Connect with us

Filsafat Pendidikan Islam

Fungsi Manusia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

Cecep Sumarna

Published

on

Fungsi Manusia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

Fungsi Manusia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam, telah menempatkan manusia dalam dua fungsi ideal. Kedua fungsi dimaksud adalah: Abdullah dan khalifah Allah. Kedua fungsi tersebut, jika dilaksanakan dengan baik, maka, manusia akan mampu menjamin terjadinya hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan dan Manusia dengan manusia. Tentu saja selain kemungkinan terbangunnya harmonis antara manusia dengan alam.

Sebagai abdullah, manusia dituntut bertaslim terhadap hukum Tuhan. Karena itu dituntut tunduk pada hukum yang terkandung didalamnya. Sedangkan sebagai khalifah, manusia, dituntut mampu memelihara dan mendinamisasi alam. Mengapa? Karena alam memang diciptakan untuk manusia. Dalam Perspektif horinzontal, manusia sebagai khalifah Allah, mengharuskan dirinya untuk mampu bersimetri dengan sesama manusia dan dengan alam.

Dua fungsi kemanusiaan sebagaimana dijelaskan tadi, dalam kajian filsafat pendidikan Islam, akan menjadi alasan untuk disebut bahwa manusia adalah sebaik-baik ciptaan [ahsan al takwiem. Hal ini dapat dibaca misalnya dari pesan Allah dalam al Qur’an surat at Tin [95]: 24]. Ayat ini jika memahami pikiran Maulana Muhammad Ali dalam tafsir The Holly Qur’an [tt: 1759] adalah kemampuan yang demikian luar biasa besarnya untuk maju. Manusia memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya dalam posisi yang tidak terbatas.

Potensi Manusia untuk Berkembang

Manusia memiliki potensi untuk berkembang atau mengembangkan dirinya melalui panca indra yang dihadiahkan untuk makhluk tersempurnanya yakni manusia. Panca indra dimaksud khususnya adalah pendengaran dan penglihatan, tentu selain pikirannya yang memang hanya milik manusia. Di luar potensi tadi, Allah masih memberi kelebihan lain, yakni potensi al Qalb. Dalam paradigma pendidikan moderen, alat lain dimaksud tidak dapat difahami sebagai realitas alat yang berguna untuk memperoleh pengetahuan.

Dalam paradigma pendidikan modern, al Qalb dianggap terlalu subjektif untuk mendapatkan pengetahuan. Karena itu, dalam perspektif masyarakat Barat, al Qalb tertolah sebagai alat ilmu. Mengapa? Karena pendidikan modern dianggap membutuhkan objektivitas baik pada sisi objek maupun pada sisi subjek.

Langkah ini dilakukan untuk mengokohkan pemahaman dan sikap kaum terdidik untuk meletakkan manusia sebagai pusat kesemestaan [teosentris]. Manusia dengan demikian manusia selalu menjadi titik tolak [starting point] sekaligus menjadi titik tujuan [ultimate goal]. Hal ini sebenarnya dapat diikhtiarkan dengan melakukan pembinaan atas keseluruhan sipat-sipat hakiki [potensi fitrah] yang dimiliki peserta ke arah pembentukan kepribadian yang sempurna.

Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, kesempurnaan manusia ditentukan oleh akhlaknya. Selanjutnya, pribadi yang berakhlak adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola hidupnya sesuai dengan nilai-nilai [ilahiyah dan insaniyah]. Kemampuan tersebut jika dilakukan dengan baik dan benar dari keseluruhan proses pendidikan, sebenarnya dapat dimiliki dan dilakukan oleh setiap pribadi dengan cara melakukan tazkiyah al nafs [pensucian diri] melalui perenungan dalam kontemplasi filosofis [riyadhah al nafs] dan mujahadah [keseriusan] berusaha atas realitas alam yang dinamis. Kegiatan inilah yang sebenarnya menjadi kegiatan inti dalam pendidikan. By. Prof. Cecep Sumarna.

Continue Reading
24 Comments

24 Comments

  1. Avatar

    Febrialdy Imandyanto Kusuma

    26-10-2017 at 11:23

    Ya saya setuju, karena manusia di ciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Manusia tanpa pendidikan ibarat berjalan tanpa tujuan. Dan manusia tanpa agama ibarat berjalan dengan kaki yany pincang.

  2. Avatar

    Lisa Febriyanti

    26-10-2017 at 10:24

    Saya setuju Manusia diciptakan hanya semata2 untuk beribadah kepada Allah. Dan manusia diciptakan untuk menjadi kholofah di bumi. Hakikatnya manusia harus berpendidikan agar bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas apa yang di pimpinya..

  3. Avatar

    Lisa Febriyanti

    26-10-2017 at 10:20

    Manusia diciptakan hanya semata2 untuk beribadah kepada Allah. Dan manusia diciptakan untuk menjadi kholofah di bumi. Hakikatnya manusia harus berpendidikan agar bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya..

  4. Avatar

    Febrialdy Imandyanto Kusuma

    26-10-2017 at 08:33

    Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Manusia tanpa pendidikan ibarat berjalan tanpa penglihatan dan manusia tanpa agama ibarat berjalan dengan kaki yang pincang.

  5. Avatar

    muhamad adha

    25-10-2017 at 21:18

    Manusia diciptakan di muka bumi ini untuk menjadi khalifah. Sebagai mahluk sempurna yang diciptakan Allah SWT seharusnya manusia bersyukur mempunyai kesempurnaan diantara makhluk lainya. Manusia diharapkan bisa menjaga bumi selaku tempat tinggalnya bukan justru merusak dan membuat kegaduhan. Sebagai makluk yang berakal manusia perlu wadah untuk mengembangkanya dengan pendidikan lah manusia di bentuk kepribadian akhlak dan lainya untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Sebab pada hakikatnya manusia dilahirkan dalam keadaan yang fitrah dan dengan pendidikanlah diarahkan untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Agar manusia bisa menjadi sebagai mana mestinya manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di mula bumi ini.

    • Avatar

      Muhamad Hananda

      26-10-2017 at 08:43

      Manusia merupakan makhluk yg telah Allah ciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Manusia juga memiliki fungsi yaitu sebagai khalifah dimana manusia sebagai pemimpin terutama untuk memimpin diri sendiri dan memimpin apa saja yg ada d bumi sebagai khalifah Allah SWT ..
      Kepemimpinan yang harus dilaksanakan oleh manusia sebagai khalifah adalah untuk menjaga, merawat dan memelihara alam semesta untuk kepentingan bersama sesama manusia.

  6. Avatar

    Qorry Yafatihana

    25-10-2017 at 19:38

    Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya bentuk. Manusia diberi akal pikiran yang membedakannya dengan makhluk yang lainnya. Dua fungsi manusia di dunia ini yaitu sebagai abdullah dan sebagai khalifah. Sebagai abdullah manusia dituntut untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya, sebagai khalifah manusia dituntut untuk bisa memelihara bumi dengan baik.

    • Avatar

      Siswanto

      26-10-2017 at 09:41

      Mari benah diri untuk menjadi lebih baik.

  7. Avatar

    Mawaddahfairuz

    25-10-2017 at 18:51

    Setelah saya membaca materi kajian tentang fungsi manusia dalam perspektif pendidikan Islam banyak beberapa hal yg harus digaris bawahi bahwa manusia diciptakan menjadi sebenar-benarnya makhluk Allah SWT yang telah dianugerahi sifat mencintai Tuhannya, sesama manusia, maupun alam yg menjadi pijakan hidupnya. Dengan akal yang sehat, akhlak yang mulia, kemampuan diri untuk melakukan hal-hal yang menunjukkan bahwa dirinya sebagai Rabb yang diberi kelebihan tersebut harus bisa mengaplikasikannya dengan taat beribadah, saling mengasihi sesama umat manusia dan tidak merusak lingkungan sekitarnya.

  8. Avatar

    Dea yusrun hasanah

    25-10-2017 at 18:30

    Manusia adalah mahluk yang diciptakan untuk menjaga alam semesta. dan alam semesta diciptakan untuk manusia, jadi manusia harus mampu memelihara dan menjaga alam dengan sebaik-baiknya. Dan manusia juga harus menjaga akhlaknya dengan baik, karena sempurna tidaknya manusia itu dilihat dari akhlaknya.

  9. Avatar

    Fahira Alifatunnisa

    25-10-2017 at 17:41

    Sesungguhnya manusia adalah sebaik baik ciptaan allah. Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lainnya, dan setiap manusia dilahirkan dengan membawa fitrah serta dibekali dengan berbagai potensi dan kemampuan yang beragam. Manusia diciptakan sebagai abdullah agar mematuhi segala yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarang. Sedangkan manusia sebagai khalifah agar manusia mampu memelihara kekeluargaan sesama manusia dan menjaga alam semesta. Oleh karena itu kita selayaknya bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah yang telah diberikan.

    • Avatar

      arini

      26-10-2017 at 09:39

      saya setuju dengan pendapat anda bahwa manusia memiliki potensi dan kemampuan yang beragam dan kita sebagai manusia harus bisa menjaga potensi dan kemampuan kita itu agar bisa berkembang dan bermanfaat bagi kita sendiri dan orang lain

  10. Avatar

    Nenis Nursona Jamil

    25-10-2017 at 14:31

    Pada hakikatnya manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling sempurna dengan segala potensi dan kelebihan yang luar biasa dibandingkan dengan makhluk lainnya yang diberikan Allah SWT kepadanya. Dengan potensi itulah manusia memiliki fungsi dan tujuan. Manusia sebagai ahsan al-taqwim dan dpt menempatkan manusia pada posisi strategis sebagai hamba Allah SWT dan manusia sebagai Khalifah, seperti yang dijelaskan ditulisan diatas.

    • Avatar

      Dea yusrun hasanah

      25-10-2017 at 18:48

      Ya saya setuju manusia adalah mahluk yang sempurna karena manusia mempunyai panca indra dan mempunyai akhlak yang baik.

  11. Avatar

    Arini

    23-10-2017 at 23:14

    Manusia terlahir dengan sempurna dihadiahi panca indra, kesempurnaan manusia meliputi berbagai aspek dan landasan untuk memperbaiki diri dan akhlak. Akhlak yang baik tentu akan membuat potensi yang baik dengan terciptanya hubungan yang selaras antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan mampu bersimetri antara manusia dengan manusia

    • Avatar

      fakhira alifatunnisa

      26-10-2017 at 09:27

      iya saya setuju, karena akhlak yang baik akan membuat manusia berperilaku ke arah yang positif. Dan akan selalu menciptakan hubungan yang selaras dengan Tuhan nya, manusia yang lain, dan alam.

  12. Avatar

    Wahyuni Wati Nengsi MPI A smt 3

    23-10-2017 at 11:08

    Manusia adalah makhluk yang sempurna yang telah diciptakan oleh Allah dengan sebaik mungkin. Manusia bisa dikatakan sempurna dapat dilihat dari akhlaknya. Kita sebagai manusia patut mensyukuri atas yang diberi Allah dan terus memperbaiki diri dan akhlak.

    • Avatar

      Siswanto

      25-10-2017 at 17:36

      Bukan dari akhlaq tapi lebih ke aql.. manusia dapat berfikir dibanding dengan makhluk lainnya.

  13. Avatar

    Siswanto

    22-10-2017 at 13:44

    Manusia memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya dalam posisi yang tidak terbatas. Tapi untuk mengembangkannya perlu adanya tunjangan-tunjangan yang harus dilalui oleh manusia. Misalnya manusia dalam menjalani hidup perlu adanya ilmu. Apa bila tidak dibarengi ilmu maka manusia tersebut akan terombang ambing ga tau arah tujuan.

    • Avatar

      fakhira alifatunnisa

      26-10-2017 at 05:58

      Saya setuju karena hanya manusia dianugerahi oleh Allah indera, akal fikiran, nafsu. Melalui pendidikan manusia mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas untuk mengembangkan potensinya. Jika penggunaan pengetahuan bertujuan untuk mencapai kemanfaatan niscaya akan bermanfaat, begitu sebaliknya. Jika nafsu tidak terkontrol maka akan menjerumuskan manusia ke dalam lembah kenistaan.

  14. Avatar

    Siswanto

    22-10-2017 at 13:28

    Manusia itu diciptakan bukan untuk merusak tapi untuk memelihara dan menjaga alam semesta. tapi pada dasarnya manusia terkadang tempatnya dosa dan lupa. Manusia adalah para leaders.

    • Avatar

      Arini

      23-10-2017 at 23:29

      saya setuju kalau manusia diciptakan untuk menjaga alam karena alam semesta merupakan tempat tinggal kita selama didunia jadi kita harus bisa menjaga alam kita itu dengan sebaik baiknya

  15. Avatar

    Anton Mulyono

    20-10-2017 at 13:27

    Alhamdulillah setelah membaca di lyceum tentang Fungsi manusia dalam perspektif filsafat pendidikan islam saya bisa memahami beberapa hal. Diantaranya kita di ciptakan bukan untuk merusak bumi ini melainkan sebagai khalifah yaitu menjaga bumi beserta alam nya yang telah Allah SWT berikan pada kita.

    • Avatar

      Nenis Nursona Jamil

      25-10-2017 at 14:37

      Iya saya setuju, karena manusia dilahirkan ke bumi, ia berada di dalam bumi dan menyatu dengan bumi. Karenanya tangan manusia sangat berpengaruh terhadap dunia dan alamnya. Manusia harus bisa menjaga dan merawat serta mendinamisasikan alam.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.