Alasan Generasi Muda Lebih Menyukai Investasi Daripada Menabung

0 40

Blogger Gleen Marsalim mengungkapkan, generasi muda saat ini telah tak lagi asing dengan yang namanya kegiatan menabung. Malahan, tutur Gleen, generasi yang dikenal dengan sebutan keren “millennials” tersebut sudah paham bahwa menabung saja tidaklah cukup untuk jaman sekarang.

Generasi tersebut memilih produk investasi sebagai cara yang baru dalam menabung. “Kalau kita berbicara millenials, menabung itu tidak equal to saving lagi, tapi investasi. Misalnya, menabung dikit tapi gue punya apartemen, punya rumah,” tutur Gleen di Jakarta, dikutip dari Kompas.com.

Pengaruh Millennials Terhadap Indonesia

Menurut kamus Merriam-Webster, “millennials” adalah generasi yang lahir pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Saat ini, generasi tersebut sudah mulai meninggalkan bangku pendidikan dan mulai dalam lingkungan bekerja. Mereka menggerakkan roda perekonomian dengan berproduksi dan mengkonsumsi dalam jumlah yang besar. Besarnya jumlah “millennials” tersebut juga membuat Indonesia memiliki bonus dan andil pada perkembangan demografi.

Dalam kesempatan terpisah, Director Chief Investment Officer Eastspring Investment, Ari Pitojo, mengungkapkan bahwa predikat tersebut membuat para investor luar negeri tertarik dalam berinvestasi di Indonesia. Lantas, benarkah “millennials” ini cenderung menggunakan produk investasi dan mulai mengurangi porsi untuk mengisi tabungan dalam penghasilannya?

Menurut Head of Preferred, Private & Wealth Management & Consumer Liabilities Business CIMB Niaga, Budiman Tanjung, sebagian dari mereka memang lebih cenderung memilih berinvestasi ketimbang dengan menabung. Namun, hal tersebut, tuturnya, bukan contoh baik.

“Kalau misalnya mereka yang first jobber, tergantung gaya hidupnya yang bagaimana. Kalau kita lihat sekarang, mungkin kalau yang masih berumur muda tingkat risikonya mereka tinggi. Mereka masih bisa (mengambil risiko dan return yang lebih besar). Mungkin mereka cenderung untuk berinvestasi daripada menabung. Tapi tergantung dari pengetahuan mereka, risk profile mereka, apakah mereka sudah pernah terekspos dengan hal seperti ini,” ujar Budiman, “Jadi harus di mix lah. Jangan ditaruh di satu produk saja,” pungkasnya.

Millennials (juga dikenal sebagai Generasi Millenial atau juga Generasi Y) adalah kelompok demografis (cohort) setelah si Generasi X. Peneliti sosial sering mengelompokkan generasi yang lahir diantara tahun 1980 an ini sampai 2000 an sebagai generasi millennial.

(Generasi Muda)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.