Fungsi Manajemen Mutu di Pesantren

1 86

Pesantren butuh piranti manajerial yang baik dan moderen. Butuh figur sekaligus sistem yang dapat mengakses dan diakses siapa saja. Butuh lintas disiplin ilmu dan lintas profesi yang akan digunakan dan atau diterapkan. Butuh orang yang memenuhi persyaratan manajerial untuk mengembangkannya.

Pesantren membutuhkan manajer profesional lazimnya kelompok profesi pada institusi moderen-formal. Semua sistem manajemen moderen butuh diterapkan di Pesantren, agar fungsi Pesantren dapat berkembang sesuai dengan rencana lahirnya Pesantren itu sendiri yang bukan hanya tafaqquh fi al dzin, tetapi juga menerapkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat pada siklus kerja yang dibutuhkan.

Pada saat ini, berbagai lapangan kehidupan termasuk pada bidang pendidikan pondok pesantren, dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat. Dibutuhkan apa yang disebut dengan comptetitif advantageagar mereka dapat mempertahankan jati dirinya ketika berhadapan dengan institusi lain.

Untuk memenangkan persaingan (fastabiq al- khairaat), lembaga pendidikan –sebagai suatu produsen SDM—dituntut mampu memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Misalnya dengan menghasilkan para lulusan yang berkualitas, biaya yang terjangkau, durasi yang cepat dan memiliki pelayanan yang lebih baik dibandingkan para pesaingnya. Selain itu, untuk memenangkan persaingan ia harus didorong dengan keinginan yang kuat serta upaya yang optimal.

Pondok pesantren dituntut melakukan muhasabah baik pada Analisa Lingkungan Internal (ALI) maupun pada Analisa Lingkungan Eksternal (ALE) sehingga apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, hambatan dan peluang yang ditemukan dapat diketahui dengan seksama.

Manager yang cerdas, dapat mengubah suatu kelemahan yang da menjadi suatu kekuatan dan mengubah ancaman menjadi peluang, agar dapat mengetahui dimana posisi sekarang serta untuk memprediksi apa yang akan terjadi dan bagaimana cara mengantisipasinya.

Pesantren Membutuhkan Sistem Manajerial yang Baik

Jika persyaratan tadi tidak dapat dilakukan, maka Pesantren mungkin, tetap hanya akan menjadi tempat kegiatan ritual semata, yang tipis persentuhannya dengan dunia kemasyarakatan yang lebih nyata.

Kenapa Pesantren butuh sistem manajerial yang baik? Sebab di dalam Pesantren terdapat sejumlah orang yang terlibat secara aktif untuk mentransformasikan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Pesantren sendiri hadir dalam kapasitasnya sebagai institusi yang menyentuh hampir berbagai kebutuhan masyarakat. Jumlah masyarakat yang banyak, diperkuat dengan kontelasi kemasyarakatan yang kompleks telah menempatkan eksistensi pesantren tetap bertahan dalam durasi waktu yang cukup lama.

Misalnya, Islam Indonesia memiliki sejumlah kelompok dan harokah keagamaan. Ada Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, al Washliyah, Persatuan Umat Islam dan lain-lain. Pesantren dengan demikian, milik semua umat Islam. Tidak ada Pesantren hanya berguna dan berfungsi untuk  anggota Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, al Washliyah atau Pesantren  Persatuan Umat Islam (PUI).

Pesantren berdiri dan mengadagiumkan dirinya sebagai: above and for all. Fungsi figur dan sistem manajerial Pesantren –dengan kompleksitas masyarakat yang ada di bawah asuhannya– berguna untuk mengelola usaha pembinaan dan kegiatan-kegiatan yang dikelola Pesantren. Semua kegiatan yang dilakukan di Pesantren itu,  langsung berhubungan dengan kepentingan masyarakat Muslim yang lebih luas.

Fungsi Manajemen Mutu di Pesantren

Sistem manajemen mutu dibutuhkan di Pesantren. Fungsi sistem manajemen mutu pesantren, menurut peneliti, sama dengan lembaga lainnya, membutuhkan sistem kepemimpinan yang ideal menurut kontekstualisasinya. Fungsi manajemen mutu dimaksud, mengutip Taher A. Razik dkk, dibutuhkan dan difungsikan pada kerangka sebagai berikut:

  • Fungsi Administrator

Manajemen mutu di pesantren salah satunya butuh tenaga administrator yang bertuga melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengadministrasia sekaligus pengawasan bagi seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan pesantren. Melalui administartur ini, pesantren dapat mendokumentasi seluruh perencanaan dan kondisi objektif yang dimiliki pesantren. Akhirnya, pesantren dapat mengukur di mana posisinya berada (point of diparture) dan bagaimana tujuan yang ditetapkan pesantren dapat diwujudkan (point of arrival)

  • Fungsi Leader

Manajemen mutu di pesantren butuh seorang leader yang berfungsi mewujudkan hubungan manusiawi (human relationship) yang harmonis dalam rangka pembinaan dan mengembangkan kerjasama antara personil yang tersedia di pesantren, hubungan pesantren dengan masyarakat, pesantren dengan lembaga pemerintah, pesantren dengan LSM-LSM dan pesantren dengan organisasi nirlaba. Tujuan terwujudnya hubungan manusiawi semacam ini, agar secara serempak dan seluruhnya bergerak bersama ke arah pencapaian tujuan kegiatan pendidikan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan efektif di lingkungan pesantren.

  • Fungsi Manager

Manajemen mutu di pesantren butuh juga penanggungjawab operasional pada setiap leading sector kegiatan pesantren. Tujuannya selain untuk melakukan pengembangan nilai-nilai keagamaan yang berfungsi untuk mewujudkan pendatagunaan setiap personil secara tepat, agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya secara maksimal untuk memperoleh hasil yang sebenar-benarnya, juga untuk mengukur capaian yang dihasilkan pesantren baik dari segi kuantitas maupun kualitas. ***H. Edeng Z.A

Bahan Bacaan

Dawan Raharjo. Intelektual Intelegensia dan Perilaku Politik Bangsa: Risalah cendekiawan muslim. Bandung: Mizan, 1993

Manulang Antonio Syafi’ie. The Super Leader Super Manager. Penerbit Tazkia Stephen R. The 8th Habit From Effectiveness to Greatness. London: Simon & Schuster UK Ltd

Peter F. Drcker. Management Tasks: Responsibility and Practies. Jakarta: Erlangga, 1982

Taher A. Razik dkk. Fundamental Concepts of Educational Leadership and Management. Columbus Ohio: Prentice Hall, 1995

  1. AFINAH NGIZATIN berkata

    NAMA : AFINAH NGIZATIN
    NIM : 1415104007
    SMSTER/JRUSAN : 3 T.IPS A
    Ya bener banget pa di dalam pesantren sangat di butuhkan piranti manajerial yang baik dan modern dan di butuhkan juga figur yang benar-benar mengerti tantang agama maupun formal, bukan hanya mengerti saja tapi, dia harus bisa mengamalkan, mempraktekan nya supaya bisa sebagai contoh para santri-santrinya. kalau menurut ilmu etika keguruan sangat membutuhkan guru yang benar-benar profesional. Dan dipesantren juga sangat membutuhkan manajerial yang baik sebab dipesantren terdapat sejumlah orang yang sangat akif untuk mentrasformasikan berbagai kegiatn yang ada didalam pesantren. Karena seorang santri akan terjun langsung kedalam masayrakatnya . Seorang santri akan mempraktekan semua ilmu yang udah di dapat didapat di dalam peastrennya so jadi, didalam pesantren harus mempunyai figur dan sistem manajerial yang baik dan profesional

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.