, “seluruh realitas adalah materi yang tidak bergantung pada gagasan dan fikiran manusia”. Seluruh realitas yang tidak terwujud dalam bentuk materi dalam gerak (K. Bertens, 1992: 73).

Ludwig Andreas Feuerbach (1804-1872) berpendapat bahwa: alam material adalah realitas yang sesungguhnya. Segala sesuatu yang tidak terwujud dalam bentuk bukan materi, termasukk Tuhan, Malaikat, Syurga dan Neraka, yang kesemuanya berada di luar kategori histories manusia. Semua dianggap bukan suatu realitas yang nyata. Karena dianggap bukan sebuah realitas, maka keberadaannya diang;

ditolak. Tidak salah jika kemudian muncul suatu bahwa Feurbach adalah pendiri ateisme. Dan konsep materialisme ilmiah, sesungguhnya yang paling dikhawatirkan perkembangannya oleh kaum agamawan. Perkembangan aliran ini akan membawa pada konsekwensi pada penj wujud yang tidak terjaiigkau oleh kemampuan indera yang sangat terbatas itu. la berwujud di alam yang tidak terwujud dalam perspektif inderawi.

Metafisika dalam Pandangan Marx

Karl Marx (1818-1883) telah menjadi “korban” lahirnya perkembangan materialisme ini. la adalah tokoh yang mematangkan teori materialisme pada teori-teori sosial yang lebih vulgar, la menyatakan bahwa hanya ada satu realitas akhir yang tunggal, yaitu materi, dengan hukui instrinsik yang selalu sama. Semua gejala seperti energi, hidup hukum moral, roh adalah sebagian dari fase dalam dialektika perkembangan materi itu.

Pematangan konsep aliran materialisme dimatangkan lagi oleh Haeckel (1834-1919) yang berpendirian bahwa, hanya ada satu kenyataan material, yang tidak berperibadi. Tidak ada pertentangan antara materialisme dan roh, antara yang fisik dan psikis, antara dunia dan Tuhan; semua merupakan manifestasi dari materi yang sama, Itulah yang juga dikhawatirkan al-Ghazali terhadap perkembangan filsafat dengan jenis faham ini karena dianggap akan melahirkan prinsip-prinsip ateisme.

Padahal sifat pemikiran yang demikian, dalam term agama, bukan saja disalahkan tetapi juga pekerjaan yang mengandung resiko besar dalam konteks ketuhanan. Secara teologis, sikap ini menjurus pada penolakan eksistensi Tuhan. Hukumnya, tentu sangat harus ditolak.

Cabang filsafat metafisika Selain Metafisika umum adalah Metafisika Khusus yaitu cabang filsafat yang mengkaji dan membicarakan tentang alam, Tuhan dan manusia. Persoalan eksistensi ketiga persoalan inilah yang telah menjadi dialektika menarik sejak awal kelahiran filsafat di Yunani Kuna hingga era modern sekarang ini. **Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

  1. ABDUL ROZAK PAI B smt 1 berkata

    Metafisika terbagi 2
    1. Matrialisme teori aristoteles
    “Dibalik sesuatu yg bergerak ada yg menggerakkan yg bersifat materil (tampak)”
    Kelebihannnya : sesorang akan lebih jauh meneliti
    Kelemahannya : mendorong manusia bersifat materialistik, sombong dan saling berebut
    2. Idealisme teori socrates
    Dibalik sesuatu yg bergerak ada yg menggerakkan yg bersifat imateril (tidak tampak)”
    Kelebihannya : lebih tenang & sanggup menerima efek buruk yg ditemui
    Kelemahannya : mental manusia menjadi inlander

    Teori menurut Plato :
    DUALISME : Mensejajarkan dan menggabungkan prinsip2 dasar materialisme dengan idealisme, artinya ada celah kosong yg tidak bisa dijawab oleh materialisme maka disitulah idealisme menjawab.

    Terimakasih pak banyak manfaat yg saya dapatkan, diantaranya hidup menjadi lebih tenang dan semakin yakin adanya kekuatan Allah yang maha segalanya
    buku teoligi bisnis nya sangat bagus sekali banget….

  2. makrubin nim 14166310040 PAI /A semester satu berkata

    Metafisika berasal dari kata meta yang artinya sesudah atau sesuatu atau di balik sesuatu. dan berasal dari kata fhyisika [ nyata ]. cabang metafisika ada dua yaitu metafisika umum dan metafisika khusus, kalau metafisika umum ,bahwa hakekat metafisika sama dengan ontologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang hakekat sesuatu di balik yang fisik atau sesudah yang fisik. jadi ontologi bagian dari metafisika,dimana letak perbedaan hakekat metafisika dengan ontologi,karena menurut eksistensinya kedua hal tersebut sama. dan menurut saya cabang cabang metafisika banyak sekali,akan tetapi belum bisa membedakan mana metafisika umum dan mana metafisika khusus, itu saja intisari dan tanggapan yang saya pahami. dari makrubin semester ganjil kelas PAI / A .NIM 14166310040. trimakasih.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Coba lebih dipertajam pada sisi review-nya

  3. Harmoko berkata

    Harmoko
    PPS BBC
    Kelas B
    Bapak Dosen yang kmi hormati
    bagaimana pengaruh dari filsafat metafisika bagi orang yang mempelajari nya secara mendalam?

    1. lyceum
      lyceum berkata

      kita dapat menjadi lebih faham akan hakikat sesuatu

  4. Wasiah kelas b pasca sarjana 2016 berkata

    assalamualaikum wr wb
    bapak ingin bertanya dalam metafisika umum sering diartikan dengan ontollogi istilah ini sering diartikan degan ilmu yang mempelajari hakekat yang tampak dan dibalik yang tidak tampak dalam ontologi dibagi tiga bagian mohon dijelaskan contoh dari
    1. metafisika idealisme
    2. metafisika liberalisme
    3. metafisika materialisme
    terima kasih

  5. moh.sunaryoidris berkata

    assalamkm. pa prof. saya idris kelas b pascasarjana iaibbc 2016 saya mau tanya Apa kelebihan dan kekurangan ketika memperdalam ilmu metafisika umum dan khusus terhadaf pembelajaran pendidikan agama islam?
    setelah kita mempelajari ilmu filsafat apakah keilmuan tersebut bisa disampaikan kepada anak kelas 2 MI? kalau bisa bagaimana cara penyampainnya! terimakasih pa prof by idris

  6. Nur azizah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Nama: nur azizah
    Jurusan: T.IPS A/1
    Dari hasil diskusi minggu lalu tentang metafisika umum, Saya ingin menyimpulkan bahwa Metafisika umum merupakan cabang metafisika pertama. Metafisika umum sering diistilahkan dengan ontology, yaitu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu dibalik yang fisik atau sesudah fisik. Metafisika umum dibagi menjadi 3 :
    1. Filsafat metafisika umum naturalisme
    Metafisika naturalisme yaitu suatu faham yang memandang bahwa apa yang dinamakan kenyataan adalah segala sesuatu yang bersifat kealaman.
    2. Filsafat metafisika umum idealisme
    Yaitu suatu faham aliran Filsafat yang berusaha memahi materi atau tatanan kejadian-kejadian yang terdapat dalam ruang dan waktu sampai pada hakijatnya yang terdalam
    3. filsafat Metasika umum materialisme
    Sebuah faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi. Faham ini menolak segala sesuatu yang tidak kelihatan.

  7. Ade Liana Julyawati berkata

    Assalamualaikum saya akan menyimpulkan hasil diskusi saya tentang metafisika umum.
    Metafisika umum merupakan cabang metafisika yang pertama, istilah metafisika umum disebut ontology. Metafisika dengan ontology itu saling berkaitan, sulit sekali untuk membedakannya.
    Ontology merupakan cabang filsafat yang paling tua, bersifat total, memiliki ciri yang kongkrit. Kenyataan yang mengurus pada kebenaran.
    Metafisika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai yang tidak tampak tapi nyata.

  8. Maela Rohmatul Aulia berkata

    Maela Rohmatul Aulia

    Assalamu’ualaikum wr.wb
    Dari hasil diskusi minggu lalu, saya membahas tentang Metafisika umum,bahwasanya metafisika umum sering diistilahkan dengan ontology. Ontology merupakan salah satu kajian kuno dan berasal dari yunanai,studi tersebut membahas sesuatu yang bersifat konkret (suatu kenyataan).
    Mertafisika umum mempunyai 3 aliran yaitu:
    1.Metafisika umum idealisme
    2.Metafisika umum naturalisme
    3.Metafisika umum materialisme

    Terima kasih pak..
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  9. Leli Sulesih Ips.A/1 berkata

    Assalamualaikum Wr Wb
    Saya akan menyimpulkan hasil diskusi kemarin yaitu tentang Metafisika Umum. Metafisika umum sering disamakan dengan ontology, istilah ini sering diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu dibalik yang fisik. Ad 4 persamaan sisi antara ontology dan metafisika :
    1. Filsafat metafisika umum ontology
    Faham ini sangat radikal sekaligus paling awal, karena membicarakn tentang asal mula penciptaan.
    2. Filsafat metafisika umum naturalisme
    Suatu faham yang memandang bahwa apa yang dinamakan kenyataan adalah sesuatu yang bersifat kealamaan.
    3. Filsafat metafisika umum idealisme
    Suatu faham aliran filsafat yang berusaha memahami kejadian dalam ruang dan waktu yang terdalam.
    4. Filsafat metafisika umum materialisme
    Suatu faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi.
    Sekian.
    Wassalamualaikum Wr Wb

  10. NURISTIANAH berkata

    Assalamualaikum.

    Metafisika sama dengan ontologi, istilah ini sering di artikan dengan ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu di balik yang fisik atau sesudah yang fisik. Metafisika dan ontologi sama sama mengkaji tentang eksistensi atau hakikat sesuatu di lihat dari makna substansinya.
    Di kalangan ahli ahli filsafat ilmu ini di bagi menjadi tiga aliran. Naturalisme,idealisme dan matrealisme.
    Naturalisme yaitu sesuatu yang dapat terjangkau melalui indrawi
    Idealisme yaitu sesuatu yang tampak di balik yang tidak tampak.
    Matrealisme suatu faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi.

  11. Suaedah berkata

    Assalamualaikum wr.wb

    kesimpulan saya tentang metafisika umum yaitu:
    Metafisika umum itu sama dengan antology, atau sebaliknya. Istilah ini diartikan ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu dibalik yang fisik atau yang sesudah fisik. antology atau metafisika sama-sama mengkaji tentang eksistensi atau hakikat sesuatu dilihat dari makna substantifnya.
    Ilmu ini sangat radikal, sekaligus paling awal. Disebut demikian karena ilmu ini sangat intern membicarakan tentang hakikat sesuatu,baik tentang asal mula penciptaan, dan kajian terhadap sesuatu yang berada dibalik performa terwujud.
    Seperti yang telah dicontohkan. Tentang tuhan, tuhan dianggap sebagai eksistensi terwujud dibalik yang wujud. juga eksistensi yang keberadaannya menjadi pemula atas segala realitas. Apakah adanya Tuhan didahului oleh keberadaan makhluk, sehingga secara filosofis makhluk yang menciptakan Tuhan, bukan Tuhan yang menciptakan makhluk.
    metafisika dibagi menjadi 3 bagian .
    1.Metafisika Naturalisme : Suatu faham yang memandang bahwa apa yang dinamakan adalah segala sesuatu yang bersifat kealaman.
    2. Metafisika Idealisme : Sebuah faham yang memandang bahwa sesungguhnya realitas itu bukan pada yang tampak, tetapi justru berada dibalik yang tampak.
    3. Metafisika Materialisme : Sebuah faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksitensi, faham ini menolak segala sesuatu yang tidak kelihatan.

    1608104014
    Terima Kasih.
    Wassalamualaikum wr.wb

  12. Ahmad Fadli Mubarok berkata

    metafisika sama dengan ontology. Istilah ini sering diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu di balik yang fisik atau sesudah yang fisik.

    misalnya rasa manis,,,jika di kaitkan dengan metafisika bahwa rasa manisr itu sesungguhnya ada tapi tidak dapat di lihat,metafisika membahas sesuatu yang di balik yang fisik atau sesudah yang fisik,dengan mempelajari metafisika umum,lebih memahami hakikat dari ketuhan,karena korelasi tuhan dengan alam dan manusia saling berhubngan

  13. REGINA AMALIA SALIM berkata

    Assalamualaikum wr.wb

    Alhamdulillah akhirnya bisa masuk ke web lyceum juga 🙂
    Di kesempatan ini saya ingin mengutarakan apa yang telah saya dan teman” diskusikan minggu lalu materi tentang metafisika filsafat umum,nah di sini dijelaskan ya bahwa cabang metafisika yang pertama itu adalah filsafat metafisika umum,metafisika umum itu istilah dari ontology ,keduanya memiliki kesamaan namun sangat susah d bedakan ,karena kesamaan diantaranya keduanya hanya terletak pada objeknya saja.walau begitu ontology dan metafisika memiliki ketergantungan satu sama lain.
    Disini dijelaskan bahwa metafisika umum itu SESUATU YANG TAMPAK DAN SESUATU SESUATU DIBALIK YANG TIDAK TAMPAK ,
    Seperti halnya yang dikatakan oleh thales bahwasanya dunia itu berada di atas air ,karena thales berpendapat manusia itu pasti akan membutuhkan air.Metafisika umum dibagi menjadi 4 materialisme,idealisme,naturalisme dan ontology ….

    Sekian dari saya 🙂
    Was sam aku alaikum wr wb

  14. Nurlaila berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Menurut apa yang saya baca tadi banyak pakar yang menyamai antara metafisika dengan ontologi karena keduanya saling berkaitan satu sama lain. Dan juga ada pakar yang berpendapat adanya perbedaan antara metafisika dan ontologi. Yang dimaksud filsafat metafisika naturalisme yaitu bahwa apa yang dinamakan kenyataan adalah bersifat kealaman. Dalam hal ini muncul 3 masalah penting dal kefilsafatan yaitu proses,kualitas dan relasi. Filsafat metafisika umum idealsme berarti paham yang memahami tatanan kejadian dalam ruang dan waktu sampai yang terdalam. Aliran ini menyamenyatakan bahawa yang ada di dunia ini adalah Tuhan atau Allah Swt (kaum agamawan). Dan yang terakhir filsafat metafisika materialisme yaitu anggapan bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi. Mungkin itu saja pak yang saya pahami.
    Terimakasih, was alamut alaikum wr.wb

  15. Indriyani berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Menurut pendapat saya dalam kajian Filsafat Metafisika Umum ini. Pada filsafat metafisika umum menjelaskan tentang penjelasan filsafat metafisika ontology, naturalisme, idealisme, dan materialisme.
    Yang pertama, filsafat metafisika ontology. Ontology merupakan cabang filsafat yang tertua dan paling utama. Ontology juga menjelaskan tentang dua sudut pandangan, baik itu yang nyata maupun yang tidak nyata atau hanya rekayasa. Yang kedua, metafisika Naturalisme. Naturalisme merupakan suatu paham yang menjelaskan tentang sesuatu yang benar nyata ada di alam maupun di bumi. Yang ketiga, metafisika idealisme. Idealisme ini lebih menjelaskan tentang sesuatu penyebab atau faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya atau timbulnya suatu kejadian, keadaan ataupun bentuk seperti halnya asal usul siapa yang menciptakan bumi, manusia, tumbuhan, hewan dan lain-lain.
    Yang ke-empat, metafisika materialisme. Yang menjelaskan tentang suatu keadaan atau kehidupan yang sudah umum terjadi di kehidupan sosial. Lebih tepatnya Seperti kebiasaan hidup dengan mengandalkan materi atau harta (duniawi) dalam segala aspek kehidupannya.
    Sekian pendapat dari saya, apabila ada kesalahan penafsiran maupun yang salah. Mohon untuk dibenarkan dan diluruskan yang sebenarnya. Terimakasih pak..
    Assalamualaikum wr.wb

  16. ima imroatul jannah berkata

    assalamu’alaikum pa, saya dari kelompok 1 , dari hasil diskusi kemarin tentang metafisika umum yang saya ketahui metafisika umum adalah ilmu yang mempelajari bagai mana tentang sesuatu yang wujud dan tidak wujud. bagai mana yang di kemukakan oleh thales bahwa bumi ini tercipta oleh air karena air ada dimana-mana. 3 kajian yang dibahas dalam metafisika umum yaitu :
    1. naruralisme , ilmu yang mempelajari tentang sesuatu yang wujud
    2. idealisme , ilmu yang mempejarai tentang sesuatu yang abstrak atau tidak nyata.
    3. materialisme , ilmu yang mempelajari bahwa segala sesuatu itu dibuat dari satu sistem yaitu materi.

  17. Mia Amalia berkata

    Nama : Mia Amalia
    Nim : 1608104022
    T.IPS A /Semester 1

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Saya ingin menyimpulkan tentang Filsafat Metafisika Umum yang telah di diskusikan.
    Metafisika merupakan suatu faham yang tidak tampak tetapi ada . Metafisika Bersifat empiris yakni nyata,konkret,melihat dan merasa.
    Metafisika sangat berkaitan dengan ontology bahkan metafisika sering di istilahkan dengan ontology. Istilah ini sering diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu dibalik yang fisik atau sesudah fisik.
    filsafat metafisika ilmu dibagi menjadi 4 yaitu Ontology,Naturalisme,idealisme dan Materialisme.
    Ontology bersifat total memiliki ciri konkret yang merupakan faham tertua dalam kajian filsafat.contoh tentang tuhan, tuhan maha segalanya dibalik apa yang terwujud dalam kehidupan . Tuhan selalu menjadi pemula atas segala kegiatan yang dilakukan manusia.
    Naturalisme adalah suatu faham yang bersifat murni,nyata,alam, yang mengandung dalam ruang dan waktu.
    Idealisme adalah pemikiran yang mendalam mengenai hakikat keilmuan.
    Materialisme adalah suatu faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi.

    Sekian yang dapat saya simpulkan
    Wasallamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  18. Baharudin habibi berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Hasil diskusi tentang metafisika umum, metafisika umum sering diartikan dengan ontology, istilah ini sering diartikan dengan ilmu yang mempelajari hakikat yang tampak dan dibalik yang tidak tampak, contoh dari kajian ontology adalah tentang tuhan, tuhan dianggap sebagai eksitensi terjuwud dibalik yang wujud.ontolgy dibagi menjadi 3 bagian :
    1.Metafisika Naturalisme adalah sesuatu yang memandang bahwa kenyataan adalah yang bersifat kealaman.
    2.Metafisika Idealisme adalah sesuatu yang memandang bahwa sesungguhnya realitas itu bukan pada yang nampak, tetapi justru dibalik yang nampak.
    3.Metafisika Materialisme adalah segala sesuatunya berasal dari materi.dan dari sini juga kemudian muncul aliran atheisme.
    Terima kasih pak, wassalamualaikum

  19. Indah Virginia Rahman berkata

    assalamuaaikum wr.wb

    Hasil dari diskusi tentang Filsafat metafsika umum, filsafat metafisika umum adalah yang mempelajari hakikat sesuatu dari yg tampak dan dibalik yang tampak. Thales berpendapat bahwa ia menyebut bahwa air adalah alas dari segala eksistensi yang tampak. Dari sifat pemikiran Thales yang demikian, pada ujungnya ia berpendapat bahwa segala yang tampak di jagat raya ini mengapung di atas air. ia melihat sesuatu itu melebihi pada apa yang nyata. Ia menelusuri berbagai kejadian dalam alam ini sampai pada awal kejadian atau awal penciptaannya dan sumber penciptaan. la tidak melihat realitas benda sebagaimana yang terlihat dan terasa dalam kasat inderawi. Contoh sederhana dari kajian ontologis yang terkesan diametral itu adalah tentang Tuhan. Dalam rumpun ini, Tuhan dianggap sebagai eksistensi terwujud di balik yang wujud, juga eksistensi yang keberadaannya menjadi pemula atas segala realitas. Apakah adanya Tuhan didahului oleh keberadaan makhluk, sehingga secara filosofis makhluk yang menciptakan Tuhan bukan Tuhan yang menciptakan makhluk.
    permasalahan ini ini justru berkembang menjadi tiga aliran :

    Naturalisme yaitu memandang bahwa apa yang dinamakan kenyataan adalah segala sesuatu yang bersifat kealaman. William K. Dennes beranggapan bahwa kategori pokok untuk memberikan keterangan mengenai kenyataan adalah “kejadian” yang terjadi dan terdapat dalam alam. Kejadian dalam ruang dan waktu merupakan satuan- satuan yang menyusun kenyataan yang ada. contoh nya manusia itu yang menciptakan tuhannya dengan cara ide-ide yang ada di fikiran manusia itu sendiri.
    Idealisme yaitu bahwa sesunggunya realitas itu bukan pada yang nampak,tetapi justru berada di balik yang tampak, contohnya seperti manusia itu adalah perwujudan dari Tuhan atau gambaran dari Tuhan itu sendiri.
    Materialisme yaitu segala sesuatu yang beasal dari sebuah materi.

    Demikian kesimpulan yg bisa saya ambil dari diskusi kelompok ini. kurang lebihnya harap dimaklumi.
    Wassalamualaikum wr.wb

  20. ayu wandira berkata

    asalamualaikum, izin bertanya bagaimana tata perbuatan manusia yang mencirikan karakter seseorang dalam pandangan metafisika umum:materialisme?ayu wandira

  21. ayu wandira berkata

    asalamualaikum, izin bertanya bagaimana tata perbuatan manusia dalam pandangan metafisika materialisme?

  22. Lusi Dayanti berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Hasil diskusi tentang metafisika umum. Metafisika umum sering di istilahkan dengan ontology. istilah ini sering diartikan dengan ilmu yang mempelajari hakikat sesuatu dibalik yang fisik.
    metafisika umum ontology, pokok pangkal kajian thales terletak dikursus kejadian alam, ia menyimpulkan bahwa air merupak substansi terdalam yang menjadi asal mula dari segala sesuatu. Contoh dari kajian ontology adalah tentang Tuhan, Tuhan dianggap sebagai eksistensi terwujud dibalik yang wujud. persoalan ini dikembangkan menjadi 3 aliran, antara lain:
    1. Naturnlisme adalah sesuatu yang memandang bawa kenyataan adalah yg bersifat kealaman.
    2. Idealisme adalah sebuah faham yang memandang bahwa sesungguhnya realitas itu bukan pada yang tampak,tetapi dibalik yang tampak. Manusia dianggap sebagai perwujudan sifat Tuhan paling sempurna.
    3. Materialisme adalah sebuah faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi dan faham ini menjadi pelopor terbentuknya atheis.
    terimakasih, wassalamu’alaikum wr.wb.

  23. jazirotul zanah berkata

    Nama : jazirotul zanah
    NIM : 1608104068
    jurusan: tadris IPS/B/1
    Assalamu’alaikum.wr.wb
    dari hasil diskusi yang saya bahas tentang filsafat metafisika umum bahwasanya filsafat metafisika umum mempelajari sesuatu yang tampak dan sesuatu di balik yang tidak tampak ,contonya menurut thales bahwasanya dunia itu berada di atas air, karena menurut thales manusia itu pasti akan membutuhkan air. thales tersebut mencontohkan segala sesuatu di atas air. metafisika terbagi menjadi 3 aliran yaitu
    1. naturalisme yaitu bahwasanya manusia itu yang menciptakan tuhannya dengan cara ide-ide yang ada di fikiran tersebut.
    2. idealisme yaitu bahwa sesunggunya realitas itu bukan pada yang nampak,tetapi justru berada di balik yang tampak, jadi idealisme itu manusia itu prwujudan dari tuhan.
    3. materialisme yaitu segala sesuatu yang beasal dari sebuah materi.
    terimakasi
    wassalamu’alaikum wr.wb

  24. suteti berkata

    assalamu’alaikum wr.wb.

    saya SUTETI ( 1608104060 ) T.IPS B, semester 1
    berdasarkan hasil diskusi tadi saya menyimpulkan bahwa filsafat metafisika umum menjelaskan sesuatu yang tampak dan dibalik yang tampak dan bersifat radikal yaitu membahas sesuatu sampai ke akar-akarnya. Contohnya Thales dia berpendapat bahwa dunia berasal dari air dan dunia ini berada di atas air .
    metafisika umum dibagi menjadi 3 aliran, yaitu:
    1. metafisika umum naturanlisme
    yaitu mempelajari sesuatu yang tampak yaitu manusia yang menjadi objek, manusia yang menciptakan tuhan berdasarkan dari ide-idenya.
    2. metafisika umum idealisme
    membahas yang tidak tampak yaitu tuhan yang menjadi objek kajiannya, manusia adalah cerminan dari eksistensi tuhan.
    3. metafisika umum materialisme
    segala sesuatu berasal dari suatu materi , dari sinilah kemudian muncul atheisme.

  25. Ahmad fadli berkata

    bpk ijin bertanya tentang filsafat metafisika umum materialisme suatu faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi. Faham ini menolak segala sesuatu yang tidak kelihatan.

    Bukankah itu faham yang menhilangkan keberadaan tuhan atau allah yang bersifat abstrak,,sedangkan kita sendiri wajib mengimani keberadaan allah itu sendiri,,yang bersifat abstraks,kita hanya bisa menyaksikan kebesaran allah saja,sedangkan wujud dari allah itu sendiri kita tidak mengetahui,

    bagaimana pandangan bpk tentang faham materialisme ?? terima kasih #1608104026

  26. ahmad fadli mubarok berkata

    bpk ijin bertanya tentang filsafat metafisika umum materialisme suatu faham yang menganggap bahwa materi merupakan wujud segala eksistensi. Faham ini menolak segala sesuatu yang tidak kelihatan.

    Bukankah itu faham yang menhilangkan keberadaan tuhan atau allah yang bersifat abstrak,,sedangkan kita sendiri wajib mengimani keberadaan allah itu sendiri,,yang bersifat abstraks,kita hanya bisa menyaksikan kebesaran allah saja,sedangkan wujud dari allah itu sendiri kita tidak mengetahui,

    bagaimana pandangan bpk tentang faham materialisme ?? terima kasih #1608104026

  27. Misa fitriani berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Bapak izin mau bertanya, Kan sesungguhnya realitas itu bukan pada yang tampak, tetapi justru berada di balik yang tampak. Jadi apa contoh dari realitas yang di balik tampak ?

  28. SOPIYAH berkata

    Asalamualaikum wr.wb
    pa saya mau bertanya , apa manfaat filsafat ilmu di era modern ? dan apa faktor penghambat filsafat ilmu berkembang di era modern ?

  29. INDAH VIRGINIA RAHMAN berkata

    Saya mau bertanya pak, apa saja hikmah yg bisa kami ambil dari materi filsafat metafisika ini ? dan bagaimana caranya agar kita tidak salah paham dalam mengkaji ilmu ini ? terimakasih.

  30. SOPIYAH berkata

    asalamualaikum wr.wb
    Pa saya mau bertanya , apa manfaat filsafat ilmu di era modern , dan apa faktor penghambat filsafat ilmu di era modern ?
    terimakasih pa..

  31. Sri Della berkata

    Assalamualaikum pak, izin bertanya dalam mempelajari filsafat ilmu faktor apa saja yang menjadi hambatan kita memahaminya? Dan apa manfaat jika kita sudah memahami filsafat ilmu itu sendiri? #1608104058

    Terimakasih

  32. Jazirohtul zanah berkata

    Assalamualaikum.wr.wb
    punten pak izin bertanya, kan ontology dengan metafisika adalah dua tugas keilmuan yang bertolak belakang,meskipun satu sama lain memiliki ketergantungan,..
    Punten pak saya belum mengerti maksud dari itu bagaimana pak..?
    jazirohtul zanah | NIM: 1608104068 | IPS/B/1

  33. Fatimatul fidyan berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Nama : Fatimatul fidyan
    kelas : IPS b semester 1
    nim : 1608201042
    Bapak izin bertanya dari cabang metafisika khusus ,dijelaskan dalam konteks kefilsafahan ruang dan waktu pada point kedua dijabarkan setiap ruang mempunyai tiga matra,pertanyaanya apakah yang dimaksud dengan matra dan apasajakah yang termasuk dalam ketiga matra tersebut.
    terimakasih pak.
    wassalamualaikum.wr.wb

  34. Zahuro berkata

    Nama : zahuro
    Jurusan : T. Ips b
    Nim : 1608104079
    Assalamualaikum pak . Pak izin bertanya . Jelaskan hubungan antara ilmu dengan filsafat

  35. khusnul khotimah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Nama: khusnul khotimah
    Nim : 16081040063
    T.ips B/semester I
    Bapak izin bertanya,di dalam metafisika khusus kan ada 3 pokok kajian yaitu kosmologi,teologi dan antropologi yang saya ingin tanyakan itu teologi di sini teologi di artikan aliran yang mengkaji eksitensi tuhan yang bebas dari ikatan agama,maksud dari penjelasan tersebut itu bagaimana pak?
    Terimakasih pak.

  36. khoerunnisa berkata

    Nama : Khoerunnisa
    NIM : 1608104050
    kelas : T.IPS B
    Assalamu’alaikum wr.wb
    pak saya izin bertanya ,jika istilah metafisika atau ontologi sering diartikan dengan ilmu yang memperalajari tentang hakikat sesuatu di balik yang fisik atau sesudah yang fisik dan menurut Palmquits antara metafisika dan antologi keduanya diibaratkan pohon dan daun , apakah Tuhan dan manusia dapat di ibaratkan seperti halnya pohon dan daun juga ?
    mohon di jelaskan
    terimakasih pak…

  37. Nany hamidah berkata

    Nama : Nany hamidah
    NIM : 1608104041
    Tadris IPS/B/1

    Asalamualaikum wr.wb
    Pa sya mau bertanya , kan metafisika sma antology itu sma membahas tentang eksistensi di balik yg fisik atau sesudah yg fisik, pertanyaannya apa maksud dari di balik yg fisik atau sesudah yg fisik ? Contohnya seperti apa ?
    Terimakasih pa..

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.