Home » Filsafat » Sejarah Kampus Dunia » Gagasan Plato tentang Idea | Melacak Pemikiran Plato Part – 2

Share This Post

Sejarah Kampus Dunia

Gagasan Plato tentang Idea | Melacak Pemikiran Plato Part – 2

Gagasan Plato tentang Idea | Melacak Pemikiran Plato Part - 2

Plato [427-247 SM] dikenal sebagai penulis dengan pendekatan Philosophical Dialogues. Ini di luar tradisi para intelektual yang dikenal ahli dalam bidang matematika. Beda dengan Plato yang sering disebut sebagai matematikawan paling hebat di jamannya.  Ia membawa konsep dan gagasan filosofinya dengan pendekatan dialogis.

Pertanyaannya, mengapa tulisan Plato selalu bersipat dialogis? Hal itu karena menurutnya, suatu pemikiran akan berubah menjadi statis ketika sudah dituangkan ke dalam hurup-hurup tertulis. Sebuah gagasan yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan, menurutnya akan terpaksa atau dipaksa dibekukan pena dan tinta yang digunakan penulis itu sendiri.

Pemikiran Plato yang paling original dan dialogis itu, sering dinisbatkan dari gurunya yang juga sangat terkenal, yakni Socrates. Khusus terkait dengan gagasan Plato dalam bidang kenegaraan, ia menulisnya dalam sebuah konsep dalam apa yang disebutnya sebagai Republik.

Rekomendasi untuk anda !!   Mistik dalam Perspektif Filsafat

Tulisannya tentang Republik [Πολιτεία] atau dalam kalimat Yunani ditulis dengan Politeia, dipandang sebagai magnum ovus karyanya. Di karyanya ini, ia mengurai tentang keadaan ideal manusia dan tentu masyarakat di dalamnya. Karena itu, wajar jika kemudian, ia banyak menginspirasi tulisan-tulisannya yang lain, berkaitan dengan hukum dan ketatanegaraan. Soal hukum dan ketatanegaraan ini, dapat disebut sebagai bentuk operasional dari gagasannya tentang Republik.

Konsep Idea Plato

Konsep idea Plato sesungguhnya merupakan lanjutan dari gagasan gurunya, Socrates tentang definisi. Dalam pengertian ini, tentu saja Idea yang digagas Plato bukan bermakna gagasan atau tanggapan yang berbasis pada pemikiran.

Idea menurut Plato, tidak diciptakan dan tidak tergantung kepada manusia. Idea Plato bersipat immaterial, bersipat abadi dan tidak berubah.  Idea menurut Plato sudah ada bahkan sebelum manusia diciptakan. Ia berdiri sendiri dan terlepas dari manusia yang fisik.

Menurut Plato, dunia Inderawi [termasuk tubuh manusia] adalah refleksi dari realitas Idea. Karena itu, tidak heran jika dunia inderawi selalu bersipat fana’ karena ia dapat rusak. Atau bahkan mati. Dunia Idea menurut Plato bukan dunia inderawi. Karena ia bukan dunia inderawi, maka, ia hanya dapat terbuka untuk didekati melalui rasio manusia.

Rekomendasi untuk anda !!   Lyceum dan Aristoteles | Melacak Pemikiran Aristoteles Part - 3

Dunia Idea tidak akan mati. Karena ia tidak dapat mati, maka, ia tidak suka berubah. Ia selalu tetap dan abadi dalam kediriannya sebagai Idea. Plato lalu membentuk rumus kebajikan dan kebenaran. Nilai substantif dari apa yang disebut dengan kebajikan dan kebenaran selalu bersipat tetap. Mengapa? Karena Kebajikan dan Kebenaran adalah bagian [bukan refleksi] dari Idea. Prof. Cecep Sumarna

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>