Ghairah tanpa Lelah | Candu Asmara Part – 11

Ghairah tanpa Lelah | Candu Asmara Part-11
0 476

FISIK Kelvin terasa sangat fresh. Beban psikologisnya sebagai seorang laki-laki yang telah tiga minggu tidak dia gunakan, tidak-tiba harus dimuntahkan di tempat yang tak pernah dia duga. Ia melumatkan asmaranya justru pada seorang kakak ipar yang dikenal sangat cantik, dan sejujurnya, Kelvin sendiri, jauh hari sebelum subuh itu, paling tidak pernah membayangkan bagaimana ia dapat bermesraan dengan Kayla. Tetapi, pikiran semacam itu selalu dia tepis, karena dianggapnya sangat tidak mungkin. Bukan saja Kayla menjadi kakak iparnya, tetapi, juga kesan yang muncul Kayla begitu istimewa.

Namun demikian, di tengah segenap fisiknya yang fresh itu, ia merasa menyesal telah berbuat sesuatu yang patut dianggapnya salah. Kesalahan itu, terlebih ketika dia melakukan aduan asmara, justru di saat istrinya sedang mengadu nasib antara hidup atau mati. Ia sedang berjuang melahirkan anak mereka berdua, sebagai hasil perkawinan dan buah dari cinta tulus mereka berdua. Ia terlentang di kasur empuknya dengan membayangkan kebahagiaan yang baru diraihnya dengan perasaan bersalahnya. Ia akhrnya  membiarkan dirinya untuk tidak mengambil air wudlu dan tidak melakukan shalat subuh. Ia hanya mampu membayangkan bagaimana desahan nafas Kayla ketika memadu kasih bersamanya. Desahan semacam itu, justru tidak mampu ia temukan pada istrinya sendiri bernama yang bernama Nisa itu.

Kayla Lebih Bergairah

Kayla mengalahkan kegairahan asmara yang dimiliki Nisa saat Kelvin melakukan hubungan asmara yang syah bersamanya. Inilah yang membuat Kelvin justru tak mampu menyembunyikan rasa bangganya kepada Kayla, di saat dia justru sangat membutuhkannya. Kayla yang baru digaulinya itu, dianggap telah memberi layanan istimewa yang tiada duanya.  Ia baru mendapatkan layanan asmara seghairah itu dalam sepanjang perjalanan kehidupannya. Nisa dianggapnya terlalu formal dalam melayaninya, mungkin hanya karena dorongan teologis keagamaan. Dan itu sangat berbeda dengan apa yang ditampilkan Kayla, subuh itu.

“Pikiran yang sama juga masuk dalam otak Kayla. Ia merasa berada dalam puncak-puncak asmara seperti pernah dia mainkan bersama Fredy enam tahun lalu. Ia menemukan sosok yang mampu melayaninya secara sempurna dari adik iparnya sendiri. Suaminya, Rayhan, tak mampu membuat Kayla bangga atas layanan ranjang mereka. Rayhan dianggapnya hanya mampu membuat dirinya sendiri yang puas, dan membiarkan Kayla dalam ketidakmengertiannya. Kayla sama. Ia tidak shalat subuh. Ia hanya membayangkan bagaimana Kelvin melayaninya dengan sempurna, dan ia seperti keranjingan dengan harapan Kelvin mau menemui dirinya saat itu di kamarnya”

Tetapi waktu terus berjalan. Kelvin ta kunjung datang ke kamarnya. Waktu malah sudah menunjukkan pukul 6.30. Saat itulah supir keluarga besarnya datang dan memijit bel beberapa kali minta masuk ke dalam garasi mobil. Akhirnya, Kayla bangkit dan segera memakaikan jaket tebal menutupi tubuhnya. Dibukalah pintu rumah dan dia kembali ke rumah hanya dengan bertanya, bagaimana kabar Nisa, sudah lahiran belum? Supir yang bernama Rahmat itu, mengatakah, belum teh …. katanya diperkirakan nanti jam 10.Kalau begitu mengapa kamu pulang. O .. ya teh, kata Bapak sama ibu, saya diminta untuk mengambil makanan dan minuman yang diperlukan mereka di rumah sakit.

Kayla Memasak Makan yang Lezat

Kayla meramu masakan kesukaan bapak dan ibunya. Maklum pembantu rumah yang biasa masak, saat itu sedang sakit, jadi tidak masuk kerja.  Hampir satu jam dia membuat masakan yang disukai kedua orang tuanya. Dan setelah selesai, dia memasukannya ke dalam termos masakan dan diberikannya kepada Rahmat. Rahmat hanya mengatakan: Teh tuan Kevin sudah bangun belum? Kayla mengatakan, belum. Bangunin atuch kata Kayla. Rahmat nggak berani teh … Nggak usah biarkan saja. Cuma kalau nanti bangun, kata Teh Nisa, makan aja dulu di rumah. Rahmatpun berlalu tanpa sedikit curiga.

Kayla meneruskan masak. Kali ini ia membuat goreng telur bebek yang hanya berisi kuningnya saja. Telur itu kemudian dimasuki minyak jaytun dan madu asli Arab serta campuran air dari bawang putih. Iapun membuat sop ikan terapu yang dianggap banyak kalangan dapat membuat seseorang menjadi fres dan kembali normal. Beberapa saat setelah ia selesai masak untuk dirinya itu, Kelvin ke luar kamar. Kelvin mengatakan, teh maafkan aku ya …. Kayla hanya mengatakan nggak apa-apa Kel, justru teteh yang mohon maaf. Tetapi sejujurnya, kata Kayla, suasana tadi subuh, tidak pernah teteh temukan bersama suami teteh. Kamu hebat Kel …

Entah mengapa, tiba-tiba Kelvin seperti terbawa terbang. Sambil menggesekan tangan ke matanya, ia mengatakan, betulkah teh. Iya Kel … mengapa memangnya. Bukan begitu teh … karena sejujurnya aku juga merasakan hal yang sama. Sudahlah jangan didiskusikan, nggak enak barangkali nanti kedengaran cicak kata Kayla. Yu kita makan aja. Akhirnya mereka makan bersama dan entah mengapa, Kelvin merasa masakan itu sangat lezat. Sehabis makan yang dirasanya sangat lezat oleh Kevlin itu, ia ke taman rumah. Rokok Mild ia ambil dan menyalakan rokok. Otaknya terus merasakan bagaimana ghairahnya Kayla melayani dirinya.

Kelvin Kembali  Larut

Entah bagaimana ceritanya, Kelvin seperti berada dalam dunia yang berbeda. Ia tak mampu melupakan apa yang dialaminya tadi subuh dan rasa bersalahnya kepada Nisa. Ia mematikan rokok dan kembali ke rumahnya. Ia merasa perlu segera ke rumah sakit untuk menemui istrinya. Setelah mandi dan sedikit beres-beres pakaian, lalu ia bergerak untuk berangkat. Ia pamit sama Kayla lalu mengetuk pintu kamar di mana Kayla tidur. Dari dalam, Kayla hanya mengatakan masuk Kel… Kayla tahu bahwa hanya Kelvin yang ada dalam rumah itu. Kelvin membuka kamar dan dilihatnya, Kayla sedang tidur terlentang dan tak ada sedikitpun helaian benang ditubuhnya.

Kelvin kembali larut. Ia menelan air liur dan tak tahan melihat tubuh Kayla yang jauh lebih seksi dan sedikitpun tak ada noda dalah tubuhnya. Saat tubuhnya tanpa balutan benang sedikitpun itu, Kayla justru terlihat tampak lebih sensual. Dalam lamunannya,  tiba-tiba Kayla mengatakan, mengapa Kel …. Kelvin sedikitpun tak mampu berkata apa-apa kecuali suatu rasa untuk mengulanginya.  –bersambung–


Penulis         : Chaely Siera
Penyunting  : Acep M Lutvi

Komentar
Memuat...