Inspirasi Tanpa Batas

Fungsi al Qalb dalam al Qur’an

0 14

Konten Sponsor

Berdasarkan telah terhadap ayat-ayat yang menggunakan istilah al-qalb, yang disebutkan sebanyak 132 kali, masing-masing dalam 126 Surat dapat dijelaskan beberapa karakteristik al-qalb. Dalam hal ini dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang fungsi dan sudut pandang kondisi.

Pertama, dari sudut fungsi al-qalb memiliki sedikitnya tiga fungsi sebagai berikut:a). Fungsi kognisi yang menimbulkan daya cipta; seperti berpikir (al-‘aql), memahami (fiqh), mengetahui (‘ilm), memperhatikan (dabr), mengingat (dzikr), dan melupakan (gulf); b). Fungsi emosi yang menimbulkan daya rasa; seperti tenang (tuma’ninah); jinak atau sayang (ulfah), senang (ya’aba), santun dan penuh kasih sayang (ra’fah wa rahmah);tunduk dan bergetar (wajilat);mengikat (ribat), kasar (galizh), takut (ru’b), dengki (gill), berpaling (zayq), panas (galit) sombong (hamiyah), kesal (I’syma’azza)dan lain sebagainya; dan c). Fungsi konasi yang. menimbulkan daya karsa; seperti berusaha (kasb).

Kedua, dari sudut kondisinya, dari sudut kondisi ini dapat dilihat dari tiga bagian pula, yaitu qalb yang baik dan qalb yang buruk. selengkapnya adalah sebagai berikut:a). Kondisi qalb yang baik adalah bahwa ia dianggap hidup (al-hayyah) seperti: kondisi sehat (salim), bening (malis), bersih (thuhur), baik (khair); selanjutnya kondisi qalb yang seperti ini akan menghasilkan iman, seperti: takwa, khusuk, taubat, sabar, dan lain-lain. Qalb seperti ini akan menjadi putih bersih karena telah menerima kebenaran; b). Kondisi qalb yang tidak baik adalah qalb yang dianggap mati (al-maytah); seperti berpaling (al-sarf), sesat (gamrah), buta (ta’ma), dan kasar (qast). Kondisi qalb yang mati ini mengakibatkan kekafiran dan keingkaran. Qalb seperti ini adalah qalb yang mendapat kegelapan (qalbun syauda) kare­na ia tidak dapat menerima kebenaran; dan c). Kondisi qalb antara baik dan buruk. Qalb ini hidup tetapi mengidap penyakit (maradl); seperti kemunafikan (nifaq), keragu-raguan (irtibat). Qalb seperti ini adalah qalb yang kotor, sebab ia menerima kebenaran tetapi kadang-kadang menolaknya. Tetapi kotoran dan penyakitnya masih dapat dibersihkan dengan cara taubat.

Fungsi Emosi dalam Al Qalb

Salah satu fungsi qalb sebagaimana disebutkan di atas, adalah fungsi emosi. Secara harfiah emosi dalam Oxford English Dictionary bermakna setiap kegiatan atau pergolakan fikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap. Sementara itu Daniel Goleman juga mengemukakan pendapat yang menyatakan bahwa emosi ialah merujuk pada suatu perasaan dan fikiran-fikiran khasnya, sesuatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian untuk bertindak.

Sedangkan Robert K. Cooper dan Ayman Sawaf [2001: 200] mendefenisikan emosi meluangkan waktu dua atau tiga menit lebih awal dari pada biasanya, duduklah dengan tenang pasang telinga hati anda, keluarlah dari fkiran anda dan masuklah ke dalam hati. Cara ini akan mendatangkan kejujuran anemosi (hati) berikut kebijaksanaan yang terkait dan membawanya kepermukaan sehingga anda dapat menggunakannya secara efektif.

Moh. Azhar Yahaya, [2004: 66] yang mengutip pernyataan Goleman menyatakan majalah Time dalam tahun 1995 telah menempatkan kecerdasan emosi sebagai peramal bagi kesuksesan seseorang. Sehingga pengaruh kecerdasan emosi menjadi pembicaraan hangat di kalangan para ahli psikologi di dunia barat, hal ini dapat dilihat dari tingginya minat peneliti barat dalam mendalami kecerdasan emosi seperti Cherniss (1998), Cooper (1997), Cooper dan Sawaf (1997), Koonce (1996), Lanser (2000),  Miller (1999), Pool (1997), Ryback (1998), Shapiro (1997), Steiner dan Perry (1997), Weisenger (1998).Para ahli tersebut secara keseluruhan setuju dengan pendapat serta temuan yang dilakukan oleh Goleman. Dalam pandangan ilmu psikologi, mengenal atau mampu mengendalikan emosi, ialah salah satu ciri manusia dewasa yang berkepribadian matang (maturation). Dr. Hj. Ety Tismayati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar