Gerakan Mahasiswa Milineum ke-Dua

1 2

Gerakan Mahasiswa Milineum ke-Dua
Syifa Fauziah

Hari ini diperlukan penataan ulang orientasi (Reorientasi) Gerakan Mahasiswa Indonesia. Gerakan mahasiswa Indonesia hari ini, harus lebih mengedepankan bentuk baru dalam wujud mengubah cara pandang mereka dari aktivis jalanan misalnya, kepada gerakan baru yang lebih kontributif, yakni akses mereka terhadap dunia usaha dan adaftasinya terhadap gerakan entrepereursihip.

Laju pertumbuhan dan perkembangan perekonomian dewasa ini, menuntut kelompok muda untuk segera melakukan reorientasi gerakannya dalam bentuk membangun karakter wirausaha, yaitu merumuskan ulang pentingnya kesadaran mereka akan pentingnya berwirausaha. Tujuannya, agar kaum muda dan kaum terdidik Indonesia turut serta memandirikan perekonomian bangsa. Jika tidak, maka kondisi ini secara langsung akan menutup kemungkinan kuatnya bangsa ini untuk kompetitif dalam pasar bebas seperti MEA misalnya dalam konteks Indonesia.

Diketahui bahwa mahasiswa adalah agent of change melalui berbagai pergerakan. Setelah penulis amati dari berbagai isu yang sedang hangat diperbincangkan belakangan ini, seharusnya telah mendorong secara langsung akan pentingnya karakter berwirausaha di lingkup kaum muda, termasuk didalamnya mahasiswa. Harvey Leibenstein (1968-1979) menyebut wirausaha akan mencakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan. Inti dari tulisan Leibebstein tadi adalah berkaitan dengan keharusan bagi mahasiswa agar turut serta dalam menumbuhkan dan bahkan ikut serta dalam setiap kegiatan wirausaha yang tumbuh di masyarakat dengan baik.

Mahasiswa juga dituntut udaftif dengan dimensi modernitas, yang mendorong salah satunya melakukan kreativitas diri. Seseorang disebut memiliki tingkat pendidikan yang baik, ketika mereka tidak mencari pekerjaan, karena mereka justru akan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Tidak mungkin lapangan usaha dapat dilakukan, tanpa ada ruang dan kemampuan berwirausaha.

Bangsa ini sudah sering mendengar kalimat “sebuah bangsa bisa maju, jika wirausahanya maju”. Kalimat tersebut, seharusnya bukan hanya menjadi omong tanpa makna, tetapi harus dibuktikan secara nyata. Negara-negara maju seperti Amerika, Singapura, Jepang dan beberapa negara lainnya, disebut maju karena masyarakatnya banyak yang memiliki jiwa berwirausaha.

Kemampuan berwirausaha bagi kalangan mahasiswa, dapat diperoleh dari berbagai pelatihan-pelatihan,seminar, atau interaksi langsung dengan para pelaku wirausaha. Jika langkah dimaksud dilakukan, kita bukan saja dapat memperoleh ilmu teoretik tetapi akan memiliki pelajaran langsung secara praktis tentang dunia usaha. Mereka akan mampu terjun ke dalam dunia usaha yang sangat luas. Inilah mahasiswa baru di abad baru serta di melinium baru. Selamat berwirausaha

  1. Dewi Mutiara Anggraeni berkata

    Entahlah Seperti terkubur dan terbelenggu, keberanian tak kunjung datang..senoga bisa menjadi bagian dari gerakan mahasiswa seperti yg dimaksud diatas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.