First Travel dan Fenomena Bisnis Haji Umrah di Indonesia

0 83

First Travel adalah biro perjalanan haji dan umrah Indonesia yang patut digelari fenomenal. Dalam kasus tertentu, ia layak disebut kronikal sejarah travel Indonesia yang paling unik. Mengapa? Karena biro ini, dua tahun lalu digelari sebagai biro travel terbaik, tiba-tiba berubah menjadi biro travel yang diburu konsumen karena dianggap bangkrut.

Bagi saya dan keluarga, First Travel dapat juga disebut pahlawan. Mengapa? Karena biro ini berhasil memberangkatkan istri dan kedua kakak kandungnya, di saat isi dompet sedang tipis. Biro ini berhasil memberangkatkan umrah tahun 2016 lalu kepada istri dan kedua kakaknya dengan harga yang menurut ukuran saya sangat murah. Istri saya membeli paket umrah promo pada tahun 2015 dengan harga hanya 14.700 000,00 per orang. Lumayan hemat kurang lebih 27 juta dari harga biasa yang kami pakai.

Semula saya menolak memberi idzin kepada istri karena khawatir tertipu. Mengapa saya khawatir? Sebab uang yang kecil menurut ukuran normal pembiayaan umrah, pernah kami alami, melalui dua travel di Cirebon. Hasilnya kami gagal alias tertipu. Rasa khawatir itu semakin terasa ketika ternyata keberangkatannya molor dua buan dari waktu yang dijanjikan mereka. Tetapi, akhirnya memang keluarga kami berangkat juga meski sebelumnya harus bolak balik bertanya kapan kami bisa berangkat ke managemen biro ini.

Menarik untuk disebut bahwa setelah Istri saya yang kebetulan hampir dua tahun sekali berangkat umrah mengatakan, bahwa First Travel memang benar. Ia dilayani dengan jamuan istimewa. Ia dan kedua kakaknya juga diinapkan di hotel-hotel minimal bintang 3 baik di Mekkah, Medinah maupun di Jeddah. Ia merasa telah dilayani dengan baik dan sempurna. Karena itu, wajar jika kemudian dia merekomendasikan ke beberapa temannya, yang memiliki dana terbatas, kalau mau umrah lebih baik memakai First Travel.

Sepulang dari Mekkah, istri malah menyarankan agar pegawai kami yang biasa kami berangkatkan setiap tahun, dimintanya untuk diberangkatkan melalui First Travel. Ia meminta agar dimasukkan ke dalam gelombang promo yang dibayarnya setahun sebelum keberangkatan ke tanah suci. Saya katakan, tunggu dulu. Kita lihat perkembangan. Kita tidak boleh masuk dalam lubang yang sama untuk yang ketiga kalinya. Saya melihat apa yang dialami istri dan kedua kakaknya, belum tentu menjamin kebenaranya untuk yang lain.

Tahun 2017 Membuktikan Dugaan itu Benar

Beberapa minggu terakhir, berbagai TV, Radio dan media online memberitakan bangkrutnya First Travel. Saya hanya bisa istighfar dan hampir sulit percaya. Mengapa? Maklum, bukan karena kami juga keluarga pebisnis, yang kebayang bagaimana susahnya memperoleh kepercayaan masyarakat, Tetapi, perlu juga ditulis bahwa boss First Travel ini diakui sebagai icon “usaha” travel Indonesia yang berhasil membukukan keuangan terbesar di Indonesia.

Selain tentu, memori kita juga masih cukup lekat mengingat bagaimana biro ini masuk Muri di tahun 2015. Biro ini, dianggap berhasil memberangkatkan jama’ah dengan jumlah 35 ribu orang di tahun dimaksud. Perusahaan ini juga didaulat memiliki keuntungan sebesar 60 juta dolar Amerika Serikat untuk tahun 2015 saja. Aneh bin ajaib memang, ketika tahun 2017, tiba-tiba malah giro dan tabungan First Travel, diberitakan malah hanya menyisakan 1,5 juta rupiah.

Saya kira, first Travel ini, layak untuk disebut sebagai biro paling fenomenal, meski bukan berarti hanya first travel yang gagal. By. Prof. Cecep Sumarna

Kronologi Perjalanan Frist Travel

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.