Firza Husein dan Dugaan Makar yang Tak Jelas

0 15

ERA KEMERDEKAAN berpendapat dan berkumpul yang pernah dirasakan di zaman reformasi tampaknya sudah hilang bak ditelan zaman. Hanya sekedar karena cuitan di media social atau bahkan memiliki kedekatan dengan orang atau kelompok garis keras yang “rajin” mengeritik pemerintah.

Seseorang dengan mudah dicap sebagai pihak yang akan melakukan makar sehingga berujung pada penangkapan. Hal itu pula yang menimpa wanita cantik bernama Firza Husein yang pada akhir bulan Desember 2016  bersama 10 orang aktivis lainnya di tangkap di kediamannya karena diduga akan melakukan makar.

Firza Husein yang disebut sebagai Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu saat ini berstatus tersangka dalam kasus dugaan upaya makar. Firza ditangkap di Hotel San Pasific Jakarta Rabu, (2/12/2016) pada pukul 16.30 WIB. Firza Husein juga merupakan salahsatu sosok pengagum berat Presiden RI ke-2, Soeharto yang terkenal dengan julukannya sebagai “Bapak Pembangunan”.

Selain itu juga Firza Husein disebut-sebut memiliki kedekatan dengan imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang semua orang tahu saat ini menjadi trading tofic media karena ditetapkan sebagai tersangka pelecehan Pancasila.

Yang menjadi pertanyaan saat ini tentu, apakah benar seseorang yang hanya mengagumi tokoh nasional yang pernah berjasa untuk negeri ini harus dicap sebagai sebuah ancaman. Begitu juga karena kedekatannya dengan tokoh yang vocal terhadap beberapa hal di negeri ini, harus juga diduga akan melakukan makar?

Banyak persoalan di negeri ini yang harus menjadi perhatian pemerintah dan aparat dibanding hanya mengurusi hal-hal kecil yang tidak jelas pokok persoalannya. Penegakan hokum terhadap oknum pejabat yang KKN, kemiskinan, infra struktur di daerah-daerah terpencil dan banyak hal yang belum tertangani pemerintah, seharusnya menjadi bahan perhatian pemerintah.

Pemerintah dan aparat seharusnya jangan begitu mudah terbawa arus politik praktis demi membela kelompok tertentu. Biarlah masyarakat berkreasi dengan kiprahnya masing-masing, jadikanlah kritikan dari masyarakat sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam upaya menjalankan pembangunan. Semoga. (*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.