Gagasan Stasiun Ruang Angkasa Setelah Perang Dunia II

0 19

Sebagian besar waktu antara tahun 1930-an dan 1940-an, terdapat sedikit sekali gagasan asli tentang stasiun ruang angkasa yang muncul. Perhatian dipusatkan pada perkembangan mesin roket dan peluru kendali militer. Akan tetapi, setelah perang usai, H.E. Ross dari Inggris menerbitkan sebuah tulisan tentang sebuah stasiun ruang angkasa besar yang berputar yang dimanfaatkan untuk riset meteorologi, astronomi, keadaan tanpa gravitasi, fisika vakum-tinggi, radiasi matahari dan kosmos, dan komunikasi.

Tahun 1951, Wernher von Braun merancang sebuah stasiun berbentuk roda, berisikan udara, berukuran 60 m untuk ditempatkan di sebuah orbit 1.720 km di angkasa.

Ia menulis bahwa:

“Orang yang mengadakan observasi ke bumi dari atas akan mendapat penglihatan yang untik tentang fomasi awan di atas bumi, khususnya di atas samudra. Observasi ini akan memberikan kemungkinan baru untuk ramalan cuaca. Dengan menggunakan teleskop bertenaga tinggi, Anda dapat mengamati kapal-kapal yang sedang berlayar dan dapat memberikan kepada kapal-kapal itu isyarat-isyarat tentang gunung es yang mungkin akan muncul membahayakan kapal. Anda boleh percaya bahwa alat pembesar dapat digunakan untuk melihar orang berlalu – lalang di permukaan bumi.

Hal ini kerena berbagai gangguan atmosfer, yaitu jika melihat dari angkasa luar melalui atmosfer bumi yang jauh kurang berbahaya daripada gangguan yang menimpa pengamatan astronomi dari teleskop yang dipasang di dasar kulit atmosfer. Apabila kita putar arah teleskop satelit itu ke alam semesta, planet-planet, dan bintang-bintang. Kita akan mendapatkan suasana pengamatan terbaik dibandingkan dengan pengamatan yang mana pun di Bumi.”

Tahun 1953, Heinz Hermann Kolle mempersembahkan konsep ausenstation. Konsep ini adalah konsep mengenai sebuah stasiun yang terdiri atas sebuah lingkaran yang meliputi 36 sfer, berdiameter 5 m. Lingkaran di hubungkan dengan titik pusat dengan 8 pipa yang mendukungnya, yang 4 diantaranya memiliki cerobong lift. Stasiun ini dapat menampung sampai 65 orang dan akan berbobot 150 metrik ton. Kolle merencanakan stasiun ruang angkasa yang rumit ini untuk tujuan seperti pengamatan peramalan, dan pengontrolan cuaca. Riset tingkah laku berbagai benda padat, benda cair, dan benda gas di ruang angkasa; studi biologi tanam-tanaman di bawah gaya berat nol dan gaya berat rendah; Alat bantu navigasi; observasi sumber-sumber bumi; pemancar komunikasi; dan perakitan lanjutan, pengisian kembali bahan bakar, dan bantuan navigasi untuk pesawat ruang angkasa.

Komentar
Memuat...