Inspirasi Tanpa Batas

SPONSOR

SPONSOR

Fungsi Manusia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

24 156

Konten Sponsor

Fungsi Manusia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Filsafat Pendidikan Islam, telah menempatkan manusia dalam dua fungsi ideal. Kedua fungsi dimaksud adalah: Abdullah dan khalifah Allah. Kedua fungsi tersebut, jika dilaksanakan dengan baik, maka, manusia akan mampu menjamin terjadinya hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan dan Manusia dengan manusia. Tentu saja selain kemungkinan terbangunnya harmonis antara manusia dengan alam.

Sebagai abdullah, manusia dituntut bertaslim terhadap hukum Tuhan. Karena itu dituntut tunduk pada hukum yang terkandung didalamnya. Sedangkan sebagai khalifah, manusia, dituntut mampu memelihara dan mendinamisasi alam. Mengapa? Karena alam memang diciptakan untuk manusia. Dalam Perspektif horinzontal, manusia sebagai khalifah Allah, mengharuskan dirinya untuk mampu bersimetri dengan sesama manusia dan dengan alam.

Dua fungsi kemanusiaan sebagaimana dijelaskan tadi, dalam kajian filsafat pendidikan Islam, akan menjadi alasan untuk disebut bahwa manusia adalah sebaik-baik ciptaan [ahsan al takwiem. Hal ini dapat dibaca misalnya dari pesan Allah dalam al Qur’an surat¬†at Tin [95]: 24]. Ayat ini jika memahami pikiran Maulana Muhammad Ali dalam tafsir The Holly Qur’an [tt: 1759] adalah kemampuan yang demikian luar biasa besarnya untuk maju. Manusia memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya dalam posisi yang tidak terbatas.

Potensi Manusia untuk Berkembang

Manusia memiliki potensi untuk berkembang atau mengembangkan dirinya melalui panca indra yang dihadiahkan untuk makhluk tersempurnanya yakni manusia. Panca indra dimaksud khususnya adalah pendengaran dan penglihatan, tentu selain pikirannya yang memang hanya milik manusia. Di luar potensi tadi, Allah masih memberi kelebihan lain, yakni potensi al Qalb. Dalam paradigma pendidikan moderen, alat lain dimaksud tidak dapat difahami sebagai realitas alat yang berguna untuk memperoleh pengetahuan.

Dalam paradigma pendidikan modern, al Qalb dianggap terlalu subjektif untuk mendapatkan pengetahuan. Karena itu, dalam perspektif masyarakat Barat, al Qalb tertolah sebagai alat ilmu. Mengapa? Karena pendidikan modern dianggap membutuhkan objektivitas baik pada sisi objek maupun pada sisi subjek.

Langkah ini dilakukan untuk mengokohkan pemahaman dan sikap kaum terdidik untuk meletakkan manusia sebagai pusat kesemestaan [teosentris]. Manusia dengan demikian manusia selalu menjadi titik tolak [starting point] sekaligus menjadi titik tujuan [ultimate goal]. Hal ini sebenarnya dapat diikhtiarkan dengan melakukan pembinaan atas keseluruhan sipat-sipat hakiki [potensi fitrah] yang dimiliki peserta ke arah pembentukan kepribadian yang sempurna.

Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, kesempurnaan manusia ditentukan oleh akhlaknya. Selanjutnya, pribadi yang berakhlak adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola hidupnya sesuai dengan nilai-nilai [ilahiyah dan insaniyah]. Kemampuan tersebut jika dilakukan dengan baik dan benar dari keseluruhan proses pendidikan, sebenarnya dapat dimiliki dan dilakukan oleh setiap pribadi dengan cara melakukan tazkiyah al nafs [pensucian diri] melalui perenungan dalam kontemplasi filosofis [riyadhah al nafs] dan mujahadah [keseriusan] berusaha atas realitas alam yang dinamis. Kegiatan inilah yang sebenarnya menjadi kegiatan inti dalam pendidikan. By. Prof. Cecep Sumarna.

  1. Febrialdy Imandyanto Kusuma berkata

    Ya saya setuju, karena manusia di ciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Manusia tanpa pendidikan ibarat berjalan tanpa tujuan. Dan manusia tanpa agama ibarat berjalan dengan kaki yany pincang.

  2. Lisa Febriyanti berkata

    Saya setuju Manusia diciptakan hanya semata2 untuk beribadah kepada Allah. Dan manusia diciptakan untuk menjadi kholofah di bumi. Hakikatnya manusia harus berpendidikan agar bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas apa yang di pimpinya..

  3. Lisa Febriyanti berkata

    Manusia diciptakan hanya semata2 untuk beribadah kepada Allah. Dan manusia diciptakan untuk menjadi kholofah di bumi. Hakikatnya manusia harus berpendidikan agar bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya..

  4. Febrialdy Imandyanto Kusuma berkata

    Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Manusia tanpa pendidikan ibarat berjalan tanpa penglihatan dan manusia tanpa agama ibarat berjalan dengan kaki yang pincang.

  5. muhamad adha berkata

    Manusia diciptakan di muka bumi ini untuk menjadi khalifah. Sebagai mahluk sempurna yang diciptakan Allah SWT seharusnya manusia bersyukur mempunyai kesempurnaan diantara makhluk lainya. Manusia diharapkan bisa menjaga bumi selaku tempat tinggalnya bukan justru merusak dan membuat kegaduhan. Sebagai makluk yang berakal manusia perlu wadah untuk mengembangkanya dengan pendidikan lah manusia di bentuk kepribadian akhlak dan lainya untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Sebab pada hakikatnya manusia dilahirkan dalam keadaan yang fitrah dan dengan pendidikanlah diarahkan untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Agar manusia bisa menjadi sebagai mana mestinya manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di mula bumi ini.

    1. Muhamad Hananda berkata

      Manusia merupakan makhluk yg telah Allah ciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Manusia juga memiliki fungsi yaitu sebagai khalifah dimana manusia sebagai pemimpin terutama untuk memimpin diri sendiri dan memimpin apa saja yg ada d bumi sebagai khalifah Allah SWT ..
      Kepemimpinan yang harus dilaksanakan oleh manusia sebagai khalifah adalah untuk menjaga, merawat dan memelihara alam semesta untuk kepentingan bersama sesama manusia.

  6. Qorry Yafatihana berkata

    Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baiknya bentuk. Manusia diberi akal pikiran yang membedakannya dengan makhluk yang lainnya. Dua fungsi manusia di dunia ini yaitu sebagai abdullah dan sebagai khalifah. Sebagai abdullah manusia dituntut untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya, sebagai khalifah manusia dituntut untuk bisa memelihara bumi dengan baik.

    1. Siswanto berkata

      Mari benah diri untuk menjadi lebih baik.

  7. Mawaddahfairuz berkata

    Setelah saya membaca materi kajian tentang fungsi manusia dalam perspektif pendidikan Islam banyak beberapa hal yg harus digaris bawahi bahwa manusia diciptakan menjadi sebenar-benarnya makhluk Allah SWT yang telah dianugerahi sifat mencintai Tuhannya, sesama manusia, maupun alam yg menjadi pijakan hidupnya. Dengan akal yang sehat, akhlak yang mulia, kemampuan diri untuk melakukan hal-hal yang menunjukkan bahwa dirinya sebagai Rabb yang diberi kelebihan tersebut harus bisa mengaplikasikannya dengan taat beribadah, saling mengasihi sesama umat manusia dan tidak merusak lingkungan sekitarnya.

  8. Dea yusrun hasanah berkata

    Manusia adalah mahluk yang diciptakan untuk menjaga alam semesta. dan alam semesta diciptakan untuk manusia, jadi manusia harus mampu memelihara dan menjaga alam dengan sebaik-baiknya. Dan manusia juga harus menjaga akhlaknya dengan baik, karena sempurna tidaknya manusia itu dilihat dari akhlaknya.

  9. Fahira Alifatunnisa berkata

    Sesungguhnya manusia adalah sebaik baik ciptaan allah. Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lainnya, dan setiap manusia dilahirkan dengan membawa fitrah serta dibekali dengan berbagai potensi dan kemampuan yang beragam. Manusia diciptakan sebagai abdullah agar mematuhi segala yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarang. Sedangkan manusia sebagai khalifah agar manusia mampu memelihara kekeluargaan sesama manusia dan menjaga alam semesta. Oleh karena itu kita selayaknya bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah yang telah diberikan.

    1. arini berkata

      saya setuju dengan pendapat anda bahwa manusia memiliki potensi dan kemampuan yang beragam dan kita sebagai manusia harus bisa menjaga potensi dan kemampuan kita itu agar bisa berkembang dan bermanfaat bagi kita sendiri dan orang lain

  10. Nenis Nursona Jamil berkata

    Pada hakikatnya manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling sempurna dengan segala potensi dan kelebihan yang luar biasa dibandingkan dengan makhluk lainnya yang diberikan Allah SWT kepadanya. Dengan potensi itulah manusia memiliki fungsi dan tujuan. Manusia sebagai ahsan al-taqwim dan dpt menempatkan manusia pada posisi strategis sebagai hamba Allah SWT dan manusia sebagai Khalifah, seperti yang dijelaskan ditulisan diatas.

    1. Dea yusrun hasanah berkata

      Ya saya setuju manusia adalah mahluk yang sempurna karena manusia mempunyai panca indra dan mempunyai akhlak yang baik.

  11. Arini berkata

    Manusia terlahir dengan sempurna dihadiahi panca indra, kesempurnaan manusia meliputi berbagai aspek dan landasan untuk memperbaiki diri dan akhlak. Akhlak yang baik tentu akan membuat potensi yang baik dengan terciptanya hubungan yang selaras antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan mampu bersimetri antara manusia dengan manusia

    1. fakhira alifatunnisa berkata

      iya saya setuju, karena akhlak yang baik akan membuat manusia berperilaku ke arah yang positif. Dan akan selalu menciptakan hubungan yang selaras dengan Tuhan nya, manusia yang lain, dan alam.

  12. Wahyuni Wati Nengsi MPI A smt 3 berkata

    Manusia adalah makhluk yang sempurna yang telah diciptakan oleh Allah dengan sebaik mungkin. Manusia bisa dikatakan sempurna dapat dilihat dari akhlaknya. Kita sebagai manusia patut mensyukuri atas yang diberi Allah dan terus memperbaiki diri dan akhlak.

    1. Siswanto berkata

      Bukan dari akhlaq tapi lebih ke aql.. manusia dapat berfikir dibanding dengan makhluk lainnya.

  13. Siswanto berkata

    Manusia memiliki potensi untuk mengembangkan dirinya dalam posisi yang tidak terbatas. Tapi untuk mengembangkannya perlu adanya tunjangan-tunjangan yang harus dilalui oleh manusia. Misalnya manusia dalam menjalani hidup perlu adanya ilmu. Apa bila tidak dibarengi ilmu maka manusia tersebut akan terombang ambing ga tau arah tujuan.

    1. fakhira alifatunnisa berkata

      Saya setuju karena hanya manusia dianugerahi oleh Allah indera, akal fikiran, nafsu. Melalui pendidikan manusia mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas untuk mengembangkan potensinya. Jika penggunaan pengetahuan bertujuan untuk mencapai kemanfaatan niscaya akan bermanfaat, begitu sebaliknya. Jika nafsu tidak terkontrol maka akan menjerumuskan manusia ke dalam lembah kenistaan.

  14. Siswanto berkata

    Manusia itu diciptakan bukan untuk merusak tapi untuk memelihara dan menjaga alam semesta. tapi pada dasarnya manusia terkadang tempatnya dosa dan lupa. Manusia adalah para leaders.

    1. Arini berkata

      saya setuju kalau manusia diciptakan untuk menjaga alam karena alam semesta merupakan tempat tinggal kita selama didunia jadi kita harus bisa menjaga alam kita itu dengan sebaik baiknya

  15. Anton Mulyono berkata

    Alhamdulillah setelah membaca di lyceum tentang Fungsi manusia dalam perspektif filsafat pendidikan islam saya bisa memahami beberapa hal. Diantaranya kita di ciptakan bukan untuk merusak bumi ini melainkan sebagai khalifah yaitu menjaga bumi beserta alam nya yang telah Allah SWT berikan pada kita.

    1. Nenis Nursona Jamil berkata

      Iya saya setuju, karena manusia dilahirkan ke bumi, ia berada di dalam bumi dan menyatu dengan bumi. Karenanya tangan manusia sangat berpengaruh terhadap dunia dan alamnya. Manusia harus bisa menjaga dan merawat serta mendinamisasikan alam.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar