Filsafat Pendidikan Islam Sebagai Sarana Untuk Mengintegrasikan Iman dan Ilmu

52 847

Filsafat pendidikan –dalam bentuknya yang paling sederhana-diartikan sebagai petunjuk penerbangan. Ia menentukan maksud penerbangan pendidikan dan sarananya dalam mengarungi samudera masa depan. Seperti juga halnya bagi pelaut yang mengarungi samudera lautan. Filsafat pendidikan adalah petunjuk yang menentukan tujuannya. Bahtera yang membawa mereka, peta dan kompas yang menentukan jalurnya. Alat pengukur yang digunakan untuk mengukur jarak dan kedalaman samudera, dan perubahan badai serta angin. Pendidikan yang membawa manusia melewati samudera masa depan. Pendidikan juga hendaknya memiliki petunjuk yang menentukan maksud dan tujuannya. Metode pengetahuan menentukan hasilnya dan nilai untuk mengevelaluasi pelaksanaan dan akibatnya. Ia juga harus menentukan kapan dan dimana pun waktu dan tempatnya.

Tujuan, Metode dan Kriteria Nilai Sebagai Sarana Untuk Terbang di Masa Depan

Objektif dan adil jika kita katakan bahwa lembaga pendidikan di Barat adalah yang pertama memperhatikan signifikansi penetapan tujuan, metode pengetahuan dan kriteria nilai sebagai sarana untuk terbang di masa depan. Ini semua disebut dengan nama filsafat pendidikan dan memberinya intisari kekuatan akal dan kemampuan materialnya yang melimpah.

Hanya saja, pelayaran pendidikan pada gelombang masa depan –seperti pelayaran dalam gelombang samudera- di mana di dalamnya tidak hanya cukup terdapatnya petunjuk dan perkakas pelayaran. Akan tetapi juga memerlukan penemuan-penemuan yang akurat tentang samudera, pantai dan pelabuhan masa depan secara sempurna.

Seperti wilayah para pelaut yang didahului dengan penemuan geografi yang dilakukan oleh para pelopor yang berani mengarungi samudera. Mereka memberikan banyak pengorbanan hingga sampai ke seluruh wilayah dunia. Kemudian mereka menghimpun kesaksian dan pengalaman mereka. Mereka juga mempersiapkan peta dan gambar yang terperinci serta akurat. Hal ini berkaitan dengan posisi dan bentuk benua, pantai dan pelabuhannya, jarak tempuh dan keadaan samudera yang memisahkannya.

Filosuf Wadhdhaiyin (Positivist)

Ketika perhatian terhadap filsafat pendidikan tumbuh maka dua kelompok pemikiran dan intelektual Barat memimpin. Pertama adalah filosuf Wadhdhaiyin (Positivist) yang berusaha menetapkan tujuan dan maksud hidup. Yakni menjalankan peran penemu samudera dan pelabuhan masa depan. Lalu melakukan pekerjaan pelaut setelah terpisah dari instruksi wahyu dan risalah langit terhadap keadaan historis tertentu yang tidak bisa diuji. Kedua adalah kelompok ahli ilmu alam yang mengkhususkan pada pengembangan sarana dan prasarana kehidupan. Mereka memusatkan pada penelitian dan penemuan ilmiah.

Pada saat para pelopor ilmu alam berhasil dalam bidang penemuan ilmiah secara gilang gemilang dan mereka mengontrol produksi sarana dan prasarana kehidupan. Maka filosuf Positivis yang melalui masa depan dengan tanpa “basha`ir” wahyu tidak berhasil menemukan samudera dan pelabuhan masa depan. Mereka kembali dengan teori-teori spekulatif yang ambigu tentang kelahiran, kehidupan dan kematian.

Ketika masa depan itu telah tiba, dan keghaibannya telah berubah menjadi kenyataan yang bisa dilihat. Maka ukuran kebenaran tentang tujuan dan maksud yang diajukan oleh filosuf Positivis adalah dengan menisbatkan kebenaran yang ada pada keyakinan manusia sebelum penemuan geografi. Bahwa bumi itu rata, cahaya senja adalah mulut neraka yang menjulur dari belakang bumi. Bahwa samudera itu dipenuhi dengan syetan dan naga laut. Sehingga siapa saja yang menjauh dari pantai yang ramai maka akan ditangkap oleh syetan dan naga laut ini. Siapa yang selamat dan sampai di bibir bumi berarti ia jatuh dari lautan jahanam.

Kekacauan Akibat Filsafat Positivis

Di antara pengaruh kekacauan keyakinan yang dihasilkan oleh filsafat Positivis ini adalah bahwa ilmu bejalan tanpa konsepsi yang jelas tentang tujuan dan maksud hidup yang abdikannya. Sehingga sarana berjalan tanpa tujuan. Itu juga mempengaruhi kekacauan pada pendidikan. Sehingga mewarnai konsep-konsep pendidikan yang diajukan oleh filsafat-filsafat pendidikan. Seperti matsaliyah (idealisme), waqi’iyah (realisme), frajmatiyah (pragmatisme) dan cabang-cabangnya tentang hakikat dan watak manusia. Juga hubungannya dengan eksistensi di sekitarnya dengan spekulasi-spekulasi yang dihasilkan oleh filsafat realisme tentang pencipta, manusia, kehidupan dan kematian. Masalah yang dampakya berpengaruh pada aplikasi pendidikan. Masyarakat manusia harus membayar mahal akan kohesi, humanitas, stabilitas dan keamanannya. Perdebatan yang merata sekitar bagaimana watak, muatan dan orientasi filsafat pendidikan.

Pengaruh penyimpangan yang menimpa filsafat pendidikan modern tidak hanya berhenti di dalam batas-batas Barat. Akan tetapi menyebar ke wilayah dunia ketiga dan keempat. Termasuk di dalamnya wilayah Arab dan Islam yang mulai memunculkan filsafat dan aplikasi ini. Sehingga di kampus dan lembaga pendidikan diberikan muatan filsafat tentang hakikat, nilai, metode pengetahuan dan hubungan manusia dengan pencipta, alam, manusia, kehidupan dan kematian secara sempurna. Sebagaimana yang dilontarkan oleh idealisme Kristen, realisme material dan pragmatisme tentang manfaat -atau munafaqah meminjam klasifikasi Islam- nilai Marxisme atheis dan eksistesialisme yang sia-sia. Aplikasi-aplikasi yang muncul dari filsafat-filsafat ini diterapkan dalam lembaga pendidikan tanpa analisis. Juga penggantian atau modifikasi kecuali jika terdapat kritik. Modifikasi dan penggantian dari tempat filsafat-filsafat dan aplikasi-aplikasi itu sendiri muncul.

Ketidakjelasan Peran Lembaga Pendidikan Islam

Di antara semakin meningkatnya implikasi negatif dari masalah ini adalah bahwa di wilayah-wilayah Arab dan Islam lembaga pendidikan Islam yang merosot dari masa lalu belum jelas. Hal ini berkaitan dengan signifikansi dan perannya dalam mendefinisikan tinggal landasnya pendidikan dan pelayaran masa depan. Juga dalam menetapkan jalur, sarana dan kriteria pendidikan. Bahkan lembaga ini masih menjadi bingung karena memiliki orientasi anti masa depan. Lembaga ini menjadi anti perkembangan kehidupan dengan tanpa tujuan dan maksud dan tanpa peta dan kompas. Dan dengan sarana dan teknik klasik yang dianggap tidak sesuai dengan perubahan yang dialami manusia.

Lembaga-lembaga ini masih mencampur adukkan antara metode salaf yang dinyatakan Imam Ali bin Abi Thalib dengan pernyataan yang halus ketika berkata: “Didiklah anak-anak kalian untuk masa yang bukan masa kalian”, dengan pernyataan-pernyataan “leluhur” yang hidup pada masa Mazhab dan taklid beberapa abad setelah generasi Imam dan menetapkan agar mengajarkan anak apa yang diajarkan oleh leluhur dan bahwa keluar dari itu adalah kedurhakaan yang akan Allah siksa pelakunya di api neraka.

Integrasi Metode Pendidikan

Keluar dari krisis pendidikan yang menyebabkan spekulasi filosuf realisme dan buruknya pemahaman leluhur tradisional ini terjadi dalam memperbaiki metode yang dibangun sesuai dengan filsafat pendidikan. Sehingga dalam metode ini terdapat dua kelompok yang berintegrasi, kelompok para Rasul yang menginternalisasikan maksud dan tujuan hidup dan kelompok ahli yang menginternalisasikan sarana dan prasarana kehidupan. Maksud dan tujuan hidup yang dibawa oleh para Rasul dalam setiap masa kehidupan manusia itu sendirilah yang memberikan petunjuk kepada orang yang berhasil dalam perjalanan hidup manusia dan menempatkannya pada masa berikutnya. Buah kemajuan ilmiah yang mendapat petunjuk dari para Rasul adalah yang mengarahkan kepada kelestarian dan kemuliaan manusia.

Rasul Muhammad SAW adalah satu-satunya perintis era ilmu dan globalisasi sehingga bisa mencakup seluruh masa depan dan menjelaskannya sehingga generasi bisa mengambil tujuan tinggal landas dan tujuan pelayaran masa depan. Hakikat yang ditawarkan melalui wahyu tentang keghaiban masa depan masa ini adalah yang sesuai dengan kenyataan di mana di dalamnya yang ghaib berubah menjadi nyata dan empirik, dan masa depan kepada saat ini yang sedang disaksikan. ***Dr. Majid Irsan Al Kailani

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Hasanatun Nadia berkata

    Dalam memperbaiki metode yang berasal dari leluhur tradisional dimana metode tersebut buruk karena adanya spekulasi filosuf realisme maka filsafat pendidikan memperbaikk dengan adanya 2 kelompok yaitu kelompok para Rasul dan kelompok para ahli.
    Keyword : Internalisasi
    Internalisasi adalah suatu proses memasukkan nilai atau memasukkan sikap ideal yang sebelumnya dianggap berada dilua, agar tergabung dalam pemikiran, keterampilan dan sikap pandang hidup seseorang.

  2. Ikke nurzannah azhari berkata

    Filsafat pendidikan dapat diartikan sebagai petunjuk penerbangan, yg dimana didalamnya berisikan pendidikan, dan metode pengetahuan.jadi filsafat pendidikan sebagai jalur tercapainya kesuksesan dimasa depan dengan arah yg jelas atau terarah

  3. Ikke nurzannah azhari berkata

    Filsafat pendidikan dapat diartikan sebagai petunjuk penerbangan, yg dimana didalamnya berisikan pendidikan, dan metode pengetahuan.jadi filsafat pendidikan sebagai jalur tercapainya kesuksesan dimasa depan dengan arah yg jelas atau terarah dengan berlandaskan keimanan

  4. M fatkhurizqo MPI B SMT 3 berkata

    Kata kunci pendidikan. Pendidikan adalah suatu penunjuk bagi manusia karena manusia itu apa bila tidak mempunyai pedoman maka akan sulit untuk menentukan tujuannya. Di dalam pendidikan juga di setiap elemen harus saling bahu membahu agar bisa berjalan dengan baik.

  5. M fatkhurizqo MPI B SMT 3 berkata

    Kata kunci pendidikan. Pendidikan adalah suatu penunjuk bagi manusia karena manusia itu apa bila tidak mempunyai pedoman maka akan sulit untuk menentukan tujuannya.

  6. Nurul Faridah berkata

    Filsafat pendidikan dalam bentuknya yang paling sederhana diarrtikan sebagai petunjuk penerbangan. Ia menentukan maksud penerbangan pendidikan dan sarananya dalam mengarungi samudera masa depan. Seperti juga halnya bagi pelaut yang mengarungi samudera lautan. Tujuan pendidikan nilai tidak hanya membutuhkan perkakas saja tetapi lebih kepada tindak nyata. Pendidikan nilaibjuga sebagai sarana untuk terbang di masa depan. Lunturnya aktivis pendidikan ilmu bejalan tanpa konsepsi yang jelas tentang tujuan dan maksud hidup yang abdikannya. Sehingga sarana berjalan tanpa tujuan. Itu juga mempengaruhi kekacauan pada pendidikan.

  7. Musfiq Hadining Amrullah berkata

    Filsafat pendidikan adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana ahir dari suatu pendidikan.
    Filosof wahdiyin mempunyai 2 pemikiran tentang filsafat pendidikan yang pertama filsafat pendidikan merupakan menentukan bagaimana menentukan tujuan hidup yang dimana berisi bagaimana cara kita menjalani peran dalam kehidupan agar dapat menemukan masa depan yang cerah.
    Dan yang kedua ialah bagaimana cara kita mengatur produksi sarana prasarana kehidupan.
    Kata kunci dalam artikel ini menurut saya adalah : peran
    Peran pendidikan islam bagi manusia dalam kehidupan ialah membentuk pribadi agar sempurna. Pribadi yang sempurna ialah pribadi yang ditemtukan oleh ahlaknya.
    Selanjutnya pribadi manusia yang berahlak ialah manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola kehidilupn agar sesuai dengan tokoh ilahiyah dan insaniyah

  8. Dede chrismaylindra (3 mpi a) berkata

    Arah merupakan peranan penting dalam pendidikan, seperti teori tersebut mengatakan bahwa pendidikan ibarat beelayar di lautan bebas, maka kita sebagai pelaku pendidikan ibarat nahkoda, kita harus menggunakan kompas untuk mengarahkan kapal yang kita nahkodai menuju tujuan kita, jika kita salah arah maka akan tersesatlah kita, maka dari itu kita harus berhati-hati dalam menentukan arah tujuan kita agar mencapai tujuan yang di inginkan.

  9. Merlindia Widia Ningsih berkata

    Filsafat pendidikan dapat diartikan sebagai petunjuk yang mengantarkan tujuan manusia pada tempat tujuan yang ingin dicapainya.
    Kata Kunci saya adalah manusia, manusia dapat diartikan sebagai makhluk hidup atau makhluk sosial yang mempunyai fikiran, jasmani dan rohani yang bertanggung jawab.

  10. Rif'atul Ula berkata

    Untuk mempermudah memahami filsafat, maka dapat diasumsikan dengan pelayaran. Sebelum berlayar, maka kita harus mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan ketika berlayar seperti kapal, nakhoda, kompas, bahan makanan, dll. Dan siap menanggung beberapa resiko yang akan dialami seperti gelombang, ombak, dan badai. Sama seperti dalam pendidikan, kita membutuhkan hal-hal yang akan menunjangnya seperti lembaga pendidikan sebagai wadahnya.
    Dalam prakteknya, makna pendidikan sering dilupakan dan bahkan banyak yang tidak mengetahuinya. Ini bisa jadi disebabkan karena hilangnya aktifitas berfilsafat dan kurangnya rasa ingin tahu dan berfikir kritis terhadap pendidikan masa lalu, pendidikan saat ini yang terjadi, seta pendidikan untuk masa depan dalam setiap individu.
    (Keyword: asumsi) “penggambaran atau pendeskripsian tentang pendidikan Islam dengan membandingkan dan menyamakannya dengan sesuatu”.
    Filsafat Pendidikan Islam dapat dilakukan dengan membandingkan antar metode, antar petunjuk yang ada, dan antara kebenaran cerita,realita, dan logika.

  11. Rismawati berkata

    filsafat pendidikan dapat diartikan seperti kapal yang sedang berlayar dimana kapal tersebut mempunyai tujuan sama halnya dengan kita yang sedang mencari ilmu, yang mana kita mempunyai maksud dan penetapan tujuan. untuk tercapainya tersebut guna kita dibarengi dengan metode pengetahuan dan kriteria nilai sebagaimana sarana untuk terbang atau berlayar di masa depan.

  12. Siti MH berkata

    Kata kunci yang saya dapatkan disini yaitu petunjuk adalah pendidikan mengarah kepada kesempurnaan jadi pendidikan tidak bisa di dapatkan secara langsung tetapi bertahap atau dapat di artikan dengan harus mengejar pendidikan secara terus menerus

  13. Dea yusrun hasanah berkata

    Filsafat pendidikan islam adalah petunjuk yang menentukan tujuan. Seperti halnya nelayan yang mengarungi samudra lautan yang mempunyai tujuan menyebrangi lautan dari satu lautan kelautan lain peta dan kompas yang menentukan jalurnya. Begitupun pendidikan juga memiliki tujuan untuk masa depan. Metode pengetahuan yang menentukan hasilnya dan nilai yang mengevaluasi pelaksanaannya.
    Key word : tujuan
    Tujuan pengetahuan ditetapkan dalam firmannya “bacalah dengan menyebut nama allah” membaca adalah pengetahuan dengan nama allah tujuan pokoknya adalah mengetahui dan bersyukur kepadanya

  14. arini berkata

    Filsafat pendidkan merupakan alat yang digunakan untuk mengarungi samudra pendidikan hingga tercapainya ke tempat tujuan yaitu masa depan. Filsafat juga sebagai petunjuk penerbangan kemana arah kita akan melangkah untuk dapat menggapai masa depan yang kita inginkan

  15. ikbal pauji berkata

    Filsafat pendidikan islam sebagai sarana untuk mengintegrasikan ilmu dan iman. Dalam pendidikan (baik itu pendidikan umum maupun pendidikan islam) diperlukan adanya filsafat pendidikan yang berguna sebagai petunjuk atau navigasi untuk menentukan tujuan. Karena keghaiban atau keabstrakkan dinamika pendidikan di masa mendatang harus sedini mungkin (dari sekarang) di kritisi dan ditelaah dengan seksama dan akurat, sebagai modal kesiapan pendidikan (kita) dalam melewati dan menghadapi perkembangan pendidikan yang ghaib (terus berkembang) tersebut. Dan menyiapkan langkah langkah preventif dalam menjajaki segala kemungkinan kendala-kendala dalam pendidkan yang mungkin terjadi di masa depan.
    Key word : Navigasi

  16. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Filsafat pendidikan perananya dalam bidang pendidikan adalah sebagai petunjuk dalam penerbangan. Jika diibaratkan, filsafat pendidikan itu bagaikan sebuah bahtera yang mengelilingi samudera. Untuk mengelilingi samudera yang luas di butuhkan sebuah kompas dan peta. Kompas itu ibaratnya sebuah iman dan peta itu sebuah ilmu.
    Filsafat artinya cinta kebijakan, dalam hidup kita, itu penting untuk berfilsafat. Filsafat itu menjadi petunjuk penerbangan, ketika berpandangan terhadap suatu hal, kita tidak hanya melihat dari ilmu pengetahuan saja karena itu, akan menjadikan pandangan itu juga. Maka dari itu, kita harus berpandangan disertai dengan keimanan pula. Seperti dengan dalil dalil Al-qur’an dan hadis rasull, untuk menyatukan keduanya, maka perlu filsafat sebagai timbangan kebijaksnaan agar seimbang, antara keduanya

  17. Raudhotul Jannah berkata

    Filsafat pendidikan diiibaratkan seperti kapal penerbangan yang berani mengarungi benua bahkan samudera. Dan keberaniannya itu dapat memberikan pengalaman dan memberikan kesaksiannya terhadap dunia. Kita dapat mengambil pelajaran dari keberanian filsafat pendidikan tersebut dengan berani menghadapi segala hal untuk masa depan agar kita dapat memberikan pengalaman dan kesaksian kita terhadap orang lain. Kata kuncinya yaitu berani, berani yaitu sikap yang memiliki kemantapan dalam hati dan adanya rasa percaya diri.
    Terima kasih.

  18. Mawaddah Fairuz Zakiyah berkata

    Pemahaman yang saya dapatkan setelah membaca artikel diatas ialah bahwa filsafat pendidikan Islam sebagai sarana ilmu dan iman diibaratkan seorang nahkoda yang siap landas menyebrangi samudera yang luas dan selama perjalanan kita bisa melihat pemandangan yang menakjubkan dan setelah sampai ke tempat tujuan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak memakan waktu yang sulit apabila kita memiliki peta untuk menunjukkan arah kemana kita harus berlabuh dan kompas sebagai menentukan maksud dan tujuan akhir kita. Jadi, key word yang saya dapatkan ialah iman. Iman bukanlah ideologi yang bisa ditawar-menawarkan seperti perdagangan. Iman ialah berpegang teguh pada agama yang diyakininya. Orang yang beriman dalam ilmu filsafat akan bertindak dengan menanggapi apa yang berguna bagi dirinya terhadap agamanya dan membangun martabat manusia serta membela kepentingan umum.

  19. Mohamad Adha berkata

    Berdasarkan hasil analisis bahwa sesungguhnya ilmu itu luas dan tidak bisa diukur diibaratkan dengan samudera yang luas dan bagaimana cara mengarungi samudera tersebut yaitu dengan bahtera. Bahtera itu diibaratkan dengan lembaga pendidikan yang didalamnya terdapat berbagai metode serta proses untuk mendapatkan ilmu tersebut. Dan kita sebagai manusia sebagai nahkoda bahtera tersebut untuk mengarungi luasnya samudera keilmuan yang tak terhingga. Da disertai keimanan demi tercapainya keilmuan yang luas bagaikan samudera.

  20. Reza Fawziyyah berkata

    Filsafat pendidikan paling sederhana diartikan sebagai petunjuk penerbangan. Ia menentukan penerbangan pendidokan dan sarana dalam mengarungi sebuah samudra. Filsafat pendidikan juga seperti hal nya dengan kompas, merupakan untuk petunjuk arah untuk menentukan sesuatu tempat atau tujuan.
    Kata kuncinya petunjuk, menurut saya petunjuk merupakan suatu tanda atau isyarat untuk memberikan, menunjukkan atau bimbingan untuk melakukan suatu yang harus dilakukan. Petunjuk merupakan hal yang penting untuk filsafat pendidikan karena untuk menentukan maksud dan tujuan

  21. Reza Fawziyyah berkata

    Filsafat pendidikan paling sederhana diartikan sebagai petunjuk penerbangan. Ia menentukan penerbangan pendidokan dan sarana dalam mengarungi sebuah samudra. Filsafat pendidikan juga seperti hal nya dengan kompas, merupakan untuk petunjuk arah untuk menentukan sesuatu tempat atau tujuan.
    Kata kuncinya petunjuk, menurut saya petunjuk merupakan suatu tanda atau isyarat untuk memberikan, menunjukkan atau bimbingan untuk melakukan suatu yang harus dilakukan. Petunjuk merupakan hal yang penting untuk filsafat pendidikan karena untuk menentukan maksud dan tujuan.

  22. Nisrina Aulia berkata

    Di dalam dunia Pendidikan untuk mencari ilmu tidaklah mudah. Harus melewati beberapa proses dan penuh perjuangan. Terkadang kita menghadapi suatu hal yang sulit, namun hal itu jangan dijadikan sebagai alasan untuk menyerah, melainkan kita harus terus berusaha sampai kita bisa dan berhasil.

  23. Anton Mulyono berkata

    Dalam menjalani dunia pendidikan kita harus mempunyai landasan yg kuat agar tidak tersesat dalam dunia pendidikan. Seseorang yg sedang menjalani pendidikan ibarat seorang pelaut yg sedang berlayar dalam ganas nya ombak. Artinya disini seseorang yang sedang menjalani pendidikan tidak akan mudah untuk menempuhnya. Tapi ketika kita mempunyai landasan maka akan mudah meski hambatan dan halangan terus berdatangan. Karena seorang pelaut, tidak akan pernah tersesat dalam ganasnya ombak karena dia memiliki kompas penunjuk arah yang membantunya. Tapi tidak selamanya ombak di lautan megamuk adakalanya ombak di lautan tenang. Begitu juga pendidikan akan ada saat kita menikmati pendidkan dengn tenang. Ketika kita berhasil menempuh pendidikn maka akan terasa pelabuhan indah yang menanti di depan kita.
    Filosofi barat dalam pendidikan sangat baik ketimbang filosofi di jazirah arab atau timur tengah. Mereka mengemukakan pendidikan jika di berikan sarana sebaik baiknya maka masa depan akan terlihat. Artinya mereka berpendapat bahwa “MEREKA TIDAK TAHU APA YG AKAN TERJADI DENGAN DIRINYA DIMASA DEPAN KELAK, TAPI MEREKA TAHU APA YANG MEREKA LAKUKAN SEKARANG AKAN MEMBENTUK MEREKA DI MASA DEPAN”. Jadi mereka mempersiapkan sebaik baiknya mengenai .pendidikn.

  24. Qorry Yafatihana berkata

    Filsafat pendidikan islam diibaratkan sebagai kapal penerbangan. Dimana filsafat ini adalah petunjuk untuk menentukan maksud dan tujuan pendidikan. Karena keghaiban masa depan yang dihadapi oleh manusia maka disini filsafat pendidikan menjadi petunjuk bagi pendidikan dan untuk mengarungi masa depan manusia.
    untuk kata kunci saya adalah petunjuk.

  25. fajar maulana berkata

    Dunia pendidikan itu seperti lauta yang begitu luasnya terdiri dari beberapa ilmu yang sedemikian banyaknya. Kita seperti nahkoda kapal laut yang berlayar tanpa adanya petunjuk. Yang jadi petunjuk yang menghantarkan kita pada tujuan itu adalah filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan ini sebagai petunjuk arah dan sebagai alat mengecek dalam tidak samudra serta mengecek mata angin supaya tidak tersesat di dalam dunia pendidikan. Sama halnya pendidikan itu terkadang kita menuntut ilmu itu terasa sulit dan terasa mudah. Ya begitu lah dunia pendidikan. Tanpa adanya filsafat pendidikan maka tidak ada petunjuk yang menentukan pendidikan.

  26. Bayu Hermawan berkata

    Filsafat merupakan suatu cara pikir yang mendalam terhadap sesuatu.Filsafat pendidikan dapat dianalogikan seperti sebuah kapal yang mengantarkan manusia pada suatu tujuan yaitu terciptanya karakter manusia yang beriman dan takwa sebagai bekal di masa depan yaitu akhirat.Sama halnya dengan sebuah pelayaran dalam mencapai tujuan dari pendidikan ini tidaklah mudah akan selalu ada tantangan dan rintangan seperti sebuah gelombang dan badai yang datang menerpa.Jadi filsafat pendidikan ini dapat diartikan sebagai suatu proses yang memadukan beberapa unsur yaitu ilmu dan iman,karena ilmu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan akhirat dan iman diperlukan untuk memenuhi tujuan akhirat.

  27. M. DIDI WAHYUDI berkata

    filsafat pendidikan itu untuk perbekalan kita ke masa depan nanti dalam mengarungi masa yang akan datang

  28. Robi'atul Adawiyah berkata

    Filsafat sebagai petunjuk untuk mencapai tujuan dan maksud dari pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses pembentukan watak dan perilaku peserta didik menjadi baik. Tujuan dari pendidikan adalah membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

  29. Farrin Nurul Aina berkata

    Assalamualaikum wrwb
    Dalam menuntut ilmu tidaklah mudah, karena untuk mencapai keseuksesan harus melewatu beberapa proses, tidak selamanya dalam menuntut ilmu kita menghadapi hal-hal yang mudah terkadang kita menghadapi hal-hal yang sulit. Namun ketika kita menghadapi sebuah kesulitan janganlah mudah untuk putus asa apabila gagal jangan cepat menyerah mencoba terus samapai kita berhasil
    Seperti seorang pelaut dalam berlayar untuk mencapai tujuan diawali dengan penemuan geografis, mempersiapkan peta, berani mengarungi samudera, dan mereka memberikan pengorbanan dalam setiap perjalanannya, mempersiapkan peta.
    Dan filsafat pendidikan bahwasannya sebagai penentu arah pendidikan untuk masa depan, karena didalamnya terdapat kekuatan akal dan kemampuan yang melimpah. Dimana pendidikan itu sendiri adalh sebagai pembentuk watak dan perilaku seorang manusia, jika pendidikan itu berlangsung dengan baik dan berhasil maka masa depan yang cerah akan mengikuti.

  30. Munirudin berkata

    pendidikan adalah upaya pembentukan karakter manusia bukan hanya proses belajat atau pembelajaran akan tetapi lebih di tekankan pada tindakan langsung seseorang yang mengacu pada nilai yang baik atas apa yang ia telah pelajari.

  31. dedehidayatulloh berkata

    Setalah diskusi tentang ilmu, keparcayaan, iman. Maka, akan menghasilkan keberhasilan.

    Apabila seseorang ingin menuju suatu pulau maka ia harus menjadi nahkoda dan harus mempunyai kendaraan air yaitu perahu sehingga ia dapat mengarungi lautan yang penung dengan ombak dan gelombang. Jikalau dapat menguasai ketiga tersebut ia pasti akan sampai kepada pulau tersebut.

    Artinya apa?
    Artinya apabila seseorang ingin menghasilkan keberhasilan maka harus ada kepercayaan bahwa ia akan berhasil tapi harus dilandasi dengan keimanan supaya cara atau jalan untuk mencapai tujuannya itu lurus, baik sesuai syariat.
    Sehingga terhubunglah dengan hadist Nabi Muhammad SAW
    “Barang siapa yang menginginkan dunya maka dengan ilmu barang siapa yang menginginkan akhirat maka dengan ilmu barang siapa yang menginginkan keduanya maka dengan ilmu”

  32. Ainun Wiliyanti berkata

    Filsafat pendidikan Islam diartikan sebagai petunjuk penerbangan,yang dimaksud penerbangan disini adalah sarana dalam mengarungi masa depan. Seperti hal nya bagi pelaut yg mengarungi samudra lautan.
    Pendidikan juga hendaknya memiliki petunjuk yang menentukan maksud, tujuan, menentukan kapan dan dimana pun waktu dan tempatnya.

  33. Suyana berkata

    fisafat pendiidkan islam sebagai sarana untuk mengintegrasi iman dan ilmu yakni fisafat sebagai sarana untuk mengarahkan kepada fikiran yang kritis terhadap ilmu pengetahuan dan menjadi tolak ukur manusia untuk berfikir secara rasional dalam menilai/menentukan suatu permasalahn yang ada kemudian dalam penilaian tehadap apapun tidak asal memberikan label salah atau benar akan tetapi mengkaji ulang dan meneliti untuk mengetahui benar atau tidaknya sesuatu,dan ilmu harus di dasari iman dan di anatanya perlu ada penyatuan yang sinkron serta dengan adanya filsafat di dakamnya mengajarkan manusia untuk berprilaku secara bijaksana.
    pada dasarnya ilmu adalah tujuan yang harus di capai manusi yaitu dengan melewati segala halangan yang ada ,dan peran iman sebagai pengendali diri kita supaya tidak melenceng dari agama di situlah terjadi integrasi antara iman dan ilmu

  34. Putri Alfaniyah berkata

    Assalamualaikum.wr.wb
    Manusia mempunyai wawasan yang luas dengan adanya pendidikan. Karena pendidikan yang akan membawa manusia melewati proses kehidupan. Pendidikan juga menjadi modal utama untuk menentukan nasib seseorang di masa depan. Ketika masa depan itu telah tiba semua berubah menjadi kenyataan yang bisa dilihat dan dirasakan oleh manusia itu sendiri. Tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah proses menjaga manusia agar tetap menjadi manusia.

  35. Miftahul janah berkata

    Tujuan pendidikan yaitu membentuk seseorang agar memiliki akhlak yang mulia,betmoral,bertoleransi,jujur dan bertaqwa

  36. ifa nurfaizah berkata

    pendidikan merupakan suatu upaya manusia untuk mengetahui hal-hal apa saja yang belum kita ketahuinya. juga diartikan untuk menambah wawasan kita terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
    pendidikan membimbing kita pada tujuan yang lebih baik dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta iman kepada Allah, karena manusia dilahirkan dalam keadaan suci. Dalam hal lain pendidikan juga dapat diartikan suatu proses pembelajaran memanusiakan agar menjadi manusia seutuhnya dan agar manusia itu terdidik untuk melestarikan kehidupannya agar jalan yang dijadikan tujuan hidup menjadi pembaharuan hidup yang seimbang.
    seperti halnya manusia harus mempunyai keimanan dari keimanan itu manusia harus dididik menjadi manusia yang bermanfaat.

  37. Aninda fidiya sari berkata

    Assalamualaikum.
    Filsafat merupakan kegiatan berfikir sampai ke akar, filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu philosophia, philos (cinta) dan sophia (bijaksana) sedangkan pendidikan adalah usaha sadar dan terancam untuk mewujudkan suasana belajar dan menggembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan, yang di perlukan dirinya dan masyarakat.

  38. ELOK ALFAIN LUTHFIE berkata

    Assalamu’alaikum Ilmu tanpa iman bagaikan pohon yang tiada berbuah. Artinya tidak dapat meraih hasil atau manfaat dari ilmu itu sendiri. Perbuatan seorang muslim tidak dapat bernilai amal sholeh apabila tidak didasari nilai nilai iman dan taqwa. Terimakasih

  39. maemunah fadillah berkata

    Assalamu’alaikum

    Filsafat pendidikan adalah suatu petunjuk untuk menentukan sebuah tujuan. Selain untuk menentukan sebuah tujuan, filsafat pendidikan juga harus memperhatikan metode pengetahuan dan kiteria nilai sebagai sarana untuk mencapai keberhasilan di masa depan.
    Pendidikan berbeda dengan pembelajaran walaupun pada umumnya semua orang mengartikan bahwa keduanya itu sama.
    Arti pendidikan lebih menitik beratkan kepada perilaku seseorang yang bernilai, sedangkan pembelajaran adalah menyampaikan ilmu pengetahuan kepada mereka yang belum mengetahuinya.

  40. Sri haryati berkata

    Assalamu’alaikum..
    Kedudukan filsafat pendidikan apapun menempati proses utama adalah proses pendidikan.
    Tujuan, metode dan aplikasi pendidikan berpengaruh oleh perimbangan kebenaran dan efektivitas di dalamnya diukur dengan kadar yang ada dalam filsafat pendidikan itu sendiri.

  41. Elin Yulianingsih berkata

    Tujuan pendidikan terdapat dalam surat Al-alaq ayat 1 yang artinya “bacalah dengan nama tuhanmu yang maha menciptakan” jadi dalam ayat itu dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika kita belajar harus menyertakan Allah dalam setiap pembelajaran maksudnya kita harus menguatkan iman kita agar tidak jomplang dalam belajar itu sendiri dan belajar itu sendiri merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat sehat dan nikmat akal yang telah diberikan Allah kepada kita.

  42. Sri Anisah berkata

    Pengintegrasian iman dan ilmu harus sesuai dengan realisme , jadi sebuah pengetahuan yang telah dijelaskan dalam al – qur’an ( yang dianggap ghaib ) seiring berjalannya masa dengan melalui proses , penelitian , serta pengalaman menjadi sebuah perubahan yang sesuai dengan kenyataan dimana yang ghaib berubah menjadi nyata sehingga menjadi masa depan yang mempunyai tujuan .

    1. luinah_kb berkata

      Filsafat pendidikan adalah petunjuk yang menentukan masa depan. Untuk mencapai tujuan dalam metode pengetahuan sehingga terjadinya sebuah perubahan untuk mencapai hasil dan nilai2 pengetahuan.
      Sedangkan Pengintegrasi yaitu menggabungkan / menyatukan keterkaitan filosuf wadhdhaiyah ahli ilmu dan iman.

  43. Maulidiya berkata

    Assalamu’alaikum
    bahwa filsafat pendidikan adalah tujuan kita untuk melewati masa depan, karena pendidikan mengarahkan kepada kita terhadap nilai sehingga kita bisa memilih mana yang baik dan buruk.

  44. Lia Herliana berkata

    Filosofi perubahan adalah perubahan sesuatu yang baik itu belum tentu baik, begitupun sebaliknya. Sama halnya dengan seseorang yang ingin berubah menjadi baik akan tetapi belum tentu baik menurut orang lain karena cara berfikir seseorang itu berbeda-beda.

  45. ELOK ALFAIN LUTHFIE berkata

    Ilmu tanpa iman bagaikan pohon tiaa berbuah. Artinya tidak dapat meraih hasil atau manfaat dari ilmu itu sendiri. Perbuatan baik seorang muslim tidak bernilai amal sholeh apabila tidak didasari nilai-nilai iman dan taqwa.

  46. siti a'isyah berkata

    keimanan suatu kepercayaan dalam hati yang didasarkan perbuatan ibadah ibadah dan menyebut dua kalimat syahadat. tanpa iman orang mustahil menyenagkan Allah,, jika manusia memiliki keimanan yang kuat pasti dia tidak akan goyah dia akan tetap pada pendiriannya

  47. Zainal Ma'arif berkata

    Jadi filsafat pendidikan adalah suatu jembatan untuk mengantarkan kita pada tujuan dimasa depan yaitu akhirat, untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan keimanan dan ilmu. Ilmu digunakan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dan iman digunakan untuk memenuhi kebutuhan akhirat.

  48. Muhammad Khaaris Baehaqi berkata

    Pendidikan itu sebagai bekal untk kehidupan kita di masa yg akan datang, dan dari tujuan pendidikan itu menjadikan manusia memiliki moral, karakter, kepribadian yang baik dan akhlaq yg mulia dengan di dasari Iman dan taqwa

  49. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    Karakter atau watak adalah sifat yang ada pada diri manusia dan mahluk hidup lainnya yang mempengaruhi pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat. Jadi pendidikan sangatlah penting untuk membentuk karakter seseorang dan mengarahkan seseorang ke hal yang lebih baik untuk menata dan menghadapi masa depan.

  50. Fitria dewi berkata

    Dalam filsafat pendidikan diperlukan teori tentang etika, karena teori etika membicarakan tentang menenai benar dan salah hak dan kewajiban secara moral. Etika merupakan refleksi dari apa yang disebut dengan self control karena segala sesuatunya dibuat diterapkan untuk kepentingan kelompok sosial itu sendiri. Dan etika berperan membantu manusia dalam mengambil suatu sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup.

  51. Fifit Fitri Nur'aeni berkata

    Perubahan
    Perubahan yang terjadi pada diri manusia yaitu dilalui dengan pendidikan, Dengan adanya pendidikan dapat mencakup beberaoa sikap dan pola pikir dalam menentukan sebuah karakter seseorang .

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.